
" Queen "
semua orang menoleh melihat siapa yang memanggil nama Queen dan saat di lihat betapa terkejutnya Queen mengetahui siapa yang ada di depan matanya.
" Anara " ucap Queen pelan
" uda lama gak ketemu Queen , gimana kabarmu " ucap Anara
" aku baik , kabarmu gimana? "
" aku juga baik , sekolah lo ikut juga ya "
" iya , sekolah lo juga ikutan? "
" iya tapi sekolah kita gak menang , gak kayak sekolah lo juara "
" menang kalah gak masalah kan yang penting persahabatan sekolah kita tetap jalan " ucap Alfin
" iya ya " jawab Queen dan Anara
" teman teman kenalin dia Anara sahabat gue dari SD "
" Anara ini teman gue Tania , Angel , Alfin , Dimas , Gibran " ucap Queen
__ADS_1
" halo semua gue Anara " ucap Anara
" halo Anara " ucap semuanya
" Anara kayaknya nama lo pernah gue dengar " ucap Angel
" mungkin nama gue pasaran " ucap Anara tertawa
" enggak lah , nama lo cantik kok kayak lo "
" gue boleh ikut gabung kan sama kalian disini " ucap Anara
" iya boleh kok " ucap Gibran
Setelah mereka bubar Queen , Tania , dan Angel kembali ke tempat dimana perwakilan sekolahnya duduk melihat Farel , Kevin , Bima serta anak anak yang lain diam memperhatikan permainan yang sedikit lagi akan berakhir. tapi anehnya dimana Rafka dan Rosa berada kenapa mereka tidak keliatan sampai membuat Queen bertanya pada yang lain.
" dia tadi pergi ke kantin gak lama lo pergi " jawab Farel masih sibuk melihat arah pertandingan
" gue gak liat dia , kemana dia " ucap Queen dalam hati
" Tania ,Angel lo ada liat Rafka tadi di kantin? " tanya Queen pada sahabatnya
" gak , gue kan sama lo tadi " ucap Tania dan di angguki oleh Angel
__ADS_1
" mmm... yauda kalau gitu gue mau ke toilet dulu ya " pamit Queen langsung pergi tanpa peduli jawaban para sahabatnya.
Queen berjalan melewati beberapa koridor menuju toilet disana Queen malah berjalan ke arah belakang sekolah yang terlihat sepi. dirinya sampai bingung namun tetap menjalankan kakinya membawa pergi dirinya tanpa merasa ragu. sampai ketika dirinya berhenti dan langsung melihat pemandangan yang menyakitkan hatinya membuat air matanya jatuh membasahi pipinya. tubuhnya diam mematung tak bergeming. tak berapa lama dirinya melihat ia langsung pergi dan menangis sesegukan di toilet sesak di dadanya tak dapat ia bendung. dan pergi dari sekolah tanpa pamit pada yanh lain.
" kenapa , kenapa ini semua terjadi saat gue uda menyerahkan hati gue sama lo , kenapa lo tega mengkhianati hati dan perasaan gue , atau gue aja yang begok karna mencintai lo , seharusnya ini gak pernah terjadi seharusnya gue bisa menahan perasaan gue " ucap Queen menangis sesegukan di dalam mobil
Dirinya melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata , tanpa ia ketahui dirinya malah pergi ke arah rumah tempat ibunya di masa lalu yang menyakitkan meninggal dunia. ia sampai di depan gerbang rumah mewah dan besar itu , saat dirinya memasuki perkarangan rumah yang di buka oleh penjaga rumah dan langsung masuk ke dalam kamar ibunya kamar gelap yang menjadi favoritnya kalau dirinya butuh tempat untuk menumpahkan segala kesakitannya.
ia masih mangingat bagaimana dirinya melihat orang yang sangat di cintainya berciuman dengan gadis lain dan kenapa dirinya harus melihat atau memang selama ini mereka memiliki hubungan.
" kenapa lo gak jujur kalau lo sebenarnya mencintai dirinya , kenapa gue harus melihat semua itu Raf " ucap Queen dengan sesegukan
ya Queen melihat Rafka yang berciuman dengan seorang gadis yang tak lain adalah sahabatnya Rosa di belakang sekolah. ia berpikir keras apakah ada yang ia lewatkan antara Rafka dan Rosa selama ini. yang ia ingat hanya beberapa waktu lalu saat Rafka dan Rosa di kantin saat itu Rosa mengucapkan terimakasih sama Rafka karna telah di antar pulang selebihnya gak ada.
Setelah beberapa waktu dirinya mencurahkan isi hatinya Queen kembali untuk pulang ke rumah. sampai di depan rumah dirinya sudah melihat motor sport Rafka terpakir di garasi. dirinya menenangkan diri mencoba untuk sekuat hati agar terlihat biasa saja. mencoba memperbaiki penampilannya dan turun dari mobilnya.
" lo harus kuat Queen , lo harus bisa " ucap nya menenangkan hatinya.
ia berjalan memasuki pintu rumah dan menaiki tangga menuju kamarnya. sampai di dalam kamar dirinya tak melihat Rafka ia meletakan tas ranselnya di meja dan mengambil pakaian ganti menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah selesai membersihkan diri Queen membaringkan dirinya di ranjang king sizenya mencoba melupakan beberapa kejadian yang tak ingin dirinya ingat sampai dirinya memasuki alam mimpi.
***
Suara seseorang yang membisikan sesuatu di telinganya serta membuat dirinya terusik karna telah menciumi pipinya. membuat Queen terpaksa membuka matanya. perlahan dia mencoba membuka matanya dan melihat sekeliling ruangan dan matanya berhenti tepat di sebelah ranjangnya seorang laki laki tengah menatap dan tersemyum pada dirinya.
__ADS_1
❤❤❤
selamat membaca kakak 😊😊😊