Kebanggaan Langit

Kebanggaan Langit
24


__ADS_3

raja neraka kembali ke kerajaan ,dan langsung di sambut zhisu yg sudah menjadi arwah , jubahnya masih berwarna merah karna darah .


"zhisu ,kau kembalilah ke kamar beristirahat ,ayah sudah melakukan semua yg kau minta" zhisu tersenyum "terimakasih ,ayah pasti lelah kalau begitu zhisu tidak akan menggangu dan kembali" raja neraka mengangguk ia menatap tubuh zhisu .


"zhisu...gantilah pakaian mu dengan yg ada di kamar" zhisu mengerti ia mengangguk "baik ayah" zhisu yg baru saja akan melangkah pergi terhenti karna zixuan


"a-apa yg terjadi ? ke-kenapa" zhisu terdiam sejenak "ayah ,aku akan kembali lebih dulu" zhisu segera melewati zixin ,zixin yg baru saja akan meraih tangan zhisu di halangi oleh ayahnya .


"ayah !! ,tunggu kenapa dia begitu ? jangan pergi" zixin berbalik untuk mengejar tapi di hentikan kembali "zixin ,ayah yg akan berbicara jangan ganggu kakak mu" zixin menatap lorong yg sudah sepi itu .


beberapa waktu sebelumnya ,raja neraka baru saja memulai rapat hingga sesuatu datang mengganggu hati nya ,merasa ada yg salah ia menghentikan rapat semua orang terdiam tak mengeluarkan sepatah katapun .


hingga aula terbuka tiba-tiba seseorang datang dengan darah di tubuhnya , jubahnya yg seputih salju sudah terkena noda darah yg sangat banyak ,wajah putih berseri sebelumnya terganti dengan jejak darah dan pucat pasi .


"ayah..." raja neraka menatap tak percaya pada apa yg ia saksikan ,baru beberapa Minggu ia mengantar kepergian gadis itu untuk turun dan sekarang ,gadis itu kembali dengan keadaan yg tak bisa ia cerna dengan baik


tangannya ingin membawa gadis itu tapi terhenti "ayah.. bantu aku menyampaikan sesuatu..." para pejabat yg sebelumnya menahan suara ingin bersuara tapi terhenti kembali "aku sudah mati ,tak bisa bergerak bebas ayah bantu aku" semua orang terdiam tubuh mereka yg sudah tegang menjadi keram seketika


"aku ingin ayah pergi ke surgawi ,temui permaisuri di aula ketetapan mereka pasti sedang rapat seperti biasanya" pelayan raja neraka membungkuk hormat "nona ,apa yg terjadi ? anda sebelumnya baik-baik saja tapi..." belum selesai bicara zhisu segera memasang mantra pada pria itu


"JANGAN MEMOTONG ,aku benar-benar tak suka pembicaraan ku di potong begitu" suaranya menggema keras ,pelayan tersebut segera menutup mulutnya tanpa menunggu lama zhisu mengatakan seluruh kalimat yg ia ingin sang ayah sampaikan .


tanpa lama sang ayah langsung pergi ,dia meminta pelayan nya menyiapkan segalanya untuk zhisu selama ia pergi walau terbilang tidak akan lama ,tapi tetap saja ia ingin zhisu di jaga dengan baik sampai ia mendengar sendiri apa yg terjadi sebenarnya hingga gadis itu kembali ke sisinya dalam keadaan seperti itu .


dan karna kedatangan tiba-tiba zhisu itu seluruh neraka mengalami kegemparan ,mereka terus membicarakan hal itu hingga zixin yg menutup diri untuk berlatih sebelumnya mendengar kabar tersebut ,tanpa menunggu dan mendengar lebih banyak ia segera kembali dan menemukan sebuah kebenaran pada berita itu .


setelah mengatakan semuanya sang ayah memperhatikan wajah putranya itu , dia menarik nafas lembut "bagaimana ? kau masih ingin membenci kakak mu dan memberontak ?" zixin menggigit bibir bawahnya dan segera berlari pergi ,raja neraka terdiam sejenak lalu bangkit

__ADS_1


pelayan nya muncul "raja ku..." raja neraka menatap pelan "bagaimana kebenaran nya ?" pelayan membungkuk "nona muda di bunuh oleh pedang seseorang dan juga sengaja melukai dirinya ,jadi ia tidak benar-benar terbunuh" Raja neraka terdiam "tapi tidak bisa menyalahkan nya ,kau pergi ke alam manusia cari manusia yg menyimpan mayat zhisu ,kalau bisa bawa mayatnya kehadapan ku" pelayan itu mengangguk .



zhisu mencoba memfokuskan diri pada pengobatan tapi ia tidak bisa ,ia yg sekarang bukanlah manusia melainkan jiwa yg meninggalkan tubuh matinya .



masih dengan perasaan tak nyaman ia membaringkan tubuhnya ke ranjang ,sebuah ketukan pintu terdengar zhisu menolaknya "kembalilah nanti" tapi ketukan itu masih terdengar



zhisu bangkit ia membuka pintu dan terdiam , tubuhnya limbung hampir jatuh ke lantai karna hantaman keras ,beruntung ia hanya terduduk dan berhasil menopang dirinya




"a xian..kau kenapa ?" ya dia adalah zixin ,ia segera berlari kemari setelah mendengar segalanya "bagaimana bisa...kau seharusnya tidak begini..." zhisu mengangkat tangan nya mengusap belakang kepala zixin dan mencoba menjauhkan nya "a xian , lepaskan dulu" zixin tetap diam ia memeluk erat tubuh zhisu ia tak peduli betapa jubah itu kotor akan darah



"zixin , lepaskan dulu kau bisa bicara dengan duduk" zixin tetap tidak melepaskan pelukannya ,dia menyembunyikan wajahnya di leher jenjang zhisu "jie...... aku salah... seharusnya aku menemanimu sebelumnya" zhisu terdiam ia mendorong pelan zixin dan berhasil



ia terlepas dari pelukan zixin "kau bicara apa ? ,ini terjadi bukan karna kau tidak ikut dengan ku atau sebaliknya tapi karna ini memang pilihan ku sendiri , a xian kau tidak perlu menyalahkan dirimu" zixin menunduk ia sangat kesal mengetahui kakak nya yg berada dihadapannya sekarang hanya arwah yg meninggalkan tubuh nya

__ADS_1



"zixin ,kalau kau masih menyalahkan diri karna keputusan ku pergilah ,aku tidak ingin menemui mu" zhisu memalingkan wajah ia sangat tidak menyukai ketika keputusannya sendiri di anggap kesalahan oleh orang lain ,karna itu juga lah zhisu sangat tertutup dan tak banyak bergaul dengan dewa ataupun pejabat surgawi lain .



zixin yg baru saja akan menarik tangan zhisu terdiam sejenak , zhisu menyadari gerakan itu dan berjalan menuju kasur nya tanpa mempedulikan zixin , "jie...aku akan pergi dulu aku akan berbicara lagi dengan mu" zixuan memberi hormat dan segera undur diri .



di sebuah gunung ,seorang pria keluar dengan keranjang di tangan nya ,ia terdiam melihat sosok yg mendekat dari balik kabut .


"permisi ,apa ini tempat penatua Zhou tinggal ?" pria itu terdiam sejenak "para daozhang datang ,untuk apa ?" kedua pria itu bertukar tatapan "kami memiliki keperluan penting ,terutama wanita yg di rawat oleh penatua Zhou" pria itu menyadari sesuatu dan memberikan jalan "silahkan mengikuti"


di dalam ruangan Zhou Han menatap ragu "pejabat Yuejiang kau harus sadar ,ini bukan lah takdir mu untuk seperti ini" sebuah ketukan terdengar Zhou Han mengerut alis "a Lin ,ada apa ?"


"shifu ,ada yg datang untuk menemui mu" Zhou Han terdiam sejenak 'dia tidak seperti biasa' tanpa menunggu lagi Zhou Han membuka pintu dan terdiam


"salam dewa Zhou" Zhou Han membuka lebar pintu "dewa Shin dan Dewi Wen terlalu berlebihan ,anda sekalian datang atas permintaan permaisuri surgawi ?" dewa Shin mengangguk ia melirik anak muda di sebelahnya "dewa Shin jangan khawatir ,dia adalah murid ku semenjak turun Guan Lin" dewa Zhou mengangguk


di dalam kamar ,a lin kembali menutup pintu ,sedangkan Zhou Han membuka tirai yg menutupi ranjang dimana mayat dingin zhisu terbaring .


"i-ini..." Dewi Wen mendesis "bagaimana bisa mereka melakukan hal sekejam ini !!" Zhou Han menatap sosok yg terbaring tenang itu ,"langit sudah memberi hukuman, dewa Shin dan dewa Wen tidak perlu termakan dendam karna sepertinya juga semua penyesalan dari pejabat Chen sudah tidak ada" dewa Shin menghela nafas


"dewa Zhou ,kami datang untuk membantu mu mencari cara menghidupkan kembali pejabat Chen ,kita tidak bisa kehilangan orang seperti pejabat Chen" Zhou Han mengangguk "aku juga sedang memikirkan cara ,oh bagaimana keadaan permaisuri setelah mendengar kabar ini ?" dewi Wen duduk di tepi ranjang tangan nya menggenggam erat tangan dingin zhisu


"permaisuri sangat sedih dan marah ,ia segera meminta kami turun untuk membantu anda ,jujur saja ini pertama kalinya dalam sejarah aku melihat permaisuri menggertak seperti itu" dewa Shin mengangguk "benar ,karna itu dewa Zhou apa kau bisa meningkatkan penjaga di sekitar gunung aku khawatir raja neraka akan mengirim seseorang untuk merebut mayat pejabat Chen"

__ADS_1


dewa Zhou terdiam "apa anda belum mengetahui kebenaran nya ?" dewa Shin mengerutkan kening "raja neraka adalah ayah dari pejabat Chen ,dan adik seperguruan dari permaisuri Shu jinyang adalah istri raja neraka sekaligus keturunan terakhir dari keluarga abadi Shu" dewa Shin terdiam


__ADS_2