
"Jadi bener bro saskia sama siska yang anak kelas 12 IPA 1 itu kembar?" Tanya vian sambil menatap wajah ansel dengan tatapan tidak percaya. Saat ini mereka sedang berada dikantin, setelah bel istirahat berbunyi mereka semua langsung menuju kantin. Dan ansel langsung menceritakan kebenaran mengenai Siska dan Saskia yang ternyata kembar kepada Vian dan Abi.
"Iya" jawab Ansel singkat
"Lo gak lagi bercanda kan sel?" kini gantian abi yang bertanya ke Ansel dengan wajah yang sama dengan vian, sama-sama tidak percaya dengan pernyataan Ansel mengenai Siska dan Saskia yang ternyata saudari kembar
"Iya ngapain sih gue bohong, Siska nya sendiri malah yang ngomong kalo dia dan saskia itu kembar waktu kami lagi diparkiran tadi pagi. kalo kalian gak percaya tanya aja langsung sama siska nya, atau kalo kalian gak mau tanya sama siska kalian juga bisa tanya ke cewek gila itu langsung" Ucap Ansel cuek sambil kembali menyuapkan sendok yang berisi nasi goreng ke mulutnya.
"Hah... yang lo maksud cewe gila siapa?" tanya Vian dengan wajah bingung
"Atau jangan-jangan yang lo maksud cewek gila itu Saskia ya?" tebak abi
"Iya emang dia yang gue maksud" Ucap Ansel cuek
"Parah lo bro, hati-hati entar saskia nya denger bisa gawat urusannya" Ucap Abi memperingati Ansel, yang hanya dibalas Ansel dengan mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban kalo dia tidak peduli jika Saskia mendengar ucapannya barusan
Melihat tingkah ansel, membuat Vian dan Abi hanya bisa saling pandang dan menggelengkan kepalanya kemudian melanjutkan makan mereka yang tertunda
Sedangkan dikelas 12 IPA 1 terlihat Siska yang sedang asik ngobrol dengan citra teman sebangku nya sambil memakan jajanan yang telah ia beli sebelumnya dikantin, ia tidak makan dikantin karena meja kantin tadi sudah penuh jadi mereka memutuskan untuk membeli batagor dan es teh lalu memakannya dikelas
"Sis tadi aku kok gak liat saskia dikantin ya? apa dia gak masuk sekolah hari ini?" tanya citra sambil meminum es teh nya sembari menatap Siska yang sedang asik memakan batagornya
"Dia masuk sekolah kok hari ini, tapi emang dia gak kekantin. soalnya aku udah bawain dia bekal" ucap Siska tanpa menoleh dan terus mengunyah batagornya
Ucapan Siska barusan membuat citra yang sedang memakan batagor jadi tersedak, Siska yang melihat itu langsung menyodorkan es teh punya citra kepada sahabatnya itu yang langsung diterima citra dan langsung meminum nya.
Setelah dirasa tenggorokannya sudah tidak sakit lagi, citra menoleh kearah Siska dengan tatapan bingung. merasa sedang diperhatikan membuat Siska menoleh kearah citra dengan tatapan bertanya.
"Kenapa?" Tanya Siska
"Kamu bawain Saskia bekal?" Ucap Citra dengan wajah tidak percaya
"Iya emang kenapa?"
"Kamu kira Saskia anak TK yang harus kamu bawain bekal. Kan ada kantin sis ngapain kamu bawain Saskia bekal, trus gunanya kantin apa?" ucap citra
"Iya aku tau, tapi aku bawain Saskia bekal karena Saskia baru sembuh dari sakit. aku gak mau kalo Saskia makan-makanan luar dulu, kamu tau kan kalo makanan diluar itu banyak yang gak sehat. aku gak mau kalo Saskia jadi sakit lagi gara-gara makan sembarangan" Ucap Siska
Mendengar ucapan Siska membuat citra menghela nafasnya.
"Iya aku ngerti maksud kamu, tapi apa Saskia gak malu kalo kamu bawain dia bekal" Ucap citra
"Kalo soal itu aku gak tau deh, tapi tadi dia terima-terima aja tuh waktu aku kasih kotak bekalnya" Ucap siska
"Ya berarti dia menghargai kamu, makanya dia mau nerima kotak bekal yang kamu kasih"
"Mungkin" Ucap Siska
Kemudian mereka kembali melanjutkan makan batagor, dan sesekali mereka tertawa karena lelucon yang mereka buat. Selang lima menit berlalu suara bel masuk pun berbunyi dan tak lama dari suara bel berbunyi semua para guru terlihat masuk kedalam kelas untuk melanjutkan pembelajaran
Dikelas 12 IPA 2 pak baim selaku guru seni budaya kelas 12, ia sedang menjelaskan materi kepada seluruh murid dikelas itu.
