Kau Yang Mendua

Kau Yang Mendua
Bertemu suami Claudia


__ADS_3

Rama merasa tidak enak dengan ucapan Andara. Ia bukannya melepaskan pelukannya di tubuh Andara malah semakin memeluk erat tubuh cintanya itu. Tak ingin sedikit pun lepas. Rama sampai mengabaikan ucapan wanita itu yang kini berbicara padanya.


"Ayolah Ram. Kalau kamu mau, kamu boleh ajak istri kamu, kok. Ini renuian sekolah kita, loh. Masa' iya kamu tidak mau jadir, sih? Kamu selalu menolak datang setiap kami mengundangmu. Andara! Bujuk dong, suami kamu? Masa' iya jadi istri diam aja, sih?" sungut wanita itu pada Andara yang kini sibuk menatap keluar jendela tanpa peduli pada Rama yang kini memeluknya, bahkan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Andara yang tertutup hijab hitam.


"Ram!" seru wanita itu yang membuat Andara menoleh padanya.


Deg.


Wanita itu menciut melihat tatapan dingin dari mata yang tertutup niqob itu.


"Baik, saya akan berusaha untuk datang bersamanya. Atau, kalian saja yang pergi berdua? Dan saya tinggal di rumah? Bukahkan kalian belum puas untuk saling melepas rindu?" ucap Andara menyindir Rama dan wanita itu yang kini salah tingkah karena beberapa pengunjung pesawat kelas bisnis itu menoleh padanya.


Rama tidak peduli dengan orang lain. Baginya Andara. Ia semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Andara. Atika yang sejak tadi melihat abang iparnya sontak saja terkekeh. Arya terpana di buatnya.


Mbak Dewi dan Selly menatap lekat dan menganga melihat Atika terkekeh setelah sekian lama. Inilah kali pertama Atika terkekeh.


"Ck. Ciri-ciri suami takut istri!" celutuknya pelan tapi, terdengar oleh Arya yang kini menarik ujung bibirnya hingga mebentuk senyum tampan dan terkekeh mengikuti dirinya.


Keduanya terus terkekeh melihat kelakuan kedua pengantin baru itu. Andara yang tidak ingin berbicara sedangkan Rama terus memeluk istrinya itu.


Andara membalas pelukan Rama yang membuat Rama mengecup puncak kepalanya yang tertutup hijab. Tanpa berbicara, Rama dan Andara menyelami perasaan keduanya. Wanita yang kini berada di hadapan Rama begitu kesal di buatnya.


Pukul tiga sore waktu Jakarta, Andara dan Rama sudah tiba di Bandara. Keduanya berpisah dengan aura tidak menyenangkan terlihat di mata wanita teman sekolah Rama itu. Rama terpaksa menyanggupi keinginan teman sekolahnya itu demi mencairkan keadaan yang membeku akibat ulah Andara yang mendiamkan keduanya sedari di dalam pesawat.

__ADS_1


Rama membawa pulang Andara ke rumah yang sudah ia beli sebelum menikah dengan Andara satu minggu yang lalu. Rumah hadiah dari sang Ibu untuk keduanya. Anara belun tahu itu. Ia manut saja kemana pun Rama membawanya.


Dirinya begitu lelah saat ini. Ia ingin beristirahat sebelum hadir di acara reunian sekolah Rama. Pantas saja wanita itu ikut bersama mereka. Ternyata, malam ini akan ada acara reunian di sebuah Hotel ternama di Jakarta.


Rama tidak akan memperkerh suasana hati Andara yang saat ini sedang badmood. Rama memilih mendiamkannya. Dirinya sibuk mengurus pakaian kotor dan juga menyusun baju Andara ke dalam lemari pakaian keduanya di kediaman baru yang sudah ada pembantu dan satpam baru itu. Sementara Andara terlelap di ranjang king size milik Rama. Is tersenyum melihat istrinya itu.


Malam harinya.


Andara dan Rama sudah bersiap. Keduanya menuruni tangga untuk menuju Hotel yang sudah di tentukan. Keduanya sudah berdamai dengan keadaan. Andara sudah tidak marah lagi pada Rama. Sebab Rama sudah menjelaskan yang sebenarnya pada Andara.


