
...Di saat dua hati saling terikat dan bersatu, hanya ada cinta yang terlihat di antara keduanya. Cinta tak perlu di tunjukkan. Akan tetapi, setiap perbuatan yang di perlihatkan oleh pasangan maka itulah cinta yang sesungguhnya....
...****************...
Andara keluar dari kamar mandi dengan tubuh basah terlilit handuk sebatas paha saja. Rama yang ingin mendekatinya terpaku di tempat melihat keadaan Andara yang membuat tubuhnya panas dingin seketika.
Tubuh putih mulus tanpa cela dengan bodi bak gitar spanyol, bibir tipis serta gundukan sintal itu begitu terlihat menggoda. Tubuh Rama berketingat dingin melihat tubuh Andara yang terekspos di hadapannya saat ini.
Andara yang tidak sadar akan kehadiran Rama, masih sibuk mengelapi tubuhnya hingga kering menggunakan handuk lainnya. Rambut hitam sebahunya ia cepol asal hingga meninggalkan beberapa helai di tengkuknya.
Rama menelan salivanya sulit. Tanpa sadar, tungkai jenjangnya mendekati Andara yang saat ini masih belum sadar akan kedatangannya. Ia masih sibuk dengan mengelap tubuhnya. Rama berdiri di sebelahnya, Andara belum sadar juga.
Bau harum bunga mawar menguar dari tubuh Andara. Rama memejamkan matanya menikmati harum tubuh sang kekasih halalnya. Ia mengikis jarak dengan Andara hingga tanpa sadar melabuhkan kecupan di pipi Andara yang membuat wanita cantik itu membatu seketika.
Ia menjadi kaku dan tidak bergerak dedikit pun. Sedangkan Rama semakin merapatkan tubuhnya pada Andara dan memeluk tubuh sintal itu. Andara tersentak kala wajahnya berpaling melihat pada Rama yang kini tersenyum lembut padanya.
"Abang wudhu dulu. Kamu bersiap, ya? Kita jamaah," katanya sambil mengecup singkat putik ranum Andara dan berlalu menuju ke kamar mandi sebelumnya mengambil handuk yang Andara pegang di tangan kirinya.
Andara terdiam di tempatnya berdiri. Jantungnya berdegup tidak karuan kala kecupan basah itu singgah di putik ranumnya. Sadar, jika itu adalah Rama, suaminya. Andara menunduk malu. Rasa hangat menjalar di seluruh wajahnya.
Ia berjalan menuju koper miliknya dan mengambil baju yang akan ia kenakan malam ini. Lingeri berwarna putih yang menjadi pilihannya. Lagi, semburat merah itu timbul di pipinya.
__ADS_1
Andara segera bersiap dan memakai lingeri serta lapisan lingeri itu yang berwarna putih juga. Andara mendongak kala pintu kamar mandi terbuka yang menunjukkan Rama hanya menggunakan handuk melilit sebatas lututnya saja.
Andara menunduk lagi. Rama mendekati koper keduanya dan mengambil baju serta kain sarung untuk ia kenakan. Setelah siap, ia menggelar sajadah dan duduk di sana. Andara kembali ke kamar mandi dan berwudhu sekali lagi. Sebab, wudhunya sudah batal saat bersentuhan dengan Rama.
Walau Rama sudah sah menjadi suaminya, tetap saja air wudhu Andara akan batal jika bersentuhan dengannya. Keduanya bukan mahram dalam hubungan darah. Rama mahram sebagai suami yang sah untuknya.
Mazhab syafi'i juga menyebutkan, sentuhan yang dilakukan oleh suami istri, baik disertai syahwat ataupun tidak, tetap akan membatalkan wudhu. Pendapat ini didasarkan pada surat An-Nisa ayat 43. Dalam ayat tersebut, Allah SWT menyebut kata 'janabah' yang kemudian diikuti dengan penjelasan menyentuh wanita.
