Kau Yang Mendua

Kau Yang Mendua
Bernasib sama dan memiliki takdir yang sama


__ADS_3

Lagi dan lagi Andara menghela napas panjang. "Ya, sudah. Istirahtlah. Setelah selesai dengan pekerjaan kalian, kalian semua harus segera kembali. Kami harus istirahat. Ayo, Bang!" ucap Andara segera bangkit yang diangguki oleh Rama.


Andara berjalan lebih dulu memasuki kamar mereka. Kini tinggallah Rama di sana. Ia menatap lekat pada Arya. Sebagai laki-laki, ia tahu jika pemuda itu sedang meluluhkan hati Atika yang sudah membatu akibat pengkhianatan yang suaminya lakukan padanya.


"Boleh tinggalkan kami berdua?" tanya Rama pada mereka semua yang kini menatap lekat pada Rama. "Saya ingin berbicara berdua saja dengan Arya, apa boleh?" lanjut Rama lagi yang segera diangguki oleh Mbak Dewi dan selly.


Keduanya segera bangkit dan menuju ke arah lain. Tinggallah Atika dan Arya saja. Rama tersenyum melihat Atika yang menatap lekat padanya tapi, pandangan matanya itu kosong. Ia sedang melamun saat ini.


"Atika, abang tidak akan banyak bicara padamu. Semua itu terserah padamu. Tetapi, abang sebagai laki-laki, paham akan perasaanmu yang sudah terlanjur di sakiti. Akan tetapi, apakah kamu tidak bisa membuka hatimu untuk orang lain lagi yang tulus menginginkanmu? Abang tahu, sakit rasanya di khianati. Tidak mudah untuk bisa membuka lembaran baru lagi. Tetapi, kamu bisa mengobati lukamu dengan orang yang baru, Dek. Abang hanya berpesan, ambil dan peganglah selagi dia ada di dalam genggamanmu. Jangan sampai ia lepas dan pergi darimu. Sebab, jika ia sudah lepas darimu, abang yakin, ia tidak akan pernah kembali lagi padamu. Dan saat itu terjadi, hanya ada rasa sakit dan kecewa yang kamu dapatkan akibat kamu sendiri yang tidak menginginkannya. Masuk dan istirahtlah. Abang perlu berbicara dengan Arya sebentar," ucap Rama yang diangguki oleh Atika.


Atika pergi dan meninggalkan keduanya yang kini duduk dalam diam. Setelah Atika menghilang dari kolam renang itu, baru Rama buka suara pada Arya.


"Jadikan Atika kekasih halalmu seperti yang mas lakukan. Jangan menundanya terlalu lama. Mas tahu, jika kamu sangat mencintai Atika. Butuh waktu untuk bisa meluluhkannya. Akan tetapi, jika kamu tidak masuk ke dalam kehidupannya dan tidak meluluhkan hatinya yang beku itu, maka akan semakin sulit bagimu untuk bisa masuk kesana. Saran mas, berjuanglah selagi kamu mampu. Jangan pernah menyerah dan meninggalkannya. Mas tahu, Atika juga menginginkanmu. Hanya saja, hatinya telanjur sakit dan kecewa karena saudara tirimu sama seperti saudara tiri mas yang sudah melukai Andara. Sedikit tidaknya, mas tahu jika Andara masih belum bisa menerima mas sebagai suaminya. Ingin menerima tetapi, takut di lukai dan tersakiti lagi untuk yang kesekian kalinya."


"Akan tetapi, inilah tujuan mas menikahinya. Mas ingin menyembuhkan luka hatinya yang pernah Faris torehkan padanya, mas ingin menjadi obat untuk pelipur laranya. Mungkin mas tidak bisa merubah masa lalu. Tetapi, mas bisa menjadi masa depan yang baik untuknya. Mas akan merubah yang buruk menjadi indah untuk dirinya hingga Andara akan sulit untuk berpaling dan meninggalkan mas. Mas dan kamu, kita berdua sama. Kita berdua merupakan obat untuk keduanya, Arya. Mas mohon, berjuanglah untuk meluluhkan Atika. Adik Andara itu gadis yang baik. Ia hanya sedang terluka."

