KAU CAHAYAKU

KAU CAHAYAKU
Riko


__ADS_3

Rey benar-benar ingin mengumpat kesal pada dua makhluk halus yang ada di pojok taman rumah yang entah sejak kapan sudah ada disana dan tentu saja keduanya terlihat senang sambil tos kemenangan. Ia benar-benar harus menguatkan mental untuk tetap dingin dan menyakiti sang istri di hadapan mereka. Huh! Padahal Rey ingin sekali berbincang lama dengan Lia. Dia benar-benar ingin.


Di dalam rumah, Lia sedikit bergegas membuka pintu tak lupa ia menyeka air matanya. “Hallo, mencari siapa ya?’’ tanya Lia pada tamunya. Yang ditanya pun masih terdiam membisu seperti terkagum melihat sosok yang membuka pintu. “Maaf, mencari siapa?’’ ulang Lia semakin lembut.


Sang tamu menggeleng membuyarkan lamunannya, “saya Riko, rekan bisnis Rey.”


‘’Oh, silakan masuk, biar saya panggilkan Rey.’’ Lia menunduk sopan, “silakan duduk Tuan,’’


Tak lama kemudian  Rey datang menemui tamu yang katanya adalah rekannya. ‘’Oh, Riko. Senang kau ada disini,” sapanya.


Riko tersenyum ramah, ‘’Setelah kau menikah, baru kali ini kita berjumpa. Dimana istrimu?’’


‘’Ada di dalam. Kenapa?”


“Tidak. Aku hanya penasaran bagaimana wajah aslinya, sewaktu di pelaminan sih cantik tapi sepertinya tebal make upnya menandingi cat tembok rumah,” candanya.


Lia yang datang dari arah dapur mendapat tatapan dari dua pria yang ada di sofa, ‘’silakan diminum Tuan,’’ Lia mengeluarkan dua gelas minuman segar dan meletakkannya masing-masing dihadapan dua pria itu. ‘’Saya permisi ke belakang,” pamit Lia.


‘’Eh, tunggu Nona,” cegah Riko dan mendapat tatapan bingung dari Rey. Riko menoleh pada Rey, ‘’Dia siapa? ‘’ yang ditanya seketika bungkam, ragu mengatakan bahwa perempuan yang ditanya identitasnya itu adalah istrinya, “Dia cantik.” Puji Riko


Lia tersenyum ramah, “terimakasih.”


“Rambut hitam sebahu yang tebal, mata cokelat yang indah, kulit putih, dan lekuk tubuhmu juga bagus,” Lia menatap ke arah Rey sekilas yang mulai mengarahkan gelas ke bibirnya, “tinggimu juga lumayan. Nona, maukah kau jadi kekasihku?’’


‘’Uhuk-uhuk.” Dengan sigap Lia mengambil tisu, duduk disebelah suaminya dan mengelap dagu Rey yang tertumpah minuman karena tersedak.


“Hei, tenang Bro, jangan panik begitu, aku hanya ingin jadi kekasihnya bukan jadi

__ADS_1


suaminya, lagian dia pembantumu kan?’’


Lia langsung menoleh memberikan tatapan tajam, ‘’hai Tuan yang sedikit tampan dan


berkaca mata, nama saya sudah  adalah Lilyana Frank. Nama rekan anda Reyhan Frank. Apa anda mengerti?’’ suara Lia terlihat kesal.


Rey yang mendengarnya tersenyum geli saat Lia begitu kesal. “Tuan Riko,”


‘’Ah, pantas saja kau marah. Iya-iya, kau pasti kesal karena aku menyebutmu sebagai pembantukan? Padahal kau adalah adik kandung dari Reyhan Frank. Maaf-maaf, hehehe”


Lia semakin kesal, ingin sekali ia menyiram tamu suaminya itu dengan minuman yang ada di meja, tapi mau bagaimana lagi, bahkan suaminya itupun tidak mau mengakui dirinya sebagai istri di hadapan Riko.


‘’Ah, nona cantik, jangan khawatir, aku akan meminta ijin terlebih dahulu kepada kakak dan keluargamu. Aku akan memperjuangkanmu,”


‘’Dia istriku.” Dua kata dari mulut Rey sepertinya sudah cukup meruntuhkan kekesalan Lia. Perempuan itu menoleh pada sang suami dan sedikit menahan senyum.


“Apa?! Hahaha, kau suka bercanda kawan,” Riko tertawa sumbang. Berharap itu adalah kebohongan.


‘’Wah, aku hanya bercanda tadi, hahaha’’ ucap Riko mulai ragu. “Aku tidak takut dengan ancaman wanita, kecuali dia psikopat.”


