Kasih Sayang Kembaranku

Kasih Sayang Kembaranku
18. Pulang Dari Rumah Sakit


__ADS_3

Saat ini Saskia sedang berjalan menyusuri koridor, sudah sejak satu jam yang lalu sang ibu belom kembali ke kamar saudarinya dan itu cukup membuat nya khawatir dan memutuskan untuk mencari keberadaan sang mama


"Aduuh mama mana sih kok dali tadi gak ada" Gumam Saskia


Sudah hampir sepuluh menit Saskia menyusuri koridor rumah sakit, namun belom juga menemukan atau sekedar melihat keberadaan sang ibu.


"Permisi dek...dengan dek Saskia ya?" Langkah Saskia terhenti saat mendengar suara perempuan dibelakangnya yang mengenakan seragam perawat dirumah sakit itu.


"Iya kak sustel aku saskia, ada apa kak?" Ucap Saskia saat melihat suster tersebut telah berdiri dihadapannya


"Kamu sedang mencari ibu kamu ya?" Tanya suster tersebut yang bernama indah


"Iya, kakak sustel tau dimana mama aku?"


"Iya suster tau dimana ibu kamu sekarang, mari ikut suster. Biar suster tunjukkan dimana ibu kamu" ucap suster Indah sembari mengulurkan tangannya untuk menggandeng tangan saskia yang tentunya langsung disambut oleh tangan mungil gadis yang ada dihadapannya sekarang


"Nah itu ibu kamu ada disana" unjuk suster indah kearah bu dewi yang saat ini sedang duduk dikursi tunggu yang ada didepan ruang UGD dengan wajah yang tertunduk


Mereka saat ini sudah berdiri dikoridor yang tidak jauh dari depan ruang UGD sehingga dari posisi berdiri mereka saat ini, mereka bisa melihat bu dewi yang sedang duduk dengan wajah yang tertunduk lesu.


"Makasih ya kakak sustel, aku mau kesana dulu" Ucap Saskia dengan wajah mendongak untuk menatap wajah suster indah yang saat ini berdiri tepat disampingnya


"Iya sama-sama cantik" Ucap suster indah


Sembari tersenyum dan melepaskan pegangan tangannya


Setelah mengatakan itu suster indah meninggalkan Saskia yang masih berdiri menatap ibunya dengan wajah yang terlihat ragu. Saskia berlari menghampiri sang mama yang ternyata saat ini sedang menangis dengan wajah yang tertunduk.


"Mah" Ucap Saskia yang sudah berdiri tepat dihadapan sang mama


"Ngapain kamu disini? Siapa yang menjaga putri saya diruangannya kalo kamu ada disini?" Tanya bu dewi dengan mata yang terlihat sembab


"Maaf mah...aku tadi khawatil sama mama, makanya aku cali mama dan untungnya ada kakak sustel baik yang bantu antelin aku kesini. Jadi aku bisa tau kalo mama ada disini dari sustel itu" ucap Saskia yang justru membuat bu dewi berdecak sinis kearahnya dengan tatapan yang terlihat sedang menahan amarah

__ADS_1


"Kalo kamu khawatir dan peduli sama saya, kamu gak mungkin membuat hidup saya hancur seperti sekarang" Ucap bu dewi dengan tatapan sinis


"Maksud mama apa aku enggak ngelti?"


"Enggak usah pura-pura bodoh kamu, kamu senang kan liat saya hancur seperti ini" Ucap bu dewi sembari mencengkram dagu saskia dengan kuat hingga membuat Saskia meringis kesakitan


"Sakit mah... lepasin Saskia mah, Saskia benalan gak ngelti maksud mama apa" Ucap Saskia yang masih mencoba melepaskan cengkraman sang ibu dari dagunya


"Kamu tau gara-gara kamu tidak becus menjaga siska, putri saya itu sampe kecelakaan dan mengalami kebutaan. Dan sekarang gara-gara kamu juga suami saya kecelakaan dan sekarang kondisinya kristis itu juga terjadi karena kamu" Ucap bu dewi sembari melepaskan cengkraman dari dagu Saskia dengan sedikit mendorongnya hingga membuat Saskia mundur beberapa langkah


"A-apa ayah kecelakaan mah? Gimana bisa ayah kecelakaan?" Tanya Saskia dengan raut wajah yang terlihat khawatir


"Gak usah sok pura-pura kaget kamu, ini semua itu karena ka-" Ucapan bu dewi terpotong saat mendengar pintu ruang UGD terbuka dari dalam dan terlihat dokter wanita yang keluar dari sana dengan raut wajah sedih


"Dok...kondisi suami saya bagaimana dok, dia baik-baik saja kan dok" tanya bu dewi


"Maaf ibu kami tidak bisa menyelematkan nyawa suami ibu, Suami ibu telah meninggal dunia" Ucap sang dokter dengan raut wajah prihatin melihat bu dewi dan saskia yang kini sudah menangis


"Enggak dok...dokter pasti salah periksa, suami saya gak mungkin meninggalkan dok. Dia baik-baik saja kan dok. Jawab dok, tolong jawab kalo suami saya baik-baik saja" Ucap bu dewi sembari menggoncangkan bahu sang dokter dengan matanya yang masih menatap dokter tersebut dengan tatapan memohon


