Karna Takdir

Karna Takdir
kebenaran


__ADS_3

selesai membersihkan diri Queen keluar dengan jubah mandi karna ia tidak membawa baju gantinya. saat ia keluar dirinya melihat Rafka duduk di pinggiran ranjang tidur dengan memainkan laptop nya dengan serius.


" lo liat apa Raf kok serius banget? " tanya Queen menghampiri Rafka


" ini lagi ada kerjaan yang di kirim papa tadi pagi , aku di suruh nyiapin sama papa untuk meeting besok " ucap Rafka tanpa melihat ke arah Queen.


" lo uda makan belum Raf? "


" belum , kenapa lo uda laper? "


" uda , makan yuk "


" bentar lagi ya , tanggung sikit lagi ini "


" sini aku liat , mana tau aku bisa bantu "


" emang kamu tahu tentang perusahaan? "


" luamayan tahu lah , aku juga sering kali ikut meeting sama papa keluar negri "


" lo jadi tahu lah jalani perusahaan? "


" lumayan tahu lah Raf , kenapa lo mau gue bantui? "


" gak perlu , lagian ini uda siap "


" yauda yuk makan , gue uda laper "


" yuk "


Queen dan Rafka menuruni tangga menuju meja makan. selama makan yang ada hanya keheningan Rafka terus memperhatikan Queen yang makannya hanya di makan dua suapan aja sementara sisanya di aduk.


" tadi katanya laper tapi makanannya hanya di aduk aja , kenapa lo gak suka sama makannya atau kurang enak di lidah kamu? "


" enggak kok makanannya enak hanya saja akunya tiba tiba uda kenyang , aku di luan ke kamar ya " ucap Queen menuju wastafel untuk mencuci piring nya


" lah dia kenapa tiba tiba wajah nya jadi murung gitu , apa aku buat salah ya? " ucap Rafka dalam hati


Queen menaiki tangga dengan di perhatikan oleh Rafka sampai dirinya tidak kelihatan lagi. Rafka yang melihat dan penasaran pun akhirnya juga menyelesaikan makan nya dengan cepat untuk menyusul Queen ke kamar.


Sampai di kamar Rafka melihat Queen menatap langit langit kamar dengan tatapan kosong. dirinya membersihkan diri dan menyusul Queen merebahkan diri di tempat tidur.

__ADS_1


" Queen lo kenapa kok murung gitu wajahnya? "


" Raf , apa lo gak bisa mencintai gue? apa gue gak baik menurut lo? " ucap Queen dengan menatap langit langit


" maksud lo apaan Queen? , kan gue uda pernah bilang kalau gue akan berusaha untuk mencintai lo menjadi suami yang bertanggung jawab buat lo , memang itu gak mudah buat gue tapi gue akan tetap berusaha Queen "


" apa gadis yang lo cintai sekarang adalah Rosa? " ucap Queen tiba tiba dengan meneteskan air matanya


" lo tau darimana Queen? "


" jadi benar ya kalau lo mencintai Rosa " lirih Queen memiringkan tubuhnya membelakangi Rafka


" Queen kita belum selesai bicara , apa yang membuat lo bisa ngomong kayak gitu? lo tahu darimana kalau Rosa gadis yang gue cintai , kalau masalah di kantin tadi jangan di pikirin Queen. gue benar benar gak ada hubungan dengan Rosa , kita cuma temanan gak lebih " ucap Rafka memeluk Queen dari belakang.


Queen hanya diam dengan air mata yang sudah mengalir deras tanpa suara. hingga membuat Rafka memutar tubuh Queen menghadap dirinya. Rafka memperhatian wajah Queen dan menatap manik mata Queen dalam. memeluk gadis itu dan mencium pucuk kepala Queen.


" dengerin gue Queen , aku memang benar mencintai Rosa sebelum kita menikah , tapi kalau untuk memiliki hubungan dengan nya aku gak ada niatan buat itu Queen percaya sama aku , aku uda berusaha untuk menghilangkan perasaan itu dan mencintai lo menjalankan rumah tangga kita dengan baik aku hanya mau menikah sekali seumur hidup dengan lo Queen , aku janji hanya lo yang akan menjadi istri dan ibu anak anak gue nanti. uda ya jangan berpikir macam macam lagi. jangan nangis lagi ya " ucap Rafka masih memeluk tubuh Queen mencoba menenangkan gadis itu.


" terus yang gue lihat beberapa hari yang lalu apa kalau bukan lo sama dia punya hubungan? gak mungkin kan kalian melakukannya kalau bukan karna saling menyukai? " ucap Queen di sela sela tangis nya


" emang apa yang lo liat Queen? " tanya Rafka heran dan tidak mengingat kejadian waktu dirinya dan Rosa berciuman


Rafka membulatkan matanya terkejut karna tidak menyangka bahwa gadis itu melihat kejadian beberapa waktu lalu , tapi ia bingung kalau Queen melihat kejadian itu kenapa ia tetap menuduh dirinya dan Rosa memiliki hubungan sudah jelas bahwa dirinya menolak Rosa saat itu juga , atau jangan jangan ia hanya melihat saat Rafka dan Rosa berciuman saja pikir Rafka.


