
Setelah acara makan malam selesai bu agnes merapikan sisa-sisa piring bekas makan mereka, yang tentunya dibantu oleh salah satu art dirumah itu. Saskia yang merasa tidak enak kepada bu agnes pun ingin membantu mengumpulkan sisa-sisa piring bekas makan, namun gerakannya terhenti karena bu agnes yang melarang dirinya.
"Saskia gak usah repot-repot ini biar tante dan bi asih saja yang membereskan, kamu tunggu diruang tamu saja ya" Ucap bu agnes saat melihat Saskia ikut membantu mengumpulkan sisa-sisa piring bekas makanan dimeja
"Gapapa tan, anggap aja ini sebagai ucapan terimakasih Saskia karena udah diundang makan malam disini" Ucap saskia sopan
"Terimakasih ya, kamu ternyata anak yang baik dan sopan. Tante denger dari suami tante, katanya kamu itu karyawan yang rajin ya dikafe" Ucap bu agnes yang kini menatap saskia yang sedang merapikan meja makan
"Ah tante bisa saja, karyawan yang lain juga rajin" Ucap Saskia
"Kamu ini masih saja merendah" Ucap bu agnes
"Saskia tidak merendah tante, memang seperti itu kenyataannya. Yaudah tante Saskia permisi kedapur sebentar mau cuci ini dulu" Ucap saskia yang sedang membawa tumpukan piring dan gelas kotor
"Eh gak usah Saskia, kalo soal nyuci piringnya biar bi asih saja. iya kan bi?" Ucap bu agnes
"Iya non, biar bibi saja yang cuci piring ini" Ucap bi asih yang sedari tadi sudah berada disamping bu agnes
"Gapapa tante, cuma nyuci piring Saskia bisa kok" Ucap Saskia yakin
"Jangan deh Saskia, tante gak mau merepotkan kamu. masa iya tante membiarkan tamu mencuci piring, itu namanya tante tidak sopan"
"Gapapa tante, Saskia seneng kok bisa ngelakuin ini" Ucap Saskia
"Yasudah terserah kamu aja, yang penting kamu nyaman dan tidak meresa direpotkan" Ucap bu agnes
"Bi asih, bisa minta tolong anterin saskia kedapur?" tanya Saskia
"Iya non bisa. mari bibi antar kedapur non" ucap bi asih yang hanya dibalas senyuman oleh Saskia
Sedangkan disebuah kafe bu dewi tampak sedang berbicara serius dengan dua orang pria bertubuh kekar.
"Jadi apa yang harus kita lakukan bos?" tanya salah satu pria yang bertubuh kekar tadi
"Saya ingin kalian mencelakai gadis yang ada difoto ini, dia bersekolah di SMA BINAKARYA" Ucap bu dewi dengan raut wajah serius sambil menyodorkan selembar foto dengan ukuran kecil
"Lalu apa yang harus kami lakukan pada cewe ini bos?" tanya Pria satunya dengan tubuh yang tak kalah kekar
"Terserah kalian mau melakukan apa yang penting gadis itu harus celaka" Ucap bu dewi sambil tersenyum smirk
__ADS_1
"Baik bos kami mengerti"
"Ini saya kasih setengahnya dulu, kalau kalian berhasil dengan rencana ini saya akan transfer sisanya ke rekening kalian" Ucap bu dewi yang langsung diangguki kedua pria tersebut
"Yasudah kalian boleh pergi, dan Ingat jangan sampai gagal" Ucap bu dewi
"Baik bos. kami permisi" Ucap salah satu pria tersebut. kemudian kedua pria tersebut pergi meninggalkan area kafe
Selepas pergi nya kedua pria tadi, bu dewi kembali tersenyum smirk
***
Setelah selesai mencuci piring Saskia kembali keruang tengah yang terdapat meja makan tadi, namun sudah tidak ada orang disana akhirnya ia kembali ke dapur untuk bertanya kepada bi asih.
"Bi, tante agnes kok udah gak ada diruang tengah" Ucap Saskia saat sudah berada didapur
"Oh nyonya agnes ada diruang keluarga non sama yang lain, ada tuan Irwan juga disana. tadi nyonya agnes juga nyuruh non Saskia nyusul keruang keluarga kalo sudah selesai nyuci piring nya, tapi bibi lupa nyampein pesan ini ke non Saskia. maaf ya non" Ucap bi asih
"Gapapa bi, tapi kenapa aku disuruh ikut kumpul diruang keluarga?" tanya saskia
"Bibi juga gak tau non, tapi nyonya agnes hanya bilang itu saja sama bibi" Ucap bi asih yang hanya dibalas anggukan oleh Saskia
"Ini ruang keluarganya non, silahkan masuk" Ucap bi asih saat mereka sudah berada disebuah ruangan yang pintunya masih tertutup. kemudian Saskia membuka pintu itu secara perlahan dan melangkah masuk kedalam ruangan tersebut, saat sudah berada didalam ia bisa melihat semua orang sudah berkumpul disana termasuk abi dan vian yang ternyata belom pulang.
