
Saskia saat ini sedang membantu Ansel mengerjakan PR matematika nya, ia harus banyak bersabar mengajari pria yang ada dihadapannya sekarang.
Rasanya Saskia hampir menyerah mengajari ansel, karena sedari tadi ia sudah mengajarkan pria itu bagaimana cara mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru dengan rumus-rumus yang sudah ia tuliskan dibuku catatan milik ansel.
Namun pria itu sama sekali belom memahami apa yang telah ia ajarkan dari tadi, dan itu membuat nya menghela nafas dan menatap ansel dengan raut wajah yang kesal.
"Lo sebenarnya nyimak penjelasan gue dari tadi gak sih?" Saskia sudah mulai jengah melihat sikap Ansel yang terlalu Santai dalam mengerjakan tugas.
Saskia memang tidak terlalu suka belajar tapi setidaknya ia tidak pernah main-main jika guru sedang menjelaskan pelajaran didepan kelas, sehingga ia masih mengerti apa yang telah dijelaskan oleh guru saat sedang mengajar.
Hal itu justru berbanding terbalik dengan Ansel yang selalu tidur dikelas saat guru sedang mengajar sehingga ia tidak mengerti apa-apa tentang pelajaran. Dan sekarang saat Saskia menjelaskan rumus-rumus kepada ansel, pria itu justru menatap Saskia dengan malas membuat Saskia menjadi kesal.
"Gue dengerin kok dari tadi" Ucap Ansel santai dan menyandarkan punggungnya disofa
"Enggak cuma didengerin, tapi disimak biar Lo paham apa yang gue ajarin"
"Iya iya gue tau, tapi gue gak suka belajar matematika" Ucapnya memutar bola matanya malas
"Ck, itu alesan Lo doang biar gak belajar kan?"
"Lah emang gue gak suka matematika, cuma orang aneh yang suka belajar matematika" Ucap Ansel beranjak dari duduknya dan hendak pergi namun langkahnya terhenti mendengar suara Saskia
"Mau kemana lo? Kita belum selesai belajarnya" Saskia mengernyitkan dahinya melihat ansel melanjutkan langkahnya tanpa menjawab pertanyaannya terlebih dahulu, entah mau pergi kamana anak itu.
Sekitar lima menit kemudian ansel kembali dengan nampan berisi dua cangkir teh hangat beserta cemilan. Pria itu meletakkan nampan itu dimeja tepatnya didepan Saskia, dengan menyingkirkan buku-buku yang berserakan tadi terlebih dahulu.
"Tuh minum. Gue tadi ke dapur buat bikinin lo teh, gue tau lo pasti haus kan. Karena dari tadi ngejelasin rumus panjang kali lebar" Ucap ansel ia kembali menyandarkan punggungnya disofa
"Tumben nih anak baik, kesambet apa coba" batin saskia
"Yeehh malah bengong ngeliatin gue. Gue tau gue ganteng gak usah diliatin terus kaya gitu kali" Ucap Ansel mengambil satu cangkir teh dan menyeruputnya
"Dih najis pede banget sih Lo" Ucap Saskia ikut mengambil secangkir teh kemudian menyeruputnya
"Emang bener kok, banyak kali yang ngomong gue ganteng. Cewek-cewek disekolah aja banyak yang ngantri mau jadi pacar gue, tapi gue tolak-tolakin bukan selera gue soalnya" Ucap nya sombong
"Dih apaansih lo, jadi cowok kok pede banget" cibir Saskia mengambil cemilan yang tadi dibawakan oleh Ansel dan memakannya
"Harus dong kan gue ganteng, cewek disekolah aja banyak yang suka sama gue"
__ADS_1
"Sayangnya gue enggak tuh" Ucap Saskia kembali memakan cemilannya
"Belom aja, nanti juga lo jatuh cinta sama gue" Ucap Ansel santai mengambil cemilan yang sudah tinggal setengah karena dimakan oleh Saskia, sedangkan Saskia sendiri ia sudah tersedak mendengar ucapan dari lelaki yang ada dihadapannya sekarang.
Saskia mengambil tehnya diatas meja dan meminumnya terlebih dahulu sebelum membalas perkataan Ansel "Gue gak akan jatuh cinta sama cowok kepedean kaya lo" Ucap Saskia sinis
"Kita Liat aja nanti"
"Oke"
"Awas jatuh cinta"
"Berisik. Cepetan kerjain tugasnya lagi, gue ajarin"
Mereka kembali fokus mengerjakan soal-soal yang telah diberikan oleh guru, lebih tepatnya Ansel yang mengerjakan PR nya dan dibantu oleh Saskia.
****
"Assalamualaikum" Ucap Saskia membuka pintu utama rumah bu dewi
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. setelah selesai mengajari ansel, Saskia bergegas pulang tak lupa ia membeli martabak manis yang dipesan oleh saudarinya.
