Kau Yang Mendua

Kau Yang Mendua
Fakta mengejutkan


__ADS_3

Ruangan itu mendadak hening setelah mendengarkan ucapan Claudia yang begitu membuat Kanya dan Nicholas tersentak kaget hungga jantung keduannya seakan lepas dari tempatnya.


Tatapan mata Andara atau Claudia begitu menghunus jantjng. Bagai belati yang siap menusuk jika sekali saja mata itu berkedip.


"Kenapa? Belum percaya jika saya ini saudari Andara? Saudari kandung?" ulang Claudia yang membuat kedua orang itu terkesiap kaget.


Nicholas menggeleng. Begitu pun dengan Kanya. Ia tidak menyangka jika Claudia merupakan saudara kandung Andara, tetapi... bagaimana mungkin? Bukankah keduanya berbeda. Tempat, kelahiran dan juga keyakinan? Kenapa seolah ucapan Claudia itu terkesan mengada-ngada?


Tadi, Claudia sangat emosi saat Kanya dan Nicholas mengejeknya dengan mengatakan jika dirinya bukan apa-apa dan siapa. Dirinya hanya manusia lemah yang terlahir dari keluarga kaya, tetapi kurang kasih sayang kedua orangtuanya.


Di saat kedua orangtuanya akan berpulang, barulah Andara di akui sebagai putri dan akan di nikahkan dengan James. Sebelumnya, Claudia mereka jadikan istri pajangan dan juga kebiadaban seorang Nicholas Brewazer.


Claudia meradang. Ia membuka satu fakta yang membuat jantung kedua manusia itu mencelos seketika. Sekaligus membuat Andara dan Rama terkejut bukan main saat ini.


"Nggak! Itu nggak mungkin! Mana mungkin kamu saudari Andara? Bukankah saudari Andara itu Atika? Kenapa pula jadi kamu?" tanya Kanya membantah semua yang Claudia katakan pada mereka semua.


Claudia mengepalkan kedua tangannya begitu erat dengn gigi menggelutuk. Ia terpaksa harus keluar dari tubuhnya untuk bisa menunjukkan fakta yang baru saja ia ungkapkan.


Claudia melirik James yang kini juga menatap lekat padanya. Ekspresi wajah James seperti wajah Rama yang kini begitu terkejut mendengar fakta itu. Claudia memejamkan matanya.


"Ra.. Kakak keluar. Setelah kakak keluar, kakak tidak bisa masuk lagi ke tubuh ini. Tugas kakak sudah selesai setelah kakak keluar dari tubuh ini. Kamu bersiap!" ucapan Claudia tak mendapat sahutan dari Andara.


Sebab dirinya juga syok saat ini ketika mengetahui jika Claudia merupakan saudarinya. Sauara kembarnya. Tapi.....


Glek!


Kanya dan Nicholas menelan ludahnya dengan susah payah. Wujud asli dari Claudia ternyata begitu menyeramkan terlihat. Tubuh keduanya bergetar ketakutan. Berbeda dengan Andara dan Rama.


Ya, Rama. James sudah keluar dan berdiri di sisi Claudia yang kini menunjukkan wujud asli saat dirinya kecelakaan. Berbeda dengan James yang masih utuh. Hanya bagian dadanya saja terdapat luka memanjang mungkin akibat luka sabetan benda tajam saat dirinya menolong Claudia dulunya.


Andara masih mematung melihat Claudia yang kini tersenyum teduh padanya. Wajahnya, matanya, bibirnya, bahkan alis matanya begitu mirip dengan Andara. Claudia mendekati Andara yang kini masih menatap padanya.

__ADS_1


"Saudariku.. Tidakkah kamu mengenali wajah ini? Kamu masih ingat tidak? Saat pertama kali kakak menemuimu di dalam mimpi?" Andara tertegun sekaligus tercekat.


Benar,wajah itu yang ia lihat di dalam mimpinya!


Bibirnya bergetar. Claudia tersenyum. "Hubungi ummi kita. Kamu akan tahu fakta ini. Fakta yang selama ini orangtua kita tutupi. Kita kembar tiga. Akan tetapi, kakak menghilang saat di dalam kandungan ummi. Kakak di pindahkan ke rahim seorang wanita lain yang begitu menginginkan seorang putri. Kita sedarah, Sayang. Kamu, adikku! Aku adalah kakak sulungmu, Andari Prameswari Haryawan! Kamu, Andara Prameswari Haryawan sedang adik kita, Atika Prameswari Haryawan. Kita kembar seiras Sayang!" ucap Claudia yang membuat tubuh Andara oleng seketika.


Rama dengan cepat menangkap tubuh istrinya. Rama menatap lekat pada Claudia. Benar, keduanya sangat mirip, bahkan sama persis. Rama tergugu melihat itu. Claudia tersenyum lagi.