"Saskia, sini kita kumpul dulu sebentar ada yang saya mau bicarakan ke kamu" Ucap pak Irwan saat menyadari kedatangan saskia
"Iya pak" ucap Saskia namun sebelum berjalan ia menutup pintu ruangan tersebut kemudian mendekat kearah mereka
"Silahkan duduk saskia" Ucap bu agnes saat Saskia sudah berdiri disampingnya yang langsung diangguki oleh Saskia. kemudian Saskia memilih duduk disofa panjang yang terdapat bu agnes dan Irsan sedangkan dihadapannya ada sofa yang sedang diduduki oleh Ansel, Abi, dan vian, sedangkan pak Irwan ia duduk disofa single.
"Sebelumnya saya mau berterimakasih sama kamu saskia, karena kamu sudah menerima undangan makan malam saya" Ucap Pak Irwan yang hanya diangguki oleh Saskia
"Sebelumnya saya ingin memperkenalkan anggota keluarga saya sama kamu dulu, karena tadi saat kita makan malam bersama kalian belom mengenal satu sama lain kan" Ucap pak Irwan
"Perkenalkan ini Agnes Pratiwi istri saya" Ucap pak Irwan memperkenalkan istrinya sambil menggenggam tangan kiri bu agnes. yang hanya dibalas anggukan oleh Saskia
"Dan saya punya dua putra. yang duduk disebelah kamu itu putra pertama saya namanya Irsan Mahendra dia seorang dokter spesialis anak" Ucap pak Irwan.
"Irsan Mahendra" Ucap Irsan tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Saskia
__ADS_1
"Saskia Adiska" Ucap Saskia dan tersenyum tipis sembari mengulurkan tangannya menerima jabatan tangan Irsan
"Nah kalo yang ini, putra kedua saya. Namanya Ansel Mahendra" Ucap pak Irwan sambil menggenggam tangan kanan Ansel
Mendengar hal itu membuat Ansel menatap wajah datar Saskia, begitu sebaliknya Saskia juga hanya menatap wajah Ansel tanpa berbicara sepatah katapun.
"Dan sebelahnya itu Abi dan vian, dia teman ansel" Ucap Pak Irwan yang ikut mengenalkan abi dan vian kepada Saskia
"Kita sudah mengenal Saskia om" Ucap Vian yang langsung diangguki oleh Abi sedangkan ansel dia masih tetap menatap wajah saskia dengan tatapan yang sulit diartikan
"Oh iya, bagaimana bisa kalian mengenalnya?" Ucap pak Irwan dengan nada tak percaya
"Saskia itu teman sekelas kita om, termasuk ansel" Ucap Abi
"Wah bagus dong kalo kalian sudah kenal" Ucap pak Irwan
"Pah sebenarnya apa sih rencana papa ngundang Saskia makan malam disini?" tanya Ansel akhirnya membuka suara, yang dari tadi hanya diam saja
"Jadi gini sel, papa pengen Saskia jadi tutor belajar kamu. Karena sebelumnya papa sudah mencari tau tentang saskia, dan papa tau kalo saskia ini anak yang cukup cerdas dalam pelajaran dan dia juga anak yang mandiri. jadi selain kamu bisa belajar tentang pelajaran, kamu juga bisa belajar hidup mandiri dari saskia. biar kamu gak jadi anak yang manja " Ucap Pak Irwan yang berhasil membuat Ansel dan Saskia terkejut dengan perkataan pak irwan barusan
"Apaansih pah, aku gak mau ya" Ucap Ansel dengan nada tinggi
"Papa gak mau denger alesan apapun dari kamu, keputusan papa sudah bulat dan tidak bisa diubah lagi" Ucap pak Irwan dengan nada tegas yang membuat Ansel merenggut kesal
"Pah apa gak sebaiknya papa tanya Saskianya dulu, dia bersedia atau tidak. mama gak mau sampe Saskia terbebani dengan keputusan papa" Ucap bu agnes dengan nada lembut
"Iya pah, kasian Saskianya juga kalo ternyata dia keberatan dengan keputusan papa" Ucap Irsan bijak
"Yasudah papa akan tanyakan ke Saskia. Saskia apa kamu bersedia menjadi tutor belajar untuk Ansel putra saya, saya akan membayar kamu dua kali lipat dari gaji kamu dikafe bagaimana?" tanya pak irwan berharap Saskia menerima tawarannya
"I-iya pak saya bersedia menjadi tutor belajar untuk Ansel" Ucap Saskia terbata.
Saskia menerima tawaran pak irwan bukan karena tergiur dengan uang nya melainkan, karena Saskia berfikir dengan menerima tawaran ini mungkin ia akan sering berada diluar rumah dan itu artinya kecil kemungkinan ia akan bertemu dengan ibunya.
Karena ia pulang bekerja dari kafe saja pukul sembilan malam, belom lagi harus mampir kerumah Ansel setiap hari karena harus melaksanakan tugasnya sebagai tutor belajar ansel. Jadi sudah bisa dipastikan ia akan pulang larut malam, dan sampe rumah pasti bu agnes sudah tidur. palingan ia hanya bertemu dengan sang mama saat pagi hari sebelum berangkat sekolah.
"Terimakasih Saskia. Jadi mulai besok kamu sudah bisa kan menjadi tutor belajar untuk Ansel?"
"Iya pak"
__ADS_1
"Yasudah besok kamu bisa langsung mampir kesini setelah pulang kerja dari kafe kan? tanya pak irwan yang hanya dibalas anggukan oleh Saskia, sedangkan ansel ia sedang menatap saskia dengan tatapan tajam