Kasih Sayang Palsu !!

Kasih Sayang Palsu !!
Scabies


__ADS_3

BAB 14


Mutia dan isti berpisah menuju kelas masing masing.


Saat Mutia ingin melangkah memasuki kelas terdengar suara salah seorang adik kelas yang memanggilnya.


"Kak mut.. ka Mutia!" Panggil Syahidah dan melambai lambaikan tangannya. 


Mutia berbalik badan mencari dimana sumber suara itu, ternyata di lantai dua sebrang kelasnya. Mutia melambaikan tangan nya. 


"Aku kesitu ka, tunggu sebentar" ucap syahidah berlalu menuju mutia di lantai satu yng haru melewati lapangan.


Mutia dan syahidah sudah seperti kakak dan adik atau kalau di pondok disebutnya ukhtunan. Mereka cukup akrab, sering bertukar pikiran. Namun tidak disangka hari ini Mutia mendapat kiriman uang dan makanan yang dititipkan melalui Syahidah.


Mutia yang sedang berdiri didekat kelasnya sambil mngobrol dengan Afni.


"Kak.. Mut." Panggil Syahidah.


"Eh adek.. emng gk ada ustad,?" Tanya Mutia.


"jam kosong ka. Ka ini tadi papah jenguk aku terus nitipin ini" jelasnya Syahidah sambil memberikan amplop berisi uang.


"wah dari siapa ini?" Tanya Mutia menerima dan membuka amplop itu.


"Maasya Allah. Banyak bnget ini dek. Dari siapa?" Ucap Mutia.


"Katanya dari Ayah nya kk. Kan disini yang namanya Mutia cuma kk" ucap syahidah.


"Hmmm ayah?" Tanya Mutia kebingungan.


"Yaudah, makasih ya dek. Ini kk simpen aja, nanti biar kk telp ibu. Siapa tau dari ibu." Ucap mutia dan tersenyum.


"ouh ya, nanti makanannya ambil juga dikamar ya kak. Kak aku ke kelas lagi ya, nanti sambung lagi dikamar." Ucap syahidah berlalu dan melambaikan tangan nya ke mutia.


"iya dek, mkasih ya" mutia membalas lambaian tangan syahidah.


Selesai kegiatan *** siang dan kegiatan kegiatan lain nya. Mutia lupa tidak berkunjung ke kamar syahidah. Mutia harus ke kantor Osis untuk membuat Mading mingguan.


******


Pukul 01:20 malam.


Syahidah terlihat sangat gelisah dalam tidurnya, namun dalam memejamkan mata nya. Bersamaan dengan keringat dingin yang keluar dari dahi Syahidah begitupun tubuh nya. Bajunya basah seakan mandi keringat.


Putri yang terganggu segera bangun karena goncangan dari tempt tidurnya. Tempat tidur yang bertingkat, Putri lalu memandangi jam dinding itu yang masih menunjukkan pukul setengah dua malam.


 “Ngapain sih nih orang? Goyang sana, goyang sini! Dikira ini panggung apa, dangdutan kali nih anak ngiranya di panggung!” gerutu Putri.


Putri pun menggoyang goyangkan pundak Putri yang terbaring. Saat di goyangkan badan sahidah oleh Putri.


"syahidah, ngapa sih?! Aih panas badanya!!" suhu tubuhnya Syahidah begitu panas.

__ADS_1


Sontak Putri pun panik karena Syahidah tiba tiba suhu tubuhnya sepanas ini.


"Duh nih bocah, panas bener badanya" ucap Putri


Putri pun mengambil thermometer dan segera menyempilkan di mulut Syahidah.


Saat dichek suhu badan Syahidah, Putri pun kaget bukan main, 39° celcius panas Syahidah!!.Putri segera mengambil manset tangan di lemari milik nya, guna mengompres kening Syahidah.


"Kakak, kak mutia.." panggil lirih syahidah namun matanya terpejam.


"Kenapa nong, ?" Tanya putri. Syahidah tetap mmanggil manggil nama Mutia.


Putri membngunkan temannya yang tidur dekat dengn kasurnya.


"Feb bangun, jagain syahidah dulu nih, panas badanya.. aku mau ke kak Mutia dulu." Ucap Putri.


"Ih apa sih." Jawab Febri masih mengantuk.


"Ck.. bngun dulu, ini syahidah dari tadi manggil manggil ka mutia." Ucap Putri, namun Febri tetap tidak bangun mah berbalik badan memungguin Putri yang menggoyang goyangkan badanya.


Dengan tergesa gesa terpaksa Putri meninggalkan Syahidah dan pergi ke kamar Mutia.


Sesampainya dikamar mutia yang berada di lantai 3.


assalamualaikum!” salam Putri panik.


“Wa'alaikum salam, ada apa dek putri?” tanya  itu yang bernama Mae yang kebetulan sedang membaca buku dan belum tidur.


“ada kak mutia gk kak?? Syahidah manggil manggil ka mutia kak, dia demam tinggi, saya nggak tahu mau ngapain lagi ...” ucap Putru lirih


"Dari kapan sakitnya? Coba bangunin aja, itu di ranjang bawah" ucap Mae dan menunjuk ranjang Mutia. Mae adalah bagian pengurus kesehatan.


"Minta tolong bangunin kak" pinta Putri.


Mae munuju ranjang Mutia bersama Putri.


"Mut, mut, mut.. ada yang nyariin" ucap Mae.


"Eh gini aja dek, nanti kk sama ka Mutia ke kamar kamu. Tunggu aja ya, kk juga mau cari obat penurun panasnya dulu." Jelas Mae.


"Iya kak, makasih ya kak.


Assalammu'alaikum" ucap Putri dan meninggalkan mae.


Mae masih berusaha membangunkan Mutia, setelah mutia bangun dan Mutia juga sudang mendengar sedikit cerita dari Mae. Kini Mutia dan Mae menuju ke kamar Syahidah.


Mutia langsung merangkul Syahidah yang tubuhnya sangat panas dan membantunya duduk untuk diminumkan obat oleh Mae.


"Me me..ini tangan Syahidah melenting gini, kayaknya panasnya karna ini deh. Lututnya juga nuh lebih banyak." Ucap Mutia memeritahu Mae, dan Mae segera memeriksa Syahidah.


"Ouh ini mah scabies mut, besok berobat ya." Ucap Mae.

__ADS_1


( Scabies atau Kudis


Kondisi sangat gatal dan menular pada kulit yang disebabkan oleh tungau kecil di dalam kulit.


Kudis menular dan cepat menyebar melalui kontak fisik dekat dalam keluarga, sekolah ) sudah menjadi penyakit umum santri santri. Namun sebagian juga ada yang tidak terkena. Tergntung tingkat kebersihan!


"Mau minum ka" syahidah.


Mae memberikan minum kepada Syahidah.


"Dri kapan begini dek?" Mae yang sedang mmeriksa mebolak balik tangan syahidah.


"Dari kemarin ka" ucap Syahidah."


"Yaudah istirahat dek, besok kk sama kak Mae kesini lagi ya." Ucap Mutia dn pamit.


"Makasih ya put, udah ngasih tau kita.. kita pamit dulu ya,


Assalammu'alakum" salam Mae.


"Wa'alaikumsalam" jawab Putri.


Semuanya kembali beristirahat karena besok hari minggu dengan kegiatan yang begitu padat.


******* 


"Ayah.. ayah" mutia berlari saat bertemu ayahnya.


 Mutia memeluk Ayahnga, bahkan wanita itu terangkat karena Ayahnya memutar-mutar tubuh Mutia yang masih dipelukan ayah ya.


"Ayah.. ayah ayo ke ibu, ibu nunggu di dalam" ucap mutia sambil menarik narik tangan Ayahnya.


Namun Ayahnya hanya mematung dan senyum.


"Ayah ayo yah.. fadil juga udah kangen bnget sama Ayah" ucap Mutia tidak gentar dan terus menarin tangan ayahnya.


Saat mutia berhasil mengajak ayahnya ke dalam. Raut wajah sang ayah berubah menjadi sedih melihat sang Istri menikah dengn orang lain, namun mukany tidak begitu jelas saat mutia melihatnya.


Mutia mendekati ibunya.


"ibu.. gk!! Ibu gk boleh nikah.. gk !!!


"Mut,, mut,, hey mut bngun" Afni yang sudah duduk diranjang mutia.


"hah.. mimpi ayahku dateng ni" ucap mutia dengan nafasnya yang naik turun.


"udah cepet ke kamar mandi, bentar lagi bel bunyi. Ke muholah kita. Nanti aja ceritanya" ucap Afni


Mutia bergegas ke kamar mandi dan segera pergi ke mushokah.


******

__ADS_1


Hari esok tidak dijanjikan bisa menjadi pengingat bagimu untuk mensyukuri apa yang kamu miliki saat ini. Namun pengingat yang paling akan di ingat adalah Sakit, saat dimana tubuh kita diberi sakit pada yang maha kuasa.


Ya, hari esok tidak dijanjikan kepada siapapun. Tidak ada di antara kita yang mengetahui berapa lama lagi kita hidup di dunia ini. Maka itu, kita perlu menjalani hidup dengan sebaik mungkin.


__ADS_2