Kasih Sayang Kembaranku

Kasih Sayang Kembaranku
9. The First Conversation between Siska and Ansel


__ADS_3

Kini Saskia sedang berada dijalan menuju kerumah. setelah selesai berbincang dengan pak irwan dan yang lainnya, ia memutuskan pamit pulang dikarenakan hari juga sudah mulai malam. Saskia berada dirumah orang tua Ansel cukup lama dan ketika menyadari jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam ia akhirnya memilih pamit pada pak irwan serta bu agnes.


Sedangkan dirumah Siska terlihat sedang mondar-mandir didepan teras rumahnya, ia khawatir karena saskia masih belom pulang juga padahal jam sudah menunjukkan hampir pukul setengah sebelas malam.


"Sayang kamu ngapain malam-malam ada disini?" Tanya bu dewi sembari berjalan menghampiri Siska yang sedang mondar-mandir diteras rumah


"Aku lagi nunggu Saskia pulang mah, udah jam segini dia belom pulang. aku jadi khawatir sama dia" Ucap Siska dengan raut wajah yang terlihat gelisah


"Emang anak itu pergi kemana?" tanya bu dewi yang tidak mengetahui kalo Saskia pergi keluar malam ini. Karena memang saat Saskia ingin pergi, bu dewi masih berada didalam kamar sedang bersiap-siap untuk menemui dua anak buahnya dikafe tadi


"Kia diundang makan malam, sama pemilik kafe tempat kia kerja mah" Ucap Siska


"Oh yaudah biarin aja sih sayang, ngapain juga kamu khawatirin dia buang-buang waktu aja" Ucap bu dewi


"Mama kok ngomongnya gitu sih, kia juga putri mama lohh" Ucap Siska kesal


"Tap-" Ucapan bu dewi terpotong ketika mereka mendengar suara deru motor saskia yang memasuki gerbang.


"Saskia" Ucap Siska senang saat melihat Saskia yang sudah pulang dan segera menghampiri saudari nya dengan senyuman yang menghiasi wajahnya


Saskia bisa melihat wajah bahagia saudarinya dari balik helm full face nya. saat sudah mematikan mesin motornya Saskia segera melepaskan helmnya kemudian menatap saudarinya yang sudah berdiri disampingnya dengan tatapan datar.


"Ada apa?" tanya Saskia dengan mengernyitkan dahi


"Kamu kemana aja kia, aku khawatir sama kamu"


"Jadi lo nungguin gue dari tadi, karena khawatir sama gue?" tanya saskia yang langsung dibalas anggukan cepat oleh Siska


"Hmm...ini gue bawain martabak manis kesukaan lo. tadi gue beli ini dulu pas dijalan pulang" Ucap Saskia sambil menyerahkan kantong plastik yang berisi martabak kepada saudarinya


"Makasih kia, kamu baik deh" Ucap Siska tersenyum bahagia sambil menerima kantong plastik dari tangan saskia


"Hmm gue masuk dulu" Ucap Saskia turun dari motornya dan berlalu pergi meninggalkan Siska, namun saat mau masuk kedalam langkahnya terhenti saat melihat bu dewi berdiri diambang pintu dengan raut wajah sinis yang sedang menatap dirinya


Saskia yang melihat bu dewi sedang menatap dirinya, mencoba berjalan perlahan mendekat untuk mencium punggung tangan sang mama. namun tangannya ditepis kasar oleh bu dewi dan pergi begitu saja, saskia yang melihat itu hanya bisa menghela nafas. kemudian ia tetap melanjutkan langkahnya menuju kamarnya yang berada dilantai dua.

__ADS_1


*****


Keesokan harinya Siska dan Saskia kembali melakukan aktivitas nya yaitu bersiap untuk pergi ke sekolah.


Tok...


Tok...


Tok...


"Kia, ini aku. aku boleh masuk kan?" Ucap Siska dari luar pintu kamar Saskia


Namun tidak ada jawaban dari dalam, dan detik berikutnya Saskia membuka pintu kamarnya.


