Kasih Sayang Kembaranku

Kasih Sayang Kembaranku
24. Rencana Jahat Lia


__ADS_3

"Mereka kenapa sih ngeliatin aku terus dari tadi, udah gitu bisik-bisik lagi. emangnya ada yang aneh ya sama wajahku?" tanya Siska disela-sela makannya


Siska saat ini berada dikantin bersama citra. Sahabat sejatinya itu sedang menikmati cilok dan es tehnya tanpa menghiraukan Siska yang sedari tadi berbicara terus, bahkan siomay yang sudah dipesan olehnya untuk Siska hanya dimakan sedikit oleh sahabatnya itu.


"Ck! Sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Kamu makan saja makananmu itu, kalau kamu tidak mau biar aku saja yang menghabiskannya. Aku sanggup kok kalau harus makan siomay punyamu" Ucap citra sambil mengunyah ciloknya tanpa menoleh dan itu membuat Siska mendecak kesal, ia kembali memakan siomay yang sudah dipesankan oleh citra untuknya.


Siska memakan siomay itu dengan wajah kesal. Ia risih karena terus-menerus diperhatikan oleh orang-orang yang ada dikantin ini. Citra yang mengetahui kalo Siska saat ini sedang tidak nyaman akhirnya beranjak dari duduknya dan menatap sahabatnya itu, membuat Siska tersentak dan mendongak menatap wajah citra.


"Kalo kamu gak nyaman disini, kita ke kelas aja. Makanannya dibawa aja, makan dikelas" Ucap citra yang langsung dapat anggukan dari sahabatnya. Mereka berdua keluar dari kantin dengan beberapa pasang mata yang sedang memperhatikan mereka, sesekali mereka juga mendengar beberapa orang tengah berbisik dan itu membuat Siska bingung.


"Kamu tau kenapa mereka terus-menerus memperhatikanku?" Tanya siska saat ini mereka sedang berjalan di koridor menuju kelas


"Tau" Ucap cita santai namun langsung mendapat tatapan protes dari Siska


"Kalo tau kenapa dari tadi tidak memberitahuku" Ucap Siska kesal dengan bibir yang dimanyunkan dan tatapannya memperhatikan beberapa siswa yang saat ini juga sedang menatap dirinya


"Mereka itu heran kenapa kamu, bisa terlihat dekat dengan murid dari kelas 12 IPA 2 yang terkenal cuek dan dingin. Padahal murid itu kalau dikelasnya sangat irit bicara tapi denganmu ia mau berbicara dengan santai dan sesekali tersenyum dan hal itu yang membuat mereka bingung dan heran padamu" Ucap citra


Tentu saja siska bingung dengan arah pembicaraan citra. Dekat dengan murid dari kelas 12 IPA 2? Siapa?


Siska lupa kalau saudari kembarnya sekarang juga sekolah, disekolahan yang sama dengan dirinya.


"Siapa? Ansel?"


"Ck, kamu ini beneran lupa atau pura-pura lupa sih? Baru tadi pagi kalian berangkat ke sekolah bersama, sekarang sudah lupa dasar pikun" Saat ini mereka sudah dekat dengan kelasnya, namun sebelum itu mereka akan melewati kelas saskia—12 IPA 2


Saat melewati kelas saudarinya. Siska bisa melihat saskia ada didalam kelas itu sedang duduk sendirian dibangkunya dan wajahnya menunduk melihat layar hp.


Siska menoleh kearah citra. Ia sekarang baru sadar siapa murid yang sedang dibicarakan oleh citra.


"Maksud kamu Saskia?" Tanya Siska yang langsung diangguki oleh citra


"Tapi kan aku sama Saskia saudari kembar, wajar dong kalo kami terlihat sangat akrab"


"Iya aku tau, tapi mereka semua kan tidak tau kalau kamu kembarannya Saskia"


Perkataan citra memang benar, semua murid disekolah ini belum tau jika ia dan Saskia adalah saudari kembar. Karena ia baru sempat cerita tentang kebenaran ini pada sahabatnya itu. Siska Lupa kalau selain citra, masih ada orang lain yang sudah mengetahui jika dia dan Saskia adalah saudari kembar. Siapa lagi kalau bukan Ansel dan kawan-kawan.