Keduanya berjalan sambil sesekali terkekeh bersama dengan tangan Rama memeluk pinggang ramping Andara. Keduanya tiba di halaman depan setelah bertemu Mbok Mi dan berpesan untuk mengunci pintu sebelum keduanya kembali.


Langkah keduanya begitu semangat. Namun, sayang keceriaan itu harus surut kala melihat wanita itu ada di hadapan rumah mereka dan sedang berdebat dengan satpam penjaga rumah mereka.


"Dia lagi! Dia lagi! Apa, sih, maunya? Nggak senang banget, sih,lihat aku sama istriku akur?" gumam Rama sembari mendekati mobilnya dan memasuki pintu kemudi mobil miliknya tanpa peduli dengan Andara yang kini mematung melihat wanita itu menerobos masuk setelah Pak Satpam membuka pintu gerbang rumah mereka.


Wanita itu spontan membuka pintu depan dan duduk di samping Rama yang membuat Rama kesal setengah mati.


"Hai, Ram? Aku nebeng sama kamu, ya? Boleh kan Andara?" ucapnya seraya tersenyum sinis pada Andara yang kini menatap datar padanya.


Andara membuka pintu belakang bertepatan dengan Rama ynag keluar dari mobil itu.


"Pak Kus! Bawa mobilnya! Saya lagi pusing menghadapi belut listrik yang satu ini!" sindir Rama segera masuk ke bagian kedua mobil dan menarik Andara bersamanya.

__ADS_1


Wanita itu terdiam mendengar sindiran yang tepat ditujukan untuknya. Pak Kus menurut. Ia yang menjadi supir merwka bertiga. Rama merebahkan kepalanya di jog mobil. Tangannya menggenggam erat tangan Andara. Tak ada yang berbicara hingga mobil itu melaju ke Hotel yang akan di adakan acara reunian sekolah mereka.


Tiba di sana, Rama kembali di buat kesal dengan kelakuan teman sekoalhnya itu. Bagaimana tidak kesal, jika dirinyalah yang menggandeng Rama bukannya Andara. Ia begitu senang ketika menggandeng suami orang di hadapan istrinya sendiri.


Andara berdecih sinis melihat wanita itu. "Cih! Bangga, ya, ternyata merebut suami orang?"


Deg.


Deg.


Beberapa dari teman Rama menatap pada wanita itu dan Rama dengan wajah kesal plus dinginnya. Andara mendekati Rama dan melepas cekalan wanita itu dari lengan suaminya yang membuat Rama tersenyum seketika dan melabuhkan kecupan hangat di bibir Andara yang tertutup niqob.


Andara tersipu malu. Ia menggandeng Rama masuk meninggalkan wanita itu dengan segala kekesalan di hatinya. Dari belakang tubuh wanita itu, ada seorang laki-laki yang mengambil tangan wanita itu lantas menggandeng tangannya. Keduanya masuk ke dalam ruangan yang sudah di penuhi oleh teman-teman sekolahnya.


Andara yang berdiri melihat ke arah wanita itu mematung di tempatnya berdiri saat melihat siapa laki-laki yang menggandeng wanita yang bernama Kanya itu. Rama melihat Andara yang terdiam dengan mata menatap entah pada siapa.


Ia pun beralih menatapnya. Rama tersenyum menyeringai kala musuh yang mereka tunggu ternyata sudah menunjukkan batang hidungnya.


"Bersiap, Sayang. Suami Claudia sudah ada di sini. Kita akan tahu, ada hubungna apa dia dengan Faris dan juga Kanya!" bisik Rama yang membuat seutas senyum seringai terbit di bibir tipisnya.


Rama tahu itu. Keduanya menatap lekat dua orang itu yang saling bertegur sapa dengan teman mereka yang lainnya.


...****************...

__ADS_1


Noh, perang kita lanjut lagi, ya! Perang melawan suami Claudia pemilik tubuh yang Andara tempati saat ini.


__ADS_2