Karna Takdir

Karna Takdir
deg.. deg.. deg...


__ADS_3

Sampai di ruang osis Rafka tampak sangat kesal tapi ia tidak menyadari apa yang membuatnya kesal seperti ini. ia duduk dan menyandarkan tubuhnya ke belakang kursi dan menatap langit langit atap , Rafka memikirkan apa yang di ucapkan oleh mama dan papanya semalam karna dua hari lagi ia dan Queen akan menikah dan resmi menjadi suami istri secara agama dan hukum.


Flashback :


Di ruang makan sudah ada papa Sean dan mama Sella serta kedua putranya Rafka dan Vian.


" sayang kamu jangan capek capek ya kan sebentar lagi kamu dan Queen akan menikah dua hari lagi loh acara pernikahan kalian jadi mama minta kamu sekarang coba untuk jaga kesehatan kamu " ucap mama Sella pada putra bungsu nya.


" Emang semuanya uda siap ma? " tanya Vian di sela sela makannya.


" mama dan mommy Renika uda suruh orang untuk mengurus semuanya kok semalam juga uda mama pantau dan persiapannya uda 90% jadi mungkin besok uda siap lah " ucap mama sambil tersenyum bangga.


Rafka hanya diam sambil mengangguk dan mendengarkan ucapan mamanya tanpa niat membantah ataupun protes ia hanya mengikuti semua ke inginan mama nya.


Flashback selesai :


" lo kenapa Raf , kok wajah lo tampak kesal gitu " tanya kak leo pembimbing osis dahulu yang suka memantau adik kelasnya yang mebuyarkan lamunan Rafka.


" gapapa kak " jawab Rafka


leo hanya menganggukan kepala dan ber Oh saja sambik berjalan keluar ruang osis.


**


Sementara di kantin semua sahabatnya heran melihat Rafka meninggalkan kantin dengan wajah kesalnya.


" si rafka kenapa? kok main pergi gitu aja " tanya Tania dan di angguki Angel

__ADS_1


" gak tau PMS kali " celetuk Kevin


Sontak membuat Farel dan Bima menjitak kepala Kevin yang asal bicara serta membuat Kevin meringis kesakitan.


" lo kalau ngomong " ucap Bima


" sakit begok , biasa aja kali " kesal Kevin


" uda ya kalian bikin kepala Queen pusing , Queen di luan ya enek dengar celoteh yang gak berfaedah kalian , bye Rangga " jawab Queen berlalu pergi meninggalkan para sahabatnya dan mengedipkan sebelah matanya untuk Rangga sehingga membuat Rangga tersenyum bangga.


" Queen " teriak para sahabatnya kesal sehingga membuat Queen tertawa.


**


Di ruang osis Rafka yang sibuk mencatat keperluan untuk acara pensi sekolah dan protokol protokol yang lain agar cepat selesai tak menyadari kalau Queen sudah duduk dan menatapa nya.


" serius amat sampai gue masuk aja lo gak tau " celetuk Queen


" mana sini tugas gue , gue mau ke kelas " ucap Queen lagi.


" tunggu " kata Rafka yang masih mencatat tugas untuk Queen.


" lo bisa cepat gak sih , atau lo memang sengaja biar bisa berlama lama sama gue " ucap Queen dengan mengangkat sebelah alisnya.


" ceh... " decak Rafka kesal.


" yauda cepatan sini gue masih ada yang harus gue urus " celetuk Queen

__ADS_1


" iya ya ini juga uda mau selesai " kesal Rafka


ketika Queen ingin beranjak dari tempat duduk nya Rafka menahan tangan Queen dan menatapnya dengan intens hingga membuat wajah mereka berdekatan bahkan sangat dekat sehingga membuat jantung Queen berdetak sangat kencang dan merasakan hembusan nafas masing masing.


" deg.... deg.... deg... gila dia mau apa " ucap Queen dalam hati gugup , takut kalau Rafka mendengar detak jantungnya.


" kenapa jantung lo berdetak sangat kencang? dan kenapa lo sangat gugup? " ucap Rafka dengan menatap mata Queen


Queen hanya menelan air liurnya dengan susah payah dan menggelengkan kepalanya gugup. saat Rafka memajukan wajahnya lebih dekat lagi bahkan Queen sampai menutup matanya.


" sorry gue gak ada niat buat nyium lo kok " ucap Rafka berbisik di telinga Queen dan tertawa terbahak bahak sampai wajahnya memerah.


Queen sontak membulatkan matanya dan merasa sangat malu karna telah menutup matanya. sampai wajah nya memerah malu , dengan cepat ia berlalu pergi dari ruang osis untuk menenangkan hatinya meninggalkan Rafka yang telah berhasil mengerjai dirinya.


" hufft... liat aja nanti gue balas lo Rafka " ucap Queen kesal


" lo kenapa Queen kok ngos ngosan gitu , kayak abis liat setan aja lo " ucap Farel heran melihat sahabatnya itu.


" iya gue emang habis liat setan " celetuk Queen


" dimana ? " tanya Farel.


" lo setannya " kesal Queen


" sialan lo Queen " ucap Farel sambil menjitak kepala Queen.


" sakit Farel " merajuk Queen menatap tajam Farel. hingga membuat Farel mengangkat dua jarinya pertanda damai.

__ADS_1


__ADS_2