
📞 "Hallo, Nak? Kenapa dengan Andara?" tanya suara di seberang ponsel Rama dengan panik.
Rama terkejut saat mendengar suara mertunaya masih ada di sana. Rama lupa mematikan sambungan ponselnya yang masih menyala. Rama gelagapan.
"Ha-hallo, Bi! Andara tidak apa-apa. Nanti, abang hubungi Abi lagi untuk menceritakan kejadian hari ini. Untuk saat ini, abang ingin menengkan Andara dulu, assalamu'alaikum!" jawab Rama dengan segera memutus sambungan ponsel miliknya.
Kembali Rama memeluk Andara yamg semakin histeris kala dirinya tidak bisa menyentuh Claudia lagi. Claudia tersenyum sekaligus menangis.
"Akhirnya.. Kakak bisa bertemu dan melihatmu adikku. Sudah lama sekali aku ingin menemuimu. Akan tetapi, aku tidak bisa sebab bajingan keparat itu selalu menghalangi langkahku saat aku akan ke Indonesia. Entah apa maksudnya dulu, aku pun tidak tahu. Dan saat ini, berkat kamu, kakakmu bisa kembali ke Indonesia dan bertemu dengan salah satu adikku. Tak apa. Kakak ikhlas, Sayang. Inilah jakan takdir untukku! Aku bahagia bisa bertemu denganmu walau dalam wujud yang sudah berbeda."
"Kakak ingin kamu yang meneruskan tuntutan untuk kedua orang itu! Kakak ingin kamu yang menghukum mereka! Lakukan itu untuk saudarimu, Sayang agar aku bisa pergi dengan tenang setelah ini. Lakukanlah adikku! Semua bukti sudah ada pada Rama. Hukum mereka seberat mungkin! Kalau bisa, kematian pun enggan untuk menghampiri keduanya!"
Deg.
"Lakukan itu untukku, Andara! Kakak akan pergi setelah kamu berhasil menghukum keduanya dengan berat!" ucap Claudia pada Andara yang masih menangis tersedu itu menoleh pada Claudia.
__ADS_1
Kakaknya itu tersenyum teduh padanya. Lagi, hati Andara bagai teriris sembilu kala mengingat jika di hadapannya saat ini merupakan makhluk lain. Kakaknya sudah tiada. Hanya arwahnya saja yang masih gentayangan karena ada hal yang belum tuntas ia lakukan di dunia.
Andara mengusap kasar air matanya. Ia mengambil ponsel Rama dan segera menghubungi kantor polisi. Andara melaporkan kasus pemnunuhan yang melibatkan warga negara asing serta warga negaranya sendiri.
Andara mengirimkan semua bukti itu pada pihak polisi. Melalui Rama, semua kejahatan Nicholas dan Fanya serta keterlibatan Faris dan Anita di dalamnya, Anara paparkan satu persatu. Bukti itu cukup akurat.
Pihak polisi meminta waktu satu jam untuk membuat surat penagkapna serta harus memeriksa keaslian dari video yang Andara kirimkan. Andara menyetujuinya.
Rama segera menghubungi pihak Hotel untuk membersihkan kamar Hotel yang sudah porak poranda akibat amukan Claudia tadi. Rama juga memanggil seorang dokter untuk mengobati keduanya sebelum di tangkap oleh pihak polisi.
Rama mengatakan pada pihak Hotel, jika keduanya tadi yerlibat percekcokan sedikit dan kini semuanya sudah selesai. Pihak Hotel di larang berbicara tentang keadaan kamar mereka dan juga tentang kedua orang itu yang kini dalam keadaan ketakutan sambil melihat dinding putih kamar Hotel itu.
Ia melihat Claudia dan James kini berdiri di hadapan keduanya dengan wujud asli saat keduanya kecelakaan. Andara tahu kalau saudaranya itu sedang berusaha merusak psikis kedua pembunuh itu.
Andara baru bisa memahami. Kenapa dirinya berada di dalam tubuh Claudia. Terlepas karena permintaannya pada yang kuasa tentang kesempatan kedua. Andara juga baru bisa membuka simpul benang merah yang selama ini mengikatnya dengan Claudia.
__ADS_1
Andara sempat bingung. Kenapa dengan Claudia. Kenapa harus dia? Kenapa bukan orang lain? Kenapa harus wanita yang sama persis kehidupan rumah tangag serta wajahnya? Ternyata, inilah jawabannya. Andara dan Claudua saudara sekandung, tetapi berbeda tempat karena suatu hal yang mereka tidak bisa ungkapkan.
Andara dan Claudia memiliki nasib yang sama dalam bernikahan mereka. Bedanya, jasad Andara sudah terkubur, sedang jiwanya masih ada. Sebaliknya dengan Claudia. Jasad Claudia masih utuh walau ada luka, tapi jiwanya kini akan pergi untuk selamanya.
Claudia mengizinkan Andara untuk mendiami tubuhnya karena itulah takdirnya. Takdir aneh menurutnya, tetapi nyata terlihat. Simpul benang merah yang dulunya Caludia lihat saat dalam mimpi dan tidak bisa terbuka, kini lepas sudah.
Claudia baru tahu jika Andara merupakan saudarinya sekandung. Sekandung ibu dan ayah yang sama. Hari ini, simpul itu sudah terbuka dengan jelas. Hingga apa yang tersembunyi di dalamnya pun terlihat jelas saat ini.
Claudia dan Andara merupakan saudara kandung yang seiras. Fakta yang tidak bisa di ubah saat Rama menunjukkan jika darah Claudia sama dengan Andara. Belum lagi tanggal lahir, bulan dan juga tahunnya, bahkan jamnya pun sama. Ketiganya berbeda dua puluh lima menit saja. Fakta yang benar-benar membuat Andara histeris kembali saat mengetahuinya.
Belum lagi sebuah tanda lahir di bagian punggung ketiganya letaknya yang sama persis seperti yang Andara miliki. Andara tidak bisa berkata-kata lagi, bahkan ketika polisi menjemput kedua tersangka pembunuhan itu setelah polisi memeriksa keaslian video yang Anara litimkan pada mereka, keduanya segera di bawa ke kantor polisi, Andara hanya bisa diam dan terus saja terisak. Akan tetapi, semua itu tidak berjalan sesuai rencana. Keduanya harus di larikan ke rumah sakit karena mengalami strees dan juga depresi karena ketakutan akan sesuatu.
Keduanya terpaksa harus di tangani oleh dokter kejiawan dan di jaga ketat oleh pihak kepolisian. Andara hanya bisa tersedu melihat saudaranya itu mengikuti kedua pembunuhnya itu yang kini ketakutan kala melihat arwah gentayangan keduanya.
Rama membawa pulang Andara untuk beristirahat karena dirinya kini pingsan lantaran terlalu lama menangis akibat fakta yang mereka dapatkan tadi dari Claudia.
__ADS_1
Sudah tidak ada lagi Nicholas dan Kanya yang berkeliaran bebas. Yang tersisa hanya hukuman yang menyakitkan untuk keduanya, bahkan kematian pun enggan untuk melihat keduanya saat ini yang dalam keadaan gila karena melihat arwah Claudia dan James selalu menghantui keduanya.
Masih ada lagi!