Karna Takdir

Karna Takdir
penjelasan


__ADS_3

Rafka dan Queen manarik napas mencoba untuk tenang saat menceritakan alasan kenapa mereka menutupi pernikahan mereka dengan para sahabatnya.


" sebenarnya alasan gue sama Queen merahasiakan pernikahan kami karna gue belum siap untuk menikah dan gak mau dengan perjodohan ini gue terpaksa menikah dengan Queen kalian tahu sendiri kan gimana gue dan Queen bagaikan langit dan bumi , bukan karna harta melainkan karna sifat , sifat Queen pecicilan dan bar bar sedangkan gue sifat nya diam dan cuek jadi gue berpikir gak mungkin kami bisa bersatu. jadi gue bilang ke Queen kalau gue gak mau siapapun tahu pernikahan ini termasuk lo Rel gue akui gue memang egois tapi gue benar benar belum siap waktu itu " ucap Rafka menjelaskan


" jadi maksud lo sekarang , lo masih terpaksa menjalani pernikahan lo? tanya Farel serius


" kalau sekarang gue benar benar menerima pernikahan ini Rel , gue benar benar mencintai Queen " jawab Rafka meyakinkan semua sahabat nya.


" terus apa yang selama ini terjadi antar lo dan Rossa gimana? " tanya Farel menatap Rafka lekat


" kalau itu gue jujur , awalnya gue memang mencintai Rossa karna sifat nya yang pendiam santai dan satu hobby bareng gue , tapi rasa cinta gue ke dia uda gak ada gue hanya mencintai Queen sekarang " ucap Rafka menggenggam tangan Queen


" lo uda tau gimana sifat asli Queen , apa yang dia lakukan? apa kesukaannya? " ungkap Farel


" itu masih kita jalani perlahan mungkin gak sekarang tapi nanti gue bakal tau semuanya dan Queen pun bakal tau semua tentang gue " terus terang Rafka


yang lain hanya sebagai pendengar yang baik mengangguk kan kepalanya tanda setuju.


" terus lo Queen gimana? " tanya Angel


" gimana apa maksudnya Ngel? "


" apa penjelasan lo ke kita " cetus Tania


" seperti yang di bilang Rafka gue merahasiakan karna gue belum yakin dengan pernikahan ini , ya walau gue menerimanya dengan senang hati , kalian tahu sendiri gue memang suka sama Rafka dari dulu " ucapnya sedikit tertawa malu


" ya lo ma memang gak ada yang di ragukan lagi " sewot Angel


" sekarang gue yang mau nanyak sama Queen dan Farel " ucap Angel serius


" kok ke gue sama Queen? emang kita kenapa? " heran Farel


" gue bingung liat tali persaudaraan kalian " ucap Angel menatap kedua sahabatnya


" bingung dimana nya sih Ngel , mereka ya sodara masa sih lo gak tahu juga. gitu aja pakek bingung lo " ucap Bima heran


" maksud gue , bukannya daddy dan mommy Queen anak tunggal? lalu Farel dan Queen sodara darimana? " cetus Angel


Farel dan Queen terkejut dan heran bagaimana bisa Angel tahu sejauh itu tentang keluarga mereka.

__ADS_1


" lo tau darimana Ngel? " ucap Queen heran


" gak penting gue tau darimana tapi yang pasti gue minta jawaban kalian " ucap Angel serius


seketika mereka semua menatap Queen dan Farel bergantian mencoba untuk meminta penjelasan kepada kedua sahabat itu.


Queen menarik napas dalam dan membuangnya sedikit kasar mencoba menjelaskan kepada sahabat sahabatnya.


" sebenarnya gue dan Farel memang bukan sepupu dekat. jadi kakek gue punya adik tapi berpisah karna nenek buyut dan kakek buyut kita pisah jadi ketemu pas kejadian itu.... " ucapan Queen berhenti karna mengingat dimana ibunya meninggal hingg tiba tiba saja air matanya jatuh dan ia diam seketika dan di lanjut oleh Farel


" pas waktu hal buruk itu kita ketemu , aku masih kecil saat melihat Queen kita di kenal kan kalau kita sepupu walau tidak dekat tapi mommy daddy dan orangtua gue bilang sebagai sodara harus saling memberi kabar dan saling menjaga jadi darisana gue dan Queen dekat layaknya sodara kandung " ucap singkat Farel enggan untuk mengungkit masa lalu yang membuat Queen bersedih.


" maksud lo hal buruk? hal buruk apa? " tanya Tania ingin tahu


Farel menatap Queen sudah berderai air mata dan berlalu pergi ke kamar nya yang membuat semuanya heran termasuk Rafka yang belum menyadari arah cerita mereka.