" apa yang lo ketahui di kejadian itu Queen "


" gue hanya melihat kalian berciuman " ucap Queen lirih


" hanya itu saja? " tanya Rafka memastikan dan di angguki oleh Queen


Rafka menarik napas dalam dan menghembuskannya pelan dan menatap wajah Queen memperhatikan gadis itu yang sedang cemburu.


" dengerin aku ya, memang benar kalau Rosa mengatakan perasaannya sama aku waktu itu tapi aku menolaknya , karna aku uda punya kamu istri aku wanita yang aku nikahi beberapa waktu yang lalu wanita yang sudah Sah secara agama dan hukum untuk aku cintai , jadi aku gak membutuhkan gadis lain di hati aku " ucap Rafka menatap Queen lekat.


" kamu harus percaya bahwa hanya kamu gadis yang akan ada di hati aku mulai sekarang , kamu percayakan bahwa aku mencintai kamu walau belum sepenuhnya , jadi hangan berpikir macam macam , aku minta maaf karna sudah nyakiti perasaan kamu waktu itu , aku benar benar gak tau kalau kamu disana. " ucap Rafka lagi


" jadi kamu gak ada hubungan dengan dia kan? " ucap Queen memastikan semuanya.


" aku tenang aja ya , aku gak ada hubungan dengan siapapun kecuali kamu " ucap Rafka tersenyum menyakinkan


" yauda aku percaya sama kamu " ucap Queen memeluk Rafka.

__ADS_1


betapa bahagianya Queen hari ini karna dirinya sudah mengetahui semua kebenarannya jadi sekarang dirinya sudah bisa bernapas lega.


" jadi kalau aku minta hak aku bakal di kasih gak? " ucap Rafka menggoda Queen


" emang kamu menginginkan nya ya? " ucap Queen malu


" kalau iya kamu siap? " ucap Rafka lagi


" sejujurnya aku belum siap , tapi kalau kamu mau aku akan tetap kasih karna itu sudah kewajiban aku sebagai istri kamu " ucap Queen pelan menatap Rafka sejujurnya ia malu mengatakannya tapi mau gimana lagi itu memang sudah tugasnya


" hahaha..... aku hanya bercanda Queen , kamu jangan serius gitu , liat wajah kamu itu hahaha.... " tertawa Rafka hingga membuat Queen cemberut karna sudah di tipu oleh Rafka


Queen langsung memutar tubuhnya membelakangi Rafka tanpa mengatakan satu kalimatpun dan menutup dirinya dengan selimut karna sudah berhasil di kerjai oleh suaminya.


" lah kok ngambek , aku kan cuma bercanda Queen , Queen jangan ngambek gitu dong liat aku Queen " ucap Rafka memegang bahu Queen


tanpa di respon Queen Rafka mencoba untuk membujuk istrinya


" aduh gini nih ribetnya punya istri harus bisa sabar dalam menghadapi sifat ngambeknya " batin Rafka


" aku minta maaf yang " bisik Rafka tepat di telinga Queen hingga membuat Queen kaget karna di panggil sayang oleh Rafka.


ini pertama kalinya Queen di panggil sayang oleh Rafka semenjak menikah.


" Yang aku minta maaf " ucapnya lagi


" Yang jangan ngambekkan dong , masa iya aku di anggurin " ucapnya lagi memelas


Queen memutar tubuhnya dan menatap Rafka tajam hingga membuat Rafka diam.


" kamu tahu kan kalau permintaan kamu tadi benar benar membuat aku bingung , di satu sisi aku belum siap , di satu sisi itu sudah menjadi kewajiban aku sebagai istri untuk melayani kamu , kamu pikir aku gak dosa karna telah menolak untuk melayani kamu " ucap Queen menundukan matanya menahan tangis nya


" yauda yang aku minta maaf , gak lagi deh " ucap Rafka mengangkat wajah Queen untuk menatap ke arahnya.


" sekarang kita tidur ya yang " ucap Rafka memeluk Queen membenamkan wajah gadis itu ke dada bidang nya dan di angguki Queen karna dirinya sudah mengantuk juga.


mereka tidur saling berpelukan menikmati kebersamaan sampai alam mimpi membawa mereka masuk.


❤❤❤


hai kakak up hari ini panjang ya , 😊😊 semoga suka dengan ceritanya jangan lupa LIKE , VOTE DAN DUKUNGANNYA YA KAK 😊😊

__ADS_1


__ADS_2