Kasih Sayang Kembaranku

Kasih Sayang Kembaranku
27. Misi Penyelamatan


__ADS_3

Malam ini motor sport saskia terlihat meliuk-liuk dijalan raya besar, dengan Ansel mengendarai motor tersebut dan Saskia yang duduk diboncengan belakang.


Mungkin jika dilihat orang lain, mereka seperti sepasang kekasih yang baru pulang kencan. Apalagi saat ini Saskia dan Ansel sama-sama menggunakan jaket kulit hitam yang dipadukan dengan celana jeans berwarna hitam pula. Hal itu membuat aura badboy dan badgirl terpancar jelas dari mereka.


Mereka terpaksa berangkat bersama, lebih tepatnya sih Saskia yang terpaksa berangkat bersama Ansel untuk memudahkahkan perjalanan menuju club malam tempat Saudarinya berada sekarang. Karena hanya ansel yang mengetahui tempat itu.


Selama diperjalanan tidak ada obrolan diantara mereka, karena saskia sibuk memikirkan saudarinya yang sekarang berada ditempat yang seharusnya tidak didatangi oleh Siska. Sedangkan ansel ia memilih diam karena bingung harus memulai obrolan dari mana, ia juga merasa ini bukan waktu yang tepat untuk berbicara pada saskia dengan kondisi gadis itu yang sedang gelisah memikirkan saudarinya.


Ansel bahkan beberapa kali melirik kearah spion dari dalam helm fullfacenya, untuk melihat wajah Saskia yang terhalang oleh helm gadis itu lalu kembali fokus melihat jalanan.


Sampai tidak terasa mereka sudah sampai ditempat tujuan. Ansel mematikan mesin motor lalu melepaskan helm fullfacenya, ia mengamati bangunan kokoh yang ada dihadapannya sekarang.


Ansel menoleh kebelakang melihat saskia yang sudah turun dari motor dan terlihat sedang melepaskan helmnya, lalu memberikan helm tersebut pada ansel.


"Lo yakin ini tempatnya? Saudari gue beneran ada disini?" Tanya Saskia dengan pandangan mengarah kebangunan tinggi yang ada dihadapannya sekarang


"Iya gue yakin saudari lo ada didalam" Ucap ansel dengan pandangan mengarah kebangunan itu


Saskia mengangguk kemudian berjalan santai memasuki tempat itu dengan ansel mengikutinya dibelakang


Sesampainya didalam saskia langsung mengedarkan pandangannya mencari keberadaan saudarinya, namun ia sama sekali tidak melihat Siska ditempat ini.


"Lo beneran yakin kalo Siska disuruh dateng ketempat ini?" Tanya Saskia pada Ansel


"Iya gue yakin banget, sewaktu dikelas tadi gue gak sengaja dengar obrolan mereka soal rencananya yang pengen bawa Siska ketempat ini"


"Terus anaknya dimana? buktinya Siska gak ada ditempat ini"


"Ck! Lo bisa diem dulu gak sih, gak usah bawel jadi cewe" Ucap ansel sembari melirik Saskia sesaat.


Gadis itu hanya memutar bola matanya malas dan melemparkan pandangannya kearah lain.


"Gue yakin Lo pasti tau alesannya kenapa Lia bawa saudari lo ketempat ini" lanjut ansel tiba-tiba membuat Saskia kembali menoleh kearahnya


Kini pria itu menoleh dan menatap Saskia dengan wajah serius, membuat gadis itu mengerutkan dahinya bingung dengan ucapan lelaki dihadapannya ini.

__ADS_1


"Maksud lo?"


Ansel mendongak melihat ke lantai dua yang terdapat banyak kamar disana, membuat saskia yang sedang menatap dirinya ikut mendongak melihat kelantai itu.


"Gue yakin saudari lo ada disana" Ucap ansel dengan pandangan yang masih menatap ke lantai dua.


Saskia tersentak mendengar ucapan ansel barusan, gadis itu menoleh sebentar kearah ansel Lalu mengalihkan pandangannya kembali kearah lantai dua.


