
"Masih berani lo lawan gue, maju sini lo berdua gue gak takut sama kalian" Ucap Saskia menantang kedua pria tersebut yang kini sudah tergeletak ditanah dengan luka dibagian wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya.
"Awas lo, kita bakal tandain muka lo. dan bakal balas dendam atas kejadian hari ini" Ucap salah satu pria tadi sambil mencoba beranjak bangun dan membantu temannya yang luka nya terlihat lebih parah.
Saskia hanya tersenyum miring menatap kedua pria itu dan berjalan mendekati kedua pria itu yang terlihat mundur beberapa langkah karena melihat Saskia berjalan mendekati nya.
"Jangan banyak bacot. Lo mau pergi dari sini atau gue abisin lo disini" Ucap Saskia sambil menatap dua pria itu dengan tatapan tajam
Tanpa banyak bicara kedua pria itu kini berlari cepat menjauh dari Saskia. Saskia yang melihat kedua pria itu lari terbirit-birit hanya bisa tersenyum miring, kemudian kembali naik keatas motornya. namun sebelum memakai helm, ia mengusap sudut bibirnya kanannya yang mengeluarkan sedikit darah karena terkena pukulan dari salah satu pria tadi.
Saskia segera memakai helmnya saat melihat jam tangan yang melingkar ditangannya hampir menunjukkan pukul setengah tiga sore, ia kembali menyalakan mesin motornya dan berlalu pergi dari sana menuju kafe.
****
Sedangkan dirumah bu dewi sekarang, terlihat wanita itu sedang menyambut kedatangannya Siska yang baru saja sampai dirumah, dan tentunya gadis itu tidak sendirian karena citra ada bersama nya. karena harus mengerjakan tugas kelompok yang diberikan oleh guru mereka.
"Sayang kamu sudah pulang nak?" tanya bu dewi saat melihat siska ada diambang pintu masuk dengan tas yang masih ia gendong dipundaknya
"Iya mah" Ucap Siska cuek sambil melangkahkan kakinya menuju sofa dan duduk disana sembari meletakkan tasnya dimeja
"Lohh ini siapa?" tanya bu dewi saat melihat citra yang sedang berdiri disampingnya
"Hallo tante, aku citra teman sebangku Siska dikelas" ucap citra sambil mencium punggung tangan bu dewi
"Oalah nak citra itu temannya putri tante toh, maaf ya tante gak tau soalnya" Ucap bu dewi sambil tersenyum kearah citra
"Iya gapapa tante, aku main kesini karena mau ngerjain tugas kelompok bareng siska boleh kan tan?"
"Ya boleh dong nak citra, masa iya gak boleh. kelompok kalian cuma dua orang?" tanya bu dewi sambil menatap citra dan siska bergantian
"Iya tante"
"Yasudah kalian sekarang kerjakan saja tugas kelompok nya, tante akan kedapur dulu buat minta bi iyam siapin minuman sama cemilan buat nemanin belajar kalian" Ucap bu dewi
"Iya tante" Ucap citra sambil tersenyum dan duduk disofa panjang samping siska untuk mengerjakan tugas kelompok mereka
"Bi tolong bikinin minuman sama sekalian bawain cemilan yang ada di kulkas untuk Siska dan temannya ya, mereka ada diruang tamu tolong cepat ya bi" Ucap bu dewi saat sudah didapur
"Baik bu" Ucap bi iyam yang langsung diangguki oleh bu dewi
Setelah itu bu dewi membalikkan badannya bermaksud ingin pergi ke kamarnya, namun dering hpnya berbunyi yang membuat bu dewi menghentikan langkahnya untuk menerima panggilan telepon yang ternyata dari anak buahnya.
"Ada apa?" Ucap bu dewi saat panggilan terhubung
"Maaf bos kami gagal menjalankan tugas yang diberikan kemarin" Ucap seorang pria dari sebrang telpon yang membuat bu dewi marah saat mendengar anak buahnya gagal menjalankan perintahnya
"Kalian benar-benar bodoh, bagaimana kalian bisa kalah dengan gadis lemah seperti itu hah" Ucap bu dewi dengan nada tinggi dan terlihat dari raut wajahnya yang merah padam
"Maaf bos, tapi dia bukan gadis lemah dia bisa bela diri" Ucap pria itu
__ADS_1
"Alasan kalian, kalian memang tidak becus untuk mengurus gadis lemah itu saja kalian tidak bisa. pokoknya saya tidak mau tau kalian harus bisa mencelakai anak itu bagaimana pun caranya" Ucap bu dewi dengan nada yang semakin meninggi kemudian ia mematikan panggilan itu secara sepihak karena masih kesal sekaligus marah karena rencananya gagal
***
"Assalamualaikum" Ucap ansel saat memasuki rumah dan berjalan kearah sofa yang ada di ruang tamu
"Walaikumsallam" Jawab bi asih sambil berjalan menghampiri ansel dan menutup pintu kembali saat ansel sudah duduk disofa
"Mama mana bi?" tanya ansel
"Nyonya ada dikamar den, memangnya ada apa den. aden butuh sesuatu?" tanya bi asih
"Iya bi, tolong buatin aku coklat panas ya, dan nanti tolong anterin kekamar" Ucap ansel sembari beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang ada dilantai dua
"Iya den" Ucap bi asih berjalan kearah dapur untuk membuat coklat panas
Sedangkan dikafe sunrise, Saskia baru saja sampai disana dengan motornya. Ia pun segera turun dari motornya dan masuk kedalam kafe, tak lupa ia mengganti seragam nya sebelum memulai bekerja.