"Kenapa?" Ucap Saskia saat sudah membuka pintu kamarnya dan ia terlihat sudah rapi dengan pakaian seragam sekolahnya


"Kamu udah siap berangkat kesekolah?" Ucap siska


"Iya tapi hari ini... kayanya gue gak bisa berangkat sekolah bareng lo, lo tau kan alesan gue apa?" Ucap saskia


"Lagian tujuan aku kesini itu bukan karena itu. tapi aku kesini mau ngasih ini ke kamu" Ucap Siska sembari memberikan kotak makan kepada saudarinya yang langsung dibalas tatapan bingung dari Saskia


"Apaan?" Ucap Saskia dengan mengernyitkan dahinya


"Ini kotak bekal yang aku udah siapin buat kamu" Ucap siska


"Maksudnya?" tanya saskia yang tambah tidak mengerti


"Iya ini makanan untuk kamu buat disekolah"


"Ngapain? Kan ada kantin?" Ucap saskia


"Iya aku tau. tapi kan makanan diluar itu banyak yang enggak sehat, dan kamu juga baru sembuh dari sakit jadi gak boleh makan-makanan diluar dulu" Ucap Siska yang hanya dibalas helaan nafas dari saudarinya


***

__ADS_1


Dua puluh menit berlalu kini di SMA BINAKARYA Ansel baru saja sampai diparkiran dengan motor sport nya. Melihat Ansel yang sudah membuka helm nya, membuat para siswi yang ada disana seketika berteriak histeris karena ketampanannya yang mampu memikat hati para siswi disana.


Siska yang sedang berjalan dari arah gerbang juga ikut menghentikan langkahnya dan berdiri mematung menatap wajah ansel dengan tatapan terpesona, namun ia kembali tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara deru motor yang sangat tidak asing baginya. Ketika ia menoleh kearah samping ternyata itu Saskia yang sedang berada di motornya, kemudian Saskia memberi tanda pada dirinya untuk minggir. karena ternyata ia menghalangi Saskia yang ingin parkir motor.


Kemudian Saskia memarkirkan motornya tepat disebelah motor ansel yang sudah terparkir rapi disana, dan membuat Ansel menatap dirinya dengan tatapan tajam.


"Hei, parkiran yang lo tempatin itu milik temen-temen gue" Ucap ansel sambil menatap tajam kearah saskia


"Lo ngomong sama gue?" tanya saskia dengan menunjukan dirinya sendiri


"Ya iyalah lo kira gue ngomong sama tembok" Ucap Ansel ngegas


"Oh" Ucap Saskia acuh sambil melangkahkan kakinya untuk pergi, namun tangannya dicekal oleh seseorang dan itu adalah Ansel. Ya yang mencekal tangan saskia adalah Ansel Mahendra


Sontak saskia menghempaskan cekalan tersebut hingga terlepas dan berbalik menatap wajah ansel dengan wajah yang masih datar untuk sesaat mereka saling bertatapan, namun suara seseorang dibelakang mereka membuat mereka tersadar orang yang memanggil tadi ternyata Siska yang sekarang sedang berjalan menghampiri mereka.


"Kalian kenapa bertengkar disini, lihat lah mereka semua sedang memperhatikan kalian" Ucap Siska sembari mengederkan pandangannya kearah orang-orang yang sedang memperhatikan mereka


"Gue gak peduli" Ucap Saskia sambil memutar kedua bola matanya malas dan melenggang pergi dari sana tanpa perduli dengan tatapan orang-orang yang memperhatikan dirinya


"Ansel maafin Saskia ya, dia emang sikapnya begitu" Ucap Siska.


Siska memang mengenal ansel, karena ansel yang sudah terkenal dikalangan para murid disekolah ini terutama para siswi yang mengagumi ansel karena ketampanannya dan Siska termasuk para siswi yang mengagumi ansel. hanya saja Siska dan Ansel memang tidak pernah dekat itu juga karena mereka yang tidak pernah sekelas.


"Iya santai aja, tapi kenapa harus lo yang minta maaf kan yang salah bukan lo. tapi cewek gila itu" Ucap Ansel


mendengar ucapan ansel barusan membuat Siska tertawa "Kamu jangan ngatain dia gitu, nanti kalo saskia nya denger bisa gawat urusannya. Lagian aku minta maaf sama kamu itu karena aku pengen wakilin saudari kembar aku buat minta maaf sama kamu" Ucap Siska saat tawa nya sudah berhenti


"Tunggu...jadi lo sama saskia itu saudari kembar?" tanya Ansel dengan wajah tidak percaya


"Iya kita saudari kembar" Ucap Siska


"Tapi kalian kok gak mirip?" tanya ansel lagi


"Ya karena kita bukan kembar identik" Ucap Siska

__ADS_1


"Yasudah aku permisi mau ke kelas ya, bentar lagi mau bel masuk nih" Ucap siska dan tanpa menunggu jawaban dari Ansel, Siska langsung melangkahkan kaki meninggalkan ansel yang masih berdiam diri ditempat nya


__ADS_2