
BAB 4
Pov Author
Dua minggu telah dilewati Mutia suka duka ia jalani keseharinnya tanpa seorang ayah, walaupun Mutia juga hari harinya di ma'had bahkan sang ayah sering berkirim surat untuk menyemangatinya.
Namun tanpa seorang ayah bagi Mutia sangat berbeda seperti tidak ada semangat hidupnya.
Kini Mutia harus kembali ke ma'had salah seorang ustadnya sudah memberitahu lewat sambungn telepon karena ajaran baru akan segera dimulai, begitupun pembagian kelas berdasarkan jurusan IPA dan IPS.
Saat Mutia sedang merapihkan baju bajunya dibantu juga oleh fadil.
"Udah siap mba?" Tanya ibu.
Tak lama kamipun berangkat, menggunakan transportasi bus yang menuju Serang Banten.
******
Malam hari menunjukan pukul 01.10 Wib. Tepat di sudut jemuran asrama santriwati, terdapat seorang gadis yang sedang menangis sesegukan. Ia meringkuk, menyembunyikan wajahnya.
Siapa lagi kalau bukan Mutia.
Para Ro'is (pengurus) sedang mengechek gedung asrama, setiap hari harus patroli karna santriwati yang bandel kabur secara nekat.
"Ada yang nangis ukh?!" Tanya salah seorang.
"Eh..iya ada yang nangis loh," jawab salah seorang.
"Ck, ah paling juga mba kunt !
Mereka, para Ro'is saling beradu pandang ada yang merasa takut, cuek dan penasaran.
Hal yang lumrah ya guys, kalau dipondok juga suka ada suara suara horor, apalagi di tempat jemuran bahkan adapula di Hamam or kamar mandi. Next author bakal ceritain tentang hamba Allah di BAB yang akan datang.
"Biar, ana aja yang chek". Nurul, nurul adalah kepala keamanan, saat ini kepengurusan dipimpin oleh kelas lima dan empat angkatan Nurul dan Mutia. Begitupun Mutia, Mutia memegang kendali bagian informasi ma'had, hanya saja untuk saat ini dirinya masih berduka atas kepergian ayahnya. Nurul juga salah seorang saudara jauh Mutia. Biasa dipanggil mba Nurul.
"Loh, Mutia,! Knp Nangis? " sapa Nurul .
Mutia menggeleng
"Udah ya, nangisnya. Ikut mba patroli yuk, sekalian jalan jalan biar kamu gak sedih lagi." Ajaknya.
Namun tak ada jawaban dari Mutia. Ia masih terus menangis sesegukan. Nurul pun merangkul dan mengusap-usap lengan Mutia. Ia berharap Nurul bisa berhenti dari tangisnya. Para ro'is menghampiri dan saling membujuk Mutia, mereka semua sudah mengetahui, bahwa mutia telah kehilangan ayahnya.
Ditempat lain, Ibu Ami juga masih menangis memegangi foto almarhum suaminya, Fadil yang melihat ibunya kinipun ikut menangis, di usia fadil yang aru saja memasuki SMP, membuatnya masih belum mengerti harus bagaimana menghadapi keadaan.
"Merindukanmu adalah bagian dari rutinitas harianku. Kamu begitu istimewa bagiku sehingga aku melupakan seluruh dunia ketika aku memikirkanmu! Hidupku hampa tanpamu. Kamu adalah segalanya bagiku. Aku merindukanmu suamiku" Batin ibu Ami.
Sebagai makhluk sosial, menjadi sesuatu yang wajar ketika kamu membutuhkan orang lain dalam berkehidupan sosial. Entah itu dengan keluarga, sahabat, sampai pasangan tercinta yang kamu miliki sehari harinya.
__ADS_1
Namun, hidup bisa dibilang selalu memiliki kejutannya tersendiri, seperti misalnya ditinggal oleh seseorang yang kamu cintai. Dari situ, kamu mungkin bakal merasa hampa dalam sehari-harinya.
Nah, wajar aja kok kalo kamu merasa sedih dan kecewa karena hal itu. Bisa dibilang semua orang memiliki kisahnya tersendiri dalam hidup.
Wejangan sedikit dari author ya guys ya.. hehe.
*****
Jam 03.30 wib.
Pagi buta seperti mengajak untuk bercengkerama, bahkan keheningapun ikut bergabung bersama. Rasanya pagi ini begitu sangat menyegarkan namun sedikit mencengkam.
Brak...
brak..
brak.. brak.. brak..
Hayya ukhti Kumna.. kumna..ukhti...!!
Semua ro'is bekerja sama membangunkan para santri untuk pergi ke musholah.
Ada yang sudah bangun, ada yang masih tertidur, mandi, bahkan ada yang lebih dulu pergi ke musholah untuk menghindari hukuman. Ets..ada juga yang ngumpet di gudang atau jemuran loh. Yah begitulah santri, ada yang semngat dan ada juga yang tidak semangat.
Para santri berjalan, berlarian menuju mushola atau aula tempat sholat berjama'ah sementara, sebelum masjid berdiri kokoh.
Teeeeeeeeetttt...
Ana aishib hata khamsah !!
