Kasih Sayang Kembaranku

Kasih Sayang Kembaranku
13. Perhatian Saskia


__ADS_3

Malam ini terlihat Siska sedang tertidur dengan posisi duduk diatas sofa yang ada diruang perawatan bu dewi, gadis itu sebenarnya sedang menunggu saskia yang berjanji akan datang kerumah sakit setelah kerjaannya selesai. Namun sudah hampir dua jam ia menunggu, Saskia masih juga belum datang dan itu membuat ia lelah menunggu dan tidak sengaja tertidur disofa.


"Bangun" Ucap seorang gadis sambil menggerakkan pelan bahu siska


Siska yang merasa tidurnya terganggu karena seseorang, ia mencoba membuka matanya dan baru tersadar setelah melihat siapa yang sedang berdiri didepan nya itu adalah saskia yang ternyata sudah datang dan sedang berusaha membangunkan dirinya yang tertidur disofa.


"Saskia kamu udah dateng. aku khawatir sama kamu Karena kamu lama datang nya, aku kira kamu kenapa-napa dijalan makanya aku udah coba telponin hp kamu. tapi hp kamu gak aktif, jadi yaudah aku cuma bisa nunggu disini dan karena aku ngantuk aku gak sengaja ketiduran" Ucap Siska sembari berdiri dari posisinya


"Hmm...Lo kalo mau pulang gapapa. biar gue yang gantian jaga mama disini" Ucap Saskia yang kini melirik bu dewi yang sedang tertidur diatas ranjang rumah sakit


"Aku gak mau kia, aku mau nemenin kamu jaga mama disini. lagian aku takut kalo harus pulang sendiri malam-malam kaya gini" Ucap siska


"Yaudah terserah lo. lo udah makan belom?" tanya saskia pada adiknya yang terlihat sudah duduk kembali disofa


"Belom, aku gak sempet makan malam tadi karena dengar informasi soal mama kecelakaan dari pihak rumah sakit. Makanya aku langsung kesini" Ucap siska dengan wajah cemberutnya


Saskia kemudian pergi melangkahkan kakinya keluar dari ruang perawatan bu dewi dan meninggalkan Siska yang terbengong karena melihat kembarannya yang tiba-tiba pergi begitu saja.


Sekitar lima belas menit berlalu kini saskia sudah kembali keruang rawat bu dewi dengan membawa kantong plastik ditangannya dan menyerahkan plastik tersebut ke saudari kembarnya yang sedang memandang kearahnya dengan tatapan bingung.


"Ini apa Saskia?" tanya Siska dengan raut wajah yang terlihat bingung


"Itu gue beli nasi goreng dikantin rumah sakit, katanya lo belom makan. jadi itu nasi goreng buat lo, dimakan mumpung masih hangat" Ucap saskia yang kini ikut duduk disebelah saudarinya

__ADS_1


"Ini buat aku?"


"Hmm" Ucap Saskia tanpa menoleh kearah Siska


Saskia sempat tersentak kaget saat secara tiba-tiba Siska memeluk nya dari samping dengan wajah tersenyum, Namun Saskia tidak ada niatan untuk melepas atau membalas pelukan sang adik. Ia hanya diam mematung bahkan saat merasakan Siska memeluk nya dengan sangat erat.


"Kamu tau saskia, aku merasa aku adalah orang yang paling beruntung di dunia ini karena bisa memiliki saudari kembar seperti kamu. Mungkin kalo diliat sekilas kamu memang terlihat seperti orang yang tidak peduli dengan orang-orang yang ada disekitar kamu, tapi nyatanya kamu sangat lah peduli terhadap mereka" Ucap Siska sembari mendongakkan wajahnya menatap Saskia dengan senyuman diwajahnya


"Gak usah berlebihan, gue ngelakuin ini karena gak mau mama marah sama gue karena gak bisa menjaga lo dengan baik" Ucap saskia dengan raut wajah datar tapi sejujurnya ada rasa kebahagiaan tersendiri dihatinya setelah mendengar ucapan saudarinya


"Iya Saskia terserah kamu aja mau bilang apa yang penting aku sedang senang sekarang" Ucap Siska dengan senyuman yang menghiasi wajahnya sembari membuka kantong plastik yang diberikan Saskia kepadanya


Saskia hanya melirik saudarinya yang sedang membuka kantong plastik pemberiannya tanpa sadar ia tersenyum tipis saat melihat Siska sedikit kesusahan membuka bungkusan nasi itu, tentunya Siska tidak melihat itu karena ia sedang sibuk membuka bungkusan nasi yang berisi nasi goreng spesial.


