
setelah mengetahui tentang hal itu zixin benar-benar merasa sedikit kacau ,ia tak berani menatap wajah zhisu dan zhisu tidak mempermasalahkannya itu dia mengerti ketakutan zixin .
hari pengambilan inti spiritual sudah lewat dan zhisu sudah lumayan membaik dari pengambilan inti tersebut ,ia juga sudah melakukan pengasingan untuk membiasakan diri sebelum benar-benar menguasai inti spiritual barunya itu .
zhisu berjalan bersama dengan raja neraka "zhisu , apa kau tidak ingin menghibur adik mu ?" zhisu tersenyum "dia masih sedikit takut ,aku juga tidak bisa mendekat pada nya khawatir Lanhua tiba-tiba melawan dan aku kehilangan kendali" raja neraka menghela nafas
"apa setelah ini kau akan pergi ?" zhisu mengangguk "ya ,aku harus mengobatinya secepat mungkin ,aku akan kembali setelah selesai" raja neraka mengangguk "kalau begitu ikutlah dulu dengan ku, aku akan memberikan barang titipan ibu mu" zhisu mengangguk dan mengikuti .
raja neraka membuka sebuah ruangan besar ,di sana terlihat sebuah ada peti mati dan sosok seseorang yg tertutupi kain putih tembus pandang.
"di---" raja neraka tidak menjawab atau menunggu kata yg belum keluar dari zhisu ia bergerak maju membuka sebuah kotak kecil dari dalam laci yg tepat berada di sebelah peti tersebut. raja neraka mengeluarkan kertas yg sudah lusuh itu dan memberikannya pada zhisu .
"apa ini ?" raja neraka menggeleng ,zhisu mengerti ia harus mencari tahu sendiri jadi ia menaruh kertas itu ke telapak tangan nya dan mulai membuka tabir yg menutupi kertas itu .
seketika sebuah lingkaran sihir muncul dari balik kertas tersebut ,di susul sebuah bilah pedang tajam
zhisu terdiam sejenak menatap lingkaran sihir tersebut, "ini adalah sihir yg di tinggalkan ibu mu ,aku tidak khawatir tentang kehidupan orang lain hanya saja ,aku tidak bisa melihat putri ku tertindas" zhisu terdiam sejenak lalu segera menutup panggilan sihir tersebut dan menyimpan kembali . lingkaran sihir menghilang seketika di susul aura yg keluar sebelumnya .
setelah merasa persiapan selesai zhisu menemui ayah nya ,raja neraka kebetulan sedang rapat menghentikan rapat tersebut dan menemui zhisu yg menunggu di depan ruangan .
"zhisu ,kau mau pergi sekarang ? anak itu sedang pergi berburu dengan paman nya" zhisu mengangguk "aku tahu ,tapi ayah aku harus segera menyelesaikan hutang ini dengan begitu aku tidak akan merasa terikat lagi ,di tambah anak itu sepertinya bertekad menguasai jurus mu" raja neraka menghela nafas "zhisu ,aku tidak pernah setuju dia ataupun kau melakukan hal seperti ini ,hanya saja kalian pasti memiliki jalan dan mimpi masing-masing jadi aku hanya bisa mengantarkan"
__ADS_1
zhisu mengangguk "ya ,ayah zhisu mungkin tidak bisa berjanji akan bisa kembali datang kemari lagi ,tapi yg jelas zhisu akan berusaha yg terbaik" raja neraka mengangguk ia mengusap kepala zhisu sembari menatap putrinya tersebut yg hampir sepantaran dengan nya .
"ayah hanya bisa mendoakan ,dan bawalah ini bersama mu" zhisu terdiam melihat cincin dan giok itu

"i-ini..." raja neraka menaruh kedua barang tersebut ke tangan zhisu , "ini adalah cincin kehidupan dan batu ini akan menuntun mu ,aku tidak khawatir tentang mu hanya saja aku merasa hal besar akan terjadi jadi berjaga-jaga" zhisu menatap cincin di tangannya "bawalah ,dengan begini setidaknya hidup mu akan terjaga ,ayah meninggalkan aura ku untuk membantu pembentukan ilmu pengetahuan mu kembali jika sesuatu terjadi" zhisu menunduk ia merasa tak pantas menerimanya tapi
"manusia terlalu tamak akan kekuatan dan kekuasaan, ayah tidak bisa mencegah takdir tapi ayah bisa membantu sedikit dengan ini" raja neraka menarik zhisu ke pelukannya ,ia mengusap punggung tegas itu "kau selalu bergerak tegas seperti ibu mu ,padahal kalian hanya wanita yg selalu tersakiti dan bersembunyi di punggung kuat ini" zhisu menyembunyikan wajahnya ia menahan diri untuk tak mempererat pelukannya tapi
setelah perpisahan berat zhisu di antar keluar gerbang. zhisu turun dengan penampilan Yue Qian, penampilan yuejiang tidak buruk hanya saja banyak orang yg tak mengingat atau pernah melihat jadi mungkin hanya segelintir ,di tambah wajahnya dan Yue Qian tidak terlalu beda jauh hanya raut miliknya lebih tegas dan bangsawan sedangkan milik Yue Qian adalah lembut seperti anak kecil .
