Karna Iman Dan Cinta

Karna Iman Dan Cinta
Bab. Dua puluh


__ADS_3

Saat ini natasya dan leon sedang berada disebuah restoran tempat keduanya janjian dengan efren.


Bahkan sudah sedari setelah dzuhur tadi mereka menunggu hingga kini menunjukkan pukul 13.45.


"Ck.. Ini bocah satu kemana sih? Dia yang ngajak ketemu,kita yang nunggu!" Cibir leon.


Natasya mengusap lembut punggung tangan leon. "Sabar bi... " Ujar natasya.


"Kita kur---"


"Hai bro... Sorry gue telat. " Ujar seseorang yang langsung menyela leon.


Leonpun berdiri dengan wajah dinginnya karna kesal. Sedangkan lelaki yang tak lain adalah efren itu dengan tampang tak bersalahnya langsung memeluk leon ala lelaki.


"Lama banget sih lo! " Cibir leon dengan wajah datarnya.


"Sorry leon.. Gue tadi ada urusan sebentar. Dan oh ya mana istri lo?" Tanyanya.


"Heh! Mata lo rabun apa gimana sih,lo nggak lihat istri gue ini.. " Kesal leon sedangkan natasya hanya terkekeh.


Efren mengalihkan perhatiannya pada natasya yang duduk disampingnya itu dengan wajah yang mengisyaratkan sesuatu.


Oh my god. Sempurna. Batin efren yang masih setia memandangi natasya dari atas hingga bawah. Leon yang menyadari tatapan sahabatnya sudah mulai berubah itu langsung menggeser kursi yang diduduki oleh natasya itu kesampingnya hingga membuat natasya tersentak kaget.


"Biasa aja tuh mata!" Sindir leon.


Seakan tersadar dari kekagumannya,efren mengerjap dan menggaruk tengkuknya yang tentunya tidak gatal itu. "Ah sorry bro.. Lo kok bisa sih dapetin bidadari kaya gini. Gimana caranya? She is very beautiful. " Puji efren. Sedangkan natasya tersenyum malu kemudian menunduk.


" And oh my god,look and that sweet smile leon. " Goda efren lagi. Leon semakin tak tahan jika efren ada disini,pasalnya efren secara terang-terangan mengagumi istrinya.


" Shut up efren!! Do not tease him!!" Tegas leon yang sudah benar-benar kesal. ( diam efren!! Jangan menggodanya!!)


Seketika efren terkekeh. " Easy leon, i'm just kidding. "


" And joking you are not funny!! Be quiet. "


"Eum.. Okeoke lupakan hal itu. Sebaiknya kita pesan makanan. Oke?" Ujar efren.


Leon hanya menampilkan wajah datarnya sedangkan natasya mengangguk menyetujui ucapan efren.


Efrenpun memanggil pelayan direstoram itu dan mereka memesan.


"Eum... Bisa kita kenalan nona?" Tanya efren dengan smirknya.


Natasya tersenyum ramah dan baru saja ingin menjawab,leon mendahuluinya. "Namanya natasya.. "


"Hhhh... Sejak kapan lo gue panggil nona,leon? Ayolah,aku hanya bertanya namanya saja kau tidak perlu cemburu. " Ujar efren.


"Hmm.. Serah lo. Intinya lo kesini mau ketemu sama gue kan? Artinya lo cuma boleh ngomong sama gue bukan istri gue. " Tegas leon.


Lagi lagi efren terkekeh lalu menatap natasya. "Bagaimana bisa kamu mau menikah dengan lelaki posesiv dan dingin sepertinya ini sya? " Ujar efren

__ADS_1


Sontak natasya menatap tak percaya efren bisa mengatakan seperti itu pada sahabatnya sendiri,ia tidak tau efren sedang bercanda atau tidak.


"Ah tidak. Dia tidak seperti yang kau katakan efren. Dan bagaimanapun dia,aku mencintainya. " Ujar natasya,dan jawaban itu seketika membuat leon merangkul natasya sembari melemparkan senyum devil kemenangannya didepan efren,sahabat menyebalkannya itu.


"Lo dengar kan jawaban istri gue? Atau perlu gue ulangi?" Ejek leon.