"Iya sih, kamu ben-" Ucapan Siska terpotong saat mendengar suara seseorang memanggil namanya, ia mengenali suara ini. Suara seseorang yang akhir-akhir ini sering membully dirinya saat berada disekolah.


Siska berbalik badan untuk memastikan orang yang tadi memanggil namanya. Dan seketika tubuhnya membeku, saat melihat tiga gadis yang ada dihadapannya sekarang. Dugaannya benar suara seseorang yang tadi memanggil namanya adalah Lia yang sekarang sedang berdiri bersama kedua temannya.


Ketiga gadis itu sedang menatap tajam kearahnya, namun beberapa detik kemudian tatapan tajam itu melunak dan berganti dengan senyuman misterius.

__ADS_1


"A-ada apa?" Tanya siska gugup tanpa sadar ia menggenggam lengan citra dengan erat, membuat citra mengerti kalau saat ini sahabatnya itu sedang merasakan takut yang luar biasa.


Citra menoleh sekilas kearah Siska. Ia bisa melihat wajah cantik sahabatnya itu sudah mengeluarkan keringat dan tangan yang sedang menggenggam lengan nya juga bergetar pelan.


"Kenapa kok lo terlihat ketakutan seperti itu? Tenang aja gue hari ini gue gak akan nyakitin lo. Asalkan..." Lia sengaja menjeda kalimatnya, ia mendekat keposisi Siska berdiri saat ini kemudian tersenyum menyeringai dengan tatapannya yang memperhatikan tubuh siska dari bawah hingga keatas. Siska yang terlalu takut tanpa sadar mundur selangkah kebelakang dan membuat citra ikut mundur selangkah mengikuti langkah siska karena lengnnya masih terus digenggam erat oleh sahabatnya itu.


"Kamu sebenarnya mau apa sih? Jangan bikin dia takut deh" Ucap citra


"Husst, lo gak usah ikut campur. Gue gak ada urusan sama lo. Urusan gue cuma sama dia" Ucap Lia dengan tatapan yang tak lepas dari Siska


"Sebenernya kamu mau apa?" Ucap Siska kini suaranya sudah terdengar bergetar


"Gue cuma pengen minta bantuan sama lo aja gak ada hal lain" Ucap Lia


"B-bantuan apa?"


"Mudah kok. Lo cuma perlu dateng ke tempat yang gue sharelock, nanti malam"


"Enggak sis kamu gak boleh dateng ke tempat itu. Kamu tau kan ini nenek sihir licik, dia pasti udah punya rencana jahat untuk kamu" Ucap citra sambil menatap tajam kearah Lia dan teman-temannya yang sekarang sedang tersenyum padanya


"Gue udah bilang Lo gak usah ikut campur" Ucap Lia membalas menatap tajam citra


Lia kemudian menoleh kebelakang menatap kedua temannya dengan tatapan penuh arti. Temannya yang paham dengan tatapan itupun mengangguk dan langsung maju kemudian menarik kasar tangan citra hingga membuat genggaman tangan Siska terlepas dari lengan Citra.


"Kalian mau apain citra?" Tanya Siska saat melihat citra terus memberontak ketika kedua tangan dan pundaknya dicengkram oleh Echa dan kesya


"B-bantuin dalam hal apa?"


"Sesuai yang gue katakan tadi, Lo hanya perlu datang nanti malam ketempat yang udah gue sharelock"Ucap Lia sembari mengotak-atik hpnya untuk beberapa saat dan kembali memasukkan hp itu kedalam saku seragamnya


"Lalu apa yang harus aku lakukan jika sudah berada ditempat itu?" Siska mengatakan itu sembari menoleh kearah citra yang saat ini sedang menatap dirinya dengan menggelengkan kepala, seolah melarang dirinya agar tidak pergi ketempat itu.


"Lo cukup kabarin gue, nanti gue akan nyamperin lo dan kasih tau hal apa yang harus lo lakukan selanjutnya" Ucap Lia


"Enggak sis, kamu gak boleh dateng ketempat itu" Ucap Citra dengan menggelengkan kepalanya


"Lo bisa diem gak sih, atau Lo mau bibir lo yang seksi itu gue sumpel pake sepatu mahal gue. Iya hah?" Ucap Echa dengan suara yang lantang. Untungnya saat ini koridor sudah terlihat lebih sepi dari sebelumnya, mungkin karena jam istirahat yang sebentar lagi akan berakhir jadi seluruh murid sudah masuk kelasnya masing-masing.


