
Pagi ini Siska sudah rapi dengan seragam sekolahnya, namun sebelum berangkat kesekolah ia ingin mengecek kondisi Saskia terlebih dahulu.
Tok...
Tok...
Tok...
"Saskia...ini aku, aku boleh masuk" Ucap Siska yang kini sudah berdiri didepan pintu kamar Saskia
"Hmm masuk aja" Ucap Saskia dari dalam kamar
Siska kemudian membuka pintu kamar saudarinya, setelah pintu terbuka ia bisa melihat Saskia yang masih berbaring dikasurnya. Siska mencoba mendekati Saskia untuk menanyakan kondisi saudarinya.
"Kia, gimana keadaan kamu sekarang apa sudah membaik?" tanya Siska yang kini sudah duduk ditepi ranjang samping Saskia
"Iya gue udah ngerasa lebih baikan dari kemarin, cuma masih pusing sedikit aja" Ucap Saskia yang kini sudah duduk bersandar di ranjangnya
"Yaudah kamu istirahat aja, gak usah masuk sekolah dulu nanti biar aku bilangin ke wali kelas kamu kalo kamu lagi sakit" Ucap Siska yang langsung dibalas anggukan oleh Saskia
"Kamu hari ini masuk kerja?" tanya Siska
"Enggak hari ini jadwal nya gue libur" ucap Saskia dengan menggelengkan kepalanya
"Yaudah bagus kalo gitu, jadi kamu bisa istirahat total" Ucap Siska
"Lo mau berangkat sekolah sekarang?" Tanya Saskia saat melihat siska sudah rapi dengan seragam sekolahnya
"Iya tapi aku mau sarapan dulu, sekalian nanti aku bawain sarapan kamu ke kamar ini"
"Enggak usah, nanti kalo gue laper gue bisa turun buat makan"
"Gapapa kia, lagian hari ini mama masih ada dirumah dia berangkat kerjanya agak siangan. gak mungkin kan kamu turun kebawah apalagi mama masih marah sama kamu, yang ada nanti kalian bisa bertengkar lagi. aku gak mau kalo kamu bertengkar lagi sama mama, kalian berdua itu orang terpenting dalam hidup aku dan aku gak mau liat kalian bertengkar" Ucap Siska
"Iya juga sih. Yaudah terserah lo aja itu juga kalo lo gak ngerasa direpotin sama gue"
"Enggak dong kia, aku gak ngerasa direpotin kok sama kamu. kamu itu saudari aku, udah kewajiban aku buat bantuin saudarinya apalagi kondisi kamu lagi sakit kaya gini" Ucap Siska dan hanya dibalas anggukan oleh Saskia.
kemudian Siska melangkahkan kakinya menuju lantai bawah untuk sarapan, dan nanti selesai sarapan dia akan mengantarkan sarapan Saskia terlebih dulu barulah ia akan berangkat sekolah
Sedangkan dikediaman keluarga Ansel sekarang, laki-laki itu tampak sedang sarapan bersama kedua orang tuanya sambil membahas kepulangan Isran sang kakak yang sore ini akan tiba di Indonesia. Irsan memang pergi ke Australia untuk mengembangkan kariernya sebagai dokter disana, dan sekarang ia akan pulang ke tanah air, karena ingin mengabdikan dirinya sebagai dokter di tanah kelahirannya.
"Ansel, tadi kakak kamu sudah menghubungi papa dan kakak kamu bilang ia akan sampai dibandara jam empat sore. Jadi kamu jangan sampai telat jemput dia ya" Ucap Pak Irwan
"hmm iya pah" Ucap Ansel malas
__ADS_1
"Yasudah cepat kamu habiskan sarapan kamu Ansel" Ucap bu agnes
"Iya mah"
Di SMA BINAKARYA terlihat Siska baru saja sampai dikelas yang ternyata suasananya masih sepi. dan itu karena baru beberapa orang saja yang sudah datang, mungkin karena ia terlalu kepagian datang nya. karena citra juga belum datang akhirnya ia memilih belajar sambil mengenakan earphone ditelinga nya.
