Karna Takdir

Karna Takdir
melindungi


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju ke rumah Queen hanya diam saja. menatap keluar kaca mobil dengan tatapan kosong. Rafka yang melihat merasa kasian melihat keadaan Queen. dengan perlahan di genggam tangan Queen mencoba untuk menghibur dan memberikan dukungan kepada istrinya.


" jangan takut sayang , aku ada disini aku akan selalu melindungimu dari laki laki itu , tidak akan ku biarkan dia menyakitimu " ucap Rafka sambil memegang tangan Queen dan memberikan dukungan sesekali melihat ke arah Queen


" Terimakasih sayang " ucap Queen tersenyum mengeratkan tangannya dan menatap ke arah Rafka.


" aku tahu kamu pasti khawatir denganku dan akan selalu melindungiku tapi aku juga takut Raf , Brandon bukan laki laki baik dan akan diam saja , dia psikopat gila yang akan melakukan segala cara untuk mendapatkanku " ucap Queen dalam hati


" Tenang Queen , apapun yang terjadi aku akan selalu menjaga dan melundungimu apapun resikonya aku gak akan melepaskanmu atau membiarkan kamu di sakiti oleh laki laki itu , aku janji sayang semua akan baik baik saja gak akan ada yang bisa pisahkan kita " ucap Rafka dalam hati


***


Sampai di rumah Rafka langsung memasukan mobilnya ke dalam garasi dan turun membuka pintu buat Queen menggandeng tangan istrinya sampai ke dalam kamar.


" mau mandi dulu atau makan malam? " tanya Rafka


" mandi dulu deh , aku uda gerah kali ini " jawab Queen tersenyum


" yauda kalau gitu aku mandi di kamar kerja ya , kamu jangan lama lama mandinya "


" iya "


" jangan lupa siapain baju ganti ku "


" iya , yauda sana mandi nanti aku bawakan baju ganti kamu "


" hhmm " ucap Rafka sambil pergi keluar kamar


Queen langsung masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya. setelah 30 menit Queen selesai dengan ritual mandinya dirinya langsung menuju kamar ganti mengganti pakaian santai dan menyiapkan baju untuk Rafka segera dirinya membawa ke kamar kerja Rafka.


Saat dirinya masuk ke kamar kerja Queen terkejut melihat keadaan Rafka yang bertelanjang dada hanya menggunakan handuk sepinggang dengan rambut masih basah dan tetesan air dari rambut masih jatuh membasahi tubuh Rafka , Queen langsung membuang pandangan nya ke arah lain mengalihkan tatapannya. Rafka yang melihat mendatangi dan menggoda Queen ada rasa untuk menjahili istrinya itu.


" hai sayang kenapa wajahmu memerah seperti ini apa yang kamu lihat , apa kamu malu , hhmm... " bisik Rafka sambil memeluk Queen dari belakang


Queen yang merasa tubuhnya di peluk langsung membeku dan menutup matanya.

__ADS_1


" Raf.. Rafka pakai bajumu , dan tolong lepaskan aku " jawab Queen gugup


" kenapa harus ku lepas aku kan sedang memeluk istriku , dia pasti kedinginan habis mandi dan buka matamu sayang " ucap Rafka tersenyum jahil


" a.. a.. aku gak kedinginan malah kayaknya aku gerah deh , sepertinya disini panas ya " jawab gugup Queen


" kenapa masih di tutup matanya lihat aku , ayo buka mata kamu dan lihat aku disini jangan malu kan kamu istri aku " bisik Rafka lagi


" aku harus mengalihkan keadaan ini kalau gak bisa mati gue disini melihat keadaan laki laki satu ini , benar benar ya kamu Raf buat aku malu aja " batin Queen


" aduh , aduh perutku sakit sekali " ucap Queen memegangi perutnya


Rafka langsung melepaskan pelukannya dan melihat Queen khawatir dengan keadaan Queen.


" mana yang sakit yang? sini aku lihat yang " ucap Rafka khawatir


" perut aku sakit yang " ucap Queen masih memegangi perutnya


" pasti karna kamu belum makan yang , yauda tunggu sini aku ambil minyak angin dulu "


saat Rafka melangkahkan kakinya untuk mengambil minyak angin Queen langsung berlari keluar ruangan kerja Rafka hingga membuat Rafka kaget dan sadar kalau Queen hanya mengerjai dirinya saja agar bisa lolos dari pelukannya.


Queen hanya tertawa kecil dan melanjutkan menyiapkan makanan mereka di bantu bi ana.


" yang kok gak di jawab si pertanyaanku , kamu sengaja ya tadi , agar aku melepaskan pelukannya " tanya Rafka memegang tangan kanan Queen


" uda ya sayang kamu duduk sana , aku mau bantu bi ana menyiapkan makan malam " ucap Queen tersenyum.


" ya yang kok gitu sih , iyakan kamu sengajakan tadi cuma ngerjain aku padahal aku tadi uda panik yang " cemberut Rafka


" maaf ya sayang , abisnya kamu kalau gak di gituin pasti masih godain aku ajakan , aku kan malu yang " ucap Queen menyentuh kedua pipi Rafka


" ya ampun yang kamu kalau cemberut lucu banget yang , jadi gak tega liatnya , jadi penasaran liat wajah panik kamu tadi " ucap Queen dalan hati dan tersenyum.


" yauda aku tunggu di meja makan ya jangan lama lama menyiapkan makananya " ucap Rafka berlalu pergi ke ruang makan

__ADS_1


" iya sayang "


setelah selesai makan malam dan membereskan meja makan Queen dan Rafka langsung menuju ke kamar untuk istirahat.


" yang kamu gak belajar? " tanya Queen saat melihat Rafka duduk di sofa kamar


" uda kok yang , lagian gak ada tugas sekolah juga jadi santai aja "


" jadi kalau gak ada tugas kamu gak belajar? "


" enggak gitu yang , cuma lagi males aja sekarang , emang kamu punya tugas yang? "


" enggak si yang , cuma mau baca buku ini aja sedikit " jaaab Queen tanpa melihat Rafka


" yang kamu godain aku ya? kamu mau balas dendam yang? " batin Rafka saat melihat leher jenjang Queen karna Rambutnya di sanggul ke atas


" yang " bisik Rafka duduk di sebelah meja Queen


" hhmm.. kenapa yang? " jawab Queen tanpa melihat Rafka


" tidur yuk yang , aku uda ngantuk ini "


" bentar lagi yang tanggung ini , kamu kalau ngantuk tidur di luan aja sana bersikan dulu kakinya " ucap Queen masih membaca buku


Rafka hanya mendengus pasrah karna gak bisa membujuk Queen , lenyap sudah keinganannya saat mendapat penolakan istrinya.


" yauda deh yang , aku tidur luan ya " ucap Rafka beranjak dari tempat duduknya


Queen yang hanya tersenyum saat melihat suaminya pasrah dan langsung menyerah saat mendapat penolakan dari dirinya , merasa kasihan juga pasti Rafka menginginkan nya sekarang.


saat Rafka sudah membaringkan dirinya di tempat tidur , Queen masuk ke kamar mandi dan membasuh muka serta menggosok giginya memakai pakaian tidur minimnya. dirinya benar benar gugup tapi untuk menjalankan kewajibannya dia harus bisa menahan gugupnya.


❤❤❤


segini dulu ya kak

__ADS_1


😊😊 selamat membaca kakak 😊😊


jangan lupa LIKE DAN VOTE YA.


__ADS_2