
"Ansel, ada Saskia dibawah. Kamu kebawah sekarang ya kasian dia nungguin" Ucap bu agnes saat sudah berada didalam kamar putranya.
Sedari tadi ia sudah mengetuk pintu kamar putranya itu, namun sudah beberapa menit ansel sama sekali tidak membuka pintu kamarnya. Karena khawatir terjadi sesuatu dengan ansel, bu agnes membuka pintu itu secara perlahan dan melihat putra bungsunya itu sedang tertidur nyenyak diatas ranjang dan itu membuat bu agnes hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putranya.
Melihat ansel yang tidak merespon ucapan nya dan masih tidur nyenyak diatas ranjang tanpa terganggu sama sekali dengan kehadirannya, membuat bu agnes sedikit kesal dengan putra nya itu. Ia kemudian berjalan menghampiri ranjang ansel, dan membuka paksa selimut yang menutupi tubuh putra nya itu. Dan cara tersebut rupanya berhasil membuat ansel terganggu dari tidurnya, ansel kemudian duduk diatas ranjang nya dengan wajah bantal nya.
"Apasih mah, aku ngantuk tau" Ucap ansel dengan suara serak khas orang bangun tidur
"Kamu ini gimana sih malah enak-enakan tidur disini, sementara saskia nunggu kamu dibawah" Ucap bu agnes
"Ya biarin aja siapa suruh dia dateng kesini malem-malem" Ucap ansel kembali memejamkan matanya dengan posisi duduk
"Kamu lupa ya kalo mulai hari ini saskia akan menjadi tutor belajar buat kamu" Ucap bu agnes sambil memperhatikan ansel yang saat ini telah membuka matanya karena mendengar ucapan nya barusan
"Ah iya aku lupa"
"Yaudah sana turun kebawah, kasihan itu saskia nya sudah daritadi nunggu kamu, kamu nya malah tidur udah gitu susah lagi dibangunin nya" Ucap bu agnes sembari melemparkan selimut yang tadi ia tarik ke atas ranjang milik putra bungsunya
"Iya aku turun, yaudah mama keluar dulu sana. aku mau cuci muka dulu" Ucap ansel
"Yaudah tapi jangan lama" Ucap bu agnes sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamar ansel
Setelah melihat sang mama keluar, ansel segera turun dari ranjangnya menuju kamar mandi yang ada didalam kamar nya untuk mencuci muka nya terlebih dahulu
sedangkan saskia ia terlihat sudah mulai bosan karena harus menunggu anak bos nya itu keluar kamar, namun sudah hampir sepuluh menit ansel tidak turun juga dan membuat ia menjadi kesal.
"Oh lo dateng juga, gue kira lo gak bakal datang" Ucap ansel yang sedang menuruni anak tangga sambil terus memperhatikan Saskia yang sedang duduk disofa ruang tamu, sambil menatap tajam kearah dirinya
"Buku Lo mana?" tanya saskia saat melihat ansel sudah duduk disofa yang ada dihadapannya, Namun ansel tidak menjawab pertanyaan gadis itu melainkan malah memandang wajah saskia dengan wajah serius
"Lo kenapa?" tanya saskia dengan mengernyitkan dahinya
"Itu sudut bibir lo kenapa?" tanya ansel sambil terus memandang sudut bibir saskia yang terlihat ada luka memar disana, bahkan ada sedikit darah yang kini terlihat sudah hampir mengering
Mendengar ucapan ansel barusan, refleks Saskia segera menarik rambutnya kedepan untuk menutupi luka memar yang ada disudut bibirnya karena perkelahian tadi siang. Dan bodohnya ia lupa mengobati luka disudut bibirnya karena sibuk bekerja sampai lupa untuk mengobati luka nya sendiri
__ADS_1
Namun ada hal lain yang membuat badannya kaku ditempat saat secara tidak sadar ansel menyentuh sudut bibirnya yang terdapat luka memar disana, bahkan ansel terlihat mendekat kan wajahnya ke wajah saskia yang membuat jantung gadis itu berdetak lebih cepat dari biasanya
"Astaga jantung gue kenapa nih, lagian nih cowok ngapain sih deketin wajahnya ke gue. mana gue gak bisa gerakin tubuh gue lagi" batin saskia
Saat ini wajah ansel sudah sangat dekat dengan wajah Saskia dan jika orang lain melihat posisi mereka seperti ini, orang lain pasti akan mengira jika ansel sedang mencium pipi saskia. Namun saat Saskia sedang berusaha mengerakkan badannya yang mendadak kaku, terdengar dering telepon dari hp Saskia dan saat itu keduanya baru tersadar akan posisi mereka yang terlalu dekat.
Ansel yang baru sadar langsung memundurkan badannya dan segera duduk kembali ketempat nya, ia merasakan perasaan aneh dalam hatinya dan merasa jantungnya berdebar kencang.
