Kasih Sayang Palsu !!

Kasih Sayang Palsu !!
Kecewa


__ADS_3

"Terimakasih ya ka Mae". Ucap Dea.


Mae membalasnya hanya dengan senyuman.


Demi mental dan kenyamanan Dea, mau tidak mau Dea harus pindah sekolah lain. Hamba Allah juga sudah tertangkap. Insya Allah pondok pesantren sudah aman dan terkendali.


********


Bulan bulan dilewati Mutia dengan suka duka nya menjalani kehidupan tanpa kehadiran sosok ibunya dan jug adiknya Fadil yang sudah lama tidak datang untuk menjenguk Mutia.


 Mendekati ulangan smester 1 suport sistem paling utama sebetulnya dimulai dari diri sendiri, namun tanpa dukungan orang tua juga rasanya hampa.


Hari senin, biasa dengan upacara bendera merah putih dengan seragam serba putih. Tata Upacara Bendera adalah tindakan dan gerakan yang dirangkaikan dan ditata dengan tertib dan disiplin. Pada hakekatnya upacara bendera adalah pencerminan dari nilai nilai budaya bangsa yang merupakan salah satu pancaran peradaban bangsa, hal ini merupakan ciri khas yang membedakan dengan bangsa lain.


Seminggu yang akan datang dimulai dari hari senin ini ketemu di hari senin depan akan diadakan ulangan semester satu untuk semua santri.


Selesai upaca, semua santri dibebaskan menggunakan tlp osis untuk menelphon orang tua masing masing dan diberi waktu selama 10 menit.


Saat Mutia mendapati giliran untuk menelphon.


Tuuuttthhh ...


Suara smbungan telp terdngar.


"Maaf no yang anda tuju tidak menjawab, cobalah beberpa saat lagi"


Resah, gelisah karena tlp Mutia tidak diangkat oleh ibunya.


Mutia mencoba sekali lagi.


Tuuuttttt...


Tuuuttttt...


Tidak lama telp dingkat.


"Hallo" suara Fadil disebarng telpon


"Hallo dek, ini mbak tia" jawab Mutia bersemangat.


"Iya mba, mbak gimana kabarnya?" Tanya Fadil.


"Alhamdulillah mba baik, adil gimna kabarnya? Ibu?" Tanya Mutia balik.


"Adil lagi ditempat budeh yang di Bintro mba. Ibu nikah hari ini" ucap Fadil.


Seketika jantung Mutia berdetak lebih kencang dari biasa normalnya jantung berdetak. Sesak, sedih dan Kecewa yang ia dapati saat ini.

__ADS_1


"Adil, kenapa gk kasih tau mba." Ucap Mutia , air matanya mulai berjatuhan.


"Adil bingung mau tlp mba" ucap fadil dengan rasa takut.


"Ibu kan bisa telp mba, bisa lewat kantor." Ucap Mutia.


"Biarin mba, ikhlas dari pada ibu nangis terus tiap malem. Adil juga bingung liatnya." Ucap Fadil pasrah.


"Siapa dil" ucap seseorang disana yang medekati Fadil.


"Mba Mutia bu" jelasnya Fadil.


"Mba, gimana kabarnya?" Ucap ibu.


"Alhamdulillah baik, udah dulu ya bu, udh 10 menit.. assalammu'alaikum." Ucap Mutia.


"Eh eh tung".. 


Klik, Mutia mematikan tlp nya dan menyerahkan kepada teman nya yang sudah mengantri.


Mutia berlari pelan menahan sesak di dadanya dan menuju kelas. Sesampainya dikelas Mutia menangis namun tanpa suara, ia mendekap tangannya di meja kursi belajarnya untuk menutupi bahwa ia sedang menangis. 


Seorang anak mana yang tidak kecewa jika dirinya dicampakan, tidak dianggap, tidak diberi tahu info bahwa ibunya telah menikah lagi, padahal dulu sebelum Mutia kembali ke pondok ibunya sendiri mengatakan tidakan menikah lagi sebelum Mutia lulus sekokah.  Namun kenyataan berbeda. Lama tidak berkunjung menjenguk Mutia kini ibunya menikah lagi, tanpa sepengetahuan mutia.


"Yah, mb kangen, adil mba juga kangen. Mb kangen masa kecil kita, mba kangen waktu beli nasi goreng malem malem, mb kngen main ketaman dianter ayah. Hiks hiks hiks mba kangen.