"Wa'alaikumsallam. Non Saskia sudah pulang?" Tanya bi iyam menyambut kedatangan Saskia
"Bu Dewi sudah tidur non dari tadi, kalo non Siska ada dikamarnya tapi bibi gak tau non Siska sudah tidur atau belum" Ucap bi iyam
"Yaudah bi gapapa, biar Saskia aja yang cek ke kamarnya langsung"
"Iya non. Oh iya non, non Saskia sudah makan? Kalo belum biar bibi siapkan makanan untuk non. kayanya Makanan tadi masih sisa non, tinggal dipanaskan saja"
"Gak usah bi, aku udah makan tadi. Aku cuma pengen ngasih martabak ini ke Siska terus balik kekamar buat istirahat" Ucap Saskia menunjukkan Kantong plastik yang ia bawa
"Oh yaudah non, kalo gitu bibi mau istirahat juga. Soalnya pekerjaan udah beres semua"
"Iya bi. Bibi istirahat aja gapapa" Ucap Saskia ramah
"Yaudah non bibi permisi kekamar" Ucap bi iyam dan berlalu pergi setelah mendapat anggukan dari Saskia
Saskia menatap punggung wanita tua yang telah mengabdi pada keluarga nya itu selama belasan tahun, sampai punggung wanita tua itu tak terlihat dibalik dinding barulah Saskia berlalu pergi menaiki tangga menuju kamarnya dan kamar saudarinya.
__ADS_1
Saskia mengetuk pintu kamar saudarinya beberapa kali sampai pintu itu terbuka dari dalam, dan keluarlah Siska dari balik pintu dengan senyuman diwajahnya.
"Saskia kamu udah pulang?" Tanya nya antusias
"Hmm"
"Kamu bawa martabak yang aku pesen gak?"
"Iya, nih" Ucap Saskia sembari menyerahkan kantong plastik kearah saudarinya
"Yeay, makasih saudari aku" Ucapnya senang
"Kamu mau gak?" Lanjutnya sembari menatap mata Saskia
"Enggak buat lo aja, gue mau balik kekamar" Ucap Saskia beranjak pergi namun tangannya ditahan lebih dulu oleh Siska, membuat dirinya kembali menoleh dan menatap Siska yang juga sedang menatap dirinya dengan wajah serius
"Ada yang mau aku bicarain sama kamu" Ucap Siska
"Soal apa?"
"Ansel" Ucapnya dengan raut wajah serius
"Kenapa sama dia?" Ucap Saskia santai
"Kamu ada hubungan apa sama Ansel?" Tanya Siska dengan raut wajah serius
Saskia tersentak mendengar ucapan saudarinya barusan. Hubungan? Hubungan apa? dia dan Ansel saja sudah seperti kucing dan tikus jika bertemu selalu berantem dan berdebat, lalu kenapa saudarinya ini memiliki pemikiran seperti itu.
"Maksud lo apasih gue gak paham? Lo nuduh gue ada hubungan sama Ansel gitu? Ucap Saskia
"B-bukan gitu. Aku cuma nanya aja, gak mungkin kan papa nya Ansel tiba-tiba minta tolong sama kamu buat jadi mentor belajar ansel" Ucap Siska hati-hati, ia takut salah bicara dan membuat Saskia marah.
"Gue gak tau apa yang ada dalam pemikiran lo sekarang, yang jelas gue sama ansel gak ada hubungan apa-apa. Om Irwan minta gue jadi mentor belajar ansel karena dia percaya gue bisa ngajarin anaknya belajar bukan karena ada alesan yang lain" Ucap Saskia tegas membuat saudarinya itu merasa bersalah karena berfikiran yang bukan-bukan
"Maaf" Ucap Siska lirih membuat Saskia menghela nafasnya
"Sebenernya apa yang lo fikirkan tentang gue? Kenapa Lo bisa berfikir kalo gue ada hubungan sama ansel? Ucap saskia
"Maaf, tadi aku pikir om irwan nyuruh kamu buat jadi mentor belajar ansel karena kamu...?" Siska tidak berani melanjutkan perkataannya dan hanya menatap wajah saudarinya dengan raut wajah takut, ia takut kalo ia jujur Saskia akan marah. Ia tidak mau Saskia marah padanya, apalagi ini salahnya karena berfikiran yang bukan-bukan sebelum mengetahui kebenarannya.
__ADS_1
"Karena gue apa? Karena lo ngiranya gue pacaran Sama ansel?" Tanya Saskia
Ia melihat Siska mengangguk dengan wajah takut, membuat Saskia kembali menghela nafasnya tak habis fikir dengan pemikiran saudarinya ini.