Kasih Sayang Kembaranku

Kasih Sayang Kembaranku
16. Flashback Part 3


__ADS_3

"Saskia ya ampun kamu darimana aja nak, mama khawatir sama kalian" Ucap bu dewi yang kini sudah jongkok sembari memeluk saskia


"Tunggu sebentar..adik kamu mana?, kok gak sama kamu. Adik kamu mana Saskia?" Ucap bu dewi sembari melepaskan pelukannya dan menatap sekeliling mencari keberadaan Siska


"Permisi bu" Ucap seorang pria tua yang berdiri disebelah Saskia


Mendengar suara seseorang membuat bu dewi mendongak dan menatap pria tua yang ada disamping putrinya dengan tatapan bingung.


"Iya anda siapa ya? Kenapa salah satu putri saya bisa bersama anda?" Tanya bu dewi sembari berdiri dan menatap pria tua yang ada dihadapannya


"Jadi begini bu, tadi waktu saya mau berangkat kekantor saya melewati taman yang ada disebrang sana, dan putri ibu ini memberhentikan mobil saya untuk minta tolong..." Ucap pria itu sembari menarik nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya


"Saskia minta tolong sama saya untuk membawa saudarinya yang kecelakaan kerumah sakit" Ucap pria itu sembari memegang pundak Saskia yang kini terasa bergetar, mungkin saat ini Saskia sedang menangis tanpa suara dengan kepala yang tertunduk dan rambut yang menutupi wajahnya


"Apa? P-putri saya kecelakaan. Enggak-enggak mungkin putri saya kecelakaan, kamu bohongin saya kan supaya saya memberikan uang kepada anda iya kan? Itu hanya akal-akalan anda untuk memeras saya iya kan jawab? Teriak Bu dewi pada pria tua itu yang kini terlihat mengernyitkan dahi nya karena bingung.


"Mah...apa yang dibilang sama om ini benal. Siska ketablak mobil waktu kami lagi main lali-lalian didekat taman" Ucap Saskia sembari mendongakkan wajahnya menatap sang ibu yang terlihat sedang marah saat ini


Mendengar suara putrinya membuat bu dewi beralih menatap Saskia. "Kamu lagi gak ikut bohongin mama kan Saskia?" tanya bu dewi


"Enggak mah, Saskia gak bohong. Siska benalan ketablak mobil" Ucap saskia yang bisa melihat ibunya menjatuhkan tubuhnya sampai jatuh terduduk dilantai dengan wajah yang sudah berlinang air mata.


"Hiks..hiks k-kenapa Siska bisa ketabrak mobil, bukankah mama sudah bilang sama kamu untuk main didalam rumah saja kenapa harus main keluar rumah segala"Ucap bu dewi disela-sela tangis nya dengan menatap Saskia yang ada didepan


Saskia yang tidak tega melihat sang mama menangis, akhirnya mendekat dan memeluk erat tubuh ibunya yang masih menangis sesunggukkan.

__ADS_1


"Maafin Saskia mah, ini salah Saskia yang gak bisa jagain siska. Saskia minta maaf mah, Saskia gagal jagain adik Saskia sendiri" Ucap Saskia yang ikut menangis dengan tangan yang masih memeluk bu dewi


"Iya ini semua salah kamu. Mama udah bilang kan sama kamu jangan ngajak adik kamu main diluar, Sekarang kamu liat apa yang terjadi sama Siska. dia kecelakaan karena keteledoran kamu yang gak bisa jagain dia" Teriak bu dewi sambil menatap tajam kearah Saskia yang kini terlihat ketakutan dan melepaskan pelukannya.


Tanpa bu dewi sadari, ia membentak putri nya sendiri didepan pria tua yang sedari tadi masih setia berdiri didepan pintu. dan menyaksikan semua percakapan antara ibu dan anak yang ada dihadapannya sekarang.


"Maafin Saskia mah, Saskia tau Saskia salah" Ucap Saskia dengan tangan terulur ingin menyentuh tangan sang ibu namun segera ditepis oleh bu dewi.


"Maaf bu, putri ibu yang bernama Siska sekarang ada dirumah sakit dan sedang ditangani oleh dokter. Sekarang saya harus kembali kekantor, untuk biaya rumah sakit sudah saya urus. Jadi ibu sebaiknya segera kerumah sakit untuk melihat perkembangan kondisinya" Ucap pria itu yang berhasil menyadarkan bu dewi dari kesedihannya dan terlihat bu dewi yang langsung bangkit berdiri saat ingat salah satu putri nya ada dirumah sakit.


"Iya saya akan segera kesana, dimana putri saya dirawat sekarang?" Ucap bu dewi sambil menghapus air matanya


"Ada dirumah sakit Medika indah"


Setelah mendengar nama rumah sakit tersebut, bu dewi kembali masuk kedalam rumah dan tak lama ia terlihat keluar dengan menggendong tas mini nya.


