Kasih Sayang Kembaranku

Kasih Sayang Kembaranku
25. Dijebak


__ADS_3

Malam ini Siska terlihat sedang duduk didepan meja riasnya. Gadis itu sedang menunduk melihat layar ponselnya, sudah setengah jam ia menunggu balasan pesan dari Lia.


Beberapa menit yang lalu, Siska mengirimkan pesan pada Lia. Didalam pesan itu, Siska bertanya pada Lia apakah ia boleh datang ketempat itu bersama temannya atau tidak.


Namun sampai saat ini, ia belum mendapatkan balasan pesannya. Dan hal itu membuat dirinya bingung, ia takut jika harus datang kesana sendirian.


Padahal sebelumnya saskia sudah memperingatkan dirinya untuk tidak datang ketempat itu, tapi karena ia sudah terlanjur meng-iya kan permintaan Lia. Mau tak mau ia harus datang untuk menepati janjinya, namun sekarang ia ragu untuk datang ketempat itu apalagi jika ia harus kesana sendirian.


"Aduh ini gimana ya, kok aku jadi bimbang gini" gumam Siska


Gadis itu berniat beranjak dari duduknya. Namun saat mendengar notif dari ponselnya, ia mengurungkan niatnya dan duduk kembali. Tangannya terulur mengambil ponselnya yang ia letakkan diatas meja rias untuk melihat notif pesan yang muncul dilayar berandanya, dan pesan itu dari orang yang ia tunggu-tunggu siapa lagi kalau bukan Lia.


Lia: Lo boleh berangkat sekarang, nanti kalau udah sampai kabari gue. Nanti gue jemput Lo kedepan.


Siska membaca pesan yang dikirim oleh Lia, namun balasan itu bukan jawaban yang ia inginkan. Beberapa menit kemudian ia mendapat kembali pesan dari Lia. Dan saat membaca pesan yang kedua itu matanya membulat sempurna, ia sampai membacanya hingga dua kali berharap ia salah baca, namun sia-sia apa yang ia baca itulah kebenarannya.


Lia: Inget lo harus datang sendiri dan jangan ajak siapapun.


Siska hanya menghela nafasnya saat membaca pesan itu. Kenapa sekarang dia harus ragu untuk datang, padahal tadi saat disekolah. Ia dengan mudah meng-iya kan permintaan Lia.


Dan sekarang mau tidak mau ia harus datang ketempat itu sendirian, sesuai dengan perintah Lia. Lagi pula ia juga penasaran bantuan apa yang Lia minta dari gadis biasa seperti nya.


Tepat pukul sepuluh malam. Siska sudah rapi dengan pakaian nya, ia memakai dress selutut berwarna merah maroon dengan lengan pendek yang menutupi bahunya.


Gadis cantik dengan polesan make up tipis itu terlihat menuruni anak tangga dengan hati-hati. Ia terlihat sangat elegan saat menuruni anak tangga itu secara perlahan. Sampai saat dilantai dasar, ia melihat bi iyam sudah berdiri didekat sofa ruang tamu dan sedang menatap dirinya dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Bibi belum tidur?" Tanya Siska sembari menghampiri Art dirumah itu.


"Belum non"


"Non malam-malam begini mau kemana? Kok rapi sekali" Dahi wanita paruh baya itu sampai berkerut memandang anak majikannya yang terlihat sangat rapi.


Pasalnya Siska dan Saskia memang sedikit berbeda, jika Saskia sudah sering keluar malam untuk bekerja berbeda dengan Siska. Gadis itu jarang keluar rumah saat sudah malam hari apalagi jika jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam keatas kecuali jika ada hal penting, tapi justru sekarang ia melihat anak majikannya nya itu tampil berbeda malam hari ini, seperti ingin pergi keluar.


"Iya bi, aku memang ingin izin pergi keluar sebentar ada urusan"


"Apa non udah izin sama bu dewi kalo mau keluar malam?"


