Kasih Sayang Kembaranku

Kasih Sayang Kembaranku
30. Menyusul Kerumah Sakit


__ADS_3

"I-iya bu, non siska dan non saskia ada dirumah sakit sekarang" Ucap bi iyam


"Apa yang terjadi bi kenapa siska bisa ada dirumah sakit, terus kenapa saskia kasih kabarnya ke bibi bukan ke saya" Ucap bu dewi


"Bibi juga gak tau bu, mungkin non saskia takut ibu marah makanya non saskia kasih kabar nya lewat bibi"


Bu dewi menghela nafasnya kasar mencoba mengontrol emosi nya saat ini, ia merasa setiap kali siska dekat dengan saskia pasti ada aja hal buruk yang terjadi pada siska.


Tanpa bu dewi ketahui justru saskia lah yang telah menyelamatkan siska dari lelaki tadi. Seandainya saja Saskia telat datang entah apa yang akan terjadi dengan siska, mungkin hal buruk sudah terjadi pada saudarinya.


"Ini alesan saya menjauhkan siska dari saskia bi. Saya takut terjadi sesuatu pada siska, saya takut suatu hal buruk menimpa siska. Saya gak mau masa lalu itu terulang bi" Ucap bu dewi yang kini mulai meneteskan air matanya


Bi iyam yang melihat kesedihan di wajah majikannya hanya bisa mengelus bahu bu dewi berharap hal itu bisa mengurangi kesedihannya "Tenang kan diri nyonya, bibi yakin non siska dan non saskia pasti baik-baik aja"


"Mending sekarang kita langsung berangkat ke rumah sakit, bibi akan temani nyonya berangkat kerumah sakit ya" Ucap bi iyam menghentikan pergerakan tangannya yang tadi digunakan untuk mengelus bahu bu dewi


Bu dewi tersenyum pada bi iyam, sejujurnya bu dewi sudah menganggap bi iyam bagian dari keluarga ini


"Iya bi, makasih ya" bi iyam hanya menganggukkan kepala sembari tersenyum menatap majikannya


"Yaudah bibi kebawah dulu mau siap-siap" Ucap bi iyam melangkahkan kakinya namun tangannya lebih dulu ditahan oleh bu dewi membuat ART dirumah itu menoleh menatap majikannya yang kini tersenyum menatapnya.


"Bi...boleh saya minta sesuatu?" Tanya bu dewi dengan wajah serius


"Iya nyonya mau minta apa, nyonya butuh sesuatu? biar bibi ambilkan"


Bu dewi tersenyum dan menggelengkan kepalanya


"Enggak bi, saya gak butuh apa-apa. Saya cuma pengen bibi panggil saya dengan sebutan ibu bukan nyonya, karena saya sudah menganggap bibi sebagai bagian dari keluarga ini" Ucap bu dewi menatap lekat kedua netra hitam milik bi iyam


Mendengar ucapan bu dewi membuat bi iyam kini meneteskan air matanya, terharu dengan sikap sang majikan yang selama ini ia anggap cuek ternyata memiliki sikap baiknya tersendiri.


"Loh bibi kenapa nangis? Saya ada salah bicara ya?" Ucap bu dewi sedikit panik melihat bi iyam yang tiba-tiba meneteskan air matanya


"Enggak nyo- eh maksudnya enggak bu. Ibu gak ada salah tapi saya terharu dengan sikap ibu" Ucap bi iyam dengan air matanya yang masih menetes


Bi iyam menghapus air matanya dan tersenyum "Ibu dulu pernah mengatakan hal ini sama saya beberapa minggu yang lalu, tapi saya kira itu cuma bercanda makanya saya gak berani sebenarnya manggil nyonya dengan sebutan ibu"

__ADS_1


"Saya gak pernah bercanda dengan apa yang sudah saya ucapkan bi, saya memang sudah menganggap bibi bagian dari keluarga ini"


"Terimakasih bu, terimakasih banyak" Ucap bi iyam menundukkan kepalanya


"Tidak usah seperti itu bi, kita ini keluarga kan? jadi tidak perlu bersikap seperti itu" Ucap bu dewi mengelus bahu wanita berusia 50 tahun itu.


