
"Assalamualaikum" Ucap Irsan, Ansel, Vian, dan Abi secara bersamaan. Kini mereka telah sampai dirumah setelah menempuh perjalanan menggunakan mobil selama kurang lebih tiga puluh menit.
Ansel setelah pulang sekolah tadi tidak langsung pergi kebandara melainkan pulang dulu kerumah, karena ia ingin menggunakan mobil saat menjemput irsan, dan tentunya Ansel tidak sendiri karena Vian dan Abi ikut mengantarkan Ansel pulang untuk mengambil mobil. Vian dan Abi juga sengaja menitipkan motor mereka dirumah Ansel, karena mereka bertiga akan pergi ke bandara menggunakan mobil.
Tidak perlu menunggu lama akhirnya pintu terbuka dari dalam, yang memperlihatkan seorang wanita paruh baya dengan mengenakan dress selutut berwarna merah maroon dan rambut hitam panjang yang terurai siapa lagi kalau bukan bu agnes yang ingin menyambut kedatangan putra sulungnya.
"Sayang akhirnya kamu pulang, mama kangen banget sama kamu nak" Ucap bu agnes dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Ia senang karena bisa bertemu dengan putra sulungnya kembali setelah dua tahun lamanya Irsan tidak pulang kerumah karena ingin mengembangkan karier nya sebagai dokter di Australia
Irsan yang melihat bu agnes membuka pintu langsung memeluk sang mama dengan erat, yang langsung dibalas pelukan hangat dari bu agnes mereka berdua benar-benar melepaskan rasa rindu mereka yang selama ini terhalang oleh jarak
"Iya mah, aku juga Seneng bisa ketemu mama lagi. gimana kabar mama?" Ucap Irsan sambil melepaskan pelukannya dan menatap lekat kedua netra hitam milik sang ibu
"Mama baik sayang. yaudah Irsan, Ansel kita masuk kedalam ya. kita lanjutkan ngobrol nya didalam saja" Ucap bu agnes yang mempersilahkan kedua anaknya masuk kedalam rumah.
Kemudian tatapan matanya beralih ke Abi dan vian "Kalian berdua juga mampir dulu ya. Nanti sekalian makan malam disini saja itung-itung menyambut kedatangannya Irsan, tante hari ini juga mau masak banyak" Ucap bu agnes ramah yang langsung diangguki oleh abi dan vian
"Iya tante" Ucap Abi dan vian bersamaan. bu agnes kemudian masuk kedalam rumah diikuti Abi dan vian dibelakangnya
"Irsan, Ansel mending kalian mandi dulu sana biar badannya seger, mama juga mau kedapur bikin minuman buat kalian berempat" Ucap bu agnes yang langsung diangguki kedua putranya
setelah Irsan dan Ansel pergi ke kamar masing-masing untuk mandi, bu agnes mengalihkan pandangannya ke arah Abi dan vian yang masih setia berdiri disampingnya
"Kalian berdua silahkan duduk, anggap saja rumah sendiri" Ucap bu agnes ramah
"iya tante" ucap Abi. dan mereka berdua pun duduk disofa yang ada diruang tamu itu
"Oh iya kalian mau minum apa? biar tante bikinin didapur"
"Apa saja tante, kita gak mau ngerepotin tante" ucap Vian yang langsung diangguki oleh Abi
"Tante gak ngerasa direpotin kok, jadi kalian mau minum apa?"
"Teh hangat aja tan" Ucap Abi
__ADS_1
"Oke tunggu sebentar ya, tante ke dapur dulu"
Sedangkan dirumah yang berbeda tepatnya dikamar Saskia, Siska terlihat sedang berbicara dengan Saudarinya. Siska sedang berusaha membujuk Saskia untuk tidak pergi kemana-mana dulu, karena ia masih khawatir dengan kondisi Saudarinya. Namun Saskia bersikukuh untuk tetap pergi karena ia tidak mungkin menolak undangan makan malam pak Irwan.
Ya Siska mengetahui hal itu karena Saskia sendiri yang mengatakan pada dirinya, bahwa malam ini Saskia akan pergi makan malam dirumah Pak Irwan yang merupakan owner di kafe tempat ia bekerja.
"Kia, apa gak sebaiknya kamu tolak aja undangan makam malam itu. aku khawatir sama keadaan kamu kia" Ucap Siska
"Gak bisa, gue udah terlanjur janji sama pak Irwan kalo gue ada waktu luang gue akan usahain dateng. dan sekarang waktu gue lagi luang, gue gak ada kesibukan apapun hari ini jadi gak ada alasan untuk gue gak datang" Ucap Saskia yang sedang duduk
"Tapi kia aku yakin pak irwan pasti bisa ngerti, asalkan kamu mau jujur kalo kamu gak bisa dateng karena baru sembuh dari sakit" Ucap siska
"Terus kalo Pak Irwan nanya gue sakit apa, gue harus jawab jujur gitu? kalo seandainya gue sakit karena ibu gue sendiri?dan jelasin semuanya kalo ibu gue yang udah ngedorong gue sampe kepala gue kebentur meja, hingga membuat kepala gue berdarah dan menyebabkan gue jadi sakit... gitu? Gak kan. udah deh lo gak usah khawatir sama gue, gue juga udah sembuh" Ucap Saskia yang langsung merespon ucapan Siska dengan berbagai macam pertanyaan
"Gak gitu maksud aku kia, aku cuma khawatir aja sama kamu" Ucap Siska lirih dengan kepala yang tertunduk ia jadi merasa salah bicara dengan Saskia sampe Saudarinya marah seperti ini
"Iya gue tau lo peduli sama gue, tapi gue udah gapapa. gue udah sembuh, Lo percaya kan sama gue?" Ucap Saskia meyakinkan saudarinya
"Iya aku percaya sama kamu" Ucap siska
"Gue berangkat sekarang" Ucap Saskia pada saudari nya yang sedang duduk di ranjang miliknya. Daritadi Siska memang menemani dirinya bersiap-siap
"Iya kia, kamu hati-hati ya nanti kalo ada apa-apa kamu hubungi aku" Ucap Siska yang hanya dibalas anggukan oleh Saskia. Mereka berdua pun keluar dari kamar Saskia. Saskia yang akan pergi, sedangkan Siska ia ingin kembali ke kamarnya.
Karena jalanan malam ini tidak terlalu macet, Alhasil saskia hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit berkendara dijalan dengan motor kesayangan nya, dan kini ia telah sampai di salah satu rumah yang cukup besar dengan cat berwarna putih sesuai dengan alamat yang diberikan oleh pak Irwan kemarin.
"Apa ini ya rumahnya, tapi ini alamatnya udah sesuai dengan yang dikertas." Gumam saskia saat sudah sampai disebuah rumah mewah
"Coba deh gue tanya satpamnya aja" lanjutnya sambil berjalan mendekat kearah pagar yang dekat dengan pos penjaga
"Permisi pak" Ucap saskia memanggil salah satu satpam yang ada dipos itu. Mendengar suara seseorang memanggil, membuat salah satu dari satpam itu mendekati Saskia
"Iya mba ada apa ya?" Tanya satpam dengan name tag yang bertuliskan Agus
__ADS_1
"Maaf pak saya mau tanya, apa benar ini rumah pak Irwan pemilik kafe sunrise yang ada dijalan cempaka?" tanya Saskia
"Iya benar mba, ada apa ya?" tanya pak Agus
"Begini pak, jadi saya ini salah satu pegawainya pak Irwan dikafe sunrise. dan saya kesini karena diundang pak Irwan untuk makan malam dirumah nya" Ucap Saskia
"baiklah mba, tapi sebelumnya maaf saya harus tanyakan soal ini ke pak Irwan nya dulu buat mastiin aja mba. soalnya sekitar sini suka banyak maling yang sering mengaku kenal dengan pemilik rumah eh gak tau nya maling" Ucap pak Agus yang hanya diangguki oleh Saskia
Setelah itu Pak Agus masuk kedalam rumah untuk bertanya pada pak Irwan, sekitar lima menit kemudian terlihat pak agus keluar dari dalam rumah dan langsung menghampiri Saskia yang masih setia menunggu didepan gerbang.
"ini dengan mba Saskia ya?" Ucap pak agus
"Iya benar pak"
"Silahkan masuk mba, mba sudah ditunggu didalam" Ucap pak Agus sembari membukakan pintu gerbang untuk Saskia
"Terimakasih pak" Ucap Saskia kemudian kembali menaiki motornya dan masuk ke halaman rumah pak Irwan, yang terlihat luas mungkin cukup untuk parkir beberapa mobil dan motor. Saskia juga melihat ada tiga mobil, dan tiga motor yang terparkir rapi disana. dua diantara motor yang terparkir disana adalah milik Vian dan Abi yang masih berada dirumah pak irwan.
"Mari mba saya anter masuk kedalam" Ucap pak agus yang ternyata sudah berada disampingnya entah sejak kapan dan lagi-lagi hanya dibalas anggukan oleh Saskia
"Maaf pak, ini mba Saskia nya" Ucap pak agus setelah tiba diruang tengah yang terdapat meja makan panjang dan tentunya sudah ada Pak Irwan, bu agnes, Irsan, Ansel, Vian, dan Abi disana.
Mereka memang belum memulai acara makan malamnya, karena mereka sedang menunggu seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Saskia. Sebenarnya mereka berlima tidak tau siapa yang sedang mereka tunggu, karena pak Irwan hanya mengatakan mereka bisa memulai acara makan malam ini jika orang yang sedang mereka tunggu sudah datang.
Mendengar perkataan pak agus barusan membuat semua orang yang ada dimeja makan itu sontak langsung menoleh kearah pak agus yang terdapat Saskia disebelahnya. hal itu membuat Ansel, Vian, dan Abi terkejut saat mengetahui siapa yang datang bersama pak agus. begitu juga dengan Saskia yang tidak kalah terkejutnya melihat Ansel, Vian, dan Abi yang ada disana. namun ia buru-buru mengembalikan eskpresi wajah datar nya kembali sehingga membuat orang yang ada disana tidak sadar
"Selamat datang di rumah saya saskia" Ucap Pak Irwan sambil berdiri dari duduknya untuk menyambut kedatangan Saskia
"Terimakasih pak" ucap Saskia dengan wajah datar nya
"Baiklah Agus kamu bisa kembali ke pos" Ucap pak Irwan yang langsung diangguki oleh pak agus.
"Silahkan duduk saskia, kita akan mulai makan malamnya" Ucap pak Irwan dan kembali duduk
__ADS_1
Mereka semua pun memulai makan malam mereka tanpa ada yang berbicara, namun beda hal nya dengan Ansel yang sering mencuri pandang kearah Saskia. Ia penasaran kenapa Saskia bisa kenal dengan papa nya, dan kenapa papa nya harus mengundang Saskia makan malam bersama dirumahnya. Pertanyaan itu bermunculan dibenaknya Ansel saat ini.