Kasih Sayang Kembaranku

Kasih Sayang Kembaranku
31. Janji Ansel


__ADS_3

"Ma...Mama kenapa nampar aku?" Ucap saskia menatap wajah sang ibu dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"Kamu masih nanya kenapa saya tampar kamu? Harus berapa kali saya bilang sama kamu jauhi siska. Sekarang kamu liat akibat karena kamu berani dekati siska" Ucap bu dewi dengan kilatan mata penuh amarah sembari tangannya yang mencengkeram kuat dagu saskia


"S-sakit mah" Ucap saskia memegang tangan bu dewi yang sedang mencengkeram dagunya


"Bu dewi, sudah bu kasihan non saskia" Ucap bi iyam menyentuh lengan majikannya


"Biarkan saja bi, dia pantas mendapatkan ini. Anak seperti dia harusnya tidak terlahir kedunia ini"


Ansel yang melihat pertengkaran didepan matanya ini hanya bisa menonton tanpa membantu memisahkan, karena sejujurnya dia juga masih syok sekaligus tidak percaya dengan apa yang ia liat sekarang.


Saskia gadis yang selama ini ia anggap wanita dingin dan pemberani ternyata memiliki kisah hidup yang bisa dibilang cukup menyedihkan, terbukti dari sikap bu dewi pada gadis disampingnya serta tatapan matanya saat menatap saskia dengan penuh kebencian dan amarah.


Ansel menoleh untuk melihat wajah gadis yang ada disampingnya saat ini. Saskia seperti menahan rasa sakit karena cengkeraman sang ibu.


"A-aku gak ngerti sama apa yang mama ucapkan" Ucap saskia terbata dengan wajah yang mulai memerah akibat rasa sakit dari cengkraman bu dewi.


"Asal kamu tau ya, saya sungguh menyesal karena telah melahirkan kamu kedunia ini. Kalau saya tau kamu hanya bisa membuat masalah dalam kehidupan saya dan keluarga saya, saya pasti akan memilih untuk tidak melahirkan anak seperti kamu. Saya gak sudi punya anak seperti kamu"


Ansel tersentak mendengar ucapan orang tua yang ada dihadapannya ini, ia menoleh menatap bu dewi dengan tatapan tidak percaya. Ternyata ada orang tua yang bisa berkata seperti itu pada darah dagingnya sendiri.


Bukankah anak itu anugrah dari yang maha kuasa. Yang seharusnya dijaga dan disayangi, tapi apa yang ia liat barusan sama sekali tidak mencerminkan sikap orang tua yang seharusnya ditunjukkan pada anaknya.


Ansel lagi-lagi menoleh menatap saskia. Ia menatap gadis yang kini sudah meneteskan air mata, entah karena menahan sakit akibat cengkraman sang ibu atau justru karena ucapan sang ibu yang baru saja dilontarkan.


Namun ada yang menganggu perasaan dan juga pikiran nya saat ini, ia seperti tidak terima saat melihat gadis itu menangis. Ada rasa sakit tersendiri dalam hatinya saat melihat kesedihan gadis itu, ingin rasanya ia membela dan melindungi gadis itu.


Entah keberanian dari mana, tiba-tiba ansel melepaskan cengkeraman bu dewi dengan sekali hentakan. Membuat bu dewi, bi iyam dan saskia menatap dirinya dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Maaf kalau saya ikut campur, tapi bukankah tante orangtua dari saskia juga?" tanya ansel menatap bu dewi


"Siapa kamu berani ikut campur urusan saya? Kamu hanya anak kemarin sore yang gak ngerti apa-apa. Jadi gak usah ikut campur urusan saya"


"Saya memang gak ngerti dengan apa yang terjadi sebelumnya, sampai-sampai tante sebegitu benci nya terhadap salah satu putri tante. Tapi asal tante tau sikap tante barusan sama sekali tidak mencerminkan kalau tante adalah seorang ibu"


"Kurang ajar kamu. Berani kamu berbicara tidak sopan seperti itu dengan saya? Memangnya kamu siapanya dia sampai berani melawan saya seperti ini hanya untuk membela gadis pembawa masalah seperti dia"


"Saya memang bukan siapa-siapanya saskia, tapi saya tidak terima jika tante memperlakukan saskia seperti ini"


Bu dewi tertawa membuat semua orang memandangnya heran "Kamu cinta sama dia sampai membelanya seperti ini?"


