
Andara menatap lekat pada Nicholas, suami Claudia. Tubuh yang ia tempati saat ini. Andara masih bingung memikirkan hal ini. Kenapa dirinya yang harus masuk ke raga orang lain? Kenapa dirinya memiliki kisah rumah tangga yang sama dengan Claudia si oemilik tubuh yang ia tempati? Apakah kedua pemuda itu sama?
Atau, apakah Faris dan Nicholas bekerja sama untuk menyingkirkan istri mereka? Kenapa saat di Singapura dulu, keduanya begitu terlihat dekat? Ada hubungan apa keduanya? Apa ada hal tersembunyi yang tidak Andara ketahui selama hidup dengan Faris?
Beribu macam pertanyaan timbul di benak Andara saat ini. Ingin sekali ia bertanya pada Claudia. Tetapi, sayang. Wanita itu hanya tersenyum saat ditanyai. Claudia masih bisa terlihat oleh Andara dan Rama.
Ini aneh. Kenapa keduanya bisa melihat Claudia sementara keduanya sudah dewasa? Apa iya keduanya memiliki indra ke enam? Jika iya, hanya Claudia saja yang terlihat? Kenapa keduanya tidak melihat makhluk halus lainnya?
Andara jadi bingung sendiri. Rama yang berada di sampingnya tidak melepaskan Andara sedetik pun. Pinggang ramping dengan bodi gitar spanyol itu terus ia rengkuh kemana pun ia pergi. Rama ingin menujukkan jika Andara miliknya.
Keduanya berkeliling bersama menemui rekan bisnis Rama yang di Indobesja juga dari luar negeri. Ternyata, tidak hanya di Indonesia Rama terkenal. Dirinya juga banyak di ketahui oleh teman sekolahnya saat ini yang bekerja di luar negeri.
Mereka semua syok saat tahu jika Rama ternyata Tuan James. Semua orang terkejut mendengar jika Rama adalah James, seorang pengusaha terkenal dengan kepintaran dan juga sikap dinginnya. Semua orang sangat syok saat mengetahui identitas Rama saat ini. Termasuk sepasang anak manusia yang bergandengan tangan berdiri mematung melihat pada Rama dan Andara saat ini.
Dari ekor mata, Rama bisa melihat keterkejutan Nicholas saat Rama mengatakan jika dirinya orang Indonesia asli sedangkan dirinya bekerja di sana karena ayah angkatnya yang sebenarnya ayah angkat pemilik tubuh yang kini ia tempati bekerja dan memeberikan warisan perusahaan besar itu kepadanya untuk di kelola.
__ADS_1
Rama pemuda yang pintar. Sebelum Rama berbuat seperti ini, Rama sudah memikirkan kemungkinan yang akan terjadi ke depannya. Maka dari itu, saat melihat Nicholas ada di sana, membuat Rama tersenyum menyeringai pada mantan suami Claudia pemilik tubuh yang kini Andara tempati.
"Lihatlah, Sayang. Suami dari pemilik tubuhmu kini menatap kita berdua. Abang yakin, jika keduanya begitu syok saat ini. Abnag heran, ada hubungan apa keduanya? Termasuk dengan Faris? Jika dugaan abang benar, maka kita akna menemukan fakta baru lagi setelah ini." Ucap Rama pada Andara berbisik ria di telinga sang istri.
Di mata orang lain Rama terlihat seperti sedang mencium tengkuk dan telinga Andara, padahal sebenarnya tidak. Andara menatap lekat pada Nicholas yang kini berusaha menarik rekannya itu untuk mendekati meja Andara dan Rama.
Kanya melepas rangkulan tangannya dan memilih duduk di dekat Rama dengan santainya, bahkan ia memegang tangan Rama. Rama menarik tangan itu cepat. Andara tersenyum tipis di balik niqobnya. Rama malah mendekatkan dirinya pada Andara sambil tangan itu memeluk pinggang ramping milik Andara.
Kanya merasa kesal melihat Rama menjauhinya. Sementara Nicholas terus menatap lekat pada Andara yang kini terkekeh kecil karena geli karena ulah Rama yang sengaja menggodanya di hadapan kedua orang itu.
Andara menoleh menatap Kanya yang kini berdecih sinis melihatnya. Andara tersenyum saja di balik niqobnya. Rama segera menegakkan tubuhnya dan melihat pada Nicholas.
"Apa yang ingin Anda ketahui Tuan Nicholas? Bukankah semua ini sudah jelas? Saya juga berasal dari sini, tanah kelahiran Anda tentunya!"
Deg.
__ADS_1
Deg.
Ucapan Rama yang terkesan datar itu membuat Kanya dan Nicholas terhenyak seketika. Begitu oun dengan Andara. Ia menatap pada suaminya sekilas kemudian beralih pada wajah Kanya yang terlihat pias saat ini.
Rama tetsenyum di dalam hati karena sudah berhasil membuat kedua orang itu terkejut bukan main.
"Dari mana Anda tahu Tuan James? Bukankah Anda jarang pualng ke Indonesia? Lagi pula, saya tidak pernah mengatakn pada siapa pun jika saya berasal dari Indonesia!" balas Nicholas tak kalah datar dari Rama.
Rama tersenyum tipis. Rama yakin, lawannya kali ini tidak mudah. Lawannya kali ini seimbang. Ia yakin, Nicholas inilah yang menjadi otak dari semua maslaah Andara dan Claudia. Rama tersenyum tipis mengingat hasil pencariannya selama satu setengah tahun ini.
Benar, selama Andara koma di rumah sakit dirinya bergerak cepat untuk mencari segala kemungkinan yang akan terjdi ke depannya. Di muali dari Raffi dan Anita, berlanjut dengan suami Claudia.
Dan sebuah fakta mengejutkan pun ia dapatkan. Rama akan mengatakan hal ini pada Andara setelah Andara bertemu dengan Nicholas secara langsung. Rama ingin melihat dulu reaksinya seperti apa. Rama yakin, Andara pasti sedang menghubungkna benang merah yang kini tersimpul dan menuju satu ikatan yang sempurna itu.
"Tanpa Anda mengatakannya pun saya tahu kalau Anda berasal dari Indonesia. Anda keturuan Indo Jerman. Ibu orang pribumi sedang ayah keturunan Jerman. Anda di besarkan oleh Ibu Anda hingav berumur sepuluh tahun. Namun,karena ibu Anda meningval waktu itu Anda diambil kembali oleh ayah Anda yang bernama John Nicholas Brewazer! Ibu Anda merupakan istri kedua dari tuan John yang tidak memiliki pewaris tahta. And. Sengaja di sembunyikan sampai semua kondisi aman, bahkan kematian Ibu Anda pun merupakanslaha satu trik permainan kotor dari Ibu tiri Anda! Jikalau saya tidak salah!"
__ADS_1