
pelelangan di mulai ,barang pertama merupakan barang yg sedikit aneh dan Yue Qian tidak terlalu tertarik jadi ia melewatkan nya .
setelah beberapa barang tak penting , sebuah batu roh di keluarkan ,itu adalah batu roh yg bisa digunakan untuk menempa pedang atau senjata lainnya bisa juga untuk menggantikan inti spiritual seorang manusia
Yue Qian sedikit tertarik jadi ia memasang harga dan karna banyak yg mengira itu tidak berguna tidak ada yg menginginkan nya , berbeda dengan yue Qian yg bisa melihat dengan jelas mana barang bagus mana yg tidak
mutiara yg di tunggu akhirnya tiba ,tapi sepertinya tidak banyak yg tahu berapa berharga nya mutiara itu apalagi pelelang nya sendiri "a jie ,apa itu mutiara yg kau bicarakan ?" Yue Qian mengangguk "benar ,oh apa kau menginginkan sesuatu juga ?" Zixin menggeleng "tidak ada , itu hanya barang-barang tak berharga milik ayah lebih baik" Yue Qian tersadar sejenak
"oh ayah yg kau maksud itu raja neraka ke 2 ?" Zixin mengangguk semangat "ya , a jie mutiaranya datang" Yue Qian mendapatkan mutiara tersebut dengan harga sangat mahal ia tak ingin banyak membuang waktu karna ia sebenarnya terburu-buru untuk kembali
"setelah ini apa kau ingin ke suatu tempat ?" Zixin mengangguk "aku ingin datang ke tempat tinggal a jie di surgawi dan setelah itu mari menemui ayah ?" Yue Qian mengangguk pelan "baiklah ,mari selesai kan perjalanan hari ini dan kembali"
setelah hampir 4 bulan lebih turun ke dunia yue Qian atau bisa dibilang zhisu kembali naik ke surgawi bersama seseorang .
sesampainya zhisu meminta pelayan nya menempatkan Zixin terlebih dahulu karena dia akan menemui permaisuri , dan mengembalikan mutiara itu .
Zixin sempat menolak dan ingin ikut tapi zhisu memberikan penegasan , "sebenarnya tidak ada yg tahu tentang aku sebagai putri dari ratu lama apalagi tentang ayah kita jadi akan sedikit sulit untuk beberapa hal lebih baik kau tunggu"
Zixin terpaksa menurut dan menunggu di aula biru ,ia memperhatikan aula biru dan melihat sebuah pintu besar yg terlihat indah .
ia membuka pintu dan masuk ia menemukan sebuah pedang berada disana
__ADS_1
"a-apa itu ? kenapa pedangnya seperti itu ?" masih dengan kebingungannya ,pelayan zhisu tiba "tuan muda ,anda tidak bisa memasuki ruangan ini ,mari keluar dulu" Zixin mengangguk ia segera pergi merasa aura yg ada di ruangan itu sangat menakutkan' .
sedangkan di aula pertemuan zhisu membawa mutiara itu bersama nya lalu memberikan pada dewi Yun , permaisuri yg melihat keberhasilan itu bernafas lega
"sebelumnya aku sempat khawatir akan terjadi hal diluar batas mu tapi ternyata tidak serumit itu , syukurlah dan zhisu aku mendengar kau membawa seseorang naik bersama mu ?" zhisu mengangguk "benar Yang mulia ,dia keluarga ku" permaisuri terdiam sejenak
berbeda reaksi dengan para dewa lainnya "keluarga ? kau pikir ini tempat apa ,membawa keluarga mu" zhisu tidak menjawab ia melirik sebentar dan berohria
"pendatang baru ? ada masalah apa dengan ku ?" zhisu menoleh lembut "cih, hanya seorang pejabat surgawi berani bersikap sombong ,kenapa tidak memberi hormat pada para dewa dan Dewi lain kau pikir diri mu dewa !" zhisu menarik tangan nya dan secara naluri sebuah kipas muncul
kipas tersebut agak berbeda dari sebelumnya , sebelumnya kipas itu tidak mengeluarkan aura berat tapi sekarang auranya terasa sangat berat , "ya aku tidak mengajaknya bermain ,Guan yu seperti nya sedih"
permaisuri menatap kipas itu lalu beralih ke dewa yg sebelumnya berbicara dengan zhisu "dewa air ,kau masih baru jadi tidak mengetahui ini ,kali ini aku akan memaafkan dan tanyakan pada leluhur mu atau dewa lainnya tentang hal ini" dewa air tersebut menunduk dengan pasrah "maaf atas kelancangan hamba"
permaisuri menatap zhisu ,"kalau begitu semuanya bisa pergi ,zhisu kau tetap disini" zhisu menunduk hormat dan tetap di tempatnya , para dewa dan pejabat lainnya segera undur diri tak luput dewa air baru tersebut .