"Masih meragukanku, Ram? Kalau kamu tidak percaya, hubungi ummi mertuamu. Tanyakan padanya. Benar tidak, jika istrimu memiliki kakak kembar?" ucap Claudia yang membuat Rama patuh hingga mengambil ponselnya dan menghubungi nomor ayah mertuanya untuk berbicara dengan ummi Ira walu dirinya masih dalam keadaan bingung dwngan apa yang Claudia sampaikan baru saja padanya.


Panggilan terhubung dan di angkat.


๐Ÿ“ž "Hallo, assalamu'alaikum, Nak? Ada apa hubungi abi malam-malam? Ada perlukah? Apakah kalian sudah pulang dari Lombok?" terdengar suara yang sangat ingin Rama dengar ternyata beliau lah yang menjawab ponsel Abi Ragata saat ini.


Rama tersenyum. "Waalaikum salam, Ummi. Nggak, abang nggak mau ngomong sama Abi. Abang mau ngomong sama Ummi. Ummi?" jawab Rama sekliagus memnaggil Ummi mertuanya itu.


๐Ÿ“ž "Iya, Nak. Apa yang ingin Abang bicarakan sama ummi? Tentang Andara kah?" tanyanya yang di di ajwab dengan kekehan kecil oleh Rama.


"Bukan, ini bukan tentang istriku, Ummi." balas Rama


๐Ÿ“ž "Terus?" balas Ummi Ira yang membuat wanita paruh baya itu kebingungan dengan mennatunya itu.


"Ini tentang... Saudara kembar Andara dan Atika."


Deg, deg, deg.


Ummi Ira terdiam di seberang ponsel sana. Rama berbicara lagi.


"Ummi, maaf jika abang membuka duka lama. Abang hanya ingin memastikan. Apakah benar jika Andara istriku dan Atika memiliki saudara kembar lagi? Emm.. Mereka kembar tiga, Ummi?" tanya Rama yang membuat wanita paruh baya di seberang sana menghela napas sesak.


๐Ÿ“ž "Benar! Mereka memiliki kembaran. Mereka kembar tiga. Akan tetapi, ketika di dalam kandungan ummi kamu, si sulung menghilang begitu saja, padahal abi begitu senang saat tahu jika abi memiliki tiga orang putri saat itu. Tetapi... Entah apa yang terjadi, janin yang masih berusia tujuh minggu itu menghilang setelah abi periksa di bulan berikutnya. Kami kebingungan saat itu. Ingin tanya siapa, kami tak tahu. Akhirnya, abi pasrah. Jika janin kami yang pertama abi lihat itu menghilang, padahal.. Abi sudah menyiapkan nama untuk ketiganya jika ketiganya lahir dengan selamat ke dunia ini," bukan ummi Ira yang menjawab melainkna Abi Raga.

__ADS_1


Ummi Ira kini terisak di sampingnya. Abi Ragata memeluknya dengan erat.


๐Ÿ“ž "Abi seorang dokter. Nak. Jadi, abi pikir hak ini wajar dan mungkin, janin itu bisa menghilang dengan sendirinya, sebab hanya dua yang di takdirkan untuk hidup. Sedangkan yang satu lagi harus kembali ke asalnya. Ummimu sempat terpukul akan hal itu. Karena apa, karena kami sudah memiliki nama untuk ketiganya. Si sulung abi beri nama, Andari Prameswari Haryawan, si tengah abi berinama Andara Prmeswari Haryawan dan si bungsu, Atika Prameswari Haryawan!"


Deg.


Deg.


Dduuaar!


Bagai di sambar petir di malam buta, ke empat anak Adam itu tersentak seketika kala mendengar nama yang Abi Ragata katakan pada mereka semua. Semuanya mendengar termasuk Nicholas dan Kanya. Nma yang tadi Claudia katakan pada mereka.


Rama sengaja me-loundspeaker ponselnya agar Andara pun ikut mendengarnya. Andara tergugu. Pantas saja saat pertama kali melihatnya hadir di dalam mimpi, Andara menebak jika itu adalah Atika saudarinya. Hal yang tidak Andara ketahui, jika keduanya bersaudara. Saudara sekandung!


Andara berteriak kelu. Bibirnya bergetar. Buliran bening kembali luruh di pipi mulusnya. Kenyataan yang begitu membahagiakan tidak sebanding dengan kenyataan yang ia lihat saat ini dimana saudarinya telah tiada sebelum ia tahu keberadaannya.


Andara berteriak sekuat yang ia bisa. Meronta-ronta di dalam pelukan Rama yang juga ikut menangis saat menyadari fakta mengejutkan ini. Ternyata, Claudia merupakan kakak kandung Andara. Pantas saja, Claudia menginginkan Andara yang menghukum kedua orang itu.


Ternyata.. Inilah alasannya!


...****************...


Part ini berdasarkan kisah nyata yang pernah othor lihat di tv dan juga othor dengar, ye?


Udah tahukan, apa alasannya Claudia memilih Andara untuk menuntut balas?


Sudah terbuka kan simpul benang merahnya?


So.. Hadiahnya untuk othor! ๐Ÿคจ


Klau nggak, othor ngambek nih!๐Ÿ˜’

__ADS_1


__ADS_2