Kasih Sayang Kembaranku

Kasih Sayang Kembaranku
20. Keputusan Ansel


__ADS_3

Ansel dibuat bertambah kesal saja saat mendengar ucapan sang ayah, padahal hari ini ia sudah punya janji untuk berkumpul bersama teman-temannya mumpung hari weekend.


"Aku gak mau pah, hari ini aku udah ada janji mau kumpul sama teman-teman aku"


"Yasudah kalo kamu gak mau gapapa, gak masalah kok" Ucap pak Irwan sembari berdiri dan berjalan menghampiri bu agnes yang masih menatap dirinya dengan tatapan bingung


"Mah...papa mau berangkat ke kafe sekarang, oh iya kalo kamu jadi motong uang jajan ansel dan ambil semua fasilitas dia, silahkan papa setuju kok" Ucap pak irwan sembari mengulurkan punggung tangannya untuk disalimi oleh istri tercinta


Bu agnes menerima uluran tangan suaminya kemudian menyalimi tangan pak irwan "Siap mas, Kamu bisa percayakan sama aku" Ucapnya sembari tersenyum


"Yasudah aku jalan sekarang ya"


Pak irwan berjalan melewati Ansel yang masih berdiri mematung ditempatnya berdiri tadi, namun langkah nya terhenti saat mendengar suara ansel dibelakangnya yang saat ini sudah membalikan tubuhnya menghadap sang ayah.


"Tunggu pah...yaudah aku ikutin kemauan kalian, tapi uang jajan sama fasilitas jangan diambil"


Pak irwan kini ikut membalik tubuhnya menghadap Ansel yang saat ini tengah menatapnya dengan wajah datar.


Pak Irwan berjalan menghampiri Ansel dan menepuk pundaknya "nah gitu dong kan papa senang dengar keputusan kamu. yaudah papa duluan, nanti abis makan siang kamu susulin papa ke kafe ya" Ansel hanya menganggukkan dirinya sebagai jawaban


Setelah Pak Irwan pergi, Ansel hanya menoleh sekilas kebelakang menatap sang ibu dan Irsan dengan wajah yang masih datar kemudian berlalu pergi dari sana.


****


Jam kini sudah menunjukkan pukul dua belas siang, dikafe Sunrise seluruh para karyawan baru saja keluar untuk makan siang.


Sedangkan Saskia sendiri ia memilih melangkahkan kaki ke taman kecil yang ada disebelah kafe, pandangannya menyapu seluruh penjuru taman itu kemudian berjalan menghampiri bangku berwana putih panjang yang ada disana dan mendudukkan dirinya dibangku itu.


"Kapan ya mama bisa sayang sama gue lagi, kaya dia sayang sama Siska. Apa gue gak bisa ngerasain kasih sayang mama walaupun sedikit, gue anak kandungnya mama juga kan? Tapi kenapa gue ngerasa seperti anak tiri " Gumam Saskia lirih


Pandangannya saat ini menatap lurus kedepan dengan tatapan yang terlihat kosong, memori sewaktu dirinya kecil tepat disaat saudarinya dan papanya yang terbaring dirumah sakit kembali berputar dibenaknya dan saat itu pula dunianya hancur.


Ia kehilangan semuanya dari mulai papanya yang meninggal dunia setelah mendonorkan kornea mata untuk Sudarinya, dan sosok ibu yang telah melahirkannya kini juga membenci dirinya, bahkan ibunya juga yang selalu berusaha memisahkan dirinya dari saudari kembarnya sendiri.


Memori itu kini terus berputar dibenaknya, tanpa sadar kini buliran air matanya jatuh membasahi pipi mulus gadis itu

__ADS_1


Ansel yang baru saja sampai dan sedang memarkirkan motornya di parkiran kafe. tidak sengaja melihat Saskia yang sedang duduk membelakangi dirinya, disalah satu bangku taman yang terletak disamping kafe milik papanya.


Karena penasaran Ansel akhirnya memutuskan untuk menghampiri saskia. Saat sudah berdiri disamping gadis itu, Ansel baru menyadari jika Saskia saat ini sedang menangis. Sementara saskia sendiri, gadis itu rupanya belum menyadari keberadaan ansel. Ia terlalu larut dalam kesedihannya


"Ekheem...gue boleh duduk disini" Ucap Ansel mencoba memecahkan lamunan gadis itu


Saskia sempat tersentak kaget saat mendengar suara seseorang yang sangat dikenalinya


Sebelum menoleh, gadis itu buru-buru mengusap pipinya yang sudah basah karena menangis tadi. Ia tidak ingin terlihat lemah ataupun cengeng didepan orang lain.