"Kalo gitu gue harus keatas sekarang" Ucap saskia ingin berbalik badan namun pergelangan tangannya ditahan oleh Ansel


Saskia menoleh dan menatap ansel dengan tatapan bingung "Gue harus keatas sekarang, gue gak mungkin diem aja sedangkan saudari gue dalam bahaya disana"


"Gue tau, tapi kita gak mungkin cek satu persatu kamar yang ada disana kan?" Ucapan ansel membuat Saskia terdiam, benar yang dikatakan oleh lelaki ini ia tidak mungkin memeriksa setiap kamar karena akan membuang waktu.


"Lo tunggu disini, jangan kemana-mana" Ucap ansel


"Lo mau kemana?"


"Gue mau nanya ke bartender kali aja salah satu dari mereka ada yang liat Siska"


Setelah beberapa menit menunggu Saskia melihat ansel kembali dari meja bar dengan raut wajah yang sulit diartikan.


Saskia sendiri sudah cemas melihat ekspresi wajah lelaki itu. apakah Ansel berhasil mendapatkan informasi mengenai saudarinya atau tidak karena menurut sepengetahuannya, setiap informasi yang berkaitan dengan pengunjung tempat ini dilarang untuk disebarluaskan ke orang lain.


"Gimana dapet gak informasinya? Saudari gue ada didalam kamar yang mana?" Tanya citra saat Ansel sudah berdiri dihadapannya


"Sabar kali, Lo tenang aja gue udah dapet info nya"


"Ayo ikut gue" Ucap ansel sembari menarik tangan saskia namun gadis itu malah menahan tangan ansel yang sedang menggenggam tangannya


"Tunggu... gimana caranya Lo bisa dapetin informasi itu dengan mudah? Bukankah ditempat seperti ini dilarang memberikan informasi penting mengenai pengunjung ke orang lain"


"Iya itu benar, tapi beda halnya dengan orang yang masuk kesini menggunakan identitas palsu"


"Maksud lo?"

__ADS_1


"Ck! Gue kira Lo pinter ternyata Lo hanya gadis menyebalkan yang gak tau apa-apa"


"Gue serius, Lo tinggal ngomong aja apa susahnya sih"


"Kita itu masih anak SMA jadi mana mungkin kita dibolehin masuk ketempat ini, kalo enggak dengan cara memalsukan identitas"


"Ck! Bisa gak sih Lo ngomong itu langsung ke inti nya, jangan buat gue mikir dengan ucapan Lo"


"Lia bisa masuk ketempat ini karena udah memalsukan identitas dan sepertinya dia juga udah memalsukan identitas saudari lo agar bisa masuk ketempat ini"


"Tapi tadi kita masuk bisa-bisa aja, gak diperiksa identitas juga"


"Ya karena tempat ini milik om gue, jadi suka-suka gue mau masuk ketempat ini kapan aja"


Saskia mendengus kesal mendengar ucapan pria itu


"Bentar, terus gimana caranya Lia bisa memalsukan identitas?"


"Gue gak tau, intinya bukan itu tujuan kita dateng kesini. Kita harus cepat keatas sebelum sesuatu hal yang buruk terjadi pada saudari lo" Ucap Ansel segera berlalu pergi dengan tangan nya menggandeng tangan gadis itu


****


"Kata orang bartender tadi, saudari lo ada didalam kamar ini" Ucap Ansel


Mereka berdua saat ini sudah berdiri didepan sebuah pintu kamar berwarna coklat.


Saskia mengangguk, dengan ragu-ragu ia mengulurkan tangannya untuk membuka gagang pintu itu.


Ansel yang melihat keraguan gadis itu hanya bisa mendecak pelan "Cepetan kita gak punya banyak waktu, Lo gak mau sesuatu terjadi sama saudari lo kan?"


"Iya iya"


Ceklek


"Kurang ajar. Lepasin saudari gue"

__ADS_1


__ADS_2