
BAB 20
Pukul 02.14 WIB
Udara malam semakin menusuk ke tulang yang berlapis kulit sehingga Mutia dan Innayah meringkuk kedinginan.
Afni telah selesai menyetrika, melihat dua sahabtnya yang tertidur pulas ia segera membangunkan untuk pindah ke kamar.
"Mumpung masih ada waktu deh, lanjut tidur dikamar." Gumam Afni sambil merapihkan baju baju dan dimasukan ke keranjang untuk di bawanya ke kamar.
Mutia yang mudah terbangun melihat Afni yang sedang membereskan baju ikut membantu sahabat nya.
"Alhamdulillah udah selesai, aman lah yah buat 3 hari" ucap Afni.
"Bangunin inayah ni, biar aku yng beresin alas setrikaan" Ucap Mutia.
"Na.. na.. bangun na.. ina..
bangunnnnn!" Afni menepuk nepuk pundak innayah.
Berkali kali membangunkan innayah, namun tidak bangun bangun. Innayah hanya menggeliat mengerakan tubuhnya saja.
"Na bangun na, udah sepi nih" ucap Mutia.
"Bentar mut aku cipratin air" Afni mulai usil karena innayah susah untuk dibangunkan.
Cik cik cik..
Afni menyipratkan air ke muka innyah, tidak lama innyah bangun. Sudah hal biasa haha karena innyah disini paling kebluk kebo.
"Eh hmm udah selesai? Selamat pagi?" Ucap innayah yang masih linglung.
"Pagi gundul mu, ayo buruan bar bsa tidur bentar di kasur." Ajak Afni pada innayah.
Mereka bertiga bergegas menuju kamar dan ranjang masing masing.
*******
Pukul 04.30
Kum kum kumna kumna ukhty ila musolah.
Hayya ukhty kumna kumnaaaa...
Brak
Brak
Brak
kum ukhti !!
__ADS_1
Suara pengurus keamanan santriwati dan gebrakan dari luar gerbang santriwati oleh yang bulis malam tadi.
Para santri berhamburan menuju kamar mandi untuk berwudhu kemudian pergi ke musholah aula gedung lantai 3.
"Baru mau tidur yak halah halah.." ucap Afni.
"eh ni, lagi haid gk?" Tanya Mutia.
"eh iya aku lgi haid, lnjut tidur dikelas yuk mut. Tapi absen dulu deh biar gk dihukum" ucap Afni.
Sesampainya di bawah, Afni dan Mutia absen tidak ikut membantu pengurus menggiring para santri.
Hanya pengurus yang paham akan kerjasama, namun tidak boleh dijadikan kebiasaan.
Mutia, Afni dan innayah pergi bersama. Suara hening menyapa hanya ada suara hewan jangkrik yang terdengar. Mereka berpisah dilantai satu. Mutia dan Afni menuju kelas, innayah pergi ke musholah.
Bagi santriwati yang sedang berhalangan dibebaskan untuk menunggu dilantai satu, tujuan utama untuk di isi muroja'ah namun kebanyakan santri menggunakan waktunya untuk melanjutkan tidur.
******
Selesai sholat subuh, Innayah bergegas menuju mutia dn Afni yng masih tertidur, karena ada info terbaru kelas 5 harus kerja bakti guna menyambut ulangan semester satu yang akan diadakan. Hari senin.
"Ouuyy selamat pagiiiiii" bangun bangun. Ni, mut!!" Ucap innayah usil, begitu menyalakan saklar lampu.
Semua yang berada dikelas terbangun.
Krek.. kretek kretek..
Bunyi suara tulang yang bersautan saat digerakan badan kekanan kiri ok haha.
"Selamat pagi, selamat pagi pejuang ilmu" ucap innayah yang lebih pandai merangkai kata.
Pagi hari merupakan waktu yang istimewa dan tepat guna menjalani hari dengan semangat. Pada pagi hari, sebagian besar orang memulai untuk beraktivitas, mulai dari berdagang, bekerja, sekolah, hingga bepergian. Dengan memaksimalkan waktu dan memulai aktivitas lebih pagi, harapannya bisa menyelesaikan beragam tujuan dengan lebih cepat.
Untuk memulai hari di waktu pagi bukanlah hal yang mudah, tentu saja kita harus mengisi pagi hari dengan energi positif supaya setelahnya dapat menjalani hari dengan baik.
