
"Clau..." suara bisikan Andara terdengar di telingan Claudia yang saat ini sedang memeluk Rama atau James dengan erat untuk meluapkan rasa sakit itu.
Caludia mengurai pelukannya pada tubuh James dan mengusap air mata yang terus membanjiri pipi mulusnya. James ikut membantu menyekanya. Hatinya pun sakit melihat calon istri yang gagal ia nikahi akibat perbuatan keduanya yang sengaja mereka bunuh bersamaan dengan dirinya itu menagis seperti itu.
"Baik. Aku cukupkan sampai di sini hukuman keduanya. Aku akan menyerahkan tugas ini pada saudariku. Jika bukan karenanya, kalian berdua sudah aku musnahkan menjadi abu!"
Deg!
Berdentum hebat jantung Nicholas dan Kanya saat mendengar ucapan Claudia pada keduanya. Ucapan pelan dan lembut, tetapi begitu penuh penekanan dan juga ada emosi di dalamnya membuat tubuh keduanya bergetar.
Claudia tersenyum sinis melihat keduanya. Ia sangat puas melihat kedua orang yang telah membunuhnya itu tidak bisa berkutik sedikit pun. Claudia masih mengingat jika ia masih di berikan kesempatan untuk melemahkan keduanya melalui Andara.
Claudia terkekeh kala mengingat Andara yang sengaja menekan mental dan juga menggenggam tangan Nicholas hingga berbekas. Semua itu karena keinginan Claudia. Andara hanya memgikuti perintahnya saja. Bukankah hanya Andara dan Rama yang bisa melihatnya saat ini?
Claudia memanfaatkan waktu untuk bisa menekan keduanya. Jika tidak dengan cara itu, apa Caludia bisa membalas perbuatan keduanya? Claudia membuat Nicholas dan Kanya bagai lembu di cucuk hidungnya. Sugesti dirinya sebagai makhluk lain ternyata berguna. Hanya saja, jika tanpa perantara maka semua itu tidak akan bisa.
Karena dirinya tidak bisa menyentuh manusia lagi sebab alam keduanya yang sudah berbeda. Akan etapi, jika melalui Andara maka semua itu bisa terwujud. Mana mungkin keduanya bisa patuh dan tunduk begitu saja kala Andara melawan keduanya? Pastilah keduanya akan membalas Andara setelah itu.
__ADS_1
Lihat saja tadi saat Andara menyindir keduanya. Apa yang terjadi? Bukankah keduanya mengamuk dan ingin membalas semua perbuatan Andara pada mereka? Terlebih Kanya. Bukankah Kanya tadi juga menarik hijab Andara hingga hampir terlepas?
Jika bukan kode dari Claudia, maka semua itu tidak bisa berjalan mulus. Claudia mendekati keduanya yang kini terkapar tidak berdaya. Seutas senyum miring terbit dari bibir Claudia.
"Perbuatan yang aku lakukan pada kalian belum sebanding dengan perbuatan kalian yang begitu gila dan biadab! Hanya karena Andara, aku melepas kalian berdua. Karena apa? Karena dirinyalah yang berhak menghukum kalian berdua! Kalian berdua bukan saja membunuhku. Tetapi, perbuatan kalian berdua juga membuat nyawa Andara melayang. Andara harus mati di tangan suaminya seperti yang kau lakukan padaku! Jadi.. Aku serahkan semua bagian terakhir ini pada Andara. Dia yang berhak menghukum kalian berdua," ucap Claudia pelan, tetapi penuh penekanan.
"Aku bisa saja menghukum kalian berdua, tetapi tidak! Bukan tugasku untuk menghukum kalian berdua! Tugasku sudah selesai saat membuat tubuh kalian terluka sama sepertiku dulunya. Mungkin tidak cacat. Akan tetapi, semua organ kalian sudah hancur! Dan bisa saja tidak berfungsi lagi!" Claudia tergelak keras kala melihat tatapan nanar dari Nicholas padanya.
Sedangkan Kanya melotot padanya. Claudia berdecak. "Masih sempat-sempatnya, ya, kau melotot padaku?" ejek Claudia pada Kanya yang kini melotot horor padanya. Claudia tertawa keras.
Ia bangkit dan beralih menuju pada James yang kini tersenyum lembut padanya.
"Cuih! Kau itu sudah mati! Jadi, kau tidak mungkin bisa membalas kami! Andara? Wanita jelek dan mura han itu? Heh! Sekali tendang saja dia sudah mampus! Lihatkan saja bagaimana Faris melenyapkannya hingga dia mati bukan?" ucap Kanya mengejek Claudia yang kini menatap tajam dan horor padanya.
Wajah Andara atau Claudia begitu menakutkan saat ini terlihat di mata Kanya. Seperti wajah iblis buruk rupa. Akan tetapi, tertutup dengan paras ayunya. Cih! Kanya jijik melihat dan mengakui paras Claudia itu ayu jika sudah berhijab sekaligus tertutup niqob. Dirinya saja sampai tidak mengenalinya tadi. Jika tidak Andara membuka niqobnya, pastilah ia yakin jika itu Andara bukan Claudia.
"Yeah, kami berdua memang lemah dan bodoh hingga terkecoh sampai kalian berdua tega membunuh kami!" balas Claudia mengiyakan ucapan Kanya yang kini tergelak keras karena Claudia mengakuinya juga kalau keduanya lemah.
__ADS_1
"Akan tetapi, itu dulu!"
Deg
Tersentak Kanya mendengarnya. Matanya melotot lagi pada Claudia yang kini menunjukan senyum smirknya. Kanya bergidik.
"Sekarang, kami berdua sudah bersatu! Dulu iya, kami bodoh hingga mudah tertipu! Akan tetapi, sekarang? Kami sudah berubah menjadi cerdas dan bersatu! Andara dan Claudia, orang yang sama dan satu! Dua wanita yang dulu kalian siksa hingga mati menggenaskan kini sudah kembali tegak berdiri dengan sejuta hukuman di tangannya! Apa kamu yakin, jika kamu mampu melawan kami, Kanya? Ingatkan saja Faris dan Anita? Kalian lupa? Siapa yang menjebloskannya ke penjara? Hem?" senyum smirk menyeramkan membuat tubuh Kanya meremang seketika saat melihat kilatan amarah di mata Claudia untuknya.
"Jika dulu kami terpisah, saat ini kami bersatu! Kami berdua sudah bersatu untuk menghancurkan keangkara murkaan yang terjadi pada wanita lemah seperti kami! Kami berdua terlahir kembali untuk menuntut balas dan menghukum orang-orang yang sudah membunuh kami! Kami tidak salah jika melakukan hal ini. Kami sengaja melakukan hal ini agar para wanita yang di selingkuhi oleh suaminya di luar sana bisa melakukan hal yang sama seperti yang kami lakukan saat ini. Jika menurutmu kami bodoh, tidak masalah. Mari kita buktikan! Siapa yang bodoh dan cerdas di antara kita berdua?" lagi dan lagi senyum smirk menakutkan itu kembali Claudia berikan.
Nicholas tidak bisa berkata saat ini. Pusat tubuhnya begitu terasa sakit. Seakan nyawa tercabut dari tubuhnya saat ini saking sakitnya tendangan kaki Claudia pada pusat tubuhnya. Belum lagi kepalanya yang bocor akibat vas bunga yang sengaja Claudia hantamkan tadi. Membuat tubuhnya begitu lemas tak bertenanga. Claudia terkekeh melihat mantan suaminya itu seperti seseorang yang sedang sekarat.
Di bilang mati, belum. Tetapi, sekarat, iya. Hidup segan mati pun tak mau. Inilah yang Claudia lakukan pada Nicholas saat ini. Itu balasan yang tepat untuk dirinya yang telah tega membuat Claudia di lecehkan hingga hampir mati dan di tertawa melihat itu. Belum lagi, ia sengaja membuat kematian Claudia seperti kecelakaan, tetapi sebenarnya tidak.
Dalam mata terpejam Nicholas mencoba untuk berbicara. "Kenapa kamu memilih Andara yang menghukum kami, Bee?" tanya Nicholas ada Claudia yang kini berdecih sinis padanya karena panggilan indah yang akhirnay menghancurkan hidupnya itu.
"Kalian mau tahu? Yakin, kalian tidak akan terkejut? Jika iya, maka akan saya katakan!" jawab Claudia dengan mata menyipit tajam dan tangan mengepal erat.
__ADS_1
Aura di tubuhnya keluar seketika yang membuat Nicholas dan Kanya tercekik seketika.
Hari ini Tamat, ye? Pantengin terus wey!