setelah turun zhisu mencari tahu sedikit tentang Hao Xiong ,ia dengar pria itu masih seperti sebelumnya hanya saja sedang melakukan kunjungan untuk rapat di istana kaisar besar .
__ADS_1
zhisu tidak langsung menemui Hao Xiong ,ia akan melihat-lihat dulu sebentar kebetulan perguruan tempat para pejabat surgawi di ajarkan berada di sekitar sana jadi ia akan melihat-lihat dulu .
siapa yg mengira zhisu tanpa sengaja malah bertemu rekan lamanya , "pejabat Chen ,kau bahkan turun ?" zhisu terdiam sejenak lalu beralih menatap sosok tersebut dari atas kebawah
"Aigo ,pejabat Chen jangan menatap ku seperti itu ,aku bisa sakit hati loh" zhisu menatap tak percaya "Li Qingyu kenapa kau bisa jadi seperti ini ?" gadis itu menggeleng dan berbalik "sangat panjang , bagaimana kalau bicara di tempat lain saja" zhisu mengangguk setuju .
mereka kembali berbincang di sebuah kedai ,zhisu yg akan membayarkan melihat keadaan tak baik dari temannya itu ," terimakasih pejabat Chen ,sangat aneh melihat mu berada di dunia ini seharusnya kau tetap saja berada di aula biru" zhisu menggeleng "tidak juga ,aku disini hanya akan sebentar oh ya ada apa dengan mu ? kenapa kau bisa berada disini ?"
Qingyu menunduk "aku melakukan kesalahan ,aku sudah tak ada wajah untuk kembali jadi aku menetap dan menolak kembali" zhisu mengerutkan keningnya "tak ada dosa apapun yg tak bisa di hapus ,asalkan bertobat dan menerima hukuman semuanya akan baik-baik saja" Qingyu menggeleng "tidak seperti itu juga ,oh ya kau kemari karna apa ? aku bisa membantu kalau kau perlu bantuan ku" zhisu mengangguk
"aku ingin menemukan Hao Xiong ,aku berhutang kebaikan padanya jadi ingin membalasnya" Qingyu mengangguk ia berpikir sejenak "ah mungkin kau bisa menemuinya di saat setelah pesta besok ,apa perlu ku bantu ?" zhisu tersenyum "akan menyusahkan mu aku tak berani" Qingyu menggeleng "kau selalu sungkan ,mari ku bantu besok aku akan menemui mu lagi disini baru setelah itu kita memutuskannya" zhisu mengangguk "baiklah , terimakasih bantuannya Qingyu"
malam nya ketika semua penatua dan pejabat lain berada di aula pesta untuk berulang ,Hao Xiong berada di mejanya duduk diam memikirkan sesuatu
hingga matanya menatap sesuatu dan segera pergi dari sana , Xue yang tidak menyadari jadi dia tidak mengejar berbeda dengan seorang pelayan yg satunya ia sudah bergerak ke belakang aula .
Hao Xiong berjalan menuju belakang aula ,ia terus berjalan dan menatap sekitar seolah mencair sesuatu hingga , "shizun..." Hao Xiong menoleh
__ADS_1
"lama tidak bertemu ,shizun berkenan pergi dengan murid ini kan ?" Hao Xiong terdiam sejenak lalu melangkah maju tanpa ragu tepat setelah itu pandangannya menggelap ia hanya mendengar seseorang berbicara
"kau mau melakukan apa padanya ?" seseorang menyahut "aku tidak akan melukainya ,aku hanya ingin membantunya" Hao Xiong benar-benar tak bisa mendengar lagi ia benar-benar kehilangan Indra pendengar dan penglihatannya .