Bu dewi sempat menoleh kebelakang saat mendengar suara Saskia, namun tak mengatakan apapun dan kembali melanjutkan langkahnya memasuki mobil. Melihat itu Saskia segera menutup pintu untuk mengikuti langkah sang mama yang kini terlihat sudah masuk kedalam mobil namun belom menjalankan mobilnya.


"Pak makasih ya sudah mau menolong kembalan aku" Ucap Saskia pada pria tua yang ada dihadapannya sekarang, sebelum ikut melangkahkan kaki mengikuti sang mama yang sudah masuk kedalam mobil dan kini terlihat sedang menatap dirinya dari dalam mobil dengan wajah yang terlihat sedang menahan amarah.


"Iya Saskia sama-sama. Kamu hati-hati ya dijalan maaf bapak gak bisa anterin kamu kerumah sakit, karena bapak harus segera kekantor" Ucap pria tua itu


"Iya gapapa pak, kalo begitu aku pelgi dulu ya" Ucap Saskia dan kembali melanjutkan langkahnya menuju mobil sang mama


"Iya semoga adik kamu baik-baik saja ya" Ucap pria tua itu dengan suara yang sedikit meninggi, karena Saskia yang sudah masuk kedalam mobil dan terlihat sedang melambaikan tangan kearahnya.

__ADS_1


Setelah sampai diparkiran rumah sakit, Bu dewi segera turun dari mobil dengan berjalan tergesa-gesa sampai melupakan Saskia yang berjalan mengikutinya dibelakang.


"Dimana ruangan Siska?" Tanya bu dewi saat sudah sampai dilobby rumah sakit


"Ada diluangan yang itu mah" Ucap Saskia sembari menunjuk kesalah satu ruang perawatan yang ada disalah satu lorong bertuliskan UGD.


Bu dewi dengan langkah tergesa-gesa segera menghampiri ruangan yang terdapat putri nya didalam sana, namun karena pintu ruangan yang belom terbuka alhasil bu dewi hanya bisa menunggu didepan ruangan sambil mondar-mandir. Sampai pada akhirnya pintu ruangan tersebut terbuka dari dalam dan keluar lah satu dokter wanita dari sana.


"Dok gimana keadaan putri saya Siska?" Tanya bu dewi pada sang dokter yang kini sedang menatap nya serius


"Putri anda mengalami kerusakan pada kornea matanya, dan kami harus segera melakukan transplantasi kornea untuk pasien. Namun pihak rumah sakit sedang kesulitan untuk mendapatkan pendonor yang bersedia mendonorkan korneanya" Ucap sang dokter


"Lalu gimana nasib putri saya dok, tolong lakukan yang terbaik untuk putri saya" Ucap bu dewi dengan tangan yang disatukan didepan dadanya


"Kami akan melakukan yang terbaik untuk putri anda, semoga saja pihak rumah sakit segera mendapatkan donor kornea yang cocok untuk putri anda" Ucap sang dokter sembari memegang bahu bu dewi yang begetar karena menangis


"Saya permisi ya bu" Ucap sang dokter sembari menepuk pelan bahu bu dewi sebelum berlalu pergi


"Kamu liat gara-gara keteledoran kamu yang gak becus jaga Siska, sekarang Siska harus menanggung semuanya sendiri. Adik kamu buta gara-gara kamu yang bodoh dan gak becus menjaganya" Ucap bu dewi sedikit berteriak sambil menatap Saskia dengan tatapan tajamnya, hingga mengundang perhatian semua orang yang ada disana


"Hiks...hiks maafin aku mah, aku tadi udah pelingatin Siska untuk gak lali kejalanan tapi Siska gak mau dengelin aku mah" Ucap saskia yang kini sudah menangis sembari mengganggam tangan bu dewi, namun tangannya langsung ditepis kasar oleh bu dewi hingga Saskia jatuh kelantai dan membuat orang yang ada disana menggelangkan kepala melihat perlakuan kasar bu dewi barusan.


"Maksud kamu apa hah? Kamu nyalahin Siska yang gak mau dengerin peringatan kamu gitu, denger ya kamu itu saudari kembarnya aturan kamu bisa mencegah dia bagaimana pun caranya. Lagian saya sudah bilang kan sama kamu agar jangan main diluar rumah selama saya gak bersama kalian" Ucap bu dewi dengan lantang bahkan sekarang ia sudah berbicara dengan kata saya pada putri kandungnya sendiri


"Aku gak belmaksud nyalahin Siska mah, dan untuk keluar rumah secala diam-diam itu bukan salah aku. tapi Siska yang maksa aku untuk main kelual" Ucap saskia yang berhasil membuat bu dewi bertambah marah dengan ucapannya barusan, yang secara tidak langsung menyalakan Siska.

__ADS_1


Plakk!!


__ADS_2