Efren hanya mendenggus kesal membuat leon senang. "Diamlah leon.. Itu tidak lucu!"


Setelah obrolan itu akhirnya pesanan mereka datang dan tak tunggu lama ketiganya segera menyantap makanan tersebut.


Namun saat mereka menikmati santapannya,efren diam-diam melirik,mencuri pandangannya pada natasya.


Jujur saja ada rasa suka dan kekaguman dihati efren saat pertama kali melihat natasya,pertama kali melihat ia ada sesuatu yang istimewa pada diri natasya,efren sudah bisa menyimpulkan jika natasya berbeda dengan kebanyakan wanita diluaran sana.


Bahkan efren juga heran,baru kali ini merasa kagum dan tertarik dengam seorang perempuan yang bahkan baru pertama kali ia lihat. Merasa seperti diperhatikan oleh efren,natasya mulai merasa risih,pasalnya ia tau jika efren terus menatapnya dari meja kaca makan mereka.


"Bi... Eum,habis ini pulang yuk. Kasian oppa nim sendirian. " Bisik natasya.


Leon yang merasa ada yang berbeda dari raut wajah istrinya itu merasa jika ucapan natasya barusan hanya alasan.


Lalu sejenak tak sengaja melihat efren yang ketahuan mencuri pandangan pada natasya ia langsung mengerti.


"Kenapa nanti,mending sekarang aja. " Ujar leon.


"Eum.. Nggak papa?"


"Enggak papa sayang.. " Jawab leon sembari tersenyum lembut kearah natasya.


"Ah ya fren,gue sama vanya mau balik. Oppa nim sendirian dirumah. Dan mungkin kita berdua bisa bertemu lain waktu lagi. " Ujar leon.


"Oh it's okey, Tapi jangan lupa bidadarinya diajak ya. " Kekeh efren.


"Jangan mulai fren! Dan lebih baik lo cepet-cepet deh cari istri. Keburu tua!" Kesal leon.


Lagi-lagi efren terkekeh. "Entar,orang nya aja masih sama cowo lain kok. Nunggu dia pisah dulu baru gue samber. " Ujar efren.


"Maksud lo? " Tanya leon sembari memicingkan matanya.


"Entar juga lo tau. Udah sono katanya mau pulang. Dan nona,hati-hati.. " Ujar efren yang berakhir kembali menggoda natasya.


"Ah ya,terima kasih. " Jawab natasya. Merasa tidak tahan lagi leon segera dengan cepat menggenggam tangan natasya erat dan membawanya keluar dari restoran itu dengan mood yang benar-benar buruk.


"Huft... Aku nggak habis fikir,dimana-mana pasti ada orang yang ngejar kamu. Dijakarta ada bocah ingusan itu,disini ada sicurut efren. Lebih baik kita pergi saja dari sini. " Omel leon sesaat mereka telah didalam mobil.


"Lalu aku harus gimana bi? Aku juga nggak bisa ngelarang mereka kan.. " Ujar natasya. Lagi lagi leon hanya bisa menghela nafas gusar.


Tring...


Natasya mengambil ponsel ditasnya itu tertera nama levin dilayar utama ponselnya. Iapun membuka pesan itu.


Levin

__ADS_1


|kata ica lo ke filipin. Bener?


14.30


Read


Iya,kenapa?|


14.30


Read


|Kapan balik? Gue mau ketemu?


14.31


Read


Mau apa? Aku nggak bisa,leon pasti| marah|


14.31


Read


|please sya,gue pengen ngomong sama |lo. Bentar doang.


14.32


Read


Hmm..aku nggak janji,in syaa allah| kalau aku bisa nanti aku kabarin|


14.32


Read


|Hmm.. Makasih. Love you❤


14.32


Read


Seketika natasya mematung membaca 2 kata terakhir itu.


"Say---" Ucapan leon terhenti saat melihat wajah tegang natasya sembari pandangan fokus keponselnya.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya leon.


Sontak natasya mengerjap seakan tersadar. "Eh.. Eumm,nggak papa kok. " Jawab natasya.


Leon hanya mangut-mangut paham dan kembali fokus menyetir.

__ADS_1


__ADS_2