Kau Yang Mendua

Kau Yang Mendua
Claudia Smith Maddisson


__ADS_3

Andara menatap datar pada Nicholas yang kini juga menatapnya dengan datar dan dingin. Seakan sorot matanya itu menunjukkan kebencian yang mendalam pada Andara atau Claudia yang kini terlihat di matanya.


Andara dan Rama mematung kala melihat Claudia mengangguk dan mendekati dirinya. Tubuh Andara tersentak. Kini dalam satu tubuh dua jiwa bersemayam di sana. Andara tersenyum melihat pada Rama.


"Izinkan aku berbicara padanya James? Aku tahu, kamu masih mencintaiku hingga saat ini. Maaf, aku tidak bisa memberikan cintaku dulunya padamu. Aku menyesal. Aku akan pergi bersama kamu dan meninggalkan dunia ini. Tetapi, aku ingin menyelesaikan ini terlebih dahulu. Apakah boleh James?" tanya Claudia yang kini di dalam tubuhnya sendiri. Andara terdiam.


Ia terkunci di sana tidak bisa berbicara. Sebab, Claudia sudah meminta izin padanya untuk memasuki tubuhnya sendiri. Claudia tidak bisa pergi sebelum berbicara pada suami jahannamnya itu. Claudia hanya ingin berbicara bukan menghukum Nicholas. Biarlah itu tugas Andara nantinya.


Baginya, cukup berbicara saja itu sudah cukup. Rama yang melihat itu pun mengangguk patuh. Dirinya pun kini sedang di masuki oleh James yang asli. Pemilik tubuh yang Rama tempati saat ini.


Claudia tersenyum tipis di balik niqobnya. "Kita harus pergi dari sini. Sebaiknya kita pamit dulu. Ayo, James?" ucap Claudia lagi pada James yang tersenyum dan mengangguk patuh padanya.


Claudia atau Andara mengikuti langkah Rama yang kini bersemayam James di dalamnya untuk berpamitan. Ada yang harus mereka selesaikan. Karena acara itu berada di Hotel, maka Rama segera memesan sebuah ruangan Hotel juga untuk ke empatnya berbicara dengan leluasa.


Nicholas bagai lembu yang di cucuk hidungnya. Ia menurut saja kala melihat tatapan lembut dari mata yan separuh wajah tertutup niqob itu. Kanya pun demikian. Ia mengikuti kedua orang itu untuk memasuki ruangan Hotel lainnya.


Saat ini, keduanya sedang duduk dengan saling berhadapan. Claudia menatap James seolah meminta izin. James mengangguk sambil tersenyum.


"Andara, aku akan membuka niqob ini sebentar saja agar aku bisa jelas berbicara dengan mantan suamiku ini." Ucap Claudia yang hanya di jawab dengan keterdiaman oleh Andara.

__ADS_1


Bagaimana bisa Andara berbicara jika tubuh yang ia tempati sedang di kuasai oleh pemilik asli saat ini? Begitu pun dengan Rama.


Claudia segera membuka niqob itu dan menatap Nicholas dan Kanya yang kini terkejut melihat paras asli Andara yang sama persis dengan Andara.


Claudia tersenyum. "Kenapa kalian terkejut? Bukankah kalian sangat mengenal dengan paras ini? Paras dan tubuh yang sengaja kau siksa dan kau gilir pada pemuda lain hingga diriku hampir mati jika tidak James yang menolongku!"


Deg.


Nicholas terkesiap saat Claudia mengatakan hal itu. "K-kau C-claudia? I-istriku?" tanya Nicholas dengan bibir memucat.


Claudia tertawa. "Ada apa dengan wajahmu suamiku? Huh? Eh, salah! Bukan suami. Tetapi, lebih tepatnya mantan suami!" balas Claudia dengan mata menyipit tajam dan aura membunuhnya keluar seketika yang membuat Nicholas bergetar tubuhnya.


