Karna Takdir

Karna Takdir
teman..


__ADS_3

" Queen , Queenkey owenna benarkan ? " tanya lagi seorang laki laki.


" hmm.. ya , apa kita saling kenal ? " balik tanyak Queen.


" lo gak ingat gue? , kita ketemu di club tadi malam , lo gak ingat ? ucap nya lagi


" Gibran ? bener gibran kan ? kata Queen


" ya gue Gibran , parah lo kalau gak ingat gue " ucap Gibran pura pura kesal.


" maaf , maaf tadi malam wajah lo gak terlalu keliatan jadi gue sedikit sulit mengenali wajah lo " ucap Queen sambil tertawa


saat mereka sedang asik ngobrol beberapa teman osisnya ada yang menatap dengan tanya pada mereka berdua dan ada yang cuek dan pergi menuju kelas meninggalkan kedua insan itu untuk lebih leluasa berbincang tapi tidak dengan Rafka dia lebih memilih cuek dan acuh tapi sedikit kesal namun tidak meninggalkan mereka berdua karna mendengar kata club dari perbincangan mereka walau bagiamana pun Queen adalah tanggung jawabnya sebagai istri sampai suran deheman Angel mengalihkan perhatian mereka yang sedang asik mengobrol dan menatap teman yang lain.


" oh maaf ke asikan ngobrol sampai lupa dengan kalian , kenali guy's dia teman ku Gibran " ucap Queen dengan cengiran.


" Gibran mereka temanku pengurus osis sekolah ini " ucap Queen di barengi mereka yang saling menyapa.


" oh iya , lo ngapain kesini? " tanya Queen


" ya ampun gue lupa , gue di suruh kesini oleh kepala sekolah untuk mengundang sekolah kalian untuk ikut partisipasi persahabatan basket antar sekolah " ucap Gibran


" ruang kepala sekolah kalian dimana? " tanya nya lagi


" yauda yuk gue an " belum selesai Queen melanjutkan kalimatnya Rafka sudah memotongnya

__ADS_1


" biar gue yang antar , gue ketua osis sekolah , lagian dia kan laki laki biar laki laki juga yang antar " potong Rafka cepat


" yauda kalau gitu lo di antar Rafka aja ya , gapapa kan? " ucap Queen ramah


" ya gapapa lah " jawab Rafka datar


Gibran hanya mengangguk saja sebenarnya dia ingin Queen yang mengantar agar bisa lebih dekat lagi dengan gadis cantik idamannya itu.


ya gibran memang tau siapa sebenarnya Queen apalagi saat Queen mengenalkan namanya Key dia langsung mencari tahu siapa Key sebenarnya sampai ia di kawal sangat ketat oleh beberapa bodyguard di sebuah club walau pengawalannya tidak terlalu kelihatan hanya saja siapa yang ingin mendekat ke tempat duduk gadis cantik itu salah satu bodyguard akan menghalangi jalan mereka dengan memberi isyarat.


tapi tidak dengan Gibran dan teman temannya yang dapat mengalihkan perhatian para pengawal dengan cara mereka sendiri.


flashback


tutt.. tutt.. tutt..


" halo , aku ingin lo mencari informasi tentang seorang wanita untuk ku khusus dengan cepat " perintah Gibran


" . . . . . . . . . . "


" kalau sudah ada kabari gue secepatnya " ucap Gibran pada sang penelepon.


" . . . . . . . . . . . . . . . "


dan esok paginya Gibran langsung mendapat informasi tentang Queen walau tidak sepenuhnya dan hanya nama lengkap dan data data seperlunya yang tidak terlalu penting. karna keluarga Queen menutup informasi penting tentang Queen atas perintah daddy Robert karna ada sesuatu yang di rahasiakan oleh daddy dan mommy Queen.

__ADS_1


Flascback selesai.


Sepanjang perjalanan menuju ruangan kepala sekolah Rafka hanya diam tanpa bicara pada Gibran , bahkan ia tak menjawab pertanyaan atau menggubris omongan Gibran , dan itu tambah membuat Gibran canggung dan menggidikan bahunya.


" ini ruangan kepala sekolah , tunggu disini " ucap Rafka acuh


tok.. tok.. tok..


" permisi pak , ada tamu dari sekolah BUDI MULIA mau bertemu dengan bapak " ucap Rafka meminta izin kepala sekolah


" oh iya silakan masuk Raf " jawab kepala sekolah dan di angguki oleh Rafka.


" lo di suruh masuk sama pak kepala sekolah , gue tinggal , lo nanti tau kan jalan keluar gak perlu gue tunggu? " tanya Rafka


" iya gapapa , lagian kita gak lagi tur pariwisata yang harus lo tunggui dan makasih ya uda mau bantui gue " ucap Gibran sambil tersenyum ramah pada Rafka namun di tanggapi acuh oleh lelaki dingin datar itu.


Saat Rafka akan kembali ke kelas ia memikirkan tentang Queen dan Gibran tadi ada sesuatu yang menganggu pikirannya hingga ia tidak terlalu fokus sampai ia menabrak seseorang.


Bruggh...


aduuuhh...


❤❤❤


makasih ya kakak uda baca dan like cerita aku 😊😊 semoga senang 😊😊

__ADS_1


__ADS_2