Kasih Sayang Kembaranku

Kasih Sayang Kembaranku
29. Kesedihan Saskia


__ADS_3

Saat ini Saskia sudah berada didalam ruang perawatan, gadis itu sedang duduk dikursi samping ranjang pasien.


Ia menatap sendu saudarinya yang saat ini tengah terbaring dengan mata terpejam atau lebih tepatnya tertidur karena telah mengkonsumsi obat tidur itu.


Saskia lupa kalau ia sama sekali belum menghubungi bi iyam untuk memberikan kabar mengenai Siska saat ini, waktu di koridor rumah sakit tadi ia tidak jadi menghubungi Art dirumahnya itu karena terlalu syok saat mendengar penjelasan dari dokter mengenai saudarinya.


"Astaga gue lupa belum ngabarin mama, pasti sekarang mama khawatir karena gue sama Siska belum pulang"


Gadis itu mengambil ponselnya dari dalam saku celana jeans dan langsung mengaktifkan ponsel itu, Saskia Melihat sudah banyak sekali notif pesan masuk dan ada juga panggilan tidak terjawab dari bi iyam. ia segera menghubungi balik nomor bi iyam untuk memberitahukan kondisi Siska saat ini.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsallam non. Alhamdulillah akhirnya non telpon bibi juga, bibi daritadi udah hubungi nomor non beberapa kali tapi ponsel non gak aktif"


"Iya maaf bi tadi ponselnya gak aku aktifkan, jadi gak tau kalo ada telpon dari bibi"


"Terus non dimana sekarang? Kenapa sampai jam segini belum pulang?" Ucap bi iyam


"Aku ada dirumah sakit bi"


"Astaga non kenapa? Non saskia sakit?"


"Enggak kok bi, saskia baik-baik aja"


"Terus kenapa bisa masuk rumah sakit gitu? Mana Ibu dirumah juga lagi marah-marah karena non Siska belum pulang. Non Siska tadi izin sama bibi mau keluar rumah sebentar, katanya mau nolongin temennya yang lagi butuh bantuan tapi sampai sekarang belum pulang" Ucap bi iyam dengan helaan nafasnya


"Bibi tenang dulu ya, aku gapapa dan siska ada kok sama aku sekarang"


"Lho, non gimana bisa? Tadi non Siska izin keluar nya karena mau nolongin temennya yang butuh bantuan terus kenapa bisa sama non Saskia"


"Bi tolong denger aku baik-baik ya. Tolong sampein ke mama kalo Siska saat ini ada dirumah sakit, tapi kalian gak usah khawatir Siska gak kenapa-kenapa kok kadi gak ada yang perlu dikhawatirkan"


"R-rumah Sakit? Ya Allah non sebenarnya apa yang terjadi, tolong kasih tau bibi yang jelas"


"Bibi gak usah khawatir ya, Kondisi Siska baik-baik aja kok"


"Terus gimana ceritanya non Siska bisa masuk rumah sakit? Apa sesuatu telah terjadi non?"


"Setelah pulang dari rumah sakit nanti aku cerita semuanya ke bibi ya. Sekarang tolong sampaikan pesanku tadi ke mama"

__ADS_1


"Iya non, bibi kekamar nyonya dulu ya non"


"Hmm tunggu bi"


"Iya non ada apa?"


"Aku mau nanya sama bibi tapi tolong jawab jujur ya bi"


"Iya non, apa yang ingin non bicarakan?"


"Bi apa mama mengkhawatirkan aku juga karena aku sampai sekarang belum pulang kerumah?"


"A-anu non bibi gak tau kalo soal itu, tapi ibu tadi cuma nanya tentang non Siska aja ke bibi"


Saskia hanya bisa menghela nafasnya saat mendengar jawaban dari bi iyam. Ia terlalu mengharapkan ibunya bisa mengkhawatirkanya saat dirinya telat pulang kerumah, sama seperti ibunya yang mengkhawatirkan Saudarinya. Namun itu semua hanya mimpi yang tidak pernah bisa menjadi nyata.


"Oh gitu, yaudah bi aku tutup dulu ya telponnya"


"Iya non bibi juga mau nyampein kabar ini ke bu dewi"


Panggilan berakhir bersamaan dengan air mata saskia yang menetes keluar dari pelupuk matanya.


