
James memegang tangan Claudia yang saat ini sedang kalap ingin memukul Nicholas. Claudia menepis tangan itu hingga James tesentak seketika. Ternyata, Claudia memang benar sedang marah saat ini pada Nicholas. Mantan suaminya.
Tangan halus nan mulus itu mengambil vas bunga di sudut ruangan dan melemparinya pada Nicholas dan Kanya. Keduanya tersentak kala vas bunga keramik itu melewati kepala keduanya dan pecah berhamburan.
Nicholas melotot melihat Claudia begitu pun dengan Kanya. Keduanya benar-benar tidak menyangka jika Claudia bisa semarah itu pada mereka.
Claudia tidak berkata, tetapi perbuatannya itu menunjukkan kekesalan dan kemarahan yang terpendam di dalam dirinya untuk kedua manusia jahannam itu. Caludia mengambil bantal dan segera melempari keduanya dengan cepat hingga wajah keduanya tertimpuk oleh bantal.
Bukan itu saja yang Claudia lakukan pada keduanya. Claudia juga melakukan apa yang Kanya dulu lakukan padanya. Kanya pernah menarik rambut Claudia hingga rontok sebagian. Belum lagi, ia di tampar hingga terhuyung dan menubruk dinding.
Sedang Nicholas menyuruh para lelaki untuk bergilir menodai dirinya. Nicholas tertawa terbahak saat itu. Darah di dalam tubuh Claudia mendidih dan meluap bagai gunung berapi yang akan meletus dan meluapkan lavanya.
Claudia benar-benar mengamuk. Ia mengamuk dan melempari keduanya dengan benda apapun yang ia miliki untuk meluapkan rasa sakit di hatinya kala mengingat kelakuan kedua manusia laknat itu.
James tidak bisa melarang Claudia. Sebab, dirinya tak memiliki kuasa untuk menahan amarah ynag sedang meluap itu.
Claudia yang sudah kalap, ia tidak lagi memikirkan ke depannya seperti apa. Baginya, balas dendam. Dia begitu tersakiti oleh dua manusia keji di hadapannya itu.
Claudia masih menarik rambut Kanya dengan kuat dan memukuli kepala Nicholas dengan vas bunga yang tersisa di sana. Suara pecahan kaca dan teriakan di dalam ruangan itu begitu riuh terdengar saat ini.
"Enak, hem? Bagaimana rasanya? Ini belum seberapa jika di bandingkan dengan perlakuan kalian berdua terhadapaku! Ini sangat sedikit di bandingkan penyiksaan yang kalian lakukan padaku!"
Claudia menghantam kepala Kanya hingga terbentur dengan kepala Nicholas. Keduanya menjerit dan jatuh terkapar di lantai tepat di bawah kaki Claudia yang saat ini masih belum puas menyiksa keduanya.
__ADS_1
"Jika saja aku tidak memikirkan Andara dan Rama, maka aku sudah membunuh kalian berdua!"
Dukk!
"Arrgghtt," teriak Nicholas saat pusat tubuhnya itu di tendang kemudian di injak dengan kuat oleh Claudia.
Kanya menutup mulutnya melihat itu. Tubuhnya menggigil. Mungkin penyiksaan itu akan lebih menyakitkan lagi jika terjadi padanya. Wajah Nicholas merah padam menahan rasa sakit yang tiada tara di pusat tubuhnya.
Claudia menyeringai. "Rasa sakit itu tidak sebanding dengan pusat tubuhku yang dulunya tercabik dan terkoyak akibat ulahmu yang menyuruh lima orang pria bergilir untuk menikmati tubuhku!"
"Aaargghhtt," lagi. Teriakan memilukan dari Nicholas terdengar di seluruh ruangan Hotel itu. Claudia benar-benar kalap saat ini.
Kanya ketakutan setengah mati. Ia beringsut ke dinding dengan memegang kepala dan juga menutup mulutnya sambil menggeleng. Ia tidak menyangka jika Claudia bisa sekejam itu. Claudia menoleh padanya dengan menyeringai.
"Aahhh," teriakan memilukan dari Kanya terdengar di seluruh ruangan itu.
James menutup kedua matanya kala melihat tindakan yang Claudia berikan pada Kanya. James masih ingat, kala itu Claudia di siksa dengan cara buah sintal miliknya di remat kuat hingga Cludia mengeluarkan darah bergumpal dari mulutnya.
Bukan itu saja. Ia juga menendang Claudia sampai darah keluar dari pusat tubuhnya. Kali ini, Claudia melakukan itu pada Kanya, tetapi tidak sampai mengeluarkan darah seperti yang Kanya lakukan padanya dulu.