"Anak-anak silahkan kalian buka buku paket seni budaya hal 120, hari ini kita akan membahas materi Pertunjukan seni musik" Ucap pak baim
"sudah pak" Ucap salah satu siswi
"Baik kalo sudah dibuka buku paket nya, bapak minta sekretaris kelas maju kedepan untuk menulis dipapan tulis nama-nama kelompok yang sudah bapak buat untuk minggu depan" Ucap pak baim
"Kelompok buat apa pak?" tanya salah satu siswa
__ADS_1
"Untuk pertemuan kita Minggu depan kalian akan praktek bernyanyi dan itu akan berkelompok. setiap kelompok terdiri dari 2 orang yang terdiri dari satu siswi, dan satu siswa" Ucap pak baim
"Kaya duet gitu pak?" tanya Vian sambil mengangkat satu tangannya
"Iya dan untuk lagu nya bebas" Ucap pak baim
"Baik nadia tolong kamu catat nama kelompok teman- teman kamu yang akan bapak sebutkan" ucap pak baim kepada Nadia selaku sekretaris dikelas 12 IPA 2
"Siap pak" Ucap Nadia
Pak baim kemudian menyebutkan satu persatu nama-nama kelompok yang langsung ditulis oleh nadia.
"Dan kelompok terakhir ada Ansel dan Saskia" Ucap pak baim setelah selesai menyebutkan nama-nama kelompok yang akan berduet nyanyi diminggu depan, dan diakhiri dengan kelompok yang terdiri dari Ansel dan saskia
"Saya sekelompok sama saskia pak" Ucap ansel setelah mendengar nama dia disebutkan yang ternyata sekelompok dengan saskia. dan membuat satu kelas menoleh kearah tempat duduknya termasuk saskia yang hanya menatap tajam kearah Ansel
"Iya...jadi kamu harus sering-sering latihan nyanyi bareng saskia karena minggu depan kalian sudah harus maju kedepan kelas untuk bernyanyi dan bapak akan mengambil nilai kalian" ucap baim
"Yaelah pak gak bisa tuker kelompok nya?" tanya Ansel dengan wajah kesal
"Gak bisa" Ucap pak baim yang membuat Ansel hanya bisa menghela nafasnya dan menatap balik saskia yang juga sedang menatap dirinya
"Sudah nadia kamu boleh kembali duduk, bapak akan menjelaskan dulu materi bernyanyi hari ini. sebelum kalian maju kedepan kelas untuk mengambil nilai Minggu besok" ucap pak baim sembari mengambil buku paket seni budaya yang tadi ia letakkan dimeja
Sedangkan dirumah pak irwan, terlihat bu agnes sedang duduk santai diruang keluarga sambil membaca majalah yang sedang ia pegang
"Mah" panggil Irsan sembari berjalan mencari bu agnes dari arah dapur
"Mama diruang keluarga sayang" Ucap bu agnes sedikit berteriak agar irsan mendengar suara nya
Mendengar suara mamanya dari arah ruang keluarga, irsan segera melangkahkan kaki menuju ruang keluarga untuk menghampiri sang mama
"Sini sayang" Ucap bu agnes sambil menepuk sofa yang ada disebelahnya, Irsan pun melangkahkan kakinya menghampiri sang mama yang sebelumnya sudah menutup pintu ruangan tersebut
"Ada apa?" tanya bu agnes saat melihat Irsan sudah duduk di sofa sebelah nya
"Papa mana mah?" tanya irsan
"Papa sudah berangkat ke kafe sayang, memangnya ada apa?"
"Aku bosen mah dirumah"
"Loh katanya hari ini kamu mau nemuin teman kamu, yang direktur rumah sakit mau ngasih berkas gak jadi?" tanya bu agnes
"Iya mah jadi, tapi aku janjian sama dia itu nanti sore" ucap Irsan sambil menyenderkan punggungnya disofa
"Oh kirain mama gak jadi" Ucap bu Agnes dan kembali melanjutkan membaca majalah nya
"Mah aku mau kekafe nya papa siang ini gapapa kan, nanti dari kafe aku langsung kerumah sakit"
"Ya boleh dong masa gak boleh, kamu mending telpon papa dulu bilang kalo kamu mau ke kafe siang ini" Ucap bu agnes
"Iya mah yaudah aku kekamar dulu ya, hp aku ditinggal dikamar soalnya" Ucap Irsan sembari beranjak dari duduknya yang langsung direspon bu agnes dengan anggukan
***
Jam kini sudah menunjukkan pukul 14.00, Di SMA BINAKARYA terdengar suara bel pulang. Seluruh siswa-siswi berhamburan keluar kelas untuk pulang begitu juga dengan Siska, Saskia, dan citra yang keluar nya barengan dari kelas mereka
"Saskia" Panggil Siska saat melihat saudarinya yang baru keluar kelas juga
__ADS_1
"Ada apa?" tanya saskia yang berjalan seiringan dengan Siska dan citra diselasar koridor
"Hari ini citra mau kerumah, aku ada tugas kelompok sama dia gapapa kan kalo ngerjain tugasnya dirumah kita?" tanya Siska meminta pendapat saudari nya dengan tatapan memohon
"Ya terserah lo, ngapain harus minta izin sama gue?"tanya saskia
"Karena kan kamu tinggal disana juga, jadi gapapa dong kalo aku minta izin sama kamu" ucap siska
"Gue hari ini langsung ke kafe, jadi gak pulang dulu kerumah" Ucap Saskia yang memilih membahas hal lain
"Lohh kenapa? Emang kamu gak ganti seragam dulu?" tanya saskia
"Tadi sebelum berangkat sekolah gue udah bawa seragamnya, jadi nanti tinggal ganti aja disana" Ucap Saskia dengan wajah datar
"Oh yaudah. Kamu mau ke parkiran kan? tanya siska
"Iya kenapa?"