"Gue pengen ngerasain jadi Lo sekali aja. Gue cuma pengen ngerasain kasih sayang mama, ngerasain rasanya dikhawatirin saat kita telat pulang kerumah, ngerasain rasanya dipeluk sama mama saat kita ada masalah, dan gue juga pengen cerita banyak hal ke mama setiap kali kita pulang dari sekolah. Pasti rasanya seru banget, tapi sayangnya gue gak bisa ngerasain hal itu. Cuma lo yang bisa ngerasain hal itu" Ucap Saskia dengan suara parau. Tangis gadis itu kini pecah, bahunya bergetar dengan kepala tertunduk.


Untuk sesaat gadis itu menangis sesenggukan dengan kepala yang masih tertunduk, ia mengeluarkan segala beban pikirannya yang selama ini ia tahan melalui tangisnya. Saskia jarang sekali menangis tapi untuk saat ini, entah kenapa dia merasa lelah dengan semuanya hingga ia menumpahkan semuanya lewat tangisan.


Gadis itu kini kembali menegakkan kepalanya sembari menghapus air mata yang sudah membasahi pipinya, ia menatap wajah cantik saudarinya dengan mata yang sembab "Capat bangun ya, mama khawatir sama lo"


Setelah berkata seperti itu saskia kini beranjak dari duduknya. Ia ingin keluar untuk menghirup udara segar, hatinya saat ini terasa sesak menerima kenyataan ini. Namun baru dua langkah ia melangkahkan kaki, suara dering ponsel yang berbunyi membuat langkahnya terhenti.


Saskia melihat ponselnya yang ternyata ada panggilan masuk dari ansel. Ia menarik nafasnya dalam-dalam sebelum mengangkat panggilan itu.


Ia menoleh sesaat melihat siska lalu kembali melangkahkan kakinya keluar dari ruang perawatan saudarinya untuk menerima telpon dari ansel.


Sesampainya diluar Saskia langsung mengangkat panggilan dari ansel karena memang sedari tadi ia sudah menunggu kabar dari pria itu terkait lelaki yang tadi hampir saja melecehkan saudarinya, ia tidak mungkin melepaskan lelaki brengsek itu begitu saja.


"Halo" Ucap Saskia mengawali panggilan


"Halo lo dirumah sakit mana sekarang?"

__ADS_1


"Permata bunda"


"Oke, lo tunggu disana. Gue otw kerumah sakit sekarang"


"Eh tunggu, apa apaansih lo. Tiba-tiba bilang otw rumah sakit"


"Lah gue pengen kerumah sakit nyusulin Lo"


"Gak usah, mending sekarang lo kasih tau gue gimana perkembangan kasus tuh cowo brengsek. Dia udah lo bawa kekantor polisi kan?"


"Justru itu tujuan gue dateng kerumah sakit pengen ngasih info tentang kasus ini ke lo"


"Ya kan bisa dari telpon, lo gak perlu datang kesini"


"Udah gak usah bawel. Lima belas menit lagi gue sampai disana" Ucap ansel setelah itu panggilan ditutup secara sepihak membuat Saskia mendecak kesal


"Ck, nih cowo ngeselin banget sih, tinggal kasih tau aja perkembangan kasus nya gimana pake ditunda segala. Kan gue jadi penasaran kalo kaya gini" Ucap Saskia kesal sembari mendudukkan dirinya dikursi tunggu yang ada didepan ruang rawat saudarinya.


****


*Tok...Tok...To**k*


"Bu...Bu dewi"


Tok...Tok...Tok


"Bu dewi-"


"Iya tunggu sebentar"


Ceklek


"Ada apa bi?" Ucap Bu Dewi


"Lho bu dewi habis nangis?" Tanya bi iyam saat melihat mata majikannya yang terlihat memerah


"Ah...gak kok bi ini tadi cuma kelilipan aja, oh iya ada apa bi?" Ucap bu dewi mengusap matanya


"Begini bu tadi bibi dapet telpon dari non Saskia. Katanya non Saskia, non siska ada dirumah sakit sekarang" ucapan bi iyam membuat kedua bola mata bu dewi membulat sempurna

__ADS_1


"A-apa rumah sakit?"


__ADS_2