Wahid !!
Istnaani !!
Suara hitungan qism/ ro'is keamanan terdengar menggelegar hehe.
Brak..brak.. (sambil memukul pintu gerbang)
Tsalasa........
Ar....ba....'a
Walakhir.....!!! Khamsah !!!
BRAK !! Pintu ditutup dan digembok , beberapa santri ada yang lolos dan ada yang terjebak di asrama.
Biasanya yang terlat hukumamnya nyebur ke kolam ya guys? Atau jln bebek sampai ke musholah ? Ada yang pernah ngalamin?
Dimusholah para santriwati dan santriwan sedang bertadarus, sambil menunggu waktu subuh. Saat saat tadarusan begini tidak boleh tidur, kalau tidur wajib tadarus sambil berdiri dan angkat kakinya satu sampai adzan tiba.
__ADS_1
***
Waktu subuh telah tiba, semua santri shokat berjama'ah. Usai sholat subuh, seperti biasa pengumuman diberitakan terlebih dahulu sebelum para santri masuk ke kelas bahasa.
"iielan !! Assalmmu'alikum Wr. Wb. asf 'ana 'atahadath al'iindunisia ( maaf saya berbahasa indonesia ) untuk pembagian kelas IPA IPS sudah ada di papan mading utama ! Jam 08.00 semua santri wajib mauk kelas untuk didata kembali, dan untuk santri baru berkumpul di aula. Syukron ! Wassalammu'alaikum Wr. Wb.
Semua santriwan dan santriwati berbondong bondong pergi ke kelas bahasa. Tidak dengan pengurus atau yang disebut Ro'is ya guys, pengurus bertugas untuk membimbing para santri untuk mahir berbahasa, karena sebelumnya pengurus yang dipilih oleh ustad dan pimpinan pondok yaitu santri santri yang dianggap mampu mahir berbahasa dan tegas. Para pengurus bertanggung jawab untuk membimbing santri santri junior.
"Kamu kenapa mut? Ko diem aja, jangn ngelamun, nanti kesambet loh !! Innayah memegang bahu Mutia yang sedang duduk di tangga dekat mading utama, inayah teman dekat, seangkatan Mutia.
"Na, ko nma aku ada dua ya? Aku udah seneng seneng masuk IPA, tapi di IPS ada nama aku juga.! " jelas mutia.
Innayahpun mencari nama mutia, dan ternyata benar saja, nama Mutia ada dua.
" yasudah mut, kamu nanti di IPA aja dulu ya, bareng aku." Ajak innayah.
Teeeeeeettttt.....
Bel berbunyi kembali, waktunya para santri untuk mempersiapkan diri, piket, mandi, makan pagi dan pergi ke kelas yang di umumkan tadi oleh bagian informasi ma'had.
Semilir angin pagi, udara sejuk, bercampur angin sepoi sepoi menggoyangkan dedaunan pohon cinta, pohon satu satunya yang berada ditengah tengah gedung, dan berbentuk cinta.
Dalam suasana upacara penyambutan santriwan dan santriwati baru dan ada beberapa amanat yang disampaikan oleh pimpinan ma'had.
"Nanti para wali kelas diersilahkan mengabsen para murid!" Ucap kepala sekolah MA.
***
Setelah upacara selesai semua santri memasuki kelas yang sudah ditentukan nama namanya.
Mutia dengan PD nya memasuki kelas IPA dan segera duduk dekat dengan inayah, sebelum masuk ke elas, mutia terebih dahulu keruang ustad untuk menanyakan kebenaranya, dan ustadpun menyuruh mutia untuk masuk kelas.
Selang beberapa menit, Ustad fauzi datang dan mengabsen satu persatu, amun tidak ada nama Mutia.
Hati mutia sangat gelisah, mutia sangat berharap sekali masuk kelas IPA, karna dengan prestasi lomba fisika kemarin mutia memenangkan lomba nya.
"MUTIA !!, kmu masuk kelas IPS ya. Sekarang kamu boleh kluar." Jelas ustad fauzi.
Dengan langkah gontai, mutia keluar kelas, tak terasa tetes demi tetes air mata keluar.
Kelas IPA yang ia banggakan kini hanya sebuah angan angan,, impian dan harapannya hilang.
"Kenapa aku ke IPS? Kenapa aku selalu sial? Kemarin aku kehilangan ayah, sekarang aku kehila gn impianku untuk masuk kelas IPA ! Dunia sangat kejam, ya Allah aku salah apa? Mengapa engkau uji aku seperti ini!! Batin mutia.
Bukanya masuk masuk kekelas, namun Mutia berlari menuju asrama.
Innayah yang melihatnya segera menyusul mutia.
****
__ADS_1
Malangnya Mutia, mengejar impian bisa membuat makin semangat dalam menggapai semua tujuan hidup. Setiap orang mempunyai cita-cita mulia yang ingin dicapai.
Untuk mengejar impian pasti diperlukan kerja keras, tekad, komitmen, dan semangat pantang menyerang. Namun, dalam perjalanan mengejar impian, terkadang menemui hambatan yang bikin langkahmu terhenti begitu juga berbanding blik dengn impian Mutia.