__ADS_1


"Luka yang di akibatkan oleh suaminya sendiri. Kamu tahu Arya? Kisah kamu dan mas itu sama. Kita sama-sama menjadi obat untuk wanita yang sudah tersakiti oleh suaminya. Kita berdua, obat untuk keduanya. Jika Andara bisa menerima mas, maka kamu harus berjuang lagi untuk meluluhkan karang yang sudah membatu itu. Ingatlah ini Arya. Karang, walau sering terhempas gelombang dan ia selalu berdiri kokoh, percayalah. Ada sisi karang itu yang begitu rapuh hingga ia bisa terkikis oleh arus air laut yang sering menerjangnya."


"Sekuat apapun ia bertahan dari guncangan air laut, ia tetap butuh penyokong agar dirinya kuat dan semakin tegar dalam menghadapai ombak yang semakin kuat menerjangnya. Kamu, laki-laki yang di pilihkan untuk bisa melindungi dan menyelamatkan Atika dari semua masalah. Lindungi dirinya tanpa dia tahu. Selamatkan dirinya dari masalah jika sedang mengalaminya. Bantulah dirinya untuk menghapus kenangan buruk di hidupnya. Jadilah selalu penolong dan sosok pelindung untuknya."


"Terkadang, wanita itu tidak butuh harta atau apapun dari kita. Wanita makhluk unik. Ketika di dekati, dia menjauh. Ketika diberikan, dia menolak. Ketika diberikan perhatian, dia selalu cuek. Dan ketika kita menjauh, mereka kebingungan mencari kita. Pura-pura menolak, padahal mereka mau. Berikan perhatian yang tulus padanya. Buktikan jika kamu bisa dan layak menjadi pendampingnya. Jangan menyerah Arya, terus berjuang untuk meluluhkan hatinya. Jika kamu sudah berusaha tetapi, dirinya juga tidak berubah, maka serahkan semua itu pada Sang Pemilik Hidup. Yakinlah, jika dengan tangan-Nya, maka Atika akan luluh dengan sendirinya. Mas masuk dulu. Pikirkan baik-baik ucapan mas. Mas yakin, kamu bisa melakukannya. Kamu dan mas, merupakan laki-laki pilihan yang di tugaskan untuk melindungi keduanya." Ujar Rama panjang lebar yang membuat Arya tertegn dan tercenung dengan setiap perkataan calon abang iparnya itu.


Rama tersenyum dan menepuk lembut pundak Arya yang kini sedang melamun. Rama yakin, Arya sedang memikirkan semua ucapannya saat ini. Rama berlalu meninggalkan Arya seorang diri.


Ia sudah merindukan kebersamaannya dengan Andara. Sehari tidak melihat dan menggoda istrinya itu, Rama merasa kehilangan. Rama terkekeh dan menggelengkan kepalanya kala mengingat wajah Andara yang memerah dan kesal karena ia berhasil menggoda istrinya itu.


Rama memikirkan arya yang kini sednag melamun. Sedikit tidaknya, ia tahu akan masalah keduanya. Terkadang, Rama heran sendiri. Kenapa nasib kedua saudara kembar itu sama dan bernasib sangat buruk.


Sama persis tetapi, sedikit berbeda. Alurnya tetap sama. Keduanya tetap berujung pada kematian dengan sebab yang sama. Rama menggelengkan kepalanya memikirkan takdir untuk dua saudara kembar itu.


Tidak ada yang bahagia, keduanya tetap terluka. Tibanya di kamar mereka, Rama mengetuk pintu dan segera masuk setelah mengucapkan salam. Rama terpaku di tempat saat melihat kamar keduanya kini sudah berubah menjadi begitu indah dengan lilin yang menghiasi kamar keduanya.

__ADS_1


Aroma terapi menguar di seluruh ruangan sempit itu. Rama mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan yang bertaburkan bunga mawar merah hingga ke lantai. Tidak terlihat Andara di sana. Rama melangkah masuk dan emnuju ke kamar mandi.


Ia yakin, jika Andara saat ini berada disana. Rama tersenyum kala mendengar suara gemiricik air di dalam kamar mandi kamar mereka.


...****************...


Setelah Princess Pratama dan Andara selesai, kalian ingin dibuatkan cerita yang mana lagi nih?


Othor udah punya judulnya dua, mau yang mana dulu othor buatkan?


Kisah Prince dan Alzana?Atau kisah Ziana dan El?


Othor puna rencana ingin buat itu bulan depan setelah selesai karya yang akan othor terbitkan setelah ini.


Karya itu othor ikutkan lomba.

__ADS_1


So, komen di kolom komentar, ye? Kalia mau yang mana dulu dibuatkan?


Yang jelas, othor akan buatkan untuk yang karya lomba dulu setelah ini selesai. 😁😁🙏🙏


__ADS_2