"Aku masih mengingatnya, Kanya! Aku tidak sama denganmu! Kejam dan psikopat! Itu hanya contoh kecil dariku untuk kalian berdua. Kalian menyiksaku hingga mentalku hancur dan mati saat itu juga! Aku masih memikirkan saudariku! Biarlah keduanya yang menghukum kalian! Tugasku, sudah selesai! Cuih!" Claudia meludahi samping tubuh Kanya.
Tidak mengenai tubuhnya. Hanya di samping tubuhnya saja. Sementara, Kanya dulunya. Ia sengaja meludahi wajah Claudia yang sudah tidak berdaya. Penghinaan serta perlakuan kasar itulah yang membuat Claudia begitu dendam dan ingin menuntut balas.
__ADS_1
Jika bukan jiwa Andara yang memintanya, maka Claudia akan membunuh kedua orang itu. Claudia menghela napasnya yang masih memburu dan menatap nyalang pada kedua orang yang kini terkapar tidak berdaya itu.
"Berterima kasihlah kalian pada Andara. Jika bukan Andara, maka saya, CLAUDIA SMITH MADDISSON SUDAH MELENYAPKAN KALIAN BERDUA! SAYA SANGAT DENDAM DENGAN PERBUATAN KALIAN BERDUA! RASA SAKIT YANG KALIAN DAPATKAN TIDAK SEBANDING DENGAN YANG KALIAN LAKUKAN PADA SAYA HINGGA SAYA MEREGANG NYAWA! KALIAN MAKHLUK HINA DAN RENDAHAN! SUDAH SEPANTASNYA KALIAN MENDAPATKAN HAL INI! HUKUMAN INI TIDAK SEBANDING DENGAN PENDERITAAN YANG KALIAN LAKUKAN PADA SAYA DULUNYA!" tukas Claudia meluapkan emosinya lagi.
James mendekati Claudia dan memeluknya. Claudia menangis. Ia tahu, dirinya salah melakukan hal itu. Akan tetapi, rasa sakit yang terpendam itu membuatnya kalap dan ingin menghabisi keduanya seperti yang keduanya lakukan dulunya.
Jika bukan karena Andara, maka keduanya pasti sudah tiada saat ini.
"Claudia.. Dengarkan aku!" suara jiwa Andara menginterupsi gerakan Cludia yang ingin menyiksa Kanya lagi. "Jika kamu menghukumnya sama seperti yang mereka berikan padamu, lalu apa bedanya kamu dengan mereka? Bukankah kamu dan mereka sama? Sama-sama manusia berhati iblis? Cukup Clau.. Biarkan aku dan Bang Rama yang membalas keduanya. Kamu sudah cukup membalas keduanya. Jangan kotori tubuhmu yang berakibat buruk padaku dan Bang Rama nantinya! Aku baru menikah seminggu dengannya, Clau.. Izinkan aku untuk menikmati hari-hariku sebagai pengantin baru dengannya. Aku janji, aku akan menuntut balas untuk keduanya. Aku akan menghukum keduanya seperti yang kamu mau saudariku! Mereka akan di hukum! Tetapi bukan kematian! Mereka akan aku hukum dengan caraku! Bahkan kematian pun akan menolak untuk mendatangi mereka. Please.. my sister! Trust me! I will avenge you on them! trust me! I promise!" ( Please.. Saudariku! Percaya padaku! Aku akan membalaskan dendammu pada mereka! Aku berjanji!)
Suara raungan itu terdengar dan membuat Claudia tersentuh. Claudia sadar, dirinya sudah keterlaluan. Ia lupa jika ada Andara yang akan membalas kedua orang itu. Claudia terlalu emosi hingga meluapkannya pada keduanya.
"Aku akan mendengarkanmu, Andara. Tapi, ku mohon.. Hukum mereka seberat mungkin hingga kematian pun tidak pantas untuk keduanya! Aku ingin kau membalas keduanya, saudariku! Aku benci keduanya! Aku sangat membencinya!" seru Claudia di dalam pelukan hangat James yang juga Rama di dalamnya.
Claudia menangis tersedu. Sangat sakit mengingat perbuatan keduanya. Ingin membalas, tetapi ia lupa jika tubuh itu bukan miliknya lagi. Melainkan milik Andara sepenuhnya. Karena utulah perjanjian keduanya.
...****************...
Note :
Saat ini tubuh Andara di masuki oleh pemilik asli ya. Dan juga ucapan keduanya menggunakan bahasa inggris karena Claudia kan orang bule?
Othor mah ribet nulisnya bahasa enggres. Tak pandai pun! Hanya sekerat saja othor yang bisa.
__ADS_1
🤣🤣🙈🙈