Kasih Sayang Palsu !!

Kasih Sayang Palsu !!
Hukuman


__ADS_3

BAB 11


"Mutia.. kamu liat Lia gk?" Isti


Mutia dan afni sling menoleh.


"Ti, nanti kalau lagi gk ada ustad aku samper kamu ke kelas ya" jawab Mutia.


"Ouh yaudah ok" isti berlalu.


Teeeeeetttt.....


Bel masuk kelas berbunyi, seperti biasa para santri berbondong bondong berlarian menuju kelas agar tidak terkena hukuman.


Mutia dan Afni membereskan dapur setelah itu mereka ikut mengontrol kelas terlebih dahulu sebelum masuk kelas. Biasa ya guys rutinitas setiap pagi, mengontrol dan lain lain.


*******


"Hoammm! Ngantuk banget!" gumang Arif menguap lebar sambil meregangkan tubuhnya di kursi datar kelas.


"Besok aku ada jadwal olahraga! Hah mana piket lagi!" gerutunya merebahkan setengh badannya dikursi sembari membuka buku paket geografi membuka lmbaran lembaran kertas dan dikeilingi yang dimana anggotannya hanya teman sekelas arif saja.


"Eh cuy gue denger denger ada anak kelas IPS A angkatan kita kabur semalem" Ucap Deni pemuda yang menjabat sebagai bendahara kelas.


"Cowok apa cewek?" tanya yang lainnya bergerombol.


"Cewek cuy tapi kata nya dia sempet update satus di facebook,


parah lagi kata kata nya " jawab Deni hingga menggundang berbagai respon dari teman teman santri yang lainnya.


"Aih parah amat, bisa kena nih angkatan kita tar" jawab salah seorang teman yang ikut nimbrung.


"Gue gak tau! Tapi dari yang gue denger sih katannya dia ada saudaranya disini seangkatan juga sama kita" Jawab yang lainnya.


Kriiitt...


"Assalmmu'alaikum.." salam Mutia dan Afni


"Wa'alaikumsalam" jawab kompak teman teman yang sedang menimbrung


"Ada apa woy" tanya Afni.

__ADS_1


"Ada yang kabur, cewek angkatan kita" terang Deni


Mutia duduk tidak ikut menimbrung, salah satu sifat mutia yang enggan nimbrung.


Kemudian Afni duduk.


"Mut, ktanya mau cerita?" 


"Nnti aja ni, lagi gk mood" jawab mutia, kepalanya sedikit pusing efek luka dikepalanya.


Seorang ustad geografi datang jam pelajaran dimulai, sepanjang pelajaran mutia tidak fokus, resah rasnya ingin menympaikan kejadian semalam ke isti.


Seketika bayangan wajah Lia terlintas di benak Mutia, mengingat beberapa jam yang lalu, kebelakang hubungan mereka yang kini mulai tidak akrab, hingga ia mengingat ucapan Lia yang mengatakan ' gua benci sama lu!' wajah mutia spontan bersedih, namun ia tepis segala pemikiran anehnya.


"Kenapa Lia benci ke aku? Aku salah apa ya?!" Ungkapn batin mutia.


Teeettttt....


Bel Jam istirahat, santri santri berhamburan keluar kesana kemari, ada yang lebih memilih tidur juga, eits bukn santri kalau waktu istiraht tidak digunakan untuk tidur, dan pastinya tidur sampai bel berbunyi kembali.


Mutia langsung menuju ke kelas isti kelas IPS B. Sesampinya dikelas IPS jaraknya lumayan karna harus kelantai dua gedung ma'had.


Mutia menceritakan kejadian semalam dan sekaligus mnunjukan kepalanya yang ia plester menggunakan hansaplas. Awalnya isti tidak percaya, setelah mendengar gerumunan teman sntriwan nya dibelakang kelas yangsedang membicarakan bahwa teman angkatannya perempuan telah kabur bahkan mmbuat postingan buruk untuk ibunya.


Semua temn teman mutia kebingungan. Ada apa dan kenapa tidak lain hal nya lagi karena kasus teman seangkatanya kabur.


Hingga bel berbunyi, membuat seluruh siswa dan siswi masuk ke masing2 kelas angkatn Mutia menjadi tontonan oleh seluruh santri seelumnya, dan tak lama pimpinan pesantren dengan baju kaos dan celana trening datang tak lupa peluit yang menggantung di lehernya.


"Selamat pagi ! " sapa pimpinan pesantreb itu dan berdiri di depan arisan angkatan Mutia


"Pagi Mudir!" ucap kompak semua siswa.


"Baiklah anak2 hari ini saya mengumpulkan kalian ke lapangan, sudah tau kan semuanya?! tapi sebelum itu ganti seragam kalian terlebih dahulu dengan pakaian biasa!" ujar Pak Restu menatap keseluruh siswa angkatan mutia.


Saat semuanya akan melangkah ke asrama, mudir berakata, sehingga semua siswa kembali berbaris.


"Ada yang sudah tau masalahnya apa?!" Tanya pimpinan pesantren 


"Kalau tidak ada yang jujur, hukumannya akan saya tambahkan.!"


kasus ini jika ada santri yang kabur satu angkatan akn dihukum tanpa terkecuali, gertakan ini agar santri santri bisa patuh teradap peraturan pondok pesntren.

__ADS_1


Dengan berat hati, dan rasa takutnya Mutia maju kedepan dan mengungkapkan kejadin semalam.


"Kamu ini! Kenapa tidak memberitahu pengurus yang lainnya?!" Mudir


"maaf mudir, saya diancam dan dipukul oleh Lia, saya tidak ada niatan untuk melindungi yang kabur dari pondok pesantren" jawab mutia sambil menunduk, dengn rasa takutnya berhadapan langsung dengn pimpinan pesntren.


Kemudian mutia menunjukan bagian kepalanya yang luka kepada mudir.


"Baik, sekarang klian ganti seragamnya dan cepat ke kolam dapur. Semuanya dari asrama wajib jalan bebek sampai ke dapur." Perintah Mudir pimpinan pesntren.


Dengan berat hati angkatan mutia mau tidak mau harus mnjalankan hukuman yang diberikan oleh pimpinan pesantren.


"Maaffin aku ya temen temen" tiba tiba mutia menangis, merasa bersalah karena tidak mmberitahu pengurus dulu sebelum beritanya menyebar.


"Nnti lain kali, ngomong ya. Setidaknya ngomng sama kita kita, akhirnya jadi begini kan!!" Jawab ketus salahsatu temn mutia.


Innayah dan afni mendekati mutia untuk menenangkn mutia. Nasi sudah menjadi bubur, semua yang sudah berlalu tidak bisa di olah kembali.


Pimpinan pesantren dan bagian keamanan menunggu di lapangan sementara semua santriwn dan santriwati angkatan mutia pergi ke asrama untuk mengganti seragam mereka, Mutia keluar paling akhir setelah ia selesai membenarkan hijabnya.


Namun hal yang tak terduga terjadi, saat ia hendak pergi ke lapangan, seseorang menarik tangannya dan menyudutkannya ke tembok.


"Eh mutia! Gara gara lu semanya kena hukum!" tanya annida kesal sementara Mutia itu hanya diam dan mengukir senyum paksa manis di wajah yang manis nya.


"Jangan salahin aku nda, yang salah Lia, bukan aku" jawab mutia.


" iya tapi gara gara lu gk ngasih tau pengurus, semuany jadi kena!!" Annida


"Mut, ayo mudir udh nungguin." Innayah dan Afni menggandeng tangn Mutia dan meninggalkn anida.


Sesampainya di lapangan santriwan sedang mndapatkan hukuman ganda, yaitu dipu*ul telapak tangan dengn menggunakan rotan tipis.


Hai temn teman baca, jagan kaget ya hukuman tahun 2012 memang seperti ini, beda dangan tahun 2020 keatas.


Berikut sekesai santriwan medapat hukuman kini santriwati pun juga.


"Semuanya jongkok, sesuai barisan satu dua tiga dan seterusnya jalan bebek sampai ke kolam dapur!!" Ucap kepala keamanan.


Semua santri angkatan Mutia berjalan bebek menuju kolam didapur yang terdapat dua kolam, jadi santriwan dan santriwati dipisah kolamnya. Hukamman ini ditujukan agar seluruh santri taat dengan aturan pondok pesantren,.


"Alam merupakan guru terbaik, karena setiap adegan petualangan pasti akan mengajarkan ilmu yang sangat berharga untuk kita."

__ADS_1


Kapan ya lia akan kembali?? 


Jangn bosen bosen bacanya ya hehe


__ADS_2