
Mentari pagi seakan menyapa dunia dengan hangatnya. Mewarnai dunia dengan terangnya dan menenagkan jiwa yang menyambut hari barunya.
Pagi ini natasya tampak berbincang dengan oppa nim sembari menunggu leon yang masih bersiap.
" So where are you going with leon today? " Tanya oppa nim yang sekarang mereka tengah duduk dikursi depan rumah.
Terjemah: Jadi hari ini kamu sama leon mau kemana?
" Eum..Our plan today is going to Sky park oppa. " Jawab natasya.
Terjemah: eum.. Rencana kami hari ini mau ke taman sky oppa.
Dan tak lama mereka mengobrol leon akhirnya datang dan kini ia tampak tampan dengan balutan kaos putih dengan setelan kemeja kotak-kotak bewarna biru dongker dan hitam serta jens putih.
"Eh oppa, Good morning." Ujar leon.
" Morning leo.. " Jawab oppa nim dengan memanggil nama kecil leon.
"Yuk sayang berangkat.. " Natasya mengangguk kemudian berdiri yang disusul oleh oppa nim.
" Yes oppa, i and vanya leave first. " Ujar leon.
Terjemah : yaudah oppa, aku sama vanya berangkat dulu ya.
" Alright you guys are careful on the way. And leon keep the Vanya well,watch out if he blisters at all. " Jelas oppa nim.
Terjemah: yaudah kalian hati-hati dijalan. Dan leon jaga vanya baik-baik,awas kalau dia lecet sedikitpun.
Sontak leon memutar bola matanya malas. " Actually oppa's grandson is what is von anyway, how come you pay more attention to vanya leon..." Cibir leon.
Terjemah: sebenarnya cucu oppa cucu oppa itu leon apa vanya sih,kok oppa lebih memperhatikan vanya daripada leon.
Seketika natasya membekap mulutnya menahan tawa lain dengan oppa nim yang tak bisa menahan tawanya.
Membuat leon menampilkan wajah cemberut andalannya jika ingin dimanja dengan natasya.
"Ada yang lucu? Kurasa tidak!" Cibir leon.
" Ish.. What the heck bi. " Ujar natasya.
" Hhhhh... Oppa's grandson is apparently jealous? Oppa just kidding leon.. " Kekeh oppa nim.
Terjemah: Hhhh... Cucu oppa yang satu ini cemburu rupanya? Oppa cuma bercanda leon.
Leon hanya mendenggus kesal.
" Yes oppa nim, we will leave first. Assalamualaikum. " Ujar natasya dan setelah keduanya berpamitan,leon menggenggam tangan natasya dan mereka menaiki mobil tanpa adanya jon supir pribadi oppa nim. Ya leon ingin mereka hanya berdua tak ada yang menganggu.
Selama diperjalanan,entah kenapa natasya merasa aneh dengan leon. Pasalnya dari setelah tahajud tadi hingga saat ini leon terlihat lebih manja padanya. Namun itu tidak menjadi masalah untuk natasya,pasalnya ia juga suka.
Seperti saat ini leon hanya menyetir menggunakan satu tangannya sedangkan tangan satunya menggenggam tangan natasya dan mengelusnya. "Sayang... " Panggil leon.
__ADS_1
Natasya yang sedari tadi fokus kejalanan seketika menoleh menatap bola mata indah leon. "Ya.. "
"I love you... " Ucapnya tiba-tiba.
Sedangkan natasya hanya menatap bingung. Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba leon menjadi aneh seperti ini.
"Ck.. Kok diem sih! Bales dong.. " Kesal leon.
"I love you too bi... " Jawab natasya sembari tersenyum. Mendengar balasan itu hati leon menjadi sangat senang. Ya. Aneh memang,hanya dengan hal sesederhana itu bisa membuatnya begitu senang.
"Eumm.. Nanti makan dulu ya. " Ujar leon.
"Emang kamu udah laper?" Tanya natasya,pasalnya sebelum mereka berangkat keduanya sudah sempat sarapan,bahkan leon makan dalam porsi banyak.
Leon hanya tersenyum. "Hehe.. Iya nih. Nggak papa ya? Habis itu kita keliling tamannya. " Jawab leon.
Natasya hanya bisa menghembuskam nafasnya dan menuruti keinginan suami manja dan posesiv nya itu.
*****
Kini keduanya telah sampai ditaman sky dengan suasana indah yang menyejukkan mata. Mereka berjalan mengitari taman itu dengan tangan mereka yang saling menggenggam dan natasya yang bersandar dilengan leon.
" Bi, kamu tau saat kita bertahun-tahun berpisah,bahkan nggak ada kabar sama sekali,alamat orang tua kamu aja papa sama mama juga nggak tau,aku sempat berfikir bertemu lagi sama kamu itu adalah kemungkinan kecil. " Jeda natasya.