"Oke aku akan datang kesana nanti malam" Ucap siska mantap


"Bagus...gue tunggu kehadiran lo nanti malam" Ucap Lia dengan senyumannya


"Siska jang-"

__ADS_1


"Ada apa ini?"


Suara itu membuat atensi mereka teralihkan dan menoleh menatap Saskia yang saat ini sudah berdiri dibelakang Lia.


"Gak ada apa-apa, gue cuma ada urusan aja sama nih cewe" Ucap Lia dengan tatapan yang masih menatap siska


Lia membalikan badannya dan otomatis tatapan nya bertemu dengan Saskia yang ada dihadapannya saat ini, untuk beberapa saat mereka saling menatap tanpa ada kata-kata yang keluar. Hingga Lia lebih dulu memutuskan kontak mata tersebut dan menatap kearah dua temannya


"Ayo guys kita masuk kelas, urusan gue udah kelar" Ucap Lia yang langsung diangguki oleh kedua temannya


Sebelum pergi menyusul Lia yang sudah lebih dulu masuk kelas. Echa dan kesya mendorong tubuh citra hingga membuat tubuh gadis itu terhuyung kedepan, untungnya tidak sempat jatuh karena citra bisa mengembalikan keseimbangannya.


Selepas Lia dan teman-temannya pergi, Siska dan Saskia hanya saling pandang untuk beberapa saat sampai Saskia berdehem kecil untuk menetralkan suasana canggung diantara mereka.


"Lo ada urusan apa sama Lia?" Tanya Saskia dengan wajah datarnya


"Bukan apa-apa, tadi lia cuma minta bantuan sama aku"


"Bantuan apa?"


"Kayanya bentar lagi bel masuk deh, aku sama citra balik ke kelas dulu ya" Ucap Siska


ia tidak ingin memberitahu saudarinya karena takut Saskia akan khawatir padanya dan berujung mencegahnya pergi nanti malam. Ia harus pergi malam nanti karena penasaran dengan bantuan apa yang Lia minta padanya.


"Ayo cit, kita balik ke kelas" Ucap Siska berlalu pergi meninggalkan Saskia dan citra yang masih kebingungan


Saskia Kini menoleh menatap citra yang ada disampingnya dengan tatapan bertanya. Sedangkan citra yang tidak mengerti dengan arti tatapan Saskia hanya bisa membalas tatapan itu tanpa berbicara apapun.


Citra yang canggung dengan situasi saat ini memilih kembali ke kelas, namun sebelum itu ia mendekat kearah Saskia dan berdiri dihadapan gadis itu.


"Kamu pasti penasaran kan dengan apa yang terjadi barusan. Intinya lia nyuruh siska dateng kesebuah tempat nanti malam" ucapan citra barusan membuat Saskia tersentak kaget. Ia tau pasti ada yang direncanakan oleh lia untuk saudarinya itu dan ia tidak bisa diem saja, dia harus melakukan sesuatu untuk menolong saudarinya itu.


"Dimana?"


"Aku gak tau soal itu, karena lia tidak mengatakan apapun. Yang jelas dia udah sharelock lokasi tempat mereka bertemu nanti malam, dan aku tau kamu bisa menolong siska. Makanya aku kasih tau soal ini ke kamu" setelah mengatakan hal itu citra pergi meninggalkan saskia begitu saja, dengan beberapa pertanyaan yang bermunculan dibenak Saskia saat ini.


'Dimana Siska dan Lia akan bertemu malam ini?'


'Apa yang sedang direncanakan oleh Lia untuk saudarinya itu?'


'Lalu apakah Siska akan benar-benar pergi ketempat itu?'


Itulah pertanyaan yang bermunculan dibenak Saskia saat ini.

__ADS_1


Ia tau ada yang tidak beres, ia harus bisa mencegah Siska untuk dateng ketempat itu.


Setelah itu Saskia masuk kedalam kelas sembari memikirkan cara apa yang bisa ia pakai untuk menahan saudarinya itu agar tidak jadi pergi nanti malam.


__ADS_2