" Queen " panggil Farel


" Queen lo mau kemana " tanya serentak sahabatnya


" Queen " panggil Rafka berlalu pergi mengikuti


tiba di kamarnya Queen langsung mengunci pintu dan menutup telingannya menangis tersedu sedu walau dirinya uda mengetahui dan mencoba kuat tapi setiap kali seseorang menceritakan kejadian itu pasti hatinya selalu sakit seolah bayangan kejadian itu berputar bagikan kaset di pikirannya mencetak jelas setiap kejadian.


tok... tok... tok..


" Queen lo kenapa? " tanya Angel


" Queen bilang sama gue lo kenapa nangis? " ucap Tania


tok.. tokk... tok...


" kalian gak tahu ya semua orang memang tidak ada yang tahu termasuk Queen , tapi melihatnya begini kayaknya dia uda tahu kejadiannya " ucap nya sendu Farel


" maksud lo apa Rel? " tanya Rafka bingung


" lo gak tau Raf? apa daddy dan mommy gak cerita sama lo? " tanya Farel


" gue gak tau " jawab Rafka bingung

__ADS_1


" soal ibunya Queen , lo beneran gak tau? " ucap Farel lirih


Deg


jantung Rafka langsung berdetak kuat dan terkejut , saat mengingat cerita orangtuanya beberapa waktu lalu.


tok... tok... tok..


" Queen buka pintunya ini aku sayang , pliss Queen jangan sedih sendirian kamu masih punya aku , ayo Queen kita bicara " ucap Rafka sambil mengetuk pintu kamarnya


" lo gak punya kunci cadangan Raf? " tanya Kevin di belakangnya


" oh iya , kenapa aku lupa kalau ada kunci cadangannya ya " ucap nya tersenyum senang.


" kita di bawah aja , biar Queen jadi urusan Rafka , dan lo Raf kalau gak bisa nenangin Queen gue tolak lo sebagai ipar gue " ucap Farel menatap lekat sahabatnya


yang lain hanya mengangguk tanda setuju mengikuti kata kata Farel dan pergi menuju ruang tengah itu.


" ceritain ke kita , ada apa sama Queen dan hal buruk apa maksud lo " ucap Angel menatap Farel


" maaf soal itu gue gak bisa , karna itu uda termasuk privasi keluarga gue , dan lagian itu hak Queen mau cerita atau enggak sama kita , gue gak bisa cerita ke siapapun termasuk kalian " ucap nya sendu sambil meminum minumannya


" lo serius gak mau cerita ke kita " cetus Tania


" ini uda jadi perintah dari kakek kami , dan itu juga untuk kebaikan Queen , maaf guys " ucap nya lagi sambil membuang napasnya kasar


dirinya sedikit khawatir dengan keadaan sepupunya itu ia gak mau kejadian beberapa tahun lalu terjadi lagi dimana Queen menngunci dirinya dari kehidupan luar.


***


sementara di lain tempat Rafka yang berhasil masuk ke dalam kamar langsung memeluk istrinya yang menangis tersedu sesu dengan sangat pilu memeluk lututnya di pojok ruangan mencoba memberi ketenangan serta mencoba menghiburnya.


" sayang jangan nangis lagi ya , kan masih ada aku jangan sedih lagi ya , aku memang gak tau gimana perasaan kamu kesedihan kamu tapi aku ingin kamu cerita semua sama aku bagi kesedihan kamu sama aku jangan tanggung semua sendiri , ingat aku selalu di samping kamu siap menerima cerita kamu apapun itu akan aku dengarkan. jangan mengingat masa lalu dengan tangisan tapi ingat dengan senyum , aku yakin ibu kamu juga gak mau kamu menangis terus sayang , ikhlasin semuanya yang terjadi " ucap Rafka memeluk tubuh Queen mencoba memberi kekuatan


Queen memeluk erat suaminya dan masih menangis di dada bidang Rafka menumpahkan segala kesedihannya .sementara Rafka masih memeluk dan mengelus punggung belakangnya mencoba menenangkan Queen sampai suara tangis Queen berhenti.


Rafka langsung menjauhkan tubuhnya sedikit untuk melihat keadaan Queen karna ia tidak mendengar suara tangisan Queen.


" kamu jangan sedih lagi ya sayang , kamu masih punya aku , aku akan selalu ada di samping kamu menjaga dan melindungi kamu " ucap Rafka menangkup wajah Queen dengan kedua tangannya menatap matanya dalam

__ADS_1


❤❤❤


halo semua kita up 😊😊 jangan lupa Like dan Komen ya kak 😊😊


__ADS_2