"Ngapain Lo disini?" Gadis itu kini sudah mengembalikan eskpresi wajah nya menjadi datar


Ia mendongak menatap wajah orang sedang berdiri dihadapannya sekarang


"Harusnya gue yang nanya sama lo, lagi ngapain lo disini? Ucap Ansel sembari mendudukkan dirinya disamping Saskia


"Lo lupa apa belaga pikun? Gue kan emang kerja dikafe bokap lo" Ucap Saskia wajahnya kini terlihat datar dengan pandangan yang kini fokus menatap kedepan


"Ck bukan gitu maksud gue. Sekarang kan jam nya istirahat, kenapa lo gak makan siang?"


"Gue gak laper"


Sebelum menjawab pertanyaan cowok yang ada disampingnya ini, Saskia menoleh menatap wajah tampan milik Ansel dengan dahinya yang mengernyit "Maksud Lo apa?"


"Ya kali aja lo gak makan karena lagi gak punya uang" ejek Ansel yang berhasil membuat Saskia menatap tajam kearahnya


"Jangan sembarangan ngomong lo" Ucap Saskia yang sudah berdiri dan hendak pergi namun tangannya ditahan oleh Ansel yang membuat gadis itu mau tak mau menoleh kearah ansel


"Kalo lo punya masalah cerita aja sama gue. Ya walaupun gue anaknya nakal tapi dijamin gue bisa jaga rahasia kok"


Saskia mengernyitkan dahinya heran kenapa Ansel bisa tau kalo dirinya saat ini sedang sedih, tapi saat sadar tangan nya masih digenggam oleh Ansel. Ia segera menyentak tangannya agar terlepas dari genggaman tangan ansel.


"Gak usah sok tau jadi orang. Lagian kalo pun gue sedih itu bukan urusan lo" Ucap Saskia dan segera berlalu pergi dari sana


****

__ADS_1


"Mah...Siska izin keluar sebentar ya, pengen ke mall sama citra. Bolehkan mah?" Ucap Siska pada bu dewi yang sedang duduk di sofa ruang tamu


"Iya boleh dong sayang, tapi ingat ya pulangnya jangan malem-malem" Ucap bu dewi dengan senyuman diwajahnya


Siska meyalami tangan bu dewi sebelum pergi "Iya mah, yaudah Siska jalan sekarang ya" Ucap Siska dan melangkahkan kakinya pergi.


Ia akan berangkat menggunakan taksi menuju mall. karena meraka sepakat untuk saling menunggu di depan pintu utama mall sebagai titik temu, dan nanti mereka akan pulang bersama menggunakan mobil sahabatnya itu.


Setelah sampai Siska sama sekali tidak melihat keberadaan sahabatnya itu, sepertinya citra belom datang. Alhasil ia harus menunggu citra didepan pintu mall, sekitar sepuluh menit berlalu akhirnya citra datang dan langsung minta maaf karena ia telat datang.


"Sis...maaf ya aku telat. Tadi jalanan macet banget, Kamu udah lama ya nunggunya?" Ucap citra


"Ya aku nunggu kamu udah sekitar sepuluh menit yang lalu tau. Sampe aku diliatin orang-orang gara-gara aku nunggu kamu disini" Ucapnya dengan bibir dimanyunkan


"Ya maaf, yaudah kita langsung masuk sekarang aja yuk. Nanti aku traktir kamu makan ramen deh mau gak?"


"Kamu beneran mau traktir aku?"


"Iyalah, anggap aja sebagai permintaan maaf aku kamu mau kan?"


Iya aku mau. Yaudah yuk kita masuk" kini wajah terlihat berubah menjadi bahagia, setelah mendengar sahabatnya ingin mentraktir makan ramen. Ia segera menarik tangan citra untuk masuk kedalam mall


"Kita mau kemana dulu nih?" ucap citra


"Hmm gimana kalo kita belanja dulu, abis itu kita nonton bioskop, dan terakhir baru kita makan ramen. Gimana kamu setuju gak?" Tanya Siska yang masih menggandeng tangan sahabatnya itu


"Jangan gimana kalo nonton bioskop aja dulu, nanti baru belanja terus terakhir baru makan. Soalnya aku udah penasaran banget pengen nonton film horor yang baru keluar itu" Ucap citra antusias


"Kamu beneran mau nonton bioskop dulu, baru belanja?"


"Iyalah kamu mau gak?"


"Yaudah aku ikut kamu aja"


"Beneran?" Tanya Citra kali ini matanya terlihat berbinar, ia senang akhirnya bisa nonton film horor yang pernah diceritakan teman-teman lainnya yang sudah menonton duluan

__ADS_1


"Iya"


Tanpa berkata apa-apa lagi Citra langsung menarik tangan Siska, agar sahabatnya ini berjalan cepat karena ia sungguh penarasan dengan jalan ceritanya.


__ADS_2