setelah aula kosong "zhisu ,biarkan dia dewa air itu masih baru dan tak mengetahui tentang mu" zhisu mengangguk "tentu permaisuri tidak perlu khawatir ,hanya saja aku juga minta maaf karna lancang mengeluarkan Guan yu dia aula tadi" permaisuri menggeleng "tidak perlu minta maaf"
__ADS_1
"zhisu ,kau menemukan saudara mu ?" zhisu mengangguk "ya , kedatangan ku sekarang juga untuk izin pergi ke neraka menemui raja neraka" permaisuri berdehem pelan "zhisu ,kau masih pejabat surgawi aku tak masalah tentang latar belakang tapi para dewa lainnya akan mengawasi mu terutama karna raja neraka" zhisu mengangguk pelan "zhisu mengerti ,dan satu lagi apa anda tahu tentang kutukan basis kultivasi ?" permaisuri terdiam sejenak
"emh itu sudah ribuan tahun lalu ,ada apa ? apa kemarin kau menemui kutukan seperti itu ?" zhisu mengangguk "benar Yang mulia ,karna kutukan itu seorang penatua abadi tertahan tak bisa naik" permaisuri merenung sebentar "sangat di sayangkan jika seperti itu ,kutukan itu sulit di patahkan tapi seseorang mungkin tahu cara mematahkannya coba temui dewa Shin dia mungkin bisa membantu" zhisu mengangguk "kalau begitu zhisu akan undur diri"
zhisu kembali ke aula biru nya , ia melihat Zixin yg patuh menunggu "a jie..." Zixin melompat senang melihat zhisu muncul "emh ,kau sudah melihat-lihat ?" Zixin mengangguk pelan "ya ,aku lihat beberapa hal oh ya a jie ,di belakang aula ini terdapat sebuah tempat ,tempat apa itu ?" Yue Qian terdiam sejenak
"mari kesana dan melihat langsung" Zixin mengangguk ,ia mengikuti zhisu yg mulai membuka pintu aula tersebut .
sebuah pedang yg awalnya tenang bergetar , "Lanhua ,jangan seperti itu ,kau menakutinya" Zixin melirik zhisu yg maju perlahan dan menyodorkan tangannya .
pedang biru itu segera datang ke genggaman zhisu , "a xian , kenalkan ini Lanhua ia senjata ku seperti Guang Li milik mu" Zixin menatap pedang itu "a jie ,aura pedang itu sangat kuat dan bilahnya sangat cantik sangat cocok untuk mu" zhisu tersenyum "ya ,memang begitu oh ya a jie perlu melakukan sesuatu sebelum kita menemui ayah kau tidak papakan menunggu sebentar ?" Zixin mengangguk "ya ,a jie tenang saja tapi a jie bisakah a jie mengawasi latihan ku sesekali ? sebenarnya sudah lama semenjak aku turun dan tak melatih jurus kematian milik ayah" zhisu mengangguk "baiklah ,aku akan mengawasi mu"
__ADS_1