"Yasudah bibi boleh siap-siap sekarang, saya juga mau siap-siap setelah ini kita kerumah sakit bersama"


"Baik bu, bibi permisi" ucap bi iyam yang hanya dibalas anggukan oleh bu dewi


****


Sesuai dengan janjinya, ansel sampai dirumah sakit hanya dalam waktu lima belas menit. Setelah memarkirkan motornya, ansel bergegas masuk kedalam rumah sakit.


Sebelumnya saskia sudah memberitahukan dimana kamar rawat siska berada, jadi ansel tidak perlu bertanya lagi pada pihak resepsionis.


Langkah ansel terhenti saat melihat sosok gadis yang ia kenali sedang tertidur dengan posisi duduk dikursi tunggu, depan salah satu ruang rawat. Ansel perlahan mendekati sosok gadis itu.


Ansel berhenti tepat didepan gadis itu, ia menatap gadis cantik yang saat ini sedang tertidur dengan lelap bahkan saking lelapnya gadis itu sampai tak menyadari jika ada seseorang didepannya.


"Lo mau ngapain? Jangan macam-macam Lo ya" Ucap saskia sembari membenarkan posisi duduknya


"Yehh apaansih lo, pede banget. Siapa juga yang mau macem-macemin lo. Gue juga ogah kali" Ucap ansel kesal sembari mendudukkan dirinya disamping saskia


"Siapa juga yang pede, jelas-jelas tadi gue liat lo mau nyentuh wajah gue" Ucap saskia


"Dih sumpah ya lo tuh pede banget jadi orang, heran gue ada gitu cewe kaya lo yang tingkat kepedean nya selangit" Ucap ansel memutar bola matanya malas


"Lo tuh ternyata nyebelin ya"


"Lo tuh kepedean jadi cewe"


"Ck, Lo ngapain sih kesini bikin gue kesel aja, kalo gak ada yang penting mendingan lo pergi deh dari sini"


"Tuh kan gue jadi lupa tujuan gue datang kesini. Lo sih"


"Dih gak jelas lo, cepetan deh lo kesini mau ngomong apaan? Jangan buang-buang waktu, gue ngantuk mau tidur"

__ADS_1


"Pria yang hampir saja melecehkan saudari lo tadi namanya anam dia udah ada di kantor polisi sekarang, tadi gue juga sempat ikut ke kantor polisi untuk memberikan keterangan"


"Terus gimana dia udah dipenjarakan? Berapa tahun hukuman penjara nya?"


Ansel menggelengkan kepalanya sebagai jawaban membuat saskia mengerutkan keningnya.


"Maksud lo hukuman penjara nya gak lama?"


"Bukan itu maksud gue, tapi untuk saat ini anam ditempatkan disel tahanan sementara karena dia meyangkal dihadapan polisi dan memintanya pengacaranya untuk datang"


Ucapan ansel membuat saskia membulatkan matanya, merasa tidak percaya dengan ucapan ansel barusan.


"Lo serius?"


"Iya buat apa sih gue bohong gue serius kali ini, makanya tadi gue pengen kesini karena mau ngomongin soal ini"


Saskia mengalihkan pandanganya lurus kearah depan, jujur saja ia masih tidak percaya akan semua ini bisa-bisanya orang yang sudah jelas bersalah masih bisa menyangkal dan membela diri.


"Gila bisa-bisanya tuh orang masih menyangkal, jelas-jelas disini yang jahat dia. Masih gak habis fikir gue" Ucap Saskia kesal


"Ada satu fakta lagi yang gue yakin kalo Lo dengar ini pasti lo akan kaget dan gak akan percaya" Ucap ansel membuat saskia menoleh menatap nya


"Apa?"


Ansel bukannya langsung menjawab justru malah menatap wajah cantik saskia, membuat saskia mengerutkan keningnya.


"Sebenarnya lelaki yang tadi hampir saja melecehkan siska itu adalah o-"


"Saskia" Teriak seorang wanita membuat kedua anak muda itu menoleh kearah sumber suara


"Mama" Ucap Saskia sembari berdiri dari duduknya membuat ansel yang mendengar ucapan saskia sontak ikut berdiri dan menatap kedua wanita yang sedang berjalan kearah mereka


"Mama sudah dat-"


PLAK!!


Saskia memegangi pipinya yang baru saja ditampar oleh bu dewi secara tiba-tiba, hingga membuat wajah gadis itu tertoleh kesamping.

__ADS_1


__ADS_2