"Belum bi, aku lupa tapi kalo nanti mama tanya bilang aja kalo aku ada urusan" Ucap Siska


"Tapi non bibi gak berani ngomong seperti itu sama bu dewi. Bibi takut bu dewi marah non"


"Yaudah non, tapi non hati-hati dijalannya ya. Kalo ada apa-apa telpon bibi langsung atau gak telpon non Saskia. Kan non Saskia jago berantem, pasti dia bisa lindungi non"


"Iya bi, bibi tenang aja ya. Yaudah kalo gitu aku jalan sekarang ya takut kemalaman" Ucap Siska sembari mencium punggung tangan bi iyam


Bi iyam mengelus punggung anak majikannya itu dengan lembut sembari tersenyum, ia sudah menganggap kedua putri majikannya seperti putrinya sendiri "Iya non hati-hati dijalan"


Siska hanya menjawab bi iyam dengan anggukan dan senyumannya, setelah itu Siska berlalu pergi meninggalkan bi Iyam yang masih menatap punggungnya dengan tatapan khawatir.


Malam ini Siska mengendarai mobil nya sendiri tanpa ditemani oleh sang supir yang biasa mengantar dirinya kesekolah.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga puluh menit. Gadis itu kini menghentikan mobilnya didepan sebuah bangunan tinggi yang terlihat kokoh dari luar.


Siska membuka kaca mobil, ia melihat ada beberapa orang yang masuk kedalam bangunan itu. Sudah Lima menit berlalu, ia menatap kearah gedung itu. Kini gadis itu mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan mengetikkan sesuatu diponselnya, setelah selesai ia kembali menatap kearah gedung itu. Ia tidak tau tempat apa ini, karena memang sebelumnya ia belum pernah datang ketempat ini.


Terlihat seorang gadis cantik keluar dari dalam gedung itu dan mendekat kearah mobil Siska. Gadis itu mengetuk kaca mobil yang sebelumnya sudah ditutup kembali oleh sang pemilik.


"Lia" Siska terkejut saat melihat penampilan Lia yang sangat minim


"Ayo turun. Ikut gue" Ucap Lia dan berlalu pergi begitu saja, kembali masuk kedalam gedung itu.


Siska turun dari mobilnya dan mengikuti langkah Lia yang membawa nya masuk kedalam gedung itu.


Siska tersentak kaget saat sudah berada didalam. Ia melihat banyak sekali orang-orang disana yang memakai baju minim yang kini terlihat sedang berjoget mengikuti alunan lagu yang diputar dengan cukup keras, bahkan ia juga bisa melihat banyak para lelaki diantara para wanita yang sedang berjoget. Jika Siska perhatikan lebih jelas lagi beberapa dari laki-laki maupun wanita yang ada di sana terlihat jelas kalau mereka sedang mabuk saat ini.


"Kenapa melamun? Ayo ikut gue" Ucap Lia sembari menarik tangan Siska


"Tunggu sebenarnya bantuan apa yang kamu butuhkan dari aku? Kenapa kamu bawa aku ketempat seperti ini" Ucap Siska menahan tubuhnya sehingga Lia tidak bisa menarik tangannya


"Ck! Seperti nya lo udah tidak sabar ya? Baiklah akan gue jelaskan" Ucap Lia santai sementara siska sudah menatap gadis itu dengan serius


"Gue punya adik perempuan yang susah sekali diatur, dia datang ketempat ini tanpa sepengetahuan gue. Dan gue minta bantuan Lo untuk bujuk adik gue untuk pulang, karena kalo gue yang ngomong dia gak bakal dengerin gue"


"Jadi gue harap lo bisa bantu gue dalam hal ini, kalau lo bisa bujuk adik gue untuk pulang. Gue janji gak akan pernah ganggu hidup lo lagi. Gimana lo mau terima tawaran gue?" sambung Lia


"Kamu serius dengan ucapan kamu? Kalo seandainya aku berhasil bujuk adik kamu untuk pulang, kamu mau menepati janji kamu itu?"

__ADS_1


"Tentu. Lo tenang aja gue akan tepati janji gue, jadi gimana lo mau terima tawaran gue?"


"Iya aku terima tawaran kamu" Ucap Siska membuat Lia tersenyum penuh arti


__ADS_2