"Mas...kenapa kamu tega ninggalin aku sendiri disini. kamu jahat mas, kamu jahat hiks...hiks" gumam bu dewi tidak terlalu jelas karena menangis namun masih bisa didengar oleh sang dokter dan Saskia


"Bu...ibu yang kuat ya ikhlaskan kepergian suaminya. Sebenarnya tadi Pasien sempat sadar sebelum akhirnya meninggal dunia, pasien berpesan pada saya bahwa beliau ingin mendonorkan kornea matanya untuk putri kalian yaitu Siska" Ucap sang dokter yang membantu bu dewi untuk berdiri dan ucapan sang dokter barusan membuat bu dewi mematung setelah mendengar kalimat tersebut dari sang dokter


Refan tadi memang sempat sadar, namun itu tidak lama karena setelah mengatakan sesuatu ia kembali memejamkan matanya dan mengembuskan nafas terakhirnya. Refan berpesan pada dokter bahwa dirinya ingin mendonorkan kornea matanya untuk putri nya yang bernama siska, agar ia selalu bisa dikenang dan diingat oleh kedua putrinya saat ia sudah tidak bisa mendampingi kedua putrinya tumbuh dewasa nanti.


"Maaf bu...sebaiknya ibu ikut saya ke bagian resepsionis untuk menandatangani segala berkas persyaratan, agar kami bisa segera melakukan transplantasi kornea untuk putri ibu" Ucap sang dokter yang berhasil membuyarkan lamunan bu dewi


"Iya sus nanti saya kesana" Ucap bu dewi dengan tangisnya yang mulai mereda


Seminggu telah berlalu setelah pemakaman sang suami, kini bu dewi menjadi pribadi yang berbeda ia menjadi pendiam dan sering mengurung diri didalam kamar. Proses transplantasi kornea mata untuk Siska juga telah dilakukan dan hari ini adalah hari yang ditunggu, karena hari ini perban yang menempel dan menutupi mata Siska akan segera dibuka oleh dokter.


"Bi...Saya titip rumah ya, saya mau kerumah sakit hari ini perban Siska dibuka. Semoga saja dia bisa melihat lagi seperti dulu" Ucap bu dewi yang terlihat sudah sangat rapi dengan pakaian yang ia kenakan saat ini

__ADS_1


"Iya bu...bibi pasti bantu doakan dari sini biar non Siska bisa melihat kembali seperti sebelumnya" Ucap wanita paruh baya yang bernama iyam


"Yaudah saya jalan sekarang ya"


"Bu...apa gak sebaiknya ibu ajak non Saskia kerumah sakit, bibi yakin non Siska pasti bakal senang kalo ada non Saskia disebelahnya" Ucap bi iyam


"Gak usah saya mau berangkat sendiri aja, lagian Siska gak butuh anak itu disampingnya"


"Tap-"


"Gak ada tapi-tapian, setelah Siska pulang dari rumah sakit saya juga akan menjauhkan anak itu dari Siska. Saya gak mau putri saya dalam bahaya jika berada didekatnya" Ucap bu dewi


Ia sudah berencana akan menjauhkan Siska dari Saskia, agar Siska tidak berada dalam bahaya jika bersama anak itu. Bu dewi sangat membenci Saskia semenjak meninggalnya sang suami, ia merasa semua hal buruk yang terjadi belakangan ini karena Saskia.


Kalo seandainya Saskia bisa menjaga siska waktu itu mungkin Siska tidak akan mengalami kecelakaan, dan suaminya juga tidak perlu pergi kerumah sakit dan menyebabkan tabrakan dijalan dan yang lebih membuat ia sedih ketika mengingat orang yang telah mendonorkan kornea mata untuk putri nya sendiri adalah Refan Adhitama-suami tercintanya.


"Sudah saya pergi sekarang"


"Iya bu hati-hati dijalan" Ucap bi iyam saat melihat bu dewi sudah keluar dari pintu utama rumah itu


Semenjak saat itulah bu dewi tidak pernah menganggap Saskia ada dan selalu berusaha memisahkan Siska dari Saskia bahkan memisahkan sekolah mereka agar mereka tidak pernah bertemu.


Flashback off


"Pah saskia pamit pulang ya, nanti kalo ada waktu luang Saskia kesini lagi" Ucap Saskia sembari menghapus air mata yang membasahi pipinya


Sedangkan dirumah keluarga Adhitama, siska dan bu dewi baru saja sampai dirumah yang tentunya langsung disambut baik oleh bi iyam.


"Selamat datang di rumah nyonya dewi" Ucap bi iyam dengan senyuman yang menghiasi wajahnya


"Iya bi terimakasih"


"Bi...saskia mana? Tanya Siska saat menyadari ia sama sekali belom melihat saudarinya sejak sampai dirumah tadi

__ADS_1


"Non Saskia pergi ke makam tuan Refan non"


"Benarkan sayang apa yang mama bilang Saskia itu gak pernah peduli sama mama buktinya dia sama sekali gak jemput mama dirumah sakit, padahal kamu udah ngasih kabar ke dia kalo hari ini mama udah diperbolehkan pulang" Ucap bu dewi yang sengaja memancing Siska agar berasumsi kalo apa yang ia katakan selama ini mengenai Saskia yang tidak pernah peduli padanya memang benar dan membuat Siska membenci Saskia.


__ADS_2