Sedangkan Ansel, ia juga baru sampai diparkiran sekolah dengan motor Sport nya. Ansel juga ternyata masih satu sekolah dengan Siska dan Saskia, bahkan masih satu kelas dengan Saskia yang artinya Ansel kelas 12 IPA 2. Namun mereka belum mengenal satu sama lain hanya sekedar tau kalo mereka sekelas, dan tak jarang juga Ansel yang selalu curi pandang ke Saskia tapi sayangnya Saskia tidak menyadari hal itu.
"Wish sel, tumben lo jam segini udah dateng" Ucap Abi saat melihat Ansel duduk di kursi samping dirinya. Abi merupakan salah satu sahabat Ansel, kini Ansel sudah berada di kelas
"Iya" Ucap Ansel singkat
"Yaelah lo ngapa sih sel, mukanya kusut gitu kaya pakaian belom distrika aja lo" Ucap Vian yang juga sahabat dari Ansel dan Abi
"Lagi kesel gue sama bokap. masa dia nyuruh gue jemput bang Irsan di bandara" Ucap Ansel sembari menghembuskan nafasnya kasar
"Jadi bang Irsan balik ke indo?" Ucap Abi tak percaya
"Iyalah ngapain gue bohong"
"Terus lo ngapain kesel gitu kalo bang Irsan balik ke indo, harusnya lo seneng dong?" kini gantian Vian yang bertanya pada Ansel
"Masalahnya gue malas jemput dia dibandara" Ucap Ansel dengan wajah cemberutnya
"Yaelah lo ngapain ribet sih. kalo emang lo gak mau jemput bang Irsan dibandara, kan lo bisa nyuruh sopir lo buat jemput bang Irsan di bandara" Ucap vian yang langsung diangguki oleh abi sebagai tanda ia setuju dengan usul vian
"Yaudah sih, itu berarti derita lo" Ucap vian
"Yeh rese lo, bukannya ngasih solusi yang bener buat temen, eh malah ngatain" Ucap Ansel jengkel
"Yaudah sel lo jemput aja bang Irsan dibandara, nanti kita temenin deh" Ucap abi
"Yaudah oke. tapi Lo berdua harus nemenin gue ke bandara ya" Ucap Ansel yang langsung diangguki oleh kedua temannya
Tidak lama terdengar suara bel masuk, dan semua para guru terlihat memasuki kelas masing-masing untuk mengajar para muridnya
***
"Bosen juga lama-lama kalo cuma tidur-tiduran dari tadi" Gumam seorang gadis yang tak lain dan tak bukan adalah Saskia.
Karena bosan berada dikamar terus dan kondisinya yang kini juga sudah mulai membaik, akhirnya Saskia memilih keluar dari kamarnya. setelah berada dilantai satu ia sama sekali tidak melihat keberadaan mama nya, mungkin benar yang dibilang Siska kalo mama nya akan berangkat kerja walaupun tidak terlalu pagi seperti hari biasanya. dan mungkin sekarang mama nya sudah berangkat kerja
"Bii" Ucap saskia memanggil pembantu yang sudah lama bekerja dirumahnya
"Iya non ada yang bisa bibi bantu?" Ucap seorang wanita paruh baya dengan sedikit berlarian
__ADS_1
"Gak ada bi, aku cuma mau nanya. Mama udah berangkat kerja ya?"
"Iya non, tadi nyonya berangkat sekitar jam setengah delapan" Ucap wanita paruh baya itu yang bernama bi iyam
"oh yaudah, bibi boleh lanjutin pekerjaan bibi" Ucap Saskia yang langsung diangguki oleh bi iyam dan pergi meninggalkan saskia
karena tidak tau harus ngapain akhirnya Saskia memutuskan untuk kembali ke kamar nya. sesampainya dikamar ia langsung mengambil handphonenya untuk mengecek takut kalau ada pesan dari teman-temannya, dan memang benar ada beberapa pesan yang masuk dihp nya.
