Kebanggaan Langit

Kebanggaan Langit
11


__ADS_3

Yue Qian menghela nafas ia sudah berada di kamar bersama shizun nya dan nona Xu jujur saja ia jadi bingung mereka hanya memiliki 2 ranjang lalu bagaimana ?


"kalian berdua tidur di ranjang ,aku akan beristirahat di lantai" Yue Qian menggeleng keras "tidak boleh, shizun kau tetap harus di ranjang mu" Hao Xiong menatap wajah Yue Qian "lalu kalian ?" Yue Qian melirik Xu Qianlu


"a xiao...a-aku tidak biasa berbagi ranjang di tambah aku sering tidur dengan posisi mengejutkan jadi..." Yue Qian menutup mata nya berat "baiklah ,kalau begitu aku yg akan tidur di lantai , seperti itu saja" Yue Qian baru saja akan mengambil selimut di ranjang tapi Qianlu sudah lebih dulu merebutnya "a-aku juga takut dingin jadi..."


Yue Qian menghela nafas berat ia menahan diri lagi dengan sedikit kesal "emh shizun aku akan meminta selimut tambahan ,apa shizun menginginkan sesuatu ?" Hao Xiong menggeleng "tidak ada ,bawa saja selimut untuk mu" Yue Qian mengangguk


tepat ketika akan membuka pintu dan keluar seseorang berdiri "emh...shizun" yue Qian terdiam "shixiong ? kau" Xue yang mengangguk "aku membawakan selimut ,aku meminta dari penginapan ini tapi ternyata tidak ada jadi aku membawakan dari penginapan ku" Yue Qian menerimanya dengan senyum senang "terimakasih shixiong"


Xue yang mengangguk "Shimei ,kau tidur dimana ?" Yue Qian menggeleng "ada ,shixiong terimakasih selimut nya" Xue yang menggeleng "tidak perlu ,selamat malam shizun, non Xu dan Shimei kau juga" Yue Qian mengangguk dan menutup pintu kamar kembali .


Yue Qian menyiapkan tempat untuk nya beristirahat ia juga melipat jubah luarnya untuk di jadikan bantalan agar tidak sakit esok ,Hao Xiong hanya bisa menatap "sudah malam ,matikan saja lilin nya" Yue Qian mengangguk ia mendekati meja mematikan lilin dan melihat jendela terbuka berniat menutup nya tapi


"jangan di tutup ,biarkan saja seperti itu terkadang di sini akan panas di tengah malam" Yue Qian menghela nafas ia bergerak ke tempatnya dan berbaring jujur saja ia sedikit merasa dingin karna angin yg bertiup dari luar tepat mengenai tubuhnya yg tak memakai selimut .



pagi nya Yue Qian sudah tak ada di dalam kamar ,Hao Xiong mengerutkan dahi "dimana dia" masih sibuk mencari sebuah ketukan datang dari pintu ia merapikan dirinya sebentar lalu membuka pintu

__ADS_1



Qianlu datang "a xiao aku membawakan teh untuk mu" Hao Xiong mengangguk, pintu kamar mandi terbuka Yue Qian baru saja keluar kepalanya sedikit sakit "kau baik-baik saja ?" Yue Qian menoleh "shizun ,murid ini baik-baik saja" Hao Xiong menatap ragu ia tak percaya murid nya ini baik-baik saja setelah menghabiskan malam dengan tidur di lantai tanpa selimut dan jendela yg terbuka .



"a xiao ini minum lah teh hangat nya dulu" Yue Qian melirik kedepan "shizun, murid ini akan kebawah meminta pemilik menyiapkan teh dan makanan" Hao Xiong mengangguk "teh Krisan tidak apa kan ?" Hao Xiong terdiam sejenak lalu mengangguk "ya itu saja" Yue Qian mengangguk dan berjalan keluar melewati Qianlu yg membawa nampan berisi teh .



"a xiao..." Hao Xiong berbalik menatap datar ,"tidak perlu merepotkan nona besar Xu ,aku akan bersih-bersih sebentar" Hao Xiong memasuki kamar mandi yg baru saja di gunakan Yue Qian .



"nona biarkan kami saja untuk membuat teh , sepertinya nona kelelahan padahal anda sebelumnya baik-baik saja" Yue Qian menoleh istri pemilik penginapan menghampiri nya dengan raut khawatir dan berniat mengambil alih


"tidak perlu ,ini milik shizun ku dia beberapa hari ini sedikit rentan jadi aku saja yg menyiapkan" nyonya itu menatap iba "nona sangat baik ,shizun mu pasti bangga pada mu aku berdoa nona mendapat pria baik dan lembut sehingga bisa merawat nona" Yue Qian tersenyum kecil "terimakasih"


Yue Qian sudah menyiapkan semuanya ,untuk sarapan, juga Xue yang sudah tiba di ikuti Hao Xiong dan nona Xu yg sudah turun

__ADS_1


"Shimei ,wajah mu ?" Yue Qian melirik wajahnya dan menggeleng "aku baik-baik saja ,mari makan terlebih dulu" Yue Qian bersiap makan tapi ia tertahan dan menghela nafas , ia menggambil mangkuk Xue yang dan mengisinya dengan sup begitu juga milik Hao Xiong


baru setelah itu ia bangkit "kalian makan saja, aku sudah selesai dan akan merapikan kamar" Xue yang mengerutkan dahi "eh Shimei ,kau juga makan dengan kami kenapa pergi ?" Yue Qian menggeleng "aku sudah makan beberapa roti ,kalian makan saja tidak perlu memikirkan ku" Yue Qian langsung pergi


Xue yang menatap Hao Xiong yg sepertinya sedikit tak tenang "shizun..." Hao Xiong mengangkat kepala "ada apa ?" Xue yang menggeleng pelan lalu mulai meminum sup yg di ambilkan Yue Qian , nona Xu yg sudah duduk mengambilkan beberapa daging ke mangkuk Hao Xiong


"a xiao makan lah ,daging sangat baik" Hao Xiong menggeleng "tidak ,aku tidak memakan daging seperti itu" Xue yang melirik mangkuk yg ada di meja "shizun acar ini sepertinya untuk mu" Hao Xiong mengambil acar itu dan memakannya.


senyum nya terlihat samar "nona Xu ,shizun memang tidak pernah memakan daging domba atau pun sapi" Qianlu menunduk ia memakan makanannya dengan sedih .


tak lama istri pemilik penginapan datang "permisi ,eh dimana nona cantik ? apa dia pergi ke kamar nya ?" Xue yang menoleh "emh dia pergi ,memang nya ada apa nyonya ?" wanita itu tersenyum "ah kalau begitu aku akan pergi menemuinya ,aku membuat sup hangat wajah nya sangat pucat tadi bahkan ia sepertinya kelelahan karna itu aku membuat kan ini" Xue yang terdiam "apa sebelumnya dia makan ?" wanita itu menggeleng "tidak ,aku pikir dia akan makan disini bersama kalau dia tidak ada maka silahkan para tamu Kemabli memakan makanannya ,aku akan pergi" Hao Xiong bangkit tiba-tiba


"berikan ,aku yg akan memberikan padanya" wanita itu terdiam sejenak lalu tersenyum memberikan nampan berisi sup itu "baiklah ,maaf karna merepotkan daozhang" Hao Xiong tidak menjawab dan pergi


"a xiao...tapi kau belum selesai..." Qianlu ingin pergi mengejar tapi terhenti "DIAM !" Hao Xiong berkata dingin sebelum akhirnya menghilang dari pandangan mereka .


"gongzi ,apa pria itu guru mu ?" Xue yang menoleh "ah ya dia shizun kami" wanita itu tersenyum "dia benar-benar lembut aku harap mereka bisa bersama" Xue yang terdiam "hah ? ber-sama ?" wanita itu mengangguk ia berbisik ke telinga Xue yang dan undur diri setelah nya


Xue yang mematung di tempat Qianlu yg merasa di permalukan pergi dari sana dengan kesal .

__ADS_1


__ADS_2