"Aku tidak memiliki suami yang tega melecehkanku di hadapan banyak lelaki dan mencoba menggilir tubuh yang sah menjadi istrimu ini di hadapan pria lain! Aku tidak memiliki suami yang berselingkuh pada saat masih menjadi suamiku! Aku tidak memiliki suami yang tega membunuhku demi harta dan juga wanita rendahan sepertinya! Kau!" tunjuknya pada Nicholas yang kini semakin terkesiap melihat sikap Claudia yang begitu berani padanya. "Bukanlah suamiku! Kau iblis berwujud manusia! Jika kau manusia tentu kau memiliki hati dan tidak akan memperlakukan diriku selayaknya binatang! Bahkan binatang tidak seperti kau kelakuannya Nicholas Brewazer!!" sentak Claudia dengan suara nyaringnya


"C-cluadia..." lirih Nicholas dengan bibir memucat kala melihat kilatan amarah itu begitu terlihat jelas di mata bulat beningnya.


Claudai tesenyum sini. "Ya, ini aku! Claudia Smith Maddisson! Wanita lemah yang sengaja kamu tindas dan kamu rayu demi harta kedua orangtuaku! Wanita lemah yang selalu kamu injak harga dirinya hingga kamu lukai hatinya berulang kali, bahkan kamu sampai membunuhnya karena obsesimu! Kamu pikir, dengan kamu melenyapkanku kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau? Sudahkah kamu dapatkan apa yang kamu mau selama ini? Sudah berhasil menjebak James? Huh? Bodoh! Lelaki bodoh kau Nicholas!"


Deg.

__ADS_1


Nicholas melotot padanya.


"Pecundang! Penipu ulung! Kau! PEMBUNUH!!"


Ddduuuaaarr!


Nicholas dan Kanya tersentak tubuhnya kala mendengar sauara teriakan Claudia yang begitu melengking hingga memekakkan telinga keduanya.


"Kau pembunuh! Sialan! Jahannam! Bajingan!! Setan! Iblis! Kau bukan manusia! Tetapi iblis berparas manusia! Aku mengutukmu akan bernasib sama seperti yang aku alami! Kau tidak akan selamat dari hukuamn ini! Gara-gara kau! Aku tidak jadi menikahi James, suami pilihan Daddyku! Sialan! Laki-laki bangsat! Setan iblis kau jahannam!!!" teriak Claudia lagi meluapkan seluruh emosinya yang dulunya terpendam tak bisa ia lampiaskan pada saat dirinya sekarat.


Claudia begitu menyesali kenapa dirinya harus terbujuk rayu Nicholas hingga menikha dengn pemuda itu. Jika saja, ia menolak dan mematuhi apa yang daddynya lakukan, pastilah dirinya bahagia saat menikah dengan James, suami pilihan daddynya.


Claudia menyesali itu saat akhir hidupnya. Ia merasa gagal membahagiakan kedua orangtuanya dengan mematuhi segala perintah mereka. Cludia baru sadar, saat dirinya menjelang kematian. Claudia bersumpah.


Ia akan bangkit kembali dan meminta kesempatan untuk berbicara dengan Nicholas. Jika meminta hidup, itu tidak mungkin. Itulah takdirnya. Akan tetapi, ia meminta jasadnya untuk di berikan pada orang yang bisa membalaskan dendamnya.


Seolah keinginan itu terkabul, Claudia bisa melihat sekilas wajah yang mirip dengannya juga memiliki nasib yang sama. Wajah itu begitu mirip dengannya, bedanya saja ia memakai hijab dan niqob.


Di saat itulah Claudia mengizinkan Andara untuk memasuki tubuhnya dan meneruskan apa yang seharusnya ia letakkan pada tempatnya karena perjalanan kedua orang itu masih panjang.

__ADS_1


Claudia bisa melihat Andara begitu ingin mengulang masa llau dan emnikahi cinta pertamanya. Yaitu Rama. Maka dari itu, Claudia meminta kesempatan kedua untuknya demi bisa membalakan rasa sakit hatinya dan kelakuan durjana suaminya itu.


Melalui Andara, semua masalahnya akan selesai. Karena wanita itulah yang akan menghukum Nicholas sesuai dengan hukum yang berlaku.


__ADS_2