Sedangkan Saskia sendiri ia merasa suasana menjadi canggung antara dirinya dan ansel dengan apa yang barusan terjadi, gadis itu kemudian memilih untuk mengangkat panggilan masuk yang ternyata dari saudari nya.
Tanpa mengatakan apapun gadis itu langsung beranjak dari duduknya, dan menjauh sedikit dari posisi nya sekarang untuk mengangkat telepon agar ansel tidak bisa mendengar percakapan antara dirinya dan Siska.
"Halo Saskia" Ucap Siska dari sebrang telpon
"Hmm kenapa?" tanya Saskia dengan suara pelan agar ansel yang sedang memperhatikan dirinya tidak mendengar apa yang sedang ia bicarakan
"Kamu pulang jam berapa?"
"Gak tau, emang kenapa?" ucap Saskia
"Hah kok bisa? Gimana ceritanya mama bisa kecelakaan?" Ucap Saskia yang tidak sengaja meninggikan suaranya dengan nada panik dan membuat ansel tidak sengaja mendengar ucapannya barusan
"Iya aku juga gak tau gimana, tapi yang jelas tadi mama sempet izin keluar sama aku. terus sekitar lima belas menit kemudian ada pihak rumah sakit yang tiba-tiba hubungi aku dan bilang kalo mama kecelakaan"
"Terus kondisi mama sekarang gimana?" tanya saskia dengan suara panik
"Kamu tenang aja kia, mama gak ada yang luka parah kok. cuma kakinya aja yang terkilir" Ucap siska yang mencoba menenangkan Saskia, Siska tau kalo saudarinya saat ini sedang panik mendengar sang mama kecelakaan
"Yaudah gue kesana sekarang, lo kirimin alamat rumah sakit nya sekarang" Ucap Saskia
"Eh gak usah kia, ini kan masih jam kerja kamu. kamu selesaiin kerjaan kamu aja, mama aman kok kan ada aku"
"Tap-" Ucapan Saskia terpotong saat mendengar suara seseorang dibelakangnya dan saat ia menoleh, gadis itu melihat Ansel yang sedang berdiri dibelakangnya sambil menatap dirinya dengan tangan yang dilipat didepan dada
"Lo gak bisa pergi gitu aja, bokap gue udah bayar lo dengan harga mahal dan lo gak bisa seenaknya lari dari tugas" Ucap ansel
__ADS_1
Ucapan ansel barusan terdengar sampai kesebrang telpon dan Siska bisa mendengar suara ansel disana. karena penasaran Siska mencoba memanggil saudarinya dari sebrang telpon, Saskia yang mendengar Siska memanggil namanya pun mendekatkan kembali hp kedekat telinganya sambil terus menatap tajam kearah ansel.
"Kenapa" tanya Saskia
"Aku gak salah dengar kan...aku kok kaya dengar suara ansel disana?" Ucap Siska
"Lo gak salah dengar dia emang ada disebelah gue sekarang"
"Hah kok bisa kamu lagi sama ansel?" Ucap Siska dari sebrang telpon yang terdengar kaget saat mendengar kalo saskia saat ini sedang bersama ansel
"Itu bukan hal yang penting, yang penting sekarang lo jagain mama dirumah sakit. Setelah gue selesai dengan perkejaan gue, gue langsung nyusul kesana" Ucap Saskia
"Iya Saskia, kamu hati-hati ya kalo nanti berangkat kesini. soalnya ini kan udah malam" Ucap Siska dari sebrang telpon
"Hmm yaudah gue matiin dulu telponnya" Ucap Saskia dan langsung mengakhiri panggilan tersebut
Ia kemudian menatap ansel dan kemudian menarik tangan ansel untuk kembali duduk dan memulai belajar karena ia harus buru-buru pergi kerumah sakit untuk mengecek kondisi bu dewi
Sedangkan dirumah sakit besar yang ada dikota itu, terlihat Siska sedang duduk di kursi yang ada didalam ruang perawatan sang mama.
"Mama cepet sembuh ya, biar bisa pulang kerumah" Ucap Siska sambil menatap wajah sang mama yang juga sedang menatap dirinya
"Iya sayang mama gapapa kok, paling besok juga udah boleh pulang" Ucap bu dewi dengan wajah yang pucat
"Iya mah" Ucap Siska sambil tersenyum
"Sayang tadi mama sempet denger kamu nelpon seseorang diluar, emang kamu nelpon siapa?"
"Nelpon Saskia" Ucap Siska yang langsung membuat bu dewi memasang wajah kesalnya
"Kamu ngapain sih nelpon anak itu, mama gak suka?" Ucap bu agnes
"Mah, Saskia juga berhak tau kondisi mama sekarang"
"Dia gak perlu tau apa-apa soal mama, mama gak suka sama anak itu" Ucap bu dewi dan membuat Siska menghela nafasnya, siska tidak mau membalas ucapan sang mama saat ini karena itu bisa memperparah kondisi mama nya.
__ADS_1