
"Pak... tolong adik aku, dia ketablak mobil" Ucap Saskia kecil sembari memberhentikan salah satu mobil yang melewatinya
Saat ini Saskia sedang berjalan tak tentu arah untuk mencari bantuan agar ada yang menolong sang adik dan membawanya kerumah sakit.
"Adik kamu ketabrak mobil dimana?" Ucap pria tua yang merupakan pemilik mobil yang tadi diberhentikan oleh Saskia
"Ada disana pak" Ucap Saskia sembari menunjuk kearah jalan yang tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang, tempat dimana sang adik tergeletak tak berdaya.
"Yaudah kamu masuk ke mobil bapak, kita ke tempat adik kamu kecelakaan biar bisa langsung dibawa ke rumah sakit" Ucap Pria tua itu sembari membuka pintu mobil yang ada disamping kemudi untuk Saskia.
"Itu pak adik aku ada disana" Ucap Saskia sembari menunjuk kearah Siska yang tergeletak dipinggir jalan dengan situasi yang sudah ramai oleh beberapa orang yang terlihat berkerumunan disana.
"Yaudah ayo kita turun" Ucap pria itu sambil turun dari mobil dan tak lupa membukakan pintu mobil untuk Saskia.
Mereka berdua pun berjalan membelah keramaian disana untuk mengecek kondisi siska. Setelah mengecek denyut nadi Siska, pria tua itu langsung menggendong tubuh Siska membawa ke dalam mobilnya dan segera melaju menuju rumah sakit.
"Sus tolong anak ini, dia kecelakaan" Ucap pria itu kepada perawat yang sedang ada di lobby rumah sakit
"Silahkan baringkan disini pak" Ucap perawat itu dengan brangkar pasien yang dibawanya
Pria tua itu kemudian membaringkan tubuh siska keatas brangkar dan kembali menatap perawat tersebut.
"Tolong cepat ditangani ya sus" Ucap pria tua itu
__ADS_1
Perawat itu kemudian mendorong berangkar Siska ke salah satu ruang penanganan yang tak jauh dari arah lobby, dan tentunya diikuti oleh pria tua itu dan Saskia. Namun saat sudah berada didepan pintu ruangan tersebut suster langsung menahan pria itu untuk tidak ikut masuk.
"Kalian silahkan tunggu disini ya, biar dokter bisa fokus menangani kondisi pasien" Ucap perawat tersebut yang langsung diangguki oleh pria tua itu
"Nama kamu siapa?" tanya pria itu saat melihat Saskia yang masih menangis tanpa suara
"Nama aku Saskia" Ucap Saskia yang kini telah menatap pria tua itu dengan matanya yang kini terlihat sembab karena terlalu lama menangis
"Kalo yang ada didalam itu namanya siapa? Kok wajah kalian terlihat mirip sekali" Ucap pria itu yang kini tengah menatap wajah gadis mungil yang ada dihadapannya saat ini
"Yang ada didalam itu namanya Siska, dia saudali kembal aku. Kami hanya beda sepuluh menit, tapi aku lebih dulu lahil kata papa" Ucap Saskia yang kini ikut duduk di kursi panjang
"Terus kedua orang tua kalian ada dimana? Apa mereka sudah tau kalo salah satu putrinya ada yang kecelakaan?"
"Papa belom pulang kelja, kalo mama belom tau. Soalnya tadi kita main ke taman nya diam-diam bial gak dimalahin mama" Ucap Saskia dengan tangan yang sudah berkeringat, ia takut dimarahin oleh sang mama karena tak becus menjaga sang adik
"Kamu tau nomor handphone mama atau papa kamu? Biar om bisa hubungi mereka dan kasih kabar ke mereka tentang kondisi adik kamu" tanya pria itu sambil mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya, namun pria itu kembali menghela nafasnya ketika melihat Saskia menggelengkan kepalanya pertanda kalo anak itu tidak mengetahui nomor handphone sang ibu ataupun sang ayah.
"Terus gimana om bisa menghubungi kedua orang tua kamu, kalo kamu tidak hafal nomor handphone mereka" Ucap pria itu sembari memasukkan kembali handphone nya kedalam saku celananya
"Om antel aku pulang kelumah aja, bial om bisa ngomong langsung sama mama. mama ada dilumah kok om" Ucap saskia
"Kamu hafal alamat rumah kamu?"
__ADS_1
"Iya om...dulu papa seling bilang sama aku dan Siska untuk hafalin alamat lumah, bial nanti kalo aku dan siska kesasal bisa tanya sama olang"
"Yaudah kita kerumah kamu sekarang ya, soalnya om juga gak bisa lama-lama disini. Om juga harus ke kantor"
"Iya om gapapa"
"Yaudah kita berangkat sekarang ya" Ucap pria tua itu sembari beranjak dari duduknya dan menggandeng tangan saskia untuk pergi dari rumah sakit menuju rumah gadis itu. Namun sebelum meninggalkan rumah sakit pria itu menuju meja resepsionis terlebih dahulu untuk menyelesaikan biaya administrasi.
***
"Mas...Siska dan Saskia hilang mereka gak ada dirumah" Ucap seorang wanita cantik yang terlihat sedang menelepon sang suami dengan wajah panik.
"Kamu yakin mereka hilang, coba kamu cek lagi dikamar mereka. kali aja mereka sedang bermain petak umpet" Ucap sang suami dari sebrang telpon
"Sudah mas, aku sudah cek ke kamarnya bahkan aku juga sudah cek keseluruh ruangan yang ada dirumah ini tapi hasilnya nihil mas. mereka gak ada dirumah" Ucap wanita itu kini wajah terlihat semakin panik
"Coba sekarang kamu tenang dulu, terus ceritain sama aku gimana ceritanya Siska sama Saskia bisa hilang?" Ucap sang suami dengan nada yang terdengar lembut
"Aku gak tau mas, terakhir aku liat mereka lagi main dikamar. dan aku lanjut menyelesaikan pekerjaan aku, kamu kan juga tau selama beberapa hari ini aku gak pergi ke butik jadi aku ngecek keuangan butik dari rumah"
"Yaudah kamu tenang ya, aku sekarang pulang"
"Iya mas kamu hati-hati ya"
__ADS_1
Setelah panggilan berakhir wanita itu kini terlihat mondar-mandir didepan meja kerjanya, ia sangat khawatir karena kedua putrinya menghilang.
Namun saat ia akan kembali duduk di kursi nya, ia mendengar suara bel rumahnya berbunyi. ia segera melangkahkan kakinya menuju pintu dan setelah pintu terbuka ada seorang pria tua yang ia sama sekali tidak kenal, tapi sedetik kemudian ia terkejut saat melihat keberadaan salah satu putrinya bersama dengan pria tersebut.