Kau Yang Mendua

Kau Yang Mendua
Fakta mengejutkan


__ADS_3

Andara masih terkekeh kala melihat Ayah Artha menarik telinga Rama karena kesal padanya. Andara sudah menceritakan kejadian kemarin saat di kantor Rama hingga suaminya itu ia tendang burungnya sampai masuk ke rumah sakit.


"Hem.. jadi karena itu saja? Bukan karena hal lain?" selidik Ayah Artha masih belum percaya pada Rama yang kini berwajah kesal padanya.


"Menurut Ayah, apakah aku laki-laki gampangan yang cepat sekali berubah dan menerima wanita lain, begitu?" ketus Rama semakin kesal saja pada ayahnya.


Andara terkekeh. Ibu Nawaning tersenyum.


"Ya.. Mana ayah tahu? Bisa saja, bukan?" balas Ayah Artha mengangkat bahunya, cuek dengan ucapan ketus putranya itu.


"Aku tidak seperti itu, Yah. Jika memang aku demikian, sudah sedari dulu aku mencari pengganti Andara. Tetapi, apa? Tidak bukan? Selama bertahun-tahun aku rela menyendiri. Berharap hanya Andaralah jodoh pertama dan terakhirku! Tak mau aku dengan yang lain, Yah!" balas Rama lagi yang diangguki oleh Ayah Artha.


Ya, selama ini Rama terus bertahan demi menunggu Andara, padahal selama itu Ibu Nawaning selalu di bujuk ole Ayah Artha agar Rama bisa menikah dan berkeluarga. Akan tetapi, jawaban yang sama selalu Rama berikan pada Ibu Nawaning.


Ayah Artha mengangguk setuju dengan ucapan Rama. Sedikit tidaknya, putra bungsunya itu menuruni sifatnya yang setia pada satu wanita saja.


"Terus, kenapa kamu membuat sandiwara seperti itu? Gunanya untuk apa?" tanya Ibu Nawaning pada Rama yang kini tersenyum melihat Andara yang sedang mengupas buah untuknya.


Antoni masih setia di sana. Ia pun tak kalah penasaran dengan kedua orangtua Bosnya itu. Rama menatap Andra yang kini tersenyum di balik masker putihnya.


Kilas balik..

__ADS_1


Andara berjalan sambil bercakap-capak dengan resepsionis dan satpam kantor mereka. Sudah lama Andara tidak ke kantor itu lagi setelah dirinya depresi akibat kehilangan Claudia, saudara kembarnya.


Andara terus bertanya tentang laporan dari kedua orang itu tentang sekretaris Rama yang baru setelah Mbak Wiwik mengundurkan diri demi membantu usaha suaminya.


Kedua orang itu mengatakan jika Dina sangat mencurigakan sikapnya. Ia juga sering menyelinap masuk ke dalam ruangan Rama jika Rama sedang keluar atau makan di kantin. Dirinya sering makan di sana seorang diri.


Awalnya itu biasa saja. Namun, setelah salah satu OB memergoki Dina sedang memegang laptop milik Rama di dalam ruangannya, membuat Andara yang mendapatkan laporan itu segera bertindak.


Ia ingin tahu, seberapa lama wanita itu akan berulah. Andara ingin lihat, apakah nalurinya benar jika wanita itu mengincar Rama dan juga hartanya? Untuk mebuktikan jika itu benar, Andara terpaksa membuat Rama harus ke kantor hari itu walau dirinya sedang sakit. Andara tahu Rama sakit apa. Akan tetapi, ia sengaja diam dan tetap memaksa Rama ke kantor demi rencanya itu.


Andara berjanji akan datang kesana saat makan siang tiba. Benar saja dugaan Andara. Pada saat resepsionis menunjukkan sesuatu padanya, membuat Andara yakin, jika rencananya akan berhasil.


Dina sengaja menyenggol kaki Rama hingga dirinya terjatuh dan buah dadanya itu menimpa Rama yang sedang menutup mulutnya karena akan muntah sebab mencium bau menyengat dari tubuh sekretarisnya itu.


Di sisi lain, ia juga sengaja memegang laptop Rama sebentar saat Rama sedang terlelap. Dina di buat kesal karena laptop Rama itu terkunci dengan sandi yang membuat Andara terkekeh geli melihatnya waktu itu.


Ya, Andara sengaja mengintip dari celah pintu ruangan Rama demi melihat aksi wanita itu. Andara kesal dan menendang burung Rama karena wanita itu begitu betah meletakkan buah dadanya itu di hadapan wajah Rama. Dan Andara juga kesal sebab Rama hanya diam saja, padahal Rama sendiri tidka berdaya waktu itu.


Dalam keadaan kesal dan demi menunjukkan sebuah bukti pada suaminya, Andara terpaksa melakukan hal yang akan merugikan dirinya dan juga Rama sendiri.


Hingga kemarin siang, Andara mendapatkan bukti yang ia mau dan langsung mengirim pesan pada Rama dengan bukti itu. Rama sempat syok dan terkejut. Setelah itu, ia mendukung aksi Andara dengan berpura-pura mendekati Dina. Saat wanita itu menangis, ia mengiba. Padahal aslinya mah Rama sangat muak dan mual dengan tingkah sekretarisnya itu.

__ADS_1


Andara tidaklah kabur. Itu hanya alibi. Ia sengaja memperkeruh suasana di rumahnya. Sebab di rumah itu pun ada salah satu orang dari sekretaris sialan itu. Andara sengaja menulis surat dan kedua mertuanya menganggap dirinya kabur.


Ia sengaja pergi waktu sore langsung menuju ke rumah sakit dan mengabarkan hal itu pada Rama. Rama menyetujuinya. Ia pun senang kalau Andara berada di sana. Semua bukti kecurangan sekretarisnya itu sudah ada di tangannya.


Andara tertawa saat Dina mengatakan jika anunya Rama tidak berdiri alias loyo dan tidak bisa memuaskannya hingga memutus hubungan keduanya. Rama sangat kesal waktu itu. Walau sebenarnya itu hanya sandiwara, tetap saja Rama kesal. Dina menyepelkan burungnya yang sedang tertidur akibat ulah istrinya itu.


Tapi demi Andara, Rama rela menghiba dan bersikap manis di hadapan sekretarisnya itu asalkan bisa menangkap siapa dalang di balik kejadian itu.


Sekarang, Andara dan Rama sudah mengantongi nama pelaku yang sudah berbuat curang pada perusahaannya. Keduanya sedang dalam penanganan polisi termasuk Dina, sekretarisnya itu.


Kilas balik selesai.


...****************...


Udah paham kan ye?


Itu dia alasannya!


Dah, jangan menghujat Rama lagi!


Besok, tiga episod terakhir. Setelahnya, kita lanjut di kamar bang Gading dan Alkira besoknya lagi!😁

__ADS_1


__ADS_2