"Assalammu'alaikum" ucap Agung pelan dan datar.


Dengan sekilas Mutia sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang datang.


Agung yang tidak sengaja melirik, memahami Mutia yang terlihat sembab mata nya dan deraian air mata di pipi Mutia.


"Kenapa ini anak, tanya gk ya... ?? Akkh ntar aja deh" ucap Agung dalam hatinya.


Sudah beberapa menit Mutia menidurkn kepalanya di meja, lelah menangis membuatnya tertidur. Beberapa teman temnnya berdatangan.


"Aih, berduan" ucap Afni.


"Ssttttt, jagan berisik" ucap Agung lirih dan menempelkan telunjuk jari di bibirnya.


"Uppss.. kenapa?" Tanya Afni


"Lagi nangis" jawab Agung masih dengan suara lirihnya.


Afni mendekati Mutia yang masih tertidur. Kemudian duduk disampingnya.


"Mut, mut bangun mut, udah rame." Bisik Afni mengusap usap punggung Mutia.

__ADS_1


*********


Di tempat lain.


Ibu Ami yang sedang berbahagia atas pernikahan yang kedua nya setelah suaminya meninggal dan habis masa iddah nya. Pernikahannya diadakan di rumah teman dekat alm suaminya, karena beliau juga yang menjodohkan ibu Ami dan suami baru nya. Acara pernikahannya dihadiri oleh teman teman alm. Suami nya, Fadil antara bahagia dan sedih, bahagia karena ibunya sudah ada teman berbagi cerita lagi, sedih karena kk nya yang baru tahu dan pastimya sangat kecewa.


Fadil berada diluar rumah teras budeh nya.


Ibu Ami mencari cari Fadil untuk makan siang bersama.


"Adil, dil ko ngelamun. Ayo masuk makan?" Ucap Ibu Ami.


"Bu," panggil fadil, dan ibu Ami pun mendekat.


"Bu, kenapa mba gk dikasih tau,? Ternyata mba gk tau ibu mw nikah. Ibu bilang, ibu udah nelp mba!" Tanya fadil dengan berbagai macam pertanyan.


Ibu Ami tidak menjawab pertanyaan pertanyaan Fadil, melinkan mengajknya masuk.


"Bu, ibu jawab bu. Kenapa bu?" Ucap Fadil penuh penekanan ke ibu Ami.


"Ayo masuk!!" Ajak ibu Ami paksa.


"Bu..jawab bu" ucap Fadil berkali kali


"FADIL" ibu Ami sambil mengangkat tangan kananya yang ingin menampar Fadil, namun tertahan karena dirinya sadar banyak orang didalam. Fadil yang melihat itu menundukan kepalanya takut. Dan untuk menghindari perdebatan ibu Ami menarik paksa tangan Fadil dn mengajaknya ke dalam.


"Eh Fadil, sini sini sama budeh. ya ampun lee. Tinggal sama budeh aja disini ya." Ucap Budeh Nani sambil mengusap usap kepala Fadil.


Fadil hanya terdiam. Ibu Ami menghampiri fadil kembali dan membawa piring berisi nasi rames.


"Fadil makn dulu, ibu suapin ya" ucap ibu Ami manis.


Fadil menggelengkan kepala nya.


"Nih, makan dulu ya a..." ibu ami mnyuapkan sendok ke Fadil.


"Gk mau, adil gk mau!!" Ucap fadil menepis sendok yang dipegang Fadil kemudian pergi keluar dengan jalan santai.


"Fadil kenapa mba Ami?" Tanya udeh Nani.


"Ouh gak papa mba, mungkin mau makan bareng sama Mutia, inget Mutia kayaknya, tadi kan Mutia nelp waktu saya ijb kabul" ucap ibu Ami.


"Ini anak bikin malu aja!!" Ucap lirih ibu Ami.


Setelah selesai acara pernikahan ibu Ami, Fadil, ibu Ami dan suaminya menginap sehari di rumah budeh Nani. Agar tidak terlaku lelah dierjalanan.


Karena besok pagi ibu Ami dan Fadil harus ikut suaminya pulang ke Bekasi.

__ADS_1


"Adil mau pulang, adil mau pulang!!" Ucap Fadil membrontak.


__ADS_2