"Saskia" panggil Yuni dan berhasil membuat saskia menoleh menatapnya
"Apa?" tanya Saskia dengan wajah datar
"Kamu dipanggil pak irwan, disuruh keruangan nya sekarang"
"Oke" Ucap Saskia dan pergi menuju keruang pak irwan
Tok...
Tok...
Tok...
"Permisi pak, bapak manggil saya?" tanya Saskia setelah membuka pintu dan berdiri diambang pintu
"Iya silahkan masuk Saskia" Ucap pak irwan sembari menyenderkan punggungnya kekursi
Saskia pun menutup pintu dan kembali berjalan menghampiri pak irwan, dan berdiri didepan meja kerja pak irwan. Namun saat ia menoleh kearah sofa panjang yang ada diruangan pak irwan, ia baru menyadari kalo ada Irsan juga diruangan ini. yang terlihat sedang sibuk mengetik sesuatu dihpnya sendiri.
"Silahkan duduk saskia" Ucap pak irwan
"Ada apa ya pak?" tanya saskia saat sudah duduk di kursi depan pak irwan
"Maaf ya Saskia kalo saya mengganggu jam kerja kamu" Ucap pak irwan
"Jadi gini maksud saya manggil kamu kesini itu, karena pengen bikin keringanan untuk jam kerja kamu dikafe" lanjut pak irwan
"Maksudnya apa ya pak?" tanya Saskia dengan wajah bingung
"Karena mulai hari ini kamu juga akan mengemban tugas dari saya yaitu menjadi tutor belajar ansel. saya akan meringankan jam kerja kamu dikafe ini dari jam kerja biasanya" Ucap pak irwan
__ADS_1
"Maksudnya bapak mau ngurangin jam kerja saya dikafe?" tanya Saskia
"Iya benar sekali. Jadi mulai dari hari ini jam kerja kamu terhitung dari jam tiga sampai jam delapan"
"Tapi pak, kalo begitu apa uang gaji saya dikafe akan dipotong dari gaji yang biasa saya dapatkan?" tanya saskia lagi
"Kamu tenang saja, gaji kamu akan saya berikan seperti sebelumnya" Ucap pak Irwan
"Tapi pak kalo seperti itu, karyawan yang part time dikafe ini pasti akan iri dengan saya"
"Kamu tenang saja untuk urusan gaji mereka tidak ada yang tau, dan kalo jam kerja kamu yang berubah mereka sudah mengetahui ini dari saya tadi pagi saat meeting" Ucap pak irwan
Saskia yang mendengar itu hanya bisa menganggukan kepala nya, dan menoleh kearah sofa panjang yang sedang diduduki oleh irsan yang ternyata juga sedang menatap dirinya. Melihat itu Saskia kembali menatap kearah pak irwan untuk Izin keluar dan melanjutkan pekerjaannya
***
Jam kini sudah menunjukkan pukul delapan yang artinya jam kerja Saskia sudah selesai. saskia saat ini sedang berada diruang ganti baju, setelah selesai ia menuju ke area parkiran. namun saat sudah keluar dari ruang ganti, ia melihat ada Irna yang sedang berjalan menghampiri dirinya.
"Ciee kia, mau mengemban tugas sebagai tutor belajar untuk anak nya pak bos nih semangat ya" Ucap Irna sambil cengengesan
"Iya, yaudah gue duluan ya" Ucap Saskia dan kembali berjalan menuju parkiran
saat sudah berada diparkiran, ia segera menaiki motornya tak lupa sebelum jalan ia menggunakan helm hitam full face nya.
Sekitar dua puluh menit berkendara saskia sudah sampai dirumah besar milik keluarga ansel, kini pak agus selaku satpam dirumah pak irwan langsung membukakan pagar untuk Saskia karena sudah mengetahui kalo saskia mulai hari ini akan menjadi tutor belajar untuk ansel.
"Selamat datang neng saskia" Ucap pak agus saat melihat Saskia sudah turun dari motornya
"Iya pak, ansel ada didalam?" tanya saskia
"Iya ada neng, mau bapak anter masuk kedalam?" tanya pak agus
"Makasih pak, tapi saskia sendiri aja masuk kedalamnya" Ucap Saskia
"Yaudah kalo gitu bapak permisi mau balik ke pos" Ucap pak agus yang langsung diangguki oleh Saskia
Tok...
Tok...
Tok...
"Permisi, assalamualaikum" Ucap Saskia
"Walaikumsallam" Ucap bu agnes dari dalam, dan tak lama pintu terbuka
"Tante ansel ada?" tanya saskia sambil menatap wajah bu agnes
"Iya ada, silahkan masuk Saskia biar tante keatas dulu panggil anselnya"
__ADS_1
"Iya tante"