Karna Takdir

Karna Takdir
awal


__ADS_3

saat Rafka sudah membaringkan dirinya di tempat tidur , Queen masuk ke kamar mandi dan membasuh muka serta menggosok giginya memakai pakaian tidur minimnya. dirinya benar benar gugup tapi untuk menjalankan kewajibannya dia harus bisa menahan gugupnya.


Perlahan dirinya naik ke atas tempat tidur memperhatikan wajah Rafka yang sebenarnya belum tertidur pulas hanya saja dirinya pura pura tidur karna kesal dengan Queen yang menolak ajakannya tadi. perlahan Queen mengelus pipi Rafka dan mencium kening suaminya dengan lembut mencoba menarik perhatian Rafka , namun hasilnya nihil laki laki itu tetap pada pendirian nya yang malah mengubah pisisi tidurnya jadi membelakangi Queen. hingga membuat Queen cemberut dan merasa di abaikan.


" yang kok aku di cuekin sih , aku tau ya kamu belum tidur , liat aku yang.... " ucap Queen sambil menggoyankan lengan Rafka


" yang... "


" yauda deh kalau kamu gak mau , jangan salahkan aku ya , aku mau ganti baju lagi deh " ucap Queen pura pura turun dari tempat tidur


namun sebelum Queen menurunkan kakinya Rafka lebih dulu menarik tangan gadis itu dan membenamkan wajah Queen ke dada bidangnya memeluk erat tubuhnya.


" jangan coba coba melakukannya yang " ucap Rafka memperingati


hingga membuat Queen mendongak melihat Rafka dan mereka saling menatap.


" kamu benar benar siap yang? " tanya Rafka melihat pakaian Queen yang menggoda imannya


" aku harus menjalankan kewajibanku yang , aku gak mau membuatmu menunggu lama " senyum tulus Queen


" aku sih santai yang , aku lebih milih menunggu kamu siap dari pada membuatmu terpaksa melakukannya " ucap Rafka mengelus rambut Queen


" jadi kamu mau nunggu lebih lama lagi ni? " tanya Queen tersenyum jahil


" yauda kita tunda aja " ucap Queen lagi


" jangan dong yang , masa kamu tega sih sama aku yang " jawab Rafka cemberut.


Hingga membuat Queen tertawa karna melihat ekspresi wajah Rafka yang benar benar terlihat seperti anak kecil yang merengut yang permintaannya di tolak oleh ibunya.


" kamu lucu banget sih yang , gemas banget liat nya " ucap Queen sambil tertawa.


" oh.. jadi kamu cuma ngerjain aku yang " selidik Rafka


" awas kamu ya "

__ADS_1


Rafka langsung menggelitiki tubuh Queen hingga membuatnya tertawa lepas sampai Queen benar benar mengaku kalah dan mencoba melepaskan diri dari gelitikan Rafka.


" hahaha... "


" hahaha... "


"udah Raf.. "


"geli... "


" hahaha... "


"yang geli yang.. "


" Raf "


" gimana masih mau ngerjain aku yang? " tanya Rafka saat melihat Queen kelelahan


" enggak yang , aku gak kuat " ucap Queen ngos ngosan saat Rafka selesai menggelitiki dirinya.


" nyerah yang nyerah " ucap Queen


" enak aja yang , aku belum memulai nya ya yang " ucap Rafka dengan senyum misterius


Queen langsung diam dengan tubuh yang terpaku karna mendengar ucapan Rafka. padahal ia pikir malam ini dirinya akan lolos tapi ternyata gak semudah itu.


Rafka mendekatkan wajah nya ke wajah Queen hingga membuat Queen refleks memejamkan matanya menikmati hembusan napas Rafka yang semakin mendekat ke arahnya.


" yang ngapain matanya di tutup kayak gitu " bisik Rafka di telinga Queen hingga membuat Queen membuka matanya sepontan dan malu


" eng.. enggak kok aku ngantuk aja " ucap Queen gugup padahal ia kira dirinya bakal


" ugh si Rafka ternyata cuma ngerjai aku aja " batin Queen


dirinya langsung bangkit dan merapikan posisi tidurnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun sama Rafka hingga membuat Rafka tersenyum karna telah berhasil mengerjai istrinya.

__ADS_1


" aduh yang lucu banget kalau uda ngambek , gemasin banget si yang " batin Rafka


" yang kok tidur sih yang " bisik Rafka yang memeluk Queen dari belakang


" yang akunya jangan di cuekin dong yang " ucap Rafka lagi.


tiba tiba saja Rafka mencium leher jenjang Queen yang telah menggoda imannya hingga membuat Queen mengeluarkan desahan nya.


Cup


" ahh... "


" Raf kamu ngapain? " ucap Queen di sela sela desahannya.


Tanpa menggubris pertanyaan Queen , Rafka masih menciumi leher Queen memberikan tanda kepemilikan nya di leher gadis cantik itu. hingga membuat Queen merasakan nikmat. pelan pelan Rafka membalikan posisi Queen menghadapnya hingga membuat ia dan Queen saling tatap.


perlahan Rafka mengelus pipi Queen dan mencium kening Queen lembut dengan waktu yang cukup lama hingga ciumannya turun ke bibir merah muda yang menurutnya sangat manis.


Cup


Cup


perlahan ciuman itu berubah menjadi panas dan dalam Queen dan Rafka sama sama menikmati ciumannya hingga membuat mereka berdua kehabisan napas dan terpaksa menghentikan ciumannya. Queen menghirup oksigen dengan rakus begitu juga Rafka dan memperhatikan wajah Queen.


" cantik " ucap Rafka tak menyadari


hingga membuat Queen yang mendengar kata kata itu langsung tertunduk dengan pipi merah merona karna malu.


" yang aku mulai ya " ucap Rafka meminta izin yang di balas anggukan oleh Queen tanda setuju.


Dan..


❤❤❤


sampai sini dulu ya kak. aku benar benar deg degan ngetiknya. maaf bila kurang karna ini cerita pertamaku kak 😊😊😊

__ADS_1


mohon maklum ya kak 😊😊 jangan lupa utuk VOTE DAN KOMEN YANG BANYAK YA 😊😊


__ADS_2