( Noh, jikalau kurang tepat penyampaian othor, boleh tanyakan pada ustad ye? )
Andara segera menggenakan mukenahnya dan berdiri di belakang Rama. Keduanya mulai melaksanakan sholat isya dan akan di sambung dengan sholat sunnah sebelum berhubungan.
Andara terhenyak saat berada tepat di hadapan Rama yang kini menatap lekat padanya. Keduanya saling menatap lekat dengan sorot mata yang berbicara.
Entah siapa yang memulai, kedua putuk ranum itu sudah saling berpagut mesra. Andara menerima setiap sentuhan yang Rama berikan. Sentuhan yang begitu memabukkan. Sentuhan yang sangat jauh berbeda ketika ia di sentuh oleh mantan suaminya.
Klep.
Mata Andara terbuka bertepatan dengan Rama melepaskan pagutannya karena merasa tubuh Andara tersentak kala ia menggigit kecil putik ranum yang begitu manis menurut Rama.
"Kenapa? Kamu belum siap untuk abang sentuh? Jika iya, abang akan-,"
__ADS_1
Cup.
Rama mematung dan terdiam tanpa kata.
Andara menatap lekat pada Rama. "Maaf, sempat hati ini membedakan kamu dengannya. Maaf,sempat aku takut ingin di sentuh olehmu. Maaf, sempat aku merasa dejavu dengan kejadian yang dulu pernah aku alami. Bukan maksudku membedakan mu dengannya Bang Rama. Kamu lebih baik darinya dalam segala hal. Kamu begitu lembut dalam memperlakukanku sebagai istrimu. Kamu, berbeda dengannya. Hanya daja, ada kenangan pahit antara aku dengannya hingga aku teringat dan tersentak saat kilasan itu muncul di pelupuk mataku," cicit Andara merasa bersalah pada Rama yang kini menatap lekat padanya.
Bibir Andara bergetar. Ia ingin menangis karena tidak mendengar sahutan dari Rama. Ia mendongak melihat Rama bertepatan dengan bibir pemuda itu kembali memagut lembut putik ranumnya yang membuat tubuhnya kembali memanas.
"Buka mata kamu, jik kamu ingin melupakannya. Lihatlah siapa laki-laki yang kini ada di hadapanmu. Buka mata kamu sampai kita selesai. Lihat aku dan tatap aku saja, mengerti?" tutur Rama dengan suara lembut dan pelan di hadapan wajah Andara.
Pandangan mata Andara mengabur. Rama mengecup kedua mata itu hingga buliran bening itu menetes di pipi dan bibir Rama yang kini menyusuri setiap jengkal putik ranum miliknya. Andara menuruti apa yang Rama katakan.
Matanya tidak terpejam dan terus melihat pada Rama. Ia ingin melihat siapa pemuda yang sedang menjamah tubuhnya saat ini. Andara tetsenyum kala melihat Rama yang sedang menyusuri setiap inci di wajah dan lehernya. Andara tersenyum tanpa sadar sudah memegangi kepala Rama kala bibir hangat itu menyentuh gundukan sintal miliknya.
"Aku Raden Mas, Sayang. Bukan Faris! Aku berbeda dengannya. Aku tidak akan menyakiti istriku sendiri demi kepuasan batinku! Kamu, Andara ku sejak dulu hingga nanti."
Ucapan Rama yang begitu lembut dan membuat tubuh Andara kepanasan kala tangan dan bibir Rama mulai aktif bekerja di tubuhnya.
"Lakukanlah Bang Rama. Kamu suamiku, bukan dia. Aku serahkan hidupku padamu. Dan aku percaya, kamu akan selalu menyayangiku berbeda dengannya yang ingin menghancurkanku," balas Andara dengan mata terpejam kala perbuatan Rama semakin membakar has rat yang ada pada dirinya.
Kaburrrr...
__ADS_1