Ansel tersentak mendengar pertanyaan yang baru saja dilontarkan bu dewi, ia juga bingung pada dirinya sendiri kenapa sampai seberani ini hanya untuk membela gadis itu.


Ansel menoleh menatap wajah gadis cantik yang saat ini juga sedang menatap dirinya seolah menunggu jawaban darinya.


"Apa benar gue udah jatuh cinta sama saskia" batinnya.


"Tante gak usah asal bicara ya. Saya membela saskia karena kenyataannya memang tidak seperti yang tante fikiran." Ucap ansel


"Saskia yang telah menyelamatkan siska dari lelaki yang hampir melecehkannya. Kalau seandainya saskia tidak datang tepat waktu, entah apa yang sudah terjadi dengan siska sekarang. Mungkin bisa saja putri tante yang satu itu susah tidak suci lagi sekarang" lanjut Ansel membuat bu dewi tersentak kaget setelah mendengar penuturan ansel


Bu dewi yang tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan ansel hanya bisa menutup mulutnya bahkan ia sampai mundur beberapa langkah karena terlalu syok dengan ucapan pemuda yang ada dihadapannya sekarang.


Bukan hanya bu dewi saja yang syok tapi juga bi iyam wanita tua itu tersentak ditempatnya mendengar kenyataan ini, tapi ia masih bisa mengendalikan dirinya.


Bi iyam segera maju untuk mengangkat tubuh majikannya yang saat ini terperosot di dinding rumah sakit.


Ansel melihat kedua wanita itu. Mereka terlihat saling berpelukan untuk menguatkan satu sama lain, namun saat sedang mengamati mereka ada sebuah tangan yang tiba-tiba menarik tangannya dan membawanya pergi dari sana.

__ADS_1


"Kita mau kemana sih?" Ucap Ansel pada saskia yang saat ini sedang menarik tangannya


Namun gadis itu sama sekali tidak menjawab pertanyaan dan masih terus menarik tangannya, sampai ditaman rumah sakit barulah saskia melepaskan genggaman tangannya.


Gadis itu kini menoleh menatap dirinya dengan raut wajah yang sulit diartikan.


"Ngapain sih lo pake ngomong jujur segala ke nyokap gue. Buat apa hah?" tanya saskia


"Ya gue haruslah lakuin hal itu, lo gak liat tadi nyokap lo nyalahin lo terus?"


Saskia terlihat mengalihkan pandangannya kearah lain untuk sesaat sembari menghembuskan nafasnya kasar, setelah itu ia kembali menatap kedua netra milik ansel dalam-dalam.


"Dengerin gue...Masalah gue itu gak sesederhana yang lo fikiran, apa yang lo lakuin barusan justru akan nambah masalah buat gue"


"Tunggu, dari mana masalahnya? Apa yang gue lakuin tadi itu udah benar. Gue lakuin itu semua demi lo, gue gak bisa ngeliat lo disalah-salahin kaya tadi"


"Lo-"


"Dan kalo emang masalah lo gak sesederhana seperti yang lo katakan barusan, lo bisa kok cerita sama gue"


"Satu lagi kalo orang tua lo benci sama lo it's okay gak masalah, lo masih punya yang lain. Lo masih punya saudari lo dan lo juga punya gue yang akan selalu ada disamping lo"


Ansel meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya erat memberikan kekuatan untuk gadis itu, membuat gadis itu menunduk menatap tangannya yang sedang digengggam oleh Ansel lelaki yang baru beberapa minggu ini ia kenal.


"Gue janji gue akan selalu ada disaat lo sedih maupun senang, gue akan selalu ngelindungin lo. Jadi lo gak perlu takut dan ngerasa sendiri, ada gue disini" Ucap Ansel menatap lekat wajah saskia yang kini juga sedang menatap dirinya


Untuk beberapa saat mereka saling pandang sampai akhirnya saskia lah yang lebih dulu memutuskan kontak matanya dengan ansel.


Gadis itu melepaskan tangannya yang sedang digengggam oleh ansel membuat cowo itu menjadi salah tingkah.

__ADS_1


__ADS_2