"Berarti kita duluan ya, soalnya aku udah hubungin pak beben buat gak jemput aku. Aku mau bareng citra aja naik mobil dia, dan sekarang supirnya citra udah nunggu didepan gerbang" Ucap siska
"Yaudah lo hati-hati" Ucap Saskia dan kembali melangkahkan kakinya kearah parkiran
Saat sudah parkiran ia melihat Ansel, Abi dan vian yang masih duduk diatas motor nya dengan mesin motor yang masih mati. Saskia pun tetap melanjutkan langkahnya kearah motornya terparkir tanpa peduli dengan Ansel,Abi, dan Vian yang sedang memandang nya.
"Hei cewek gila, jangan lupa tar malem lo harus kerumah gue buat ngajarin gue belajar" Ucap ansel saat melihat saskia yang sudah duduk diatas motor dan sedang memakai helm
Saskia yang mendengar perkataan Ansel barusan, membuat ia menoleh untuk menatap wajah ansel dari balik helmnya tanpa mengatakan apa pun. Dan kembali menyalakan mesin motornya, namun saat sedang memundurkan motor ia mendengar ansel yang mengatai dirinya tuli.
Mendengar ansel yang mengatakan dirinya tuli, membuat saskia mengentikan motornya dan membuka kembali kaca helm dan menatap kearah Ansel dengan tatapan tajam
"Lo pengen banget ya gue ngajarin lo belajar, sampe harus ingetin gue?" tanya saskia yang membuat ansel kesal
"Eh lo gak usah kepedean deh, gue cuma kasihan aja sama bokap gue. dia udah bayar mahal-mahal, eh gak taunya lo kerjanya gak bener" Ucap Ansel ngegas dengan raut wajah kesal
Saskia yang mendengar ucapan ansel barusan hanya tersenyum miring tanpa ada niatan untuk membalas, kemudian ia segera menjalankan motornya dan pergi meninggalkan ansel yang masih kesal
Namun belom terlalu jauh Saskia pergi dari area sekolah, tiba-tiba ada dua orang pria berbadan kekar yang menghadang jalannya. dan membuat saskia terpaksa turun dari motornya.
"Hei serahkan motor lo sama kita, kalo lo gak mau celaka" Ucap salah satu dari pria itu dengan nada sedikit meninggi
"Lo siapa...berani nyuruh gue nyerahin motor gue ke lo berdua hah? Ucap Saskia santai
"Lo gak perlu tau kita siapa. Lo tinggal nyerahin aja motor lo sama kita, dan urusan kita selesai" Ucap pria satunya
"Kalo gue gak mau, lo mau apa?" tantang Saskia
"Kalo lo gak mau nyerahin motor lo secara sukarela, terpaksa kita harus pake kekerasan agar lo mau nyerahin motor lo" Ucap pria yang pertama berbicara dengan Saskia tadi
"Silahkan...Gue gak takut sama kalian"
Salah satu pria itu pun maju untuk menghajar Saskia, Namun dengan cepat Saskia menahan tangan itu dan langsung memelintirnya hingga membuat pria itu meringis kesakitan. tidak sampe disitu ia juga memukul wajah pria itu sampe darah segar keluar dari hidungnya, kemudian Saskia juga menendang dada pria itu sampe jatuh tersungkur ketanah
"Cuma segitu kemampuan lo?" tanya saskia kepada pria yang sudah babak belur itu dengan tersenyum miring
"Lo juga maju sini" tantang Saskia ke pria yang satu lagi
Tanpa berkata apapun pria itu langsung menyerang saskia, namun karena Saskia belom siap karena pria itu yang menyerang dirinya tiba-tiba membuat Saskia terkena pukulan pria itu dan menyebabkan darah keluar dari sudut bibirnya.
Tapi Saskia bukanlah cewek lemah, ia kembali menyerang pria itu dengan menendang alat kelamin pria itu yang membuatnya mundur beberapa langkah. tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, saskia langsung memukul wajah pria itu dengan keras dan menendang perut pria itu sampe pria itu jatuh terduduk ketanah dengan memuntahkan darah dari mulutnya
__ADS_1