".... Setiap malam aku cuma bisa mandangin foto kecil kita,yang saling melontarkan tawa. Dan kamu tau,betapa bahagianya aku saat allah kembali mempertemukan kita dalam waktu yang sama sekali nggak aku duga. " Lanjutnya.
Genggaman tangan mereka lepas,dan leon beralih merangkul istrinya itu. "Mungkin aku juga begitu,aku sampai hampir putus asa,marah,kesal,saat anak buah aku sama sekali nggak nemuin kamu. Bahkan sampai mereka aku suruh kefilipina demi kamu. Aku nggak bisa bayangin kalau kita benar-benar terpisah,kamu tau sayang.. "
Natasya tersenyum haru dengan mata yang berkaca-kaca,ia hanya diam tak tau cara mengartikan rasa bahagianya itu dengan sepatah katapun. Kemudian natasya menghadap leon dan ingin memeluknya namun dengan cepat leon cegah dengan memegang kedua bahu natasya.
"Kenapa?" Tanya natasya dengan wajah ditekuk.
Leon tersenyum lalu mencium kening natasya lama. Dan
Grep
Leon memeluk natasya erat. "Tetaplah berada didekapanku sayang.. Jangan pernah pergi,walau suatu saat nanti kita akan menghadapi suatu masalah" Bisik leon tepat ditelinga natasya.
Natasya tersenyum didalam pelukam suaminya lalu membalas pelukan itu dengan segala kehangatan dan kenyamanan yang mereka rasakan.
Drttttt.....drttttt....
Sontak keduanya yang tadi memejamkan mata menikmati kenyamanan itu seketika membuka mata saat merasakan ponsel dikantong jens leon bergetar. "Ck.. Siapa sih ganggu aja,bentar sayang.. " Ujar leon lalu melepaskan pelukan mereka.
Efren
📞 is calling
Layar pertama ponsel leon menampilkan nama seseorang yang sudah lumayan lama tak pernah menghubunginya lagi. Tak menunggu lama leon menggeser tombol hijau itu dan mengangkatnya.
' Hallo?'
__ADS_1
'Oh my god! Hy brother. How are you? Kemana aja lo selama ini hm? Keapa nggak pernah ngabarin gue lagi?'
'Apa lo bilang tadi? Gue kemana? Yang harusnya nanya itu gue fren,bukan lo. Terakhir kali gue ngabarin lo nggak lo bales kan. '
'Masa sih? '
'Serah lo!'
'Okeoke sorry leon,mungkin gue terlalu sibuk. Dan oh ya kemarin aku sempet telfon sama oppa nimuel nanyain alamat lo dijakarta,eh malah oppa bilang lo disini sama istri. Itu bener?'
'Hmmm.. Ya kenapa?'
'Oh my god. What the heck are you!! Lo nikah nggak ngabarin bahkan nggak ngundang gue? Temen macem apa lo!'
Leon memutar bola matanya malas.
'Gue udah ngirim pesan ke lo. Lo nya aja yg nggak mbuka hp. '
'Ah masa sih? Okeoke.. Sekarang gue lagi nggak sibuk nih. Lo dimana? Gue mau ketemu!'
'Ck... Ganggu orang pacaran aja sih lo!'
'What the.... !! Mentang mentang udah nikah kurangajar banget lu. Lo. Pokoknya gue nggak mau tau share loc sekarang gue kesana!'
'Iyaiya bawel lo kaya emak emak arisan.'
'Wh---'
Tut!
Leon dengan cepat mematikan sambungan itu sebelum sahabat stress nya itu mengeluarkan berbagai umpatan.
"Siapa sih bi.. " Tanya natasya.
"Efren. Sahabat aku,kami kenal dijakarta,aku sama dia udah sahabatan sejak sma kelas 1. Dan ternyata dia juga orang filipina cuma dia dimanilla,dan sekarang dia kuliah disini,tinggal sama bibinya. " Jelas leon.
"Owh.. Kok kamu nggak pernah cerita kalau sahabat kamu ada disini?"
Leon tersenyum. "Dia itu tampan sayang,ya walaupun masih tampan aku,dia juga jago gombal. Aku nggak mau kamu deket dan sampe suka sama dia. Karna dari dulu banyak cewek yang kecantol sama efren,tapi satupun nggak ada yang efren sukai. " Jelasnya.
"Ish.. Apaan sih bi. Ngapain aku suka sama cowo lain kalau disini udah ada kamu. Mau seganteng apapun cowo diluar sana,hati aku udah memilih kamu bi.. " Ujar natasya.
Sontak leon mencubit pipi natasya gemas. "Emhhh... Pinter gombal ya sekarang. "
"Wleee... Biarin."
"Siapa yang ngajarin?"
"Kamu.... "
Leon terkekeh lalu kembali melanjutkan keliling dengan tangannya setia merangkul natasya.
__ADS_1