Dan seketika ia baru menyadari sesuatu saat melihat salah satu pesan dari seseorang yang menanyakan apakah ia bisa datang untuk memenuhi undangan makam malamnya atau tidak, ya pesan itu tentunya dari pak Irwan owner dari kafe tempat ia bekerja. dan segera ia balas pesan dari pak Irwan, sebenarnya ia ingin menolak undangan makan malam tersebut tapi ia tak sampai hati kalo harus menolak undangan pak Irwan apalagi mengingat pak Irwan adalah owner di kafe tempat kerja nya sekarang. mau tak mau ia harus menerima undangan pak Irwan.
Setelah membalas pesan dari pak Irwan, Saskia beranjak dari duduknya dan mengambil kunci motor serta jaket kulit yang biasa ia gunakan jika berpergian. Saat sudah dijalan ia menghentikan motornya di salah satu tempat laundry dikota itu, untuk mengambil seragam yuni yang sempat ia titipkan ditempat laundry ini untuk dicuci. Ya Saskia pergi memang untuk mengembalikan seragam kerja yuni yang sempat ia pinjam kemarin
***
Jam kini sudah menunjukkan pukul empat sore, sesuai dengan perintah sang ayah kini Ansel sudah sampai dibandara untuk menjemput kakak nya dan tentunya Ansel tidak sendiri ia ditemani oleh Abi dan vian.
"sel, bang Irsan mana ini udah jam empat tapi dari tadi gue gak liat dia" Ucap Vian
"Gak tau gue juga, kata bokap sih dia nyampe disini jam empat" Ucap Ansel sambil celingukan mencari keberadaan sang kakak
"Coba lo telpon deh kali aja diangkat" Ucap abi
"bentar, gue coba telpon dia dulu" Ucap Ansel kemudian merogoh kantong nya, dan mengambil handphone untuk menghubungi sang kakak namun setelah mencoba beberapa saat panggilan tidak dapat terhubung
"Gak bisa hp nya gak aktif" ucap Ansel sambil mengacak rambutnya frustasi
"Eh liat itu sel, itu bang Irsan" ucap Vian saat melihat lelaki bertubuh atletis dengan postur tubuh yang tinggi dan memiliki kulit putih bersih memakai kemeja coklat sambil menyeret koper nya
Perkataan Vian barusan membuat kedua temannya menoleh kearah nya, dan mengikuti arah pandang Vian yang membuat keduanya sontak berdiri untuk menyambut kedatangan Irsan.
"Bang Irsan" panggil Ansel yang membuat Irsan menoleh kearah mereka. mereka bertiga pun langsung menghampiri Irsan
"Hai, gimana kabar kalian bertiga?" Ucap Irsan ramah. Irsan mengenal Abi dan vian, karena mereka berdua merupakan teman Ansel sejak mereka masih SMP
"Kita baik bang, bang Irsan sendiri gimana kabarnya?" Ucap Abi
"kabar baik seperti yang kalian liat sekarang" Ucap Irsan
tersenyum ramah
"Bang Irsan bawa oleh-oleh buat kita gak dari Australia?" Ucap vian
"Hahaha dasar kalian...iya aku bawain juga oleh-oleh buat kalian. jadi kalian tenang aja" Ucap Irsan terkekeh melihat kedua teman adiknya
"Makasih bang Irsan" Ucap Vian sambil tersenyum
__ADS_1
"Sama-sama"
"Udah ngobrol nya? mending sekarang kita langsung pulang" Ucap Ansel. Mendengar perkataan adiknya barusan membuat Irsan hanya bisa mengela nafas nya, ternyata sikap adiknya ini tidak berubah masih saja cuek dengan dirinya