Lia berbalik saat sudah melangkah dua kali, ‘’kau tahu? Aku psikopat.’’Riko terlihat bungkam. “Dan aku tidak suka pria berkaca mata. Sedikit menjijikkan menurutku.” Lia benar-benar berlalu.


Dua pria yang saling bertatapan terlihat canggung, “maaf” sesal Riko, “aku benar-benar tidak tahu bahwa nona itu adalah istrimu. Maafkan aku,”


‘’Lupakan, yang penting kau sudah tahu.”


‘’Tapi aku jujur, dia secantik yang aku puji,” bantal kecil pun mendarat di wajah Riko.

__ADS_1


‘’Sialan!” umpat Rey. “Jangan pernah kau ganggu istriku, dia milikku. Bahkan memujinya pun jangan, atau kau akan tahu…”


‘’Iya-iya, aku tahu akibatnya jika mengganggu milikmu.”


‘’Bagus. Mari kita bahas pekerjaan.”


***


Di kamarnya Lia terlihat membisu. Kemudian menatap kosong ke arah foto pernikahan yang terpajang sangat besar disana. “Pernikahan ini akan bertahan sampai kapan?’’ Lia mulai menyentuh wajah Rey yang ada di foto itu, “lihatlah, kita sama-sama pandai memainkan peran. Bahkan kita sama-sama tersenyum bahagia, padahal kau tersiksa menikahi ku. Sandiwara yang bagus.’’


Sekelebat bayangan senyum manis Rey di masa lalu terngiang di ingatannya. “Kau dulu begitu hangat menyapa ku tiap pagi. Mengirimi ku pesan manis. Kenapa kau berubah?’’ dengan nada yang begitu lembut ia bertanya. “Rey, kenapa kau begitu sangat tampan sekarang? Kau tahu? Dirimu yang sekarang membuatku benar-benar tidak tahu untuk apa aku masih ada di dunia ini.”


Isakan pun mulai terdengar. “Diam kau, nanti kita ketahuan!” bentak hantu Senior, “lagian kenapa kau jadi menangis begini?’’


“Kau ini bodoh atau apa? Tidak mungkin dia tahu kita disini, kita kan hantu,”jawab hantu Junior sambil sesekali sesenggukan. “Aku jadi baper di buat perempuan itu. Bagaimana tidak, jika aku masih hidup kurasa aku sudah meninggalkan suami ku yang dingin seperti Rey.”


‘Itu salah perempuannya di masa lalu,’’ Balas Senior.


‘’Kau tahu Rey, dari dulu aku tak pernah berniat memberi harapan palsu, aku hanya.. “ Senggukan sudah mulai terdengar dari suara serak Lia. “Aku hanya takut sampai pada akhirnya, kau pergi karena bosan terlalu lama menungguku. Aku bodoh.. aku bodoh.. aku bodoh Rey!”


Lia mengelap tangisnya sejenak, air matanya sudah mulai tak terkendali, “Ahhh.. satu hal lagi. Aku tidak pernah menyukaimu dari dulu. Ya, aku tak menyukaimu karena aku mencintaimu yang lebih dari kata suka. Sejak kita jadi tetangga sewaktu masih kecil, aku sudah jatuh hati padamu. Hanya saja aku takut, hiks.”


“Huaaaaa sedih sekali,” teriak hantu Junior, kali ini hantu Senior pun tidak memarahinya, dia sedikit merasa bersalah karena menyuruh Rey untuk tetap menyakitinya. Karena bagaimana pun hukum perempuan tidak pernah salah pun berlaku dalam dunia kehantuan. Namun satu hal yang mereka lupa, belakangan ini jika mereka emosional energi mereka akan meledak begitu saja, tanpa disadari satu diantara dua hantu itu menyenggol sesuatu dan terjatuh yang membuat Lia terkejut.


Lia yang masih sesenggukan jadi merinding, dia melempar pandangan kesana kemari, memeluk tubuhnya sendiri. Karena takut dua hantu itu bersentuhan dengan Lia, dengan cepat mereka menghindar ke arah pintu keluar, padahal ya penduduk bumi dua hantu ini bisa saja menghilang, namanya juga hantu. Bagaimana sih ini.


“Arghhhhhhh…………“

__ADS_1


Teriakan Lia membuat Rey yang berada di bawah jadi panik dan menyuruh Riko cepat-cepat pulang. Ia pun berlari menaiki tangga dengan cepat menuju kamar.


“Apa yang terjadi? Li.. Lia?


__ADS_2