"Gue udah makan tadi, itu buat lo aja" Ucap Saskia berbohong, karena memang sejak pulang sekolah tadi ia belom memakan apapun. Namun saat ini ia juga sedang tidak mood untuk makan karena melihat kondisi bu dewi yang terbaring diruang rawat itu.


Sebenarnya ia tau kalo bu dewi hanya terkilir dibagian kaki karena insiden keserempet motor dan tentunya Saskia tau karena diberitahukan oleh Siska, tapi tetap saja ia merasa tidak tenang ia tidak mau melihat ibu nya sakit seperti ini. walaupun ibunya membencinya namun itu semua tidak bisa menghilangkan rasa kasih sayang nya kepada sosok ibu yang telah melahirkannya ke dunia ini.


Sedangkan dirumah Ansel saat ini, Pria itu sedang duduk diruang tamu sembari menonton televisi dan ditemani oleh Irsan sang kakak.


"Gimana hari pertama belajar, diajarin sama Saskia?" Tanya Irsan sembari menyeruput kopi panas yang sudah ia buat sendiri sebelumnya didapur


"Biasa aja" Ucap Ansel dengan mata yang fokus menonton tayangan yang disiarkan di televisi saat ini, sembari memakan cemilan keripik nya

__ADS_1


"Tapi gue liat-liat dia cantik juga ya, unik aja gitu ceweknya. kayanya gue baru pertama kali deh liat cewe kaya gitu"


"Maksud lo unik gimana? Cewek kaya gitu kok lo bilang unik. Mata lo sakit kayanya bang" Ucap Ansel yang sempat menoleh kearah kakaknya saat mendengar ucapan kakak nya barusan sebelum kembali fokus menonton tayangan di televisi


"Ya karena lo belom sadar akan keunikan dari Saskia, gue yakin suatu saat nanti kalo lo sadar akan keunikannya lo pasti akan jatuh cinta" Ucap Irsan dengan mata yang fokus kearah televisi, Namun saat selesai mengatakan kalimat terakhirnya ia mendapatkan satu lemparan bantal dari arah Ansel yang kini sedang menatap tajam kearah nya.


"Dengar ya bang, gue gak akan jatuh cinta dengan cewek gila kaya dia" Ucap ansel kemudian ansel beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Irsan yang sedang menatap kepergiannya dengan senyuman tipis diwajahnya


"Kita liat aja nanti, gue yakin suatu saat nanti lo akan jatuh cinta sama Saskia" Ucap Irsan dan kembali meminum kopinya


Kini Jam sudah menunjukkan pukul empat subuh, Saskia yang baru saja terbangun karena mendengar sayup-sayup suara adzan subuh. segera beranjak dari duduknya dan pergi menuju kamar mandi yang ada diruang rawat, untuk mencuci wajahnya sebelum pergi melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Saat Saskia sedang menunaikan sholat subuh nya, ternyata bu dewi yang baru bangun melihat Saskia yang sedang sholat disana dengan wajah yang datar. Namun saat Saskia sudah menyelesaikan sholat nya ia segera buru-buru menutup kembali matanya agar Saskia tidak mengetahui kalo ia sudah bangun dan sempat melihat nya sholat.


Saskia kini berjalan kearah sofa dan membangunkan Siska yang masih tidur nyenyak disofa untuk sholat subuh terlebih dahulu.


"Bangun" Ucap Saskia sambil menggoyangkan bahu siska, agar saudarinya itu terbangun, dan benar saja siska kini terlihat membuka matanya secara perlahan dan menatap saskia dengan wajah bantalnya karena bangun tidur.


"Kenapa saskia?" Ucap Siska dengan suara serak khas orang bangun tidur


"Sholat subuh dulu, baru nanti tidur lagi" Ucap saskia, mendengar hal itu Siska segera beranjak dari posisinya dan melangkahkan kaki menuju kamar mandi.


Saat Saskia ingin duduk kembali ke sofa matanya tak sengaja bersitatap dengan bu dewi yang kini sedang menatap tajam kearah nya, melihat bu dewi yang sudah bangun tidur. Saskia berniat untuk menghampiri dan menanyakan perihal kondisinya. Namun saat ia sudah sampai diranjang sebelah bu dewi ia malah mendapat cengkraman ditangannya, yang ternyata itu bu dewi yang melakukannya dan kini sedang menatap tajam kearah nya sambil mencengkram kuat tangan Saskia hingga membuat gadis itu meringis kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2