Meskipun bangun dan beraktivitas pada pagi hari sangat bermanfaat, tak sedikit dari kita yang enggan bertemu pagi. Malas untuk bangun dan memulai hari. Masih ingin rebahan, dan tak ingin mandi.
Pagi ini kelas 5 angkatan Mutia ditugaskan untuk kerja bakti, ada yang mencabut rumput, mengeluarkan kursi dari kelas, mengelap kaca jendela, menyapu dan mengepel. Semua diersihkn demi kenyamanan dalam belajar.
"Kursinya geser kebelakang aja"
"Aku sapu dulu ya, baru kamu pel"
"Yang nyabut rumput 3 orang aja ya Mutia, innayah sama Afni aja gpp, kan tiga serngkai tuh wkwk" ucap salah seorang teman angkatan Mutia.
Ucapan yang saling bersaut sautan, seru karena dilakukan bersama sama saling gotong royong. Membuat angkatan Mutia bersemangat dalam bekerja bakti.
Saat dipertengahan kerja bakti, terdapat Mobil kijang tua berwarna hijau berplat B kode belakngan nya K*** berasal dari Bekasi, memasuki area pondok pesantren tepatnya dilapangan utama. Setelah mobil itu terparkir dengan rapih, keluarlah sepasang suami dan istri nya yang berbadan gemuk disusul anak laki laki yang masih berumur 3th datang menghampiri Afni.
"Permisi Dek,?" Ucap bapak bapak tersebut.
__ADS_1
Afni menoleh ke sepasang suami istri itu.
"Iya pak?" Tanya Afni.
"Boleh tolong pangilkan Chika kelas 1 Mts."
"Ouh chika, sebentar pak." Ucap Afni.
"Mut, na aku ke asrama sebentar ya" izin Afni.
Innayah dan mutia menggangkuk dan kembali mencabuti rumput yang berada di area depan kelas.
"Dek kenal sama yang namanya Mutia?" Ucap sang istri tesebut.
Innayah dan Mutia menoleh kembali, innayah menyikut badan mutia.
"Yang namanya Mutia kan cum kqmu mut, hehe" Ucap innayah dengan menunjukan deretan gigi nya.
"Sa saya bu.. ada apa ya?" Ucal Mutia tergagap
"Ouh kamu Mutia, anaknya pak Asep ya?" Ucap sang istri.
"Bukan bu, ayah saya kan sudah meninggal." Ucap Mutia sambil melanjutkan mencabut rumput.
"Iya maksud saya pak Asep yang nikah sama ibu mu ibu Ami" ucapnya
"Kalau ibu Ami, nama ibu saya, kalau pak Asep saya tidak tau bu." Ucap mutia.
"Sebentar ya, saya telp dulu."
Dua menit kemudian sang istri tersebut memberikan tlp yang sedang berlangsung itu kepada mutia.
"Ini dek mutia, ibu nya mau ngomong." Menyerahkan tlp
"Maaf bu, saya tidak bisa menerima telp sembarangan, nanti saya dihukum." Tolak mutia.
"Ga papa dek, nanti saya yang tanggung jawab." Ucap bapak suaminya
Jiwa Mutia meronta ronta ingin sekali mutia menerima telp dari ibunya, ingin bertukar cerita juga.Namun tetap harus Mutia tolak telp tersebut untuk menghindari hukuman, dan sudah menjadi peraturan di pondok pesantren, tidak boleh menerima telp dari orang asing atau yang tidak dikenal bahkn diluar hari libur.
"Mba anaknya gk mau ngomng, sya tutup dulu tlp nya." Ucap sang istri.
"Mah." Panggil cika dan salim kepda orang tua nya.
Sebelum orang tua cika dan cika menuju ke saung gazebo sang istri tersebut memerikan plastik hitam berisi nasi gorng bungkus dan kentang mustofa kepada mutia
"Ini dari ibu mu didalem plastik ada suratnya ya dek, mari" ucapnya.
"Iya bu terimakasih" jawab mutia dan menerima plastik hitam itu.
Mutia menaruh plastik itu di kelas sementara ia melanjutkan kembali mncabuti rumput.
__ADS_1
"Na entah kenapa aku aga kurang gimana gitu sama ibu yang tadi." Ucap innayah
"Ssstt gk boleh gitu Na. Udah ah yuk lanjut." Ajak mutia.