
Queen sedang menikmati alunan musik dj yang dapat mengalihkan pikirannya sementara dari permasalahan rumah tangganya bersama Rafka. saat dirinya sedang asik menggoyangkan tubuhnya tiba tiba ada seseorang yang mendekatinya dan mencoba untuk mengajaknya berjoget dengannya dengan sangat vulgar hingga membuat dirinya terganggu dan tidak nyaman sampai suara hantaman seseorang membuatnya terkejut.
Bug
" brengsek siapa yang berani mukul gue " umpat seseorang
" gue kenapa? jangan coba coba untuk menyentuh istri gue atau gue habisi lo sekarang " ucap Rafka berapi api
" cih , istri jangan asal ngomong lo mana mungkin wanita ini istri lo dia ini milik gue ya kan sayang "
Bug
Bug
tanpa aba aba Rafka kembali meninju laki laki tersebut membabi buta sampai dua orang penjaga club memisahkan mereka.
" berhenti , jangan buat keributan disini ini bukan ring tinji jika tidak ada yang mau berhenti saya akan seret kalian keluar dari tempat ini "
" Rafka uda kamu bisa membunuh dia " ucap Queen takut
Rafka menatap Queen dengan tajam hingga membuat Queen takut dan mundur kebelakang.
" kita pulang " ucap Rafka tak terbantah menarik tangan Queen keluar.
__ADS_1
" Rafka tanganku sakit " lirih Queen
tanpa sadar Rafka menarik tangan Queen sangan kuat hingga membuat tanganya memerah dan perih. tanpa memperdulikan Queen yang berjalan dengan berseok seok mengikuti jalan besar Rafka ia tak mendengar perkataan Queen sampai di depan mobilnya Rafka langsung menyuruh Queen masuk dan membanting pintu sangat keras hingga membuat Queen terkejut dan takut.
sepanjang perjalanan pulang hanya diam yang menemani mereka berdua tidak ada yang memulai percakapan Queen dengan ketakutan nya dan Rafka dengan kemarahan nya.
" kenapa dia semarah itu? apa aku melakukan kesalahan besar bukan kah tadi aku menolak laki laki itu? seharusnya aku yang marah? kenapa ini jadi terbalik? aku tidak pernah lihat dia semarah ini? " ucap Queen dalam hati
Rafka melihat ke arah Queen yang melihat ke luar jendela kaca mobil dalam diam tanpa menoleh ke arahnya hingga membuatnya sangat frustasi.
" Queen pasti ketakutan melihatku tadi seharusnya aku gak marah padanya? kenapa banyak kali laki laki yang menyukai nya? aku gak rela jika ia di sentuh laki laki lain " ucap Rafka dalam hati
" aku harus minta maaf " lirih nya.
" sayang " panggilnya tanpa di tanggapi oleh Queen
" hei Queen " panggilnya lagi namun tak di gubris
Rafka menepikan mobilnya dan merubah posisinya ke arah Queen dan menarik dagunya namun sangat terkejutnya ia saat melihat Queen menangis.
" sejak kapan ia manangis kenapa aku gak mendengar suaranya " ucap Rafka dalam hati
" Queen sayang " panggilnya dengan lembut dan menarik Queen ke dalam pelukan nya
__ADS_1
di usapnya kepala Queen dan di elusnya punggungnya agar Queen tenang.
" maaf maafkan aku sayang " lirihnya
" apa aku menyakiti kamu hhmm "
" apa kamu terluka? " ucapnya menatap wajah Queen
Queen menatap mata Rafka lekat dengan diam dan air mata yang terus turun membasahi pipi nya.
" kenapa kamu diam sayang? apa aku menyakiti kamu? mana yang sakit sini aku lihat "
" Hati " gumam Queen
" kamu ngomong apa sayang? ulangin sekali lagi aku gak dengar dengan jelas " ucapnya lembut
Queen menatap mata Rafka dengan sangat intens mencoba mencari sebuah jawaban dari pertanyaan nya dan kebenaran namun sayang yang ada hanya kekhawatiran yang ia dapat dari mata Rafka.
*mata adalah hal yang tak dapat berbohong mata dapat menjelaskan semua hal yang kita tutupin tanpa harus berbicara.
❤❤❤
kakak kita up segitu dulu ya. semalam aku uda up panjang tapi akunya gak ada paket😭😭 jadi batal up nya 😭😭 maafkan atas kelalaianku 😭😭*
__ADS_1