
"shifu ,siapa itu Xiaoling ?" beberapa murid abadi saling bertukar tatapan "Xiaoling adalah para guru besar wanita yg diakui oleh langit dan memiliki kekuatan ataupun kemampuan yg melebihi batas seorang kultivator ,didunia ini salah satu Xiaoling adalah Shu jinyang nyonya keluarga Shu yg sudah tidak ada ,lalu di tempat ke 2 adalah Yuejiang yg agung"
zhisu tersenyum kecut "lalu... maksud mu aku bukan termasuk begitu ?" pria itu menunduk "jika nona benar apa anda bisa membunuh monster danau yg sudah bemutasi puluhan ribu tahun lalu" zhisu berbalik
"Zhongzu apa maksud anda Monster yg ada didalam gua sana ?" pria itu mengangguk "benar ,dulu Xiaoling pertama tidak berhasil membunuhnya hanya bisa mengurungnya sedangkan Xiaoling kedua mengirim pasukannya untuk berjaga dan menghalangi Monster itu keluar mengganggu manusia lain"
"dia sudah menebas leher Monster itu ,ia menggunakan kipas ditangan nya itu" seorang murid berteriak membuat semua orang tercengang "jika begitu....orang tua ini meminta belas kasih Xiaoling agung..."
zhisu mengibaskan lengan bajunya lalu menatap Guan Lin "jangan menatap muridku seperti itu ,dia bukan murid mu jadi kau tidak bisa menghukum atau menghakiminya karna aku masih hidup" Zhong Han muncul dan berjalan kesamping Hao Xiong .
"aku tidak akan menggangu nya ,tapi....kau harus bertanggung jawab Zhong Han ,kau juga mengirim murid ku tanpa mengatakan nya pada ku !!" Zhong Han terdiam ia bersandar pada Hao Xiong dengan santai "astaga ,kau menakutkan sekali baiklah aku terima kekalahan mari kembali ke gunung lalu aku akan menggantikan pembelajaran mu selama 2 bulan kedepan , bagaimana ?"
zhisu menggeleng "tidak merepotkan Zhong Han ,hanya saja itu terlalu sebentar aku akan memikirkan nya saja nanti" Zhong Han menatap kesal "ya terserah"
"apa para murid abadi sudah di selamatkan ? baguslah aku takut mereka diserang" xiao sicheng tiba-tiba muncul dengan beberapa pasukan kerajaan ,zhisu merubah ekspresi wajah nya menjadi dingin
"penatua xiao ,apa maksudnya ini kenapa murid murid diambil pedang nya dan dibiarkan berburu tanpa senjata mereka ??" xiao sicheng mengangguk pelan lalu pandangan nya beralih pada Jia Li yg berdiri di samping zhisu "kenapa senjata mu ada ? lalu dimana senjata yg lain ,apa kau mencurinya ??" zhisu segera menarik Jia Li kebelakang nya
"berbicara dengan benar ,jangan asal menuduh murid ku...." Jia Li terdiam ia menatap tangannya yg di genggam erat oleh zhisu "lalu kenapa hanya dia yg membawa pedang , bagaimana dengan yg lain" zhisu menggertak "JAGA BICARAMU..." Zhong Han melihat emosi diwajah zhisu segera berdiri menghalangi
"menuduh sembarangan begitu ,mohon dimaafkan sebelumnya tapi jangan pikir jika anda benar-benar mengirim kesalahan pada murid itu ,anda dan murid anda bisa lolos..." xiao xicheng melangkah maju
"kalau begitu bagaimana kalau kita membuktikan saja ? kebenarannya" Zhong Han tersenyum "tentu ,aku suka mencari bukti dibanding berbicara omong kosong" Zhong Han berbalik "tapi bukti apa yg anda miliki untuk membenarkan kata-kata barusan ?"
"kesaksian murid ku dan murid lain" zhisu menutup mata lalu menarik topi yg sebelumnya ia pakai "kalau begitu perlihatkan buktinya ,jangan khawatir aku paling benci berlaku curang seperti itu" zhisu menepuk kepala Jia Li "tapi...jika ternyata murid ku tak salah dan kau bicara omong kosong ,apa yg akan didapatkan ?" Jia Li menahan tangan zhisu dan menggeleng "shizun..." zhisu menggeleng .
__ADS_1
"kalau begitu ,aku akan meminta maaf dan bersujud apa itu cukup ?" zhisu tersenyum "begitu juga baik ,hanya saja aku lebih suka memikirkan cara lain" Zhong Han tersenyum "ya begitu juga tidak apa ,kalau begitu mari kembali dulu dan membuktikannya apa murid kami yg salah atau murid mu itu..."
setelah beberapa perdebatan ,Jia Li menunduk "shizun apa yg akan terjadi jika kita tidak berhasil ? apa aku akan dihukum dan tak akan bisa bertemu shizun lagi ?" zhisu menggeleng "tentu saja tidak ,kau sudah benar mereka hanya suka memutar balikkan fakta tenang saja, walau badai menghadang dan cuaca memburuk kita akan bisa bertemu" Jia Li mengangguk ia merasa sedikit tenang mendengar itu setidaknya ia yakin ia akan bisa bertemu dengan shizunnya ini lagi .
zhisu duduk dengan tatapan datar ,ia membenarkan sedikit posisi rambutnya ,melihat itu Jia Li menghampiri dan membantunya membenarkan "shizun ,kau sangat cantik hari ini" zhisu tersenyum "lalu apa aku tidak cantik di hari biasanya ?" Jia Li menggeleng "tentu tidak, shizun selalu cantik disaat apapun anda seperti bangsawan terhormat"
zhisu mengetuk dahi Jia Li "kalau kau berbicara lagi aku akan menghukum mu lari setelah kita kembali" Jia Li mengangguk "kalau begitu tunggu kembali aku baru menjadi anak penurut agar shizun memaafkan"
raja Chun memasuki aula , beberapa orang yg melihat segera memberi hormat , setelah beberapa kata "baiklah kali ini pertemuan diadakan karna untuk membuktikan kesalahan yg terjadi saat pembelajaran beberapa waktu lalu"
xiao xicheng langsung bangkit diikuti muridnya itu nie shuang "saudara Nie silahkan mengatakan" nie shuang yg baru saja akan berkata lantang tertahan sebentar "ada apa ?" nie shuang menggeleng "raja...a-aku mengirim mereka atas saran seseorang..." Guan Lin melirik Jia Li lalu mengangguk
__ADS_1
Jia Li sedikit takut tapi sebuah kupu-kupu terbang ke tangan nya ,melihat kupu-kupu itu ia mengangkat kepala , dilihatnya shizun nya duduk dan memberi kode 'jangan takut ,katakan semuanya shizun ada disini'
Jia Li seketika merasa lega ia segera mengangkat wajah nya tanpa ragu , shizunnya percaya padanya maka ada alasan apa dia sendiri tak bisa mempercayai dirinya sendiri .
"benarkah ? siapa yg mengusulkan pemburuan itu ?" nie shuang tanpa ragu langsung melangkah ke hadapan Guan Lin dan Jia Li , "di-dia yg menyuruh dia bilang dengan begitu ia tidak perlu terbebani oleh shixiong nya ,ia juga mengatakan ia membenci murid dari penatua Hao"
Jia Li ingin marah tapi ia tetap tenang , wajahnya sangat tenang hingga seseorang berbicara "gongzi...apa anda berani bersumpah kalau anda tidak berbohong dalam kesaksian ini ?" penatua Ming mengangkat suaranya karna tak bisa melihat Jia Li di tunjuk tanah sopan seperti itu "sumpah apa ?" nie shuang berkeringat seketika
"sumpah ya sumpah ,aku membawa pil kejujuran bagaimana jika mencobanya ?" Jia Li terdiam "shibo..." zhisu tersenyum "obat yg ada dalam kandungan pil kejujuran milik saudari terlalu banyak ,tidak bisa sembarang orang menggunakannya kan ?" Ming Lian terdiam "shibo...tidak perlu merepotkan pil anda ,gongzi mari bersumpah saja pada senjata shizun ku ,kipas Guan yu merupakan senjata kejujuran ,shizun ku mengkultivasikan nya dengan syarat tidak ada kebohongan jadi karna itu ,Guan yu akan menyerang jika ada kebohongan dalam kata-kata nya"
Jia Li bangkit ia memberi hormat pada zhisu "itu senjata shizun mu jelas akan berpihak padamu ,kau juga membawa nya kan saat pembelajaran ?" Jia Li mengangguk "benar ,penatua xiao sebelumnya saat Anda mengambil pedang anda tidak melarang obat-obatan ataupun kipas bukan ? Guan yu merupakan senjata kultivasi tapi yg anda minta saat itu hanya pedang jadi aku hanya memberikan Qianlu ku bukan Guan yu milik shizun ku"
"ditambah sudah 3 tahun shizun ku sendiri tidak menggunakan Guan yu jadi ia tak akan berat sebelah" xiao xicheng tersenyum "itu sangat aneh , bagaimana bisa senjata yg dikultivasikan bisa dibiarkan seperti itu ,apa sesuatu terjadi pada shizun mu itu ,atau dia berbuat kejahatan ?" sebuah pisau mengarah tiba-tiba pada leher xiao xicheng
__ADS_1
"bicara bertele-tele , pertemuan ini jelas membuktikan ketidak bersalahnya murid ku ,bukan untuk mengorek